VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 24

2015-10-26 - ibongneverland > Dragon si Pemburu Bajak Laut
343 views | 12 komentar

" Memangnya apa yang harus aku kagumi darimu?" balas Lucy dingin.

"Cih." Pemuda itu membuka kancing bajunya, menunjukkan badannya yang berdada bidang.

GUBRAK! GUBRAK! GUBRAK! Satu persatu wanita yang berada di kurungan di sebelah Lucy berjatuhan pingsan.

Lucy memperhatikan para wanita itu kemudian melihat ke pemuda tampan lagi.

"Bagaimana? Tubuhku indah bukan?" tanya si pemuda dengan gaya maskulin, sehingga otot ototnya terlihat.

Lucy tidak menunjukkan ekspresi apapun, dia membalikkan badannya dan duduk di tempat tidur yang berada di dalam kurungannya.

"Semua pria punya tubuh sepertimu." ucap Lucy dengan santainya.

Pemuda tampan itu geram. Kemudian mengambil bajunya lagi dan berjalan pergi dari dek bawah kapal. Tapi sebelum dia beranjak pergi, pemuda itu mengatakan sesuatu.

"Baiklah, kau ternyata gadis yang sangat menarik. Namaku Key, panggil saja seperti itu."

Beberapa langkah pemuda bernama Key itu melangkah, dia berhenti dan menoleh ke arah Lucy lagi.

"Ngomong ngomong, kau bersiap siaplah. Sepertinya dia akan senang mempunyai istri sepertimu."

"APA!!?." Lucy terkejut, memegang jeruji besi yang mengurungnya.." apa maksudmu?."

Key hanya tersenyum, kemudian meneruskan langkahnya.

Lucy masih memperhatikan Key sampai dia meninggalkan dek bawah kapal.

Kembali ke tempat Dragon berada.

Dragon yang masih berlari menuju ke arah utara, akhirnya sampai di depan hutan Berlian Hijau Utara. Tanpa basa basi, dia langsung menerobos beberapa palang peringatan yang melarang orang untuk masuk ke dalam hutan.

Selama berlari di dalam hutan, Dragon tidak melihat sesuatu hal yang aneh. Hutannya malah terlihat sangat terawat, beberapa hewan seperti tupai, rusa dan beberapa burung hidup berdampingan di dalam hutan. Hewan hewan itu bahkan tidak terganggu dengan kedatangan Dragon.

"Apa benar hutan ini dijaga? Aku tidak melihat ada yang aneh di sini."

Semakin Dragon masuk ke dalam hutan, semakin sedikit cahaya yang bisa masuk. Beberapa tanaman menjalar juga terlihat menutupi pepohonan yang berada di hutan itu. Namun tanpa Dragon sadari, tanamana menjalar itu bergerak dengan sendirinya.

Dragon yang hampir mencapai bagian tengah hutan, mulai merasakan keanehan. Jalan yang dia lalui semakin banyak tanaman yang menjalar. Langkah kakinya pun terasa berat, setiap kali melewati tanaman menjalar itu.

"Tanaman ini mengganggu saja!" ucap Dragon yang bersiap siap menghajar tanaman menjalar yang berada tepat di depannya.

BLAAR!!! Pukulan Dragon menghancurkan tanaman menjalar di depannya.

"Eh?." Dragon menyadari bahwa tanaman yang berada di bawah kakinya, melilit kakinya.


Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 24 - Monster Kaktus
Penulis : ibongneverland

WUSSSH!!

tubuh Dragon ditarik oleh tanaman menjalar itu menuju ke samping tempatnya berdiri. Beberapa kali Dragon berusaha meraih sesuatu untuk menahan tubuhnya yang diseret oleh tanaman menjalar itu. Dan akhirnya Dragon mengapai sebuah pohon besar, tapi bukannya tertahan oleh pohon itu, malah pohon besar yang Dragon jadikan penahan, ikut terseret.

Tepat di depan sebuah pohon yang sangat besar, Dragon berhenti. Tubuhnya semakin tertutup oleh tanaman menjalar itu. Dragon melihat bahwa pohon besar di depannya menatapnya.

"GRRR." pohon besar itu menatap Dragon dengan wajah marah, dia memperbanyak lilitan di tubuh Dragon.

"Sial! Pasti ini monsternya." gumam Dragon yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya yang terlilit oleh tanaman menjalar.." apa yang harus aku lakukan?."

Dragon tiba tiba teringat dengan kata kata dari Silva. Waktu itu Silva mengucapkan beberapa kata, " Kekuatanmu adalah dirimu sendiri...."

Dragon mengingat kata lain yang Silva katakan kepadanya, " Kendalikan dia, dan rasakan kekuatan yang luar biasa...."

"Baiklah." gumam Dragon dengan wajah serius.

Di sela sela lilitan tanaman menjalar itu yang melilit tubuh Dragon hingga tidak kelihatan, keluar sinar berwarna biru yang semakin terang dan terang dari celah celah lilitan tanaman itu.

BLAAAR!!!!

lilitan ditubuh Dragon meledak.

Di atas sebuah kapal yang sedang meninggalkan dermaga selatan pulau Torihiki.

"Silva, cahaya itu." ucap orang yang bersama Silva dan Zack. Dia menunjukkan jarinya ke arah hutan berlian utara, di mana sesekali terlihat cahaya biru menyala.

Silva terkejut dan berjalan menuju sebelah pinggir kapalnya, memperhatikan cahaya biru yang sesekali terlihat di hutan berlian utara.

"Bocah itu mencoba menerobos hutan Berlian Hijau Utara, apa yang dia pikirkan? Bodoh." heran Silva.

"Monster itu penghuni terumbu karang raksasa, aku sudah melihatnya kemarin."

"Kapan kau ke hutan itu, Dave?" tanya Zack yang duduk di tengah dek.

"Yooo...!!! Kau tahu, aku adalah Dave Mansion, salah satu agen rahasia Angkatan Laut. Satu satunya calon Laksamana markas pusat. Tentu saja informasi seperti itu, aku sangat menguasai." balas Dave sambil membuka kerudung di kepalanya dan menunjukkan jarinya ke wajahnya sendiri.

"tanyanya apa, jawabnya apa." Zack menatap Dave dengan wajah datar.

"Monster apa itu, Dave?." Silva masih memperhatikan ke arah hutan Berlian Hijau Utara.

"Monster Kaktus, monster yang berwarna hijau dan berbentuk lonjong seperti pohon kaktus. Monster yang banyak terdapat di terumbu karang raksasa. Dalam keadaan normal, dia adalah makhluk yang bisa dibilang imut dan lucu, tapi dalam keadaan chaos, dia adalah makhluk yang mengerikan.."

"Kau tahu alasan kenapa orang orang yang berada di sisi timur dunia tidak bisa langsung ke sisi barat dunia? Ya, karena monster monster Kaktus itu menjaga tempat di antara sisi timur dan sisi barat dunia. Kemampuan memanipulasi tubuhnya, membuat monster itu sangat berbahaya. Tidak ada cara untuk melawannya karena monster itu juga punya kemampuan mengembalikan bagian tubuhnya yang hancur. Hanya saja ada sebuah kabar yang beredar, bahwa seseorang berhasil menjinakkannya. Bahkan menjadikan monster itu salah satu krunya. Benar benar mengejutkan bukan?" ucap Dave menjelaskan.

Silva tertawa kecil, " sebuah kabar? Haha... Ternyata kakakku sangat terkenal ya?."

"Ya, ngomong ngomong, kau dalam mode chaos juga menyeramkan Silva." ucap Zack menyipitkan matanya.

"Apa itu caramu memuji calon istrimu, Zack?."

"Heh!!? Siapa yang akan menikahimu?!" Zack terkejut sampai terjatuh dari kursinya.

Silva menatap Zack dengan wajah menyeramkan, matanya terlihat berubah menjadi hijau.

"Zack-kun ~" ucap Silva dengan manja sambil mendekati Zack.

Zack ketakutan, tubuhnya penuh keringat. Dia merangkak mundur sampai menabrak pinggiran kapalnya, sedangkan Silva semakin mendekatinya.

"Apa ada hubungannya dengan kejadian semalam?."

Tanpa melihat Dave, Silva menggeleng gelengkan kepalanya.." aku tidak tahu, Dave. Tapi bukan wewenang kita untuk membereskan kejadian semalam. Kau tahu, Raion akan menghajarku, jika dia tahu aku ke sini."

"Bu-bukankah itu Hawkeye?" ucap Zack menunjuk ke arah sebuah elang laut yang bertengger di kapal mereka.

Silva melihat ke arah burung elang laut itu, matanya kembali normal.

"Hawkeye, ada apa kau kemari sayang?" tanya Silva berjalan mendekati Hawkeye, seekor burung elang laut.

Hawkeye hanya mengangkat kaki kirinya. Terlihat sebuah gulungan kecil di ikat di kakiya itu.

"Oh, keponakanku yang nakal mengirimkanku sebuah surat ya?" ucap Silva mengambil gulungan kecil yang berada di kaki Hawkeye.

Silva membaca gulungan kecil yang berupa surat itu. Dia tersenyum setelah selesai membaca surat tersebut.

"Apa yang tertulis di surat itu Silva?" tanya Zack yang berdiri mendekatinya.

"Bocah nakal itu berada di Kerajaan Milestone sekarang." jawab Silva sambil menghancurkan surat yang dibawanya.

"Apa yang dia lakukan di tempat itu?."

"katanya, dia sedang kedinginan di dalam penjara." jawab Silva tersenyum menoleh ke Zack.

"Kau ingin menolongnya?."

"Mereka adalah Bajak Laut, mana mungkin aku menolongnya." Silva meletakkan salah satu tangannya ke bahu Zack.." Selain itu, mereka adalah Bajak Laut yang cukup terkenal di lautan biru ini."

Hawkeye memperhatikan Silva yang mendekatkan wajahnya ke wajah Zack yang ketakutan.

Silva menyadari bahwa Hawkeye masih ditempatnya bertengger.

"Kau masih di sini, Hawkeye? Oh, aku lupa." Silva berjalan menuju sebuah peti besar di dekatnya berdiri, dia mengambil sesuatu dari dalam peti.

"Ini upah untukmu." ucap Silva sambil melempar sebuah ketimun kecil ke arah Hawkeye.

Wajah elang laut itu terlihat senang, dengan lahap dia menghabiskan ketimun yang Silva berikan padanya.

"Beristirahatlah jika kau lelah, Hawkeye." ucap Silva meninggalkan Hawkeye dan berjalan masuk ke dalam kabin kapalnya.

Zack dan Dave terkejut, karena Hawkeye tiba tiba menutup matanya dan mulai tidur.." Burung itu benar benar tidur...."

Kembali ke tempat Dragon berada.

"Hosh."

"Hosh." tubuh Dragon penuh luka, napasnya terdengar sangat berat.

"Monster ini ternyata tangguh juga." gumam Dragon melancarkan serangannya lagi ke arah monster Kaktus itu.

"DRAGOOON ARM!!!" pukulan cepat Dragon menghancurkan tubuh monster Kaktus yang mencoba melilitnya lagi.

Dragon mencoba mendekat ke monster itu, tapi bagian tubuh monster Kaktus yang memanjang, membuat Dragon terpental mundur.

"Sulit sekali mendekatinya! Bagai mana aku bisa menghajarnya kalau begini." keluh Dragon berusaha berdiri lagi.

Tanpa ampun, Dragon melayangkan pukulannya ke arah monster Kaktus. Setiap kali bagian tubuhnya datang untuk melilit, Dragon menghancurkannya.

Namun apa yang Dragon lakukan hanyalah hal yang sia-sia, karena monster Kaktus dengan mudah menumbuhkan kembali bagian tubuhnya yang dihancurkan Dragon.

"Monster ini tidak ada habisnya apa ya?." gumam Dragon melesat ke atas monster Kaktus, saat dia hampir sampai dengan monster Kaktus, salah satu bagian tubuh monster Kaktus meyabet tubuh Dragon hingga terpental menabrak sebuah pohon di belakangnya.

Dragon terduduk bersandar di bawah batang pohon, dalam keadaan menundukkan kepalanya, Dragon tertawa keras.

"Hahaha... Jadi begitu ya...."

Bersambung ke Dragon si Pemburu Bajak Laut Chapter 25

Aerilyn Chan Kawai
2016-08-23 11:02:16
karna kata-katanya ada yang hilang, aku jadi kurang ngerti
anonim999520
2015-10-28 17:44:38
keran juga
Tatzumaru
2015-10-27 13:17:42
Oh.. begitu ya... Wkwkwk... *sok ikutan ngrti kayak Dragon. (pdhal gak) :'v
Dzibril Al Dturjyana
2015-10-27 11:43:31
cuma monster kaktus..?
Death Knight
2015-10-26 22:02:17
mungkinkah Dragon ingin memakan si monster layaknya ketimun :'v
tamin
2015-10-26 19:37:15
lanjut lagi min... hehehe
blank blank
2015-10-26 16:52:09
Berikan award kepada user A wahyu yang setia membaca, dan mengarahkan para penulis di VT #Respect #HormatGerak
Hime Locksene
2015-10-26 16:00:09
Zack kok takut sm Silva?
Mr Blacky
2015-10-26 13:16:30
Haha elang makan ketimun juga ya? kukira karnivora
A wahyu
2015-10-26 10:29:16
Si Dragon kedua, Hawkeye....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook