VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
1+1 Chapter 30

2015-09-09 - FansnyaFujiokaNagisa > 1+1
278 views | 17 komentar

Setelah serangan malam Shane Long, hari pun menjelang pagi, terlihat Arizona Javier masih berada di ruang medis, dan dia mulai bangkit untuk bangun, nampaknya dia sudah sembuh..

"Semalam ini kalau tidak ada mereka pasti aku telah mati." ucap Arizona sambil berlalu pergi keluar ruangan medis..

Para warga desa Waterpark terlihat begitu ramai membicarakan apa yang terjadi, mereka melihat tanah yang terbelah, bangunan yang rusak, pohon pohon yang hancur...

"Apa semalam ada penyerangan?"

"Tapi kenapa kami tidak merasakan ada pertarunga." begitu lah tanda tanya semua penduduk desa Waterpark yang begitu terkejut melihat penampakan desa mereka yang sekarang ini..

Arizona melihat mereka dari kejauhan, dan perlahan dia berjalan menuju ruangan pemimpin desa waterpark, Ramsey Knightmoore, dan dia sudah memasuki ruangan Ramsey.

"Hei pak tua!!" teriak Arizona.

"Ada apa, " tanya Ramsey.

"Semalam Shane Long menyerang desa ini." ucap Arizona.

"Hah? Tapi kenapa aku tidak merasakan penyerangan semalaman." tanya Ramsey.

"Itu karena Shane Long menggunakan ilusi keheningan malam, dan katanya dia akan menyerang desa ini dua hari lagi, kita harus menyuruh prajurit untuk menjaga dengan ketat negeri ini." ucap Arizona.

"Hah, dia hebat juga, mungkinkah dia akan mengambil Gold Shaks ditubuhku ini." gumam Ramsey dalam hati.

"Oh iya satu lagi, dia memiliki misi untuk membunuhmu, jadi kau harus kujaga dengan ketat." ucap Arizona.

"Hmm ternyata benar perkiraanku." ucap Ramsey.

"Soal itu kau tak perlu repot repot, karena aku telah memanggil seorang yang berdarah Bangsawan hebat sekaligus dia adalah penduduk negeri ini, tapi walaupun begitu dia selalu saja menghilang dengan seketika, dan hanya muncul jika dibutuhkan." sambung Ramsey.

"Huffth, terserahlah, oh iya Arjun telah tewas dibunuh olehnya." ucap Arizona seketika dia terlihat sedih..

"Turut berduka cita, baiklah upacara pemakamannya akan dilaksanakan hari ini." ucap Ramsey.

"Huffth, dimengerti." ucap Arizona..

#Skip..

Terlihat semua orang dan penduduk desa sekalipun memakai sebuah baju berwarna hitam, membawa sebuah bunga mawar merah dikantong kemeja mereka.

Seketika hujan pun turun begitu deras, mereka segera membentangkan payung agar tidak basah oleh hujan..

Arizona terlihat memberikan salam terakhir untuk Arjun, dia menaruh sebuah bunga kesukaan Arjun.

Seketika Arizona mengingat sesuatu.

"Kau mengerti kan apa arti teman itu." tanya Arjun.

"Yah aku mengerti, teman itu adalah orang yang menemani kita saat kita berbuat dosa bersama sama, mencuri bersama, dan berjudi bersama dan itulah arti teman yang sebenarnya." ucap Arizona dengan begitu greget sambil tertawa begitu keras..

"Itu bukan teman namanya." ucap Arjun.

"Teman itu adalah seseorang yang mengerti semua tentang perasaan kita, Arizona, ketahuilah! Teman adalah orang yang mengetahui hati kita lebih dalam dari yang kita ketahui." ucap Arjun tersenyum.

Seketika Arizona tersenyum mengusap air matanya sambil mengingat kenangan bersama Arjun.

Arizona kembali mengingat hal yang lain lagi..

"Hai cewek boleh saya goda!!" teriak Arizona kepada salah satu peserta Tournament wanita..

"Gak boleh."

"Guns Strateiutis." wanita itu memukul Arizona dengan begitu keras, hingga dia terlempar, seketika itu pun Arjun datang..

"Kau menggoda Azarenka lagi yah." tanya Arjun.

"Hehe, lagian dia cantik aku menyukainya." ucap Arizona.

"Aku ingin mengatakan sesuatu." ucap Arjun.

"Apa itu?"

"Wanita memang mengerikan. Bersembunyi di bawah riasan yang berlapis lapis. Apa kita punya kesempatan melihat wajah cantik mereka." celetuk Arjun sambil tertawa, seketika itu pula Arjun terkena hantaman Azarenka.

memori tentang Arjun akhirnya terhenti di situ, upacara pemakamannya telah selesai. Selain itu terlihat Azarenka juga berada di samping Arizona.

"Kehilangan seseorang memang menyakitkan, dengan kenangan yang kita miliki kita tidak bisa melupakan mereka, tapi walaupun begitu cobalah untuk tetap tabah dalam menerima takdir yang telah ditentukan oleh tuhan." ucap Azarenka sambil mengusap air mata Arizona.

1+1 Chapter 30 - Pitman La Nobleza (Pitman Sang Bangsawan)
Penulis : FansnyaFujiokaNagisa

Setelah selesai upacara pemakaman, terlihat seorang yang begitu asing berjalan didesa waterpark, dia memakai pakaian unik, dengan sebuah lambang bintang merah dilengannya, dia membawa sebuah pedang yang begitu besar.

"Permisi apa tuan Ramsey ada di sini." tanya orang itu.

"Oh pemimpin desa ini, dia lagi berada dipemakaman, mungkin sudah selesai upacaranya." ucap warga desa itu.

"Baiklah terima kasih, dan siapa yang meninggal apakah ada penyerangan terjadi." tanya orang itu.

"Arjun Keinnrach tuan, penyerangan terjadi diwaktu malam, dan orang itu mengincar nyawa tuan Ramsey." ucap warga desa.

"Ternyata tuan Ramsey menyuruhku ke sini untuk mengawalnya, baiklah terima kasih." ucap bangsawan itu.

"Eh boleh tahu siapa nama anda." tanya warga desa.

"Oh, Namaku, Brunizleveo Pitman." ucap Bangsawan tersebut.

para warga desa terlihat kaget..

"Dia kan yang pernah mengalahkan Jack Baseman." ucap warga desa tersebut, tapi Pitman terlihat sudah tidak berada di hadapan mereka, dia begitu cepat menghilang..

"Cepat sekali dia menghilang."

Terlihat Pitman hampir sampai di ruangan Ramsey, tapi terlebih dulu dia melihat kerusakan yang di alami oleh desa ini..

"Baiklah akan kuperbaiki." Pitman berjalan menuju ke arah area yang hancur tersebut..

Warga desa terlihat memandang begitu seksama, dan baru melihat Pitman berada di desa ini.

Pitman tidak menghiraukan mereka, dia berjalan ke arah pohon yang tumbang, dan ketika pohon itu disentuh, pohon itu kembali berdiri dengan kokoh.

Hal itu membuat penduduk desa begitu terkejut.. Seketika pun Pitman kembali menyentuh tanah, dan tanah yang retak itu kembali normal seperti semula.

Bangunan bangunan yang hancur pun kembali normal setelah disentuh olehnya..

"Oh apakah dia seorang dewa." ucap para warga itu.

"Tenang dia bukan seorang dewa." ucap Ramsey yang tiba-tiba sudah berada dikerumunan warga..

"Tuan Ramsey, aku akan mengawalimu dengan aman." ucap Pitman.

"Ya terima kasih, oh iya kalian, Pitman ini adalah seseorang yang bisa membuat hal yang rusak kembali menjadi normal, jadi kalaupun dia terluka ataupun tertusuk oleh tombak, dia bisa langsung sembuh kalau tangannya menyentuh tubuhnya yang terluka." ucap Ramsey.

"Dan satu lagi, dia dijuluki orang dari negeri Pialand dengan sebutan." God Hands." tapi walaupun begitu manusia tidaklah abadi." sambung Ramsey.

"Jangan terlalu memujiku tuan, " ucap Pitman.

"Baiklah ayo kita masuk." Ramsey mengajak Pitman untuk masuk keruangan dan membicarakan tentang rencana untuk menghalau serangan Long.

"Jadi begitu yah." ucap Ramsey.

"Yah, kita harus membuat pengawalan yang begitu ketat di luar." ucap Pitman.

#Skip.

Terlihat seorang wanita bernama Sora Inazumi sedang melamunkan sesuatu..

"Kapan yah pertarungan grup 2 dilanjutkan lagi, padahal aku ingin memperlihatkan kekuatanku." ucap Sora.

"Mungkin secepatnya." ucap Davide yang datang secara tiba-tiba.

"Hwaaaaa, " seketika Sora yang begitu kaget terkejut dan jatuh dari tepat duduknya, tapi dengan repleks yang begitu cepat Davide menahan agar Sora tidak jatuh..

"Hehe, hy nona cantik." ucap Davide.

"Jiah, lepasin lepasin, aku benci pria aneh sepertimu." ucap Sora.

Davide pun melepaskan Sora, " Kau mungkin membenci seseorang saat ini, tapi mungkin kau akan mencintai orang itu besok." ucap Davide yang secara tiba-tiba menghilang..

"Dasar." ucap Sora.

Sementara itu terlihat Arizona berjalan bersama Azarenka.

"Hei Zona, tanyakan kepada pak tua Ramsey apakah pertarungan grup 2 akan dilanjutkan." ucap Azarenka.

"Nanti aku tanyakan." ucap Arizona.

"Tidak perlu, dan sudah diputuskan pertadingan grup dua akan dilaksanakan secepatnya." ucap Pitman.

"Eh siapa kau?" tanya Arizona dan Azarenka.

"Salam kenal, namaku Pitman, aku sang bangsawan." ucap Pitman.

"Oh bangsawan itu." ucap Arizona yang biasa biasa saja.

"Yeah, apa kau mengenaliku." tanya Pitman.

"Gak tuh, engkau saja baru menampakan batang hidungmu di sini jadi mana mungkin secepat itu aku mengenalimu." ucap Arizona.

"Wah dia tampan sekali." ucap Azarenka.

"Tampan katanya." ucap Arizona yang kelihatan kesal.

"Salam kenal nona." ucap Pitman.

"Yah." ucap Azarenka.

#Bersambung..

NB :

1. Arizona Javier (Arizona kota di amerika)

2. Azarenka Lie < (Victoria Azarenka pemain tenis)

3. Long Shane < (Shane Long. Pemain sepakbola hull city)

4. Ramsey Knightmoore < kembaran Aaron Ramsey :v.

5. B. Pitman < (Ngikut nama pemain dari klub watford, bernard pitman)

Terima kasih sudah membaca cerita ini

Bersambung ke 1+1 Chapter 31

Manda
2017-01-17 14:35:26
Hmm kukira awalnya dia dewa.. Tanganya layak dipuja..
Leon Lockhart
2016-10-15 22:56:57
Shane Long itu kuil arwah naga begitulah goku memberitahuku
Aerilyn Chan Kawai
2016-10-06 16:49:40
kukira Shane Long adalah naga bola dragonball. Hahaha.
Kunai Emas
2016-02-01 17:35:11
Keren
THETECKOEZCURUT
2015-09-12 01:53:22
Next chapter
Nafys
2015-09-10 20:56:07
Numpang lewattt
Midoriya Izuku
2015-09-10 16:25:12
kak kazuto udah move on ?
Question Of Life
2015-09-10 11:19:41
entah mengapa aku jadi ngakak ketika sora nanya kapan pertandingan grup kedua dimulai
ibongneverland
2015-09-10 05:32:20
Hahaha bang David dan neng Sora dibuatkan cerita juga ya disini haha
Nicky Hiroshi
2015-09-10 01:13:11
lanjutkan itsuki kun
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook