VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 26

2015-11-12 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
377 views | 13 komentar

BYUURRRR!!!!!!

Seekor monster laut keluar dari laut sambil membuka mulutnya yang besar, terlihat giginya yang tajam mencoba mengigit kaki Dragon dan menghancurkan pinggiran dermaga.

Dengan cekatan, Dragon menghindari serangan mendadak dari monster laut itu. Dragon sampai melakukan salto ke belakang dibuatnya.

"Mo-monster apa itu?!!" Dragon terkejut melihat monster laut itu bergerak memutar mutar di dalam laut.

"Itu adalah Bluest, ikan jenis monster yang paling besar di lautan biru ini." ucap Oda yang sudah berdiri di samping Dragon membawa sebuah tombak.

"Tapi aku tidak pernah melihat monster seperti itu di kota Tua."

Oda terkejut, menoleh ke Dragon, " Kau dari sisi timur ya?."

"Ya, bisa dibilang seperti itu, kek." jawab Dragon.

Oda mengangguk anggukkan kepalanya.

"Apa yang kau lakukan, kakek?."

"Monster itu tidak pernah menampakan wujudnya setelah hari itu, dan sekarang dia berani datang kemari. Aku akan membunuhnya!" ucap Oda melempar tombaknya tepat di punggung Bluest yang masih berputar putar di dalam laut.

Tombak yang di lempar Oda menancap di salah satu sirip Bluest, dan tidak berpengaruh apa apa bagi Bluest.

"kau ini sedang melakukan apa sih, kakek?" ucap Dragon melihat serangan Oda ke Bluest.

"Sial! Monster itu masih bisa bertahan!" teriak Oda berlari menuju ke rumahnya lagi dan kembali membawa sebuah tombak dari dalam rumahnya.

"Kemana monster itu?" tanya Oda yang bersiap melempar tombaknya lagi tapi tidak terlihat Bluest di dalam laut.

"Dia sudah kabur, kek." Dragon menaruh kedua tangannya di belakang kepalanya.

"Jika bukan karena monster itu, aku tidak akan berhenti menjadi seorang pembuat kapal." ucap Oda menenteng tombaknya sambil memperhatikan lautan yang mulai gelap.

"Kakek dulu pembuat kapal?."

"Hah!? Kau masih di sini?." kaget Oda.

"Daritadi aku di sini!" teriak Dragon marah.

Oda memperhatikan Dragon, kemudian berjalan menuju ke rumahnya.." Masuklah, akan aku ceritakan semuanya di dalam."

Dragon dan Green mengikuti Oda masuk ke dalam rumah Oda.



Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 26 - Masa lalu Oda
Penulis : ibongneverland

Krek! Krek! Krek!

Suara beberapa bilah kayu yang tertiup angin laut, malam itu udara yang dingin seakan menusuk ke dalam kulit.

"Dinginnya...."

"Dekatkan tubuhmu ke perapian ini, Dragon." Oda menambah kayu di depan perapian yang berada di samping tempatnya duduk.

Dragon duduk di lantai dekat perapian, terlihat wajahnya lega karena hawa dingin yang dia rasakan berangsur angsur menghilang.

Oda memperhatikan Green yang tidur di atas sebuah ranjang yang berada tepat di dekat pintu masuk rumahnya.

"Apa Green juga bisa tidur, kakek?" tanya Dragon yang ikut memperhatikan Green tertidur.

"Haha... Dia hampir sama seperti manusia, bisa melakukan apapun, bisa menunjukkan rasa marah, senang maupun sedih." jawab Oda sembari meminum teh yang dia buat.

"Jadi, apa yang ingin kakek Oda ceritakan tadi?."

Oda memperhatikan Dragon.

"Dahulu, dermaga utara adalah dermaga yang besar. Merupakan dermaga yang menghubungkan kota Saga dengan pulau pulau terdekat di utara pulau Torihiki ini. Aku di lahirkan di tempat ini, sebagai seorang anak tukang pangkas rambut. Setiap hari, aku selalu melihat tukang pembuat kapal menciptakan satu per satu kapal terbaik mereka. Waktu itu, adalah masa di mana kapal pertama kali ditemukan.."

Oda menghela napas,

"Beranjak dewasa, aku memutuskan pergi dari dermaga utara menuju ke dermaga timur. Dan di sana, keinginanku menjadi seorang pembuat kapal terpenuhi. Selama beberapa tahun, sudah ribuan kapal yang sudahku buat dengan tanganku ini. Hingga aku mendengar kabar yang cukup mencengangkan."

"Monster Bluest itu menghancurkan dermaga utara, menenggelamkan hampir separuh dermaga utara. Tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk menyelamatkan dermaga dan kota yang pernah kami banggakan itu."

"Maksud kakek? Dermaga utara lebih besar daripada ini?." Dragon penasaran.

"Tentu saja, Dragon. Rumahku ini berada di sebelah selatan dari kota Kayu Laut. Kota yang akhirnya tenggelam karena Bluest. Karena kejadian itu, Angkatan Laut pun tidak bisa berbuat banyak karena mereka tidak bisa mengalahkan monster mengerikan itu. Banyak armada Angkatan Laut yang hancur karena Bluest. Warga kota pun memilih pindah ke kota lainnya, sebagian ke kota Enshore di dekat dermaga timur, dan di kota Saga, kota di selatan pulau Torihiki ini.."

"Lalu kenapa kakek tetap bertahan di sini?."

"Kejadiannya terjadi 21 tahun yang lalu, saat dermaga utara ini mulai ditinggalkan. Waktu itu, kapal yang berada di luar rumah ini datang ke sini. Kapal itu membawa beberapa orang dan juga Green. Meski pun mereka Bajak Laut, tapi mereka tidak melakukan hal yang Bajak Laut lakukan selama ini.."

"Bajak Laut?."

"Ya, mereka sama sepertimu. Datang kemari mencari sebuah kapal baru. Karena kapal mereka, terlalu kecil untuk membawa kru Bajak Laut mereka.." Oda tiba tiba terdiam.

"Green...." Green tiba tiba datang ke pangkuan Dragon dan tertidur lagi.

Dragon tersenyum melihat tingkah Green. Green tidur di pangkuan Dragon.

"lanjutkan ceritamu kek."

"Sepertinya dia sangat menyukaimu, Dragon. Baiklah aku lanjutkan ceritaku. Setelah mereka meminta tolong kepadaku, aku sempat menolaknya. Tapi kapten mereka berjanji akan membunuh Bluest jika aku bersedia membuatkan kapal untuknya."

"Monster itu? Dibunuh?." Dragon terkejut.

"Ya, dan dia benar benar melakukannya. Tapi sayang, salah satu Bluest berhasil kabur dan seperti yang kau lihat tadi. Dia sudah kembali kemari lagi."

"Sesuai janjiku, aku akhirnya membuatkannya kapal baru yang lebih besar. Tapi saat mereka akan melanjutkan perjalanan mereka, Green menolak ikut. Green menyukai kapal lama mereka."

"Jadi Green tinggal di sini karena kapal yang berada di luar itu kek?."

"Kau benar, Dragon. Karena itu, kapten mereka menitipkan Green kepadaku. Sebenarnya aku tidak meminta bayaran tapi kapten mereka bersikeras memberiku upah atas pekerjaanku membuatkan kapal untuknya. Dan dia memberiku sebuah medal."

"Boleh aku melihat medal itu kakek?" pinta Dragon.

Oda menggeleng gelengkan kepalanya.

"Medal itu sudah di makan Bluest yang tadi. Waktu itu, aku membawa medal itu, aku mengalungkannya di leherku. Kedatangan Bluest membuatku panik, karena kapal itu adalah harta paling berharga milik Green, aku berusaha keras menyelamatkannya. Dan di saat itulah, aku kehilangan medal itu."

"Lalu, kenapa kakek memilih tinggal di sini?."

"Mendengar kabar tentang Green, banyak orang ingin memilikinya. Tapi aku tetap berusaha keras menolak apa pun yang mereka berikan untukku agar aku menyerahkan Green kepada mereka. Sampai akhirnya beberapa bandit datang ke rumahku ini. Dia menghancurkan separuh rumahku dan membawa Green. Dan dari sana lah, Green berubah menjadi bentuk aslinya dan menjaga hutan Berlian Hijau Utara ini selama beberapa tahun terakhir ini."

"Bukankah kakek sudah akrab dengan Green, kenapa kakek tidak berusaha menjinakannya lagi?."

"Entah apa yang mereka lakukan terhadap Green. Dia bahkan hampir membunuhku saat aku berusaha mendatanginya." jawab Oda menghabiskan tehnya.

Dragon memperhatikan Green yang tertidur pulas dipangkuannya.

"Dia pasti sangat kesepian selama ini?" ucap Dragon." Pantas saja dia tidak berusaha menyerangku saat di hutan, dia ternyata hanya melindungi dirinya sendiri."

"Ya, tapi aku lega. Setelah melihat Green kembali ceria seperti dulu lagi." balas Oda tersenyum senang.

"Kakek, mau kah kau memperbaiki kapal itu untukku?" pinta Dragon.

"Kapal itu sudah lama tidak menyentuh laut, aku rasa aku juga tidak akan bisa memperbaikinya di dermaga ini. Kau tahu, Bluest masih ada di sini juga."

Dragon hanya terdiam mendengar jawaban Oda.

"Kau tidurlah. Besok pagi, kau bisa mencari kapal ke dermaga timur."

"masalahnya, aku juga dari sana kakek."

"Maksudmu Dragon?."

"Semua kapal yang berada di dermaga timur dihancurkan oleh orang yang tidak mereka ketahui. Karena itu lah aku datang ke dermaga ini."

Oda terkejut, " Apa benar yang kau katakan itu, Dragon?."

"Iya kek."

Oda terlihat memikirkan sesuatu.

"Kalau begitu, besok pagi kau pergilah ke dermaga barat. Di sana pasti masih ada kapal."

Oda bergegas meninggalkan Dragon dan Green.

Pagi harinya.

"Hei! Apa yang kamu lakukan?!" teriak Oda dengan wajah panik berlari dari dalam rumahnya.

Dragon berdiri di pinggir dermaga utara bersama Green.

"Berjanjilah padaku kek. Jika Bluest mati, kau akan memperbaiki kapal itu untukku." ucap Dragon mengangkat tangannya sebahu, lalu keluar asap biru di tangannya. Dragon tersenyum menoleh ke Oda, terlihat mata Dragon berwarna biru menyala, lalu dia melompat ke dalam laut.

BYUURR!!!!

Oda terkejut dan berlari sampai di pinggir dermaga, berdiri di dekat Green.

"Kau pikir kau itu siapa bocah?." gumam Oda khawatir dengan wajah penuh keringat.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 27

Aerilyn Chan Kawai
2016-08-23 11:21:11
oh jadi seperti itu, setiap char berhubungan satu sama lainnya
FansnyaFujiokaNagisa
2015-11-18 08:58:08
Keren om Ibong
Kikko Y Azukiela
2015-11-13 13:33:57
ninggalin jejak ,, next cp...
Dzibril Al Dturjyana
2015-11-12 15:13:54
oda sensei jdi creww
Ade Aja
2015-11-12 14:11:06
Setelah mendapatkan kapal,harapannya green jdi kru dragon,, lanjut mas ibong...
Mr Blacky
2015-11-12 13:45:10
Yeah dragon senpai akan melawan bluest
RedPaper
2015-11-12 12:50:54
Ya ampun keren dragon bikin gua ngepens sama dia next next next!
Priest
2015-11-12 09:39:39
nampaknya oda tau banyak hal, dragon mulai nekat
wahyu
2015-11-12 08:48:26
nex chap kpn
A wahyu
2015-11-12 06:35:45
Dragon ingin mengulagi hal yg sebelumnya pernah terjadi...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook