VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
1+1 Chapter 70

2017-01-14 - David Blueskhniczky > 1+1
271 views | 6 komentar | nilai: 10 (3 user)

"Kalau badai datang sedia apaan yak?" tanya Eduardo sambil berlari menghindari angin dahsyat yang dilontarkan oleh Nicki Dizkovich.

"Sialan aku kira walaupun dia seperti tokoh utama yang tersakiti dan tidak selalu disoroti kamera sang penulis tetapi dia entah kenapa menurutku terlalu hebat untuk dilawan!" ucap Eduardo lagi,

"Tapi ada satu hal yang pasti.."

"Eduardo da Lopez..." ucap Eduardo lagi,

Hingga kemudian entah apa atau mungkin entah, karena tiba-tiba Eduardo menjadi banyak.

"Woy anakbuah! Tepatnya para bunshin lindungi aku dari serangan badai itu" ucap Eduardo yang asli.

"Kenapa kau terlalu goblok! Harusnya pakai dinding besi dasar tubuh asli yang bodoh" ucap Bushinnya hingga kemudian bunshin-bunshin Eduardo hilang saat terkena angin..

"Sialan.. Kenapa aku baru tau" ucap Eduardo.

Dan kemudian Eduardo sudah bisa ditebak apa yang akan dia lakukan..

"Dinding besi!" ucap Eduardo dan kemudian tubuh Eduardo dilindungi oleh dinding-dinding dari kekuatannya tersebut.

Angin dahsyat pun bahkan tak bisa membuat dinding itu roboh,

"Dinding besiku.. Haha untung aku punya bunshin yang nggak pikun" ucap Eduardo.

Akan tetapi,

Diluar sana Nicki tak tinggal diam soalnya dia bisa mengikuti semua jurus-jurus sekalipun..

"Laquinta Breakdance.." ucap Nicki,

Kemudian Nicki melesat dengan cepat kearah dinding besi tersebut..

"Sentuhan Es.." ucap Nicki..

Dan seketika perlahan dinding besi tersebut membeku, dan Eduardo yang didalam pun merasakan kedinginan.

"Sialan.. Kenapa dingin sekali apakah disana ada salju?" tanya Eduardo dalam hati.

Namun diluar pun Nicki memulai berubah lagi ke mode orang lain,

Mode dansa yang lebih keren lagi,

"Arizona Breakdance!" ucap Nicki lagi,

Dan kemudian Nicki dalam mode dansa Arizona menghantam pecahan es itu dengan kekuatan pukulan yang super kuat..

Bruak..

Seketika pecahan es-es itupun berpencar dan pecah,

Bahkan Eduardo yang didalam sedang eek sambil baca koran pun heran.

"Loh? Kok bisa?" ucap Eduardo.

"Jiahaha dasar masa eek disitu" ucap Anto kemudian memfoto kakaknya lagi eek..

"Hey sialan kenapa kau memotoku dasar adik payah" ucap Eduardo.

Nicki yang sudah berhasil memecahkan es tersebut lagi dan lagi ia melesat kearah Eduardo.

"Eduardo breakdance.." ucap Nicki kemudian mengikuti jurus Eduardo.

Dengan kecepatan yang cepat dia sudah berada di belakang Eduardo..

"Eduardo Attack of The End.." ucap Nicki.

Dia melesatkan tendangannya, tendangan kaki kanan dan kiri bersamaan. Atau bahkan bergantian saat Eduardo terhempas

1+1 Chapter 70 - Horeee!!! Chapter posisi Ikkeh ikkeh sudah berlalu
Penulis : David Blueskhniczky

Serangan tiba-tiba dengan tendangan khas sang Eduardo berhasil diikuti oleh Nicki dengan mudah.

Bertubi-tubi secara bergantian kaki kiri dan kanan Nicki menghantam wajah Eduardo.

Namun Eduardo tak habis akal, dia diserang namun kemudian..

"Dinding besi!" ucap Eduardo

Dan lagi tiba-tiba tubuhnya terlindungi hingga membuat Nicki menendang dinding besi itu dengan keras.

"Aduuh sakit.." ucap Nicki yang memegang kedua kakinya karena menendang dinding itu.

"Makanya kalau nendang hati-hati" ucap Davide.

"Aku sudah jarang tampil, tapi biarkan quotesku keluar atau bahkan numpang lewat disini.."

"Jika.. Entah.. Namun.. Pasti.. Atau lupakan, tetapi yang namanya oppai cewek itu tidak perlu jika entah, namun atau bahkan pasti! Karena oppai cewek memang udah indah dari sana nya!" ucap Davide.

"Kata-katamu tidak cocok keluar di chapter ini karena ini pertandingannya.. Pertandingan sang tokoh utama yang jarang mendapatkan kesempatan bertarung.."

"Elizabeth Breakdance.."

Sesaat Nicki dalam mode tersebut, tubuh Nicki menjadi raksasa yang super besar.

Kemudian dia mencoba menginjak dinding besi tersebut..

"Sialan.. Apa yang dia lakukan" ucap Eduardo yang merasakan getaran dari luar.

"Bahkan jika kau mencoba untuk kemode raksasa dan menginjak dinding besi.. Itu tidak akan berdampak apa-apa karena besi adalah sesuatu yang kuat" ucap Nicko.

"Sialan aku salah milih mode breakdance.." ucap Nicki.

Kemudian Nicki melihat kearah Priest.

"Pengguna elemen lumpur dan jarum? Huh?" gumam Nicki

"Kenapa dia melihat kearahku? Apalagi aku masih malu" ucap Priest..

"Baiklah.. Waktunya menggunakan breakdancenya.."

"Priest Breakdance!!" ucap Nicki lagi,

Saat dia kemode Priest, Priest diketahui pemilik elemen lumpur dan juga senjata andalannya adalah ribuan jarum..

Seperti ninja penyebar ribuan jarum melalui payung,

Ia memakai jurus Priest..

"Hujan jarum!"

Jarum kemudian menghantam dinding besi tersebut tapi itu tak berdampak apa-apa.

"Kau bodoh! Jarum itu tidak bisa menembusnya.."

"Iya juga, akan tetapi,"

"Elemen Lumpur! Lumpur penghisap!" ucap Nicki.

Hingga kemudian perlahan lumpur mulai berada dekat dengan dinding besi dan perlahan menghidap benda itu..

"Sialan dia memakai jebakan lumpur.." ucap Eduardo..

"Anto da Lopez Breakdance.." ucap Nicki.

Bukan juruslah yang ia keluarkan tetapi malah sikap haus akan uang..

"Woy cepat lanjutin syutingnya lu pikir elu gak gue bayar dasar kakak oon" ucap Nicki kemode Anto.

"Gubrakk!!" para pembaca pun nepuk jidat.

"Sudah saatnya aku beraksi, iya kan Michelyn?" ucap Anto kemode serius..

"Transfer Market.." ucap Anto menghabiskan uangnya sebanyak 500 Milliar sesaat..

Dan lalu..

Anto yang entah apa, mungkin musuh atau bukan,

Kemudian menghantam tubuh Nicki dalam sesaat..

"Waktunya kekuatan dunia dibuktikan dengan jumlah banyaknya uang.."

"Anto Da Lopez.. Yatorruman ke 2.." ucap Anto..

"Ya sudah saatnya kita beraksi.." ucap Michelyn dengan pakaian sexy, tepatnya makai beha dan cd.

Tapi dia juga makai topeng,

"Michelyn.. Ah nama belakangnya lupa soalnya namaku terlalu sulit" ucap Michelyn.

"Jadi Sutradara Anto da Lopez adalah musuh?" tanya Davide.

Kemudian Kewell si Kameramen oon beserta yang lainnya mengepung Nicki dan teman temannya..

"Natasha da Lopez juga?" kaget Davide yang kini ditodong dengan senjata api oleh Natasha.

"Padahal aku sudah jatuh cinta kepadamu.." ucap Davide

B

E

R

S

A

M

B

U

N

G

Bersambung ke 1+1 Chapter 71

Aerilyn Shilaexs
2017-05-24 11:04:48
Besi tinggal dikasih hujan asam aja, nanti juga berkarat dan ancur sendirinya ko, susah amat.
Shineria of Life
2017-01-26 09:43:23
Kawan dari kita adalah musuh, kawan dari musuh adalah kawan.
Luthfi D Nasib
2017-01-17 21:00:42
Jejaks
Sakakibara-kun
2017-01-17 07:55:19
Minta illustrasi gambar Michelyn, akan jadi apa dia saat hanya memakai pakaian dalam? Apakah sexy atau?
Katsuki Arzelotta
2017-01-15 22:29:23
Anto da lopez malah jadi musuh padahal dichapter yang aku marathon anto da lopez keren jadi sutradara kocak
Leon Lockhart
2017-01-14 22:01:10
Judulnya gak nyambung btw permintaanku untuk Author ialah segera suruh Davide menikah, karena aku kasihan padanya dasar ZOMBI!!!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook