VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
1+1 Chapter 36

2015-10-08 - David Bluezskynschky > 1+1
367 views | 18 komentar | nilai: 10 (2 user)

"Nagamu itu sudah pasti takut kepadaku dia sudah tahu kalau aku lebih kuat darinya." ucap Enzo dengan sombong.

Di bangku penonton.

"Enzo itu sombong yah." tanya Nicki.

"Tentu saja dia itu sombong." ucap Laquinta.

"Aku bahkan baru pertama kali melihatnya." ucap Nicki.

"Ya sudah pasti." ucap Laquinta.

"Kenapa dilengan Davide Portsmouth ada tanda bintang?" tanya Nicki.

"Eh? Kau melihatnya?" tanya Laquinta.

"Tentu saja." ucap Nicki.

Dalam ingatan Nicki, Nicki melihat Davide terkena pukulan Sora Inazumi, dan berusaha menyembunyikan sebuah lambang bintang yang berada di lengannya..

"Mungkin dia anggota hoshi." ucap Kurtz.

"Mungkin saja." ucap Elizabeth.

"Anggota Hoshi itu apa yah?" gumam Nicki yang tak sengaja mendengar ucapan Elizabeth dan Kurtz.

"Anggota Hoshi itu apa?" tanya Nicki kepada Laquinta.

"Aku saja tidak tahu." ucap Laquinta berbohong.

Kembali ke Arena.

"Sialan kau!" teriak Nicko.

"Segel Pemanggilan! Pisau pemotong daging!" ucap Nicko, dan dari sebuah kertas keluar sebuah pisau pemotong daging yang besar.

"Mau memotong daging jangan di sini oey." ucap Enzo.

"Diam kau!!" teriak Nicko, Nicko melesat berlari ke arah Enzo..

Enzo bersiap siap untuk ikut menyerang.

"Knife Attacking!!" Nicko menggasak lantai arena dengan pisaunya yang super besar itu, sedangkan Enzo bersiap siap mengeluarkan jurusnya..

"Fire!" ucap Enzo, dan perlahan tubuhnya seperti terbakar diselimuti oleh api.

"Jump Stride." Nicko melompat saat sudah berdekatan dengan Enzo, dia melompat dengan tinggi.. Dan bersiap untuk menyerang.

"Knife Attacking!!" saat Nicko berada di udara Nicko melesat turun dengan kecepatan penuh sekaligus menyerang Enzo yang diam..

Bruuukkk!!!

Nicko berhasil membelah tubuh Enzo dengan pisau raksasanya itu.

"Sudah kuduga berhasil dengan cepat." ucap Nicko.

Tapi belum sempat dia bersenang senang, tubuh Enzo bersatu kembali, bahkan tubuhnya diselimuti oleh api.

Nicko merasakan panas ditubuhnya, yah saat ini celananya terbakar.. Dia berguling guling dilantai untuk mematikan apinya..

"Panas panas panas!!" teriak Nicko, dan akhirnya api yang membakar celananya itu telah reda.

"Celaka, jurusnya akan digunakan." ucap Laquinta.

"Emang ada apa dengan jurus miliknya itu?" tanya Nicki.

"Enzo itu, ditubuhnya ada sebuah iblis api." ucap Laquinta.

"Hah?" Nicki kaget.

"Nampaknya pertandingan ini akan semakin seru vermirsah." ucap Arizona.

"Pelankan suaramu!" teriak Azarenka.

Kembali ke Arena.

"Tubuhku kalaupun terpotong akan tersambung lagi." ucap Enzo dengan cool.

"K-keren." ucap Nicko dengan kagum melihat kehebatan Enzo.

"Jangan sok mengagumiku!" teriak Enzo.

"Serangan hujan api!" Enzo membuka mulutnya dan mengarahkan banyak api ke atas udara hingga akhirnya terciptalah hujan api..

"Aku jadi kepengen mandi hujan, tapi hujan air, karena hujan yang sesungguhnya adalah tercipta drai air!" teriak Nicko.

"Perisai Senjata!!" senjata Nicko berubah menjadi perisai dan melindungi tubuhnya dari hujan api yang begitu panas.

"Sebelum aku mengalahkanmu, aku akan menceritakan sebuah kisah, tentang iblis yang ingin menjadi manusia." ucap Enzo.

"Heh?" Nicko masih terus berlindung dari hujan api milik Enzo Perez.

"Pada 1000 tahun yang lalu, disebuah desa yang tak diketahui ada seorang iblis yang ingin menjadi manusia."

"Aku ingin menjadi manusia! Aku harus memakan hati mereka!" ucap Iblis itu.

"Untuk menjadi manusia iblis itu memakan hati manusia." ucap Enzo.

"Dia berbicara tentang apa?" tanya Nicki.

"Dia berbicara tentang iblis yang berada di dalam tubuhnya." ucap Laquinta.

"Aku tak mengerti apa maksudmu!!" teriak Nicko.

"Dia telah memakan banyak hati manusia tapi dia tak kunjung menjadi manusia, hingga suatu hari dia bertemu dengan seseorang." ucap Enzo.

"Hei apakah kau iblis yang ingin menjadi manusia?" tanya orang itu.

"Iya, bahkan aku sudah memakan hati manusia, tapi aku tak bisa menjadi manusia." ucap Iblis itu.

"Untuk menjadi manusia kau tak perlu memakan hati mereka, kamu hanyalah bersikap seperti manusia dan jangan perlihatkan kekuatanmu." ucap orang itu.

"Bagai mana caranya?" tanya Iblis itu.

"Aku akan memberitahukan cara untuk menjadi manusia." ucap orang itu

1+1 Chapter 36 - Sebuah Cerita dan Kemenangan Nicko Dizkovich
Penulis : David Bluezskynschky

Saat Iblis dan orang itu sedang berbincang tiba-tiba dari kejauhan terlihat begitu banyaknya warga yang datang untuk membunuh iblis itu.

"Itu dia iblisnya! Ayo kita bunuh!!" teriak para warga.

"Kau harus melakukan apa yang kukatakan." ucap pria itu.

"Baik." Iblis itu mengangguk.

"Dia itu iblis ayo kita hajar." ucap warga yang mulai memukul iblis itu, tapi iblis itu dilindungi oleh pria itu.

"Dia bukan iblis, dia hanyalah manusia biasa, kalaupun dia iblis kalian pasti sudah dikalahkan dengan seketika." ucap pria itu.

"Lalu hukuman apa yang pantas untuknya? Karena dia telah membunuh begitu banyak orang." tanya warga itu.

"Sebuah hukuman yang khusus untuk seorang manusia." ucap pria itu.

Para warga nampak mengerti mereka pun membawa iblis itu, dan mengingat tubuhnya dengan rantai.

"Dia akan dihukum mati seperti seorang manusia." ucap Enzo berbicara.

"Hmm?" Nicko tampak bingung.

Iblis itu terikat begitu kuat dan nampak ada seorang algojo yang bersiap untuk memotong kepalanya, dan akhirnya detik demi detik telah berlalu, kepala iblis itu berhasil dipenggal..

"Dia sudah menjadi manusia." ucap seorang pria yang pernah berbicara dengan iblis itu.

Pria itu mengambil kepala iblis itu dan dikuburkan disebuah tanah, dan tanah itu ditanami pohon, hingga akhirnya 10 tahun berlalu pohon itu menjadi lebat.

"Apakah iblis itu telah menjadi manusia?" tanya Nicko yang masih berlindung.

"Dia telah menjadi manusia, karena warga mempercayai dirinya adalah manusia, dan dihukum seperti manusia biasa, itu berarti keinginannya sebagai manusia telah terwujud." ucap Enzo.

"Cerita macam apa itu?" Nicko tak mempercayai ucapan Enzo.

Nicko bersiap melakukan penyerangan lagi..

"Jump Stride!" Nicko melompat dengan tinggi ke udara.

"Knife Attacking!!" Nicko melesat turun kedarat dengan pisau raksasa yang siap memenggal tubuh Enzo.

"Rasakan!!"

Bruuuuukk!!! Pisau raksasa Nicko membentur lantai arena hingga menciptakan gempa yang menggentarkan, tapi secara mengejutkan tubuh Enzo kembali menyatu dengan tubuhnya..

"Knife Attacking!" Nicko menebas Enzo dengan pisau raksasa miliknya yang begitu berat, tapi Enzo berhasil menahan pisau raksasa Nicko dengan tangan kanannya yang diselimuti oleh api.

"Pukulan api!" Enzo memukul tubuh Nicko dengan tangan kirinya yang juga diselimuti oleh api yang berkobar kobar.

Dengan repleks yang cepat Nicko menahan pukulan Enzo dengan tangan kanannya.

"Kau seorang kidal rupanya, memegang pisau dengan tangan kiri." ucap Enzo.

Pukulan Enzo berhasil ditahan oleh Nicko dengan tangan kanannya..

"Segel terakhir. Pasir penghisap!" ucap Nicko, Nicko mengigit bibirnya dan bibirnya mengeluarkan darah, darah itu menetes ke sebuah kertas yang berada di lantai arena itu.

"Pasir penghisap?" ucap Enzo.

Saat darah itu menetes mengenai kertas yang berada dilantai arena itu..

Tiba-tiba di tempat pijakan Enzo lantai arena itu dipenuhi pasir yang bisa menghisap..

Tubuh Enzo mulai terhisap oleh pasir itu.

"Menyerah atau tidak?" tanya Nicko.

"Tentu saja tidak!" ucap Enzo.

Tiba-tiba pasir penghisap itu berhenti menghisap tubuh Enzo.

"Kenapa dia tak bisa menghisapmu?" tanya Nicko.

"Pasir itu takut akan panas, tubuhku dipenuhi oleh api yang membakar tubuhku, tapi anehnya aku tak terbakar, bukankah itu menarik?" tanya Enzo.

"H-hebat." ucap Nicko.

Tubuh Enzo kembali berada di lantai arena sedangkan pasir penghisapnya berhenti bergerak, dan perlahan pasir pasir itu menghilang.

"Kau itu iblis atau manusia?" tanya Nicko.

"Aku tidak tahu." ucap Enzo.

"Persetan denganmu!" teriak Nicko.

"Knife Attacking!" Nicko memegang pisaunya dengan tangan kirinya dan mulai menebas Enzo dengan pisau miliknya itu.

"Hujan api!" Enzo mengeluarkan api yang banyak dari mulutnya, saat api itu keluar, kepala Enzo berhasil dipenggal oleh Nicko dengan pisaunya...

Kepala Enzo jatuh tak bergeming, tapi hujan api pun akan mendarat ditubuh Nicko.

"Rasakan api yang akan menyiksamu." ucap kepala Enzo yang tergeletak.

"Perisai Senjata!" dan tubuh Nicko pun dilindungi oleh perisainya itu hingga akhirnya hujan api berakhir.

"Gawat dia tak mempan." ucap kepala Enzo.

"Kenapa kepalanya tak menyatu?" gumam Nicko.

Nicko mendekati kekepala Enzo yang tergeletak.

"Jangan bunuh aku, aku kalah." ucap kepala Enzo.

"Lah bukannya kepalamu bisa menyatu dengan sendirinya?" tanya Nicko.

"Kepalaku tidak bisa berjalan tahu." ucap Enzo.

"Bilanglah menyerah baru aku percaya." ucap Nicko.

"Baiklah! Wasit aku menyerah!" teriak kepala Enzo.

"Wuh, sulit diduga, Enzo menyerah! Pemenangnya adalah Nicko Dizkovich." ucap Arizona.

Kepala Enzo pun diangkat dan disambungkan kembali ketubuhnya.

"Tak kusangka aku kalah dengan seorang bocah." ucap Enzo.

#Bersambung

Bersambung ke 1+1 Chapter 37

Leon Lockhart
2016-10-17 09:53:12
Enzo mirip seperti Natsu, memiliki kekuatan api dan juga seperti Hidan walaupun kepala udh dipenggal tapi masih bisa bicara '-')
Aerilyn Shilaexs
2016-10-06 18:08:43
aku berfikir, kenapa setiap orang mempunyai lebih dari 2 kemampuan,
Vor Deour
2016-02-08 04:59:06
Amazing.. Luar biasa.. Fantastis... Boom bastis
Kunai Emas
2016-02-01 18:09:48
Kepala si Enzo terlepas
Lord Athem
2015-12-10 19:39:20
numpang baca ceritanya. . .
Question Of Life
2015-10-24 13:24:04
ternyata cuma ktinggalan satu chapter, cerita yg lain nanti aja deh lagi kuliah soalnya
Baru Lulus
2015-10-15 05:08:05
lanjut lanjut.. jadi kepo :3
Haruhiko Vicky
2015-10-10 05:15:26
Jejak terusin njerr
Mr Blacky
2015-10-09 15:31:44
Izin baca aja gan
A wahyu
2015-10-09 14:54:08
Saya kira ia belum akan menyerah....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook