VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 25

2015-11-02 - Ibong Neverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
348 views | 16 komentar | nilai: 8 (1 user)

Dengan sisa tenaga yang dia miliki, Dragon berdiri tegap dan menarik napasnya dalam dalam. Asap biru menyelimuti tubuhnya. Dragon tersenyum, kedua tangannya mengeluarkan asap biru yang lebih pekat.

"Terima serangan terakhirku ini monster jelek!" teriak Dragon membuka matanya yang berubah menjadi biru. Dia melesat menuju ke arah monster Kaktus lagi.

BLAARRR!!! Sekali lagi, Dragon menghancurkan bagian tubuh monster Kaktus, saat dia hampir di depan monster Kaktus, tubuhnya ditahan bagian tubuh monster Kaktus yang melilit tubuh Dragon lagi. Dragon terus berusaha mendekat, hingga jari telunjuknya mengenai dahi monster Kaktus.

"Aku mengenaimu." ucap Dragon tersenyum dengan suara lirih yang mulai tak sadarkan diri.

Monster Kaktus nampak terkejut dengan usaha Dragon dan membuatnya terdiam. Monster Kaktus seperti memikirkan sesuatu. Dia teringat dengan seseorang yang mengatakan hal yang sama seperti yang Dragon katakan sebelum Dragon tidak sadarkan diri.

Dalam pikiran monster Kaktus, dia mengingat kejadian yang pernah dia alami sebelumnya. Di sebuah celah di dalam terumbu karang raksasa, seorang pria sedang melawan seekor monster Kaktus. Pria itu sepertinya sangat menikmati pertarungannya.

"Hahaha... Apa kau masih bisa melawanku?." ejek pria itu sambil tertawa, dengan gesit pria itu menghindari serangan demi serangan dari monster Kaktus.

Monster Kaktus terlihat sangat geram, dia menyerang pria itu dengan serangan yang sangat cepat. Dan di luar dugaannya, pria itu tetap bisa menghindari serangannya dengan mudah.

TAP! Jari telunjuk pria itu tepat mengenai kening monster Kaktus.

"Hahaha aku mengenaimu." ucap pria itu sambil tertawa.

Setelah pria itu mengenai keningnya, monster Kaktus berangsur angsur mengecil. Monster Kaktus memperhatikan pria itu yang tersenyum senang melihatnya.

Pria itu kemudian berjongkok, memegang kepala monster Kaktus.

"Green?" ucap monster Kaktus dengan nada bertanya.

"Oh, jadi namamu Green ya?" ucap pria itu.." Ikutlah denganku Green, kau akan menjadi kru Bajak Lautku."

"Benarkah itu, kapten??!!" teriak kru Bajak Laut yang berdiri menyaksikan pertarungan mereka.

"Apakah, ada yang keberatan?" tanya pria itu yang ternyata seorang kapten.

Melihat kapten mereka serius, para kru Bajak Laut tersenyum ketakutan.

"Apa pun yang kapten inginkan, itu adalah perintah!" ucap pria gendut yang berdiri di antara kru Bajak Laut lainnya.

"Haha... Terima kasih, Lucky Boo." ucap sang kapten tersenyum.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 25 - Kakek Tukang Pangkas Rambut
Penulis : Ibong Neverland

Setelah mengingat kejadian yang pernah dia alami, Monster Kaktus memperhatikan Dragon lagi.

"Green..." ucap monster Kaktus melihat asap biru di tubuh Dragon menghilang. Sedikit demi sedikit, tubuh monster Kaktus yang melilit Dragon lepas sampai Dragon jatuh ke tanah.

Di dekat Dragon yang tergeletak tidak sadarkan diri, monster Kaktus yang sebelumnya berbentuk besar menyeramkan, berubah menjadi bentuk yang lebih kecil. Monster itu mendekati Dragon dan memukul-mukul kepala Dragon.

"Green..." ucapnya selama memukul mukul kepala Dragon yang tubuhnya sama sekali tidak bergerak.

"Green!" ucap monster Kaktus itu yang terlihat khawatir sambil mengangkat tubuh Dragon.

Di tempat Lucy berada.

"Selamat datang di Kerajaan Milestone, aku harap kau menikmati perjalananmu ini." ucap Key memperhatikan Lucy yang tangannya diborgol mengikuti wanita wanita lainnya yang berjalan turun dari kapal.

Lucy memperhatikan di sekitarnya, dia tidak melihat satu pun prajurit Angkatan Laut, atau bendera Angkatan Laut di Kerajaan Milestone.

"Kau mencari apa, gadis cantik?" tanya Key yang menyadari Lucy kebingungan.

"Kenapa tidak ada Angkatan Laut di sini?."

"Hahaha." Key malah tertawa.

"Kenapa kau malah tertawa!" teriak Lucy kesal.

"Kerajaan ini tidak butuh sampah seperti itu." jawab Key dengan wajah serius.

Lucy hanya terdiam, sambil berjalan menuju sebuah bangunan yang berada di dekat dermaga tempatnya turun dari kapal.

Kembali ke tempat Dragon.

SREKK! SREEK! SREEK! Sesuatu datang dari dalam hutan, seorang kakek yang sedang menyirami tanaman sayurannya terdiam memperhatikan asal suara itu. Dan tidak lama kemudian, muncul Green membawa tubuh Dragon yang tidak sadarkan diri.

"GREEN!" teriak kakek tua itu sembari berlari mendekati Green.

Beberapa saat kemudian.

"Ehm... Uhm...." Dragon membuka matanya, dia melihat kepala kakek tua tepat di depan kepalanya.

DUNGGG!!!

karena terkejut, kepala Dragon mengenai kepala si kakek dan membuat si kakek jatuh terpental.

"Apa yang kau lakukan, kakek tua?" tanya Dragon sambil mengusap keningnya yang benjol.

Si kakek yang keningnya juga benjol berusaha berdiri.

"Syukurlah kau sudah siuman, anak muda." ucapnya sambil tersenyum.

Dragon melihat lihat di sekitar tempatnya berada.

"HAAAAH!!!!" Dragon terkejut melihat wajahnya sendiri saat melihat sebuah cermin.." Siapa yang memotong rambutku ini?."

"Hehe... Itu aku, anak muda." jawab si kakek.." aku tukang pangkas rambut."

Dragon menatap si kakek dengan tajam.

"Kau adalah seorang anak muda, tidak pantas punya rambut gondrong." ucap si kakek ketakutan, keringat keluar di wajahnya.

Dragon menghela napas, " ya, terima kasih kakek."

"Namaku Eiichiro Oda, panggil saja Oda dan siapa namamu anak muda?" ucap si kakek yang bernama Oda itu.

"Aku Dragon, kek." jawab Dragon berdiri dari tempatnya tertidur.

"Oh, Dragon ya, nama yang bagus."

"Bagai mana aku bisa sampai di sini, kakek Oda?" tanya Dragon memperhatikan tubuhnya yang penuh dengan perban.

Oda berjalan menuju ke pintu rumahnya dan berhenti kemudian dia melihat keluar seperti memperhatikan seseorang di luar rumahnya.

Dengan rasa penasaran, Dragon berjalan menuju ke pintu juga.

"Monster apa itu?!" Dragon kaget melihat Green sedang menyirami sayuran yang berada di depan rumah Oda.

"Monster itu bernama Green, dia adalah monster Kaktus. Dia yang membawamu kemari, Dragon." balas Oda berjalan mendekati Green.

"Sudah lama kau tidak menyirami tanaman itu kan, Green?" tanya Oda setelah berdiri di dekat Green.

"Green!" jawab Green dengan nada senang.

Dragon yang memperhatikan Oda dan Green hanya terdiam, lalu perhatiannya tertuju kepada sebuah kapal yang berada di depan rumah Oda.

"Apa kapal ini bisa digunakan, kakek Oda?." Dragon berdiri di depan kapal yang berada jauh dari dermaga utara.

"Kapal itu sudah lama tidak bisa digunakan." jawab Oda menoleh ke Dragon.

"GREEEN!!!!" tiba tiba Green melompat ke arah Dragon dan memeluk Dragon.

"Gyaa!!! Apa yang kau lakukan, makhluk aneh!" Dragon terkejut.

"Hahaha... Dia sepertinya menyukaimu Dragon." ucap Oda sembari mendekatinya.

Dragon memperhatikan Green dengan seksama.

"A-apa makhluk ini yang menjaga hutan?!!" teriak Dragon menyadari bahwa Green adalah makhluk yang dilawannya di dalam hutan.

"Sepertinya aku sudah bilang tadi." Oda menundukkan kepalanya.." yang kau temui di dalam hutan adalah bentuk asli Green, semenjak seseorang menjinakannya, itulah wujud Green sekarang."

"Jadi, kau makhluk yang waktu itu ya?." Dragon memperhatikan Green yang terlihat senang.

"Green!" ucap Green dengan nada senang.

Dragon tersenyum sambil mengulurkan tangannya kepada Green, " ya, perkenalkan namaku Dragon. Mari berteman Green hehe."

"Green!" ucap Green sambil menjabat uluran tangan Dragon.

"Ngomong ngomong, apa yang membuatmu datang kemari, Dragon?."



Dragon teringat dengan Lucy.

"Lucy." Dragon berdiri dan memperhatikan kapal yang berada di depannya lagi.." Apa ada kapal lain yang bisa aku gunakan, kakek Oda?."

"Kau mencari sebuah kapal, Dragon?" tanya Oda.

"Iya, kakek. Aku harus mengejar sebuah kapal. Dia telah menculik temanku, Lucy."

"Apa kakek tahu di mana aku bisa mendapatkan sebuah kapal?" lanjut Dragon.

Oda menghela napas, " Kau datang di tempat yang salah, Dragon."

"Maksudmu kakek?." Dragon terkejut.

"Tidak ada pembuat kapal ditempat ini." jawab Oda berjalan menuju ke rumahnya.." sudah sore, masuklah ke rumahku, dan beristirahatlah. Besok pagi, pergilah ke dermaga yang lain untuk mendapatkan sebuah kapal yang kau butuhkan."

Dragon berjalan menuju ke pinggir dermaga, kemudian duduk dan memperhatikan lautan luas yang membentang di depannya. Green juga mengikuti Dragon dan berdiri di sampingnya.

"Green?" ucap Green dengan nada tanya.

Dragon menoleh ke Green, " Aku merindukan Lucy, Green. Aku harus segera menyelamatkannya juga."

Dragon memperhatikan lautan lagi, sambil memandang lautan yang berubah warna menjadi orange, Dragon menggerak gerakkan kakinya di dalam air laut.

Tanpa Dragon sadari, sesuatu bergerak di dalam laut, mendekatinya.

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 26

Aerilyn Chan Kawai
2016-08-23 11:11:01
seenaknya saja mencukur rambut orang. Hahaha
dragon black
2015-12-19 12:10:08
apa kah itu yg di dalam air?
Azzrull
2015-11-16 18:03:52
Oda sensei menyamar jadi tukang cukur
Clint Mobile Legend
2015-11-10 18:36:32
Sampai Oda-sensei mampir ke cerita ini
Wahid Rofaldy
2015-11-03 03:20:22
Ternyata odachi jadi kang cukur . Haha Mashashi jadiape neh bang ? Wkwk
Tatzumaru
2015-11-02 19:20:10
Wew... Pembuat OP jadi kakek tukang pangkas rambut... XD Hahaha...
Ade Aja
2015-11-02 19:01:44
Ternyata oh ternyata,, monster green uda ditaklukkan ama oda sensei,semakin menarik ceritanya mas ibong. Ditggu chapter selanjutnya...
Nikki
2015-11-02 15:55:55
Apakah green akan ikut dgn dragon ?
Priest
2015-11-02 14:16:55
besok besok ada aoyama nih ada oda ckck
Mr Blacky
2015-11-02 12:50:53
Oda sensei haha
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook