VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
1+1 Chapter 28

2015-09-05 - David Bluezskynschky > 1+1
348 views | 18 komentar | nilai: 10 (2 user)

"Bahkan baru terkena tebasan pedang kau sudah lemah, dengan kekuatanmu yang sekarang begitu payah, kau tidak bisa menang melawanku." ucap Long.

"Jangan terlalu yakin, buktinya aku masih hidup, kalah ataupun menang itu tidak masalah, karena menang yang sesungguhnya adalah pulang dengan selamat ke rumah." ucap Arizona, Arizona bangkit dan berdiri, dia menggenggam erat sebuah pisau.

"Kalau pun kau lebih kuat dariku, aku tidak akan kalah." Arizona berlari melesat dengan cepat ke arah Long, saat sudah berdekatan dengan Long, Arizona langsung menghilang..." Teleportasi." ucap Arizona.

"Hilang ya." ucap Long dengan santai.

"Teleportasi." Arizona muncul di belakang Long dan menusuk Long dengan pisau, tapi dengan santainya Long berhasil menahan serangan Arizona dengan pedang List Mistic.. Long berhasil menghempaskan pisau milik Arizona.

"Gyaah." Arizona kaget.

"Bahkan kekuatanmu masih begitu lemah." ucap Long.

"Mistic Raiton." Long menebas Arizona dengan pedang, sial bagi Arizona, dia tidak bisa menghindari tebasan pedang Long, tubuh Arizona terlihat mengeluarkan banyak darah.

"Haha, Bahkan segitu saja, dirimu sudah lemah." ucap Long dengan sombong.

"Arizona tidak bisa melawannya sendiri, aku akan membantunya." ucap Arjun.

Terlihat Long berjalan mendekat ke arah Arizona yang masih terkapar, tapi dengan cepat Arizona bangkit lagi.

"Slif Edd." Saat Long sudah dekat, Arizona berusaha menendang Long dengan tendangannya, tapi dengan cepat Long menghindari serangan Arizona.

"Itu tidak akan bisa." ucap Long.

Arizona kembali bersiap untuk melakukan serangan..

"Teleportasi." Arizona menghilang.

"Huffth, aku tahu kau akan muncul dimana." ucap Long dengan santai, dan benar saja Arizona muncul tepat di belakang Long, saat Arizona muncul dengan refleks yang begitu cepat Long menendang Arizona.

Arizona terkena tendangan Long, tubuh Arizona terpental sejauh 3 meter dan membentur tembok bangunan, tembok itu juga terlihat hancur.

Arizona tampaknya sudah lemah, mulutnya mengeluarkan darah yang begitu banyak.. Long perlahan berjalan menuju ke arah Arizona yang sudah lemah, dengan santainya Long mencengkram leher Arizona dengan sadis.

"Kau itu lemah, dan tidak akan pernah menang melawanku." ucap Long.

Long meninju wajah Arizona dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya masih mencengkram leher Arizona.

"Baiklah waktunya untuk mengakhiri." Long melempar tubuh Arizona ke tanah, perlahan dia bersiap mengeluarkan teknik pedangnya.

"Mistic Raiton." pedang Mistic itu mengeluarkan aliran petir yang begitu banyak, Long tampaknya akan membunuh Arizona dengan sadis.

"Sudah pasti dia akan mati." ucap Tatsuya yang sedari tadi menonton.

"Rasakan ini." Long menusukkan pedangnya ke tubuh Arizona yang tak berdaya..

"Cleessh." bunyi pedang menusuk tubuh seseorang, dan secara mengejutkan yang tertusuk adalah Arjun bukan Arizona.

Arizona melihat Arjun dengan penglihatan yang redup redup.

"Arjun kenapa kau menolongku." tanya Arizona yang kelihatan sudah lemah.

"Kita kan teman, jadi sudah sewajarnya kalau aku menyelamatkanmu." ucap Arjun.

"Wah wah wah, ini drama yang bagus, seorang pahlawan kemalaman menolong temannya walau harus mengorbankan nyawanya." ucap Long dengan tertawa.

"Jika ada sesuatu yang harus aku lindungi, dan meskipun aku harus kehilangan semuanya. Aku akan mempertahankannya sampai akhir." ucap Arjun.

"Arjun terima kasih sudah menyelamatkanku." ucap Arizona, Arizona menangis dengan penuh haru.

"Kamu jangan menangis begitu, kata orang, seseorang yang menangisi pengorbanan seorang temannya, itu berarti dia tidak menghormati temannya." ucap Arjun.

"Aku percaya pada cahaya, dan menuju tujuan yang diharapkan. Jalan menuju hari esok takkan berakhir, takkan pernah berakhir. Kepingan yang berdekatan tercerimankan dimatamu, wasiat yang memotong kebohongan pada waktu itu.

Jika teriakkanmu melewati tuhan.

Aku akan mencarimu.

Hal yang harus dilindungi, perpegangan pada tangan kanan ini, jauh di sana, tak peduli sejauh apa pun kan kugapai. Jika hal yang berharga tak menghilang, setiap cara, aku pasti kan mendorong tubuhmu dari dunia ini, Larilah menuju masa depan, tetaplah dirimu mengingat aku, kau adalah teman sejatiku." sambung Arjun.

"Temanku." Arizona mencoba untuk tak menangis, dengan santainya Long menghempaskan tubuh Arjun yang tak bernyawa ke tanah.

1+1 Chapter 28 - Pengorbanan dan Kenangan
Penulis : David Bluezskynschky

"Aku akan selalu mengingat dirimu temanku." ucap Arizona. Arizona yang tadi sudah lemah kembali terlihat sudah semangat, semangatnya begitu berkobar, dia mengingat sebuah kenangan.

Flashback.

Terlihat di sebuah gunung terlarang terjadi pertarungan.

"Hei apa kau sudah bosan hidup sampai berani mendatangi tempat ini." ucap seorang siluman bernama Ireland Finland.

"Aku masih ingin hidup, demi seseorang yang berharga, aku akan tetap hidup." ucap Arizona dengan santainya.

"Jika itu, baik! Aku akan membunuhmu di sini." ucap Ireland.

"Elemen Api : Hujan Api." Ireland membuat hujan yang terbuat dari api. Hujan api itu berjatuhan ke tempat Arizona.

"Hufth."

"Kokokoro Slick." Arizona memutar pedangnya dengan begitu cepat hingga menciptakan angin yang dahsyat, Angin itu meniup api hingga membuat api tidak jatuh ke tempat Arizona berada.

"Cuma begitu saja yah." tanya Arizona.

"Masih ada lagi."

"Elemen api : semburan api." Ireland menyemburkan api yang begitu banyak ke arah Arizona, tapi dengan cepat Arizona menghindari serangan itu." Teleportasi." Arizona menghilang, dan muncul di belakang Ireland.

Ireland sudah sadar dengan posisi Arizona, Ireland mengeluarkan jurusnya.

"Perisai Racun." ucap Ireland.

Saat Arizona memukul tubuh Ireland, Ireland terlempar sejauh satu meter, tapi Arizona sudah terkena racun yang melindungi tubuh Ireland.

"Kau memukul tubuhku yang dipenuhi oleh racun, kamu akan mati satu jam lagi." ucap Ireland, " Racun." tiba-tiba saja Arizona merasakan tubuhnya begitu sakit, hingga akhirnya Arizona jatuh terkapar.

"Huffth, aku pergi dulu, sampai jumpa di neraka." ucap Ireland, Ireland meninggalkan Arizona yang terkapar.

Sementara itu terlihat seorang pria yang seumuran dengan Arizona berjalan digunung terlarang, dia membawa sebuah ramuan obat yang begitu banyak.

"Ternyata di sini banyak ramuan obat." ucap Arjun.

Saat Arjun berjalan dia semakin mendekat ke arah Arizona, " Hmm apa itu yah, apakah sebuah harta karun." pikir Arjun, Arjun berlari mendekat ke arah Arizona, dan dia melihat Arizona yang terkapar.

"Hei, dia sedang apa tidur di sini." Arjun mencoba memeriksa Arizona, dan dia kaget tentang apa yang terjadi." Dia terkena racun." ucap Arjun, Arjun mengeluarkan sebuah ramuan obat obatan, dan diminumkan ke Arizona. Tapi Arizona masih belum sadar.

"Kurasa dia masih lemah, baiklah akan kubawa dia ketempatku." Arjun mengangkat tubuh Arizona.

#Skip.

Setelah 1 jam berjalan akhirnya Arjun telah sampai disebuah gubuk, gubuk itu dipenuhi oleh obat obatan.

"Guru aku membawa seorang anak yang terluka." ucap Arjun.

"Ayo cepat baringkan." ucap pria itu, dan diketahui kalau guru Arjun adalah Kworckles sipemilik berbagai macam obat obatan.

Arjun membaringkan tubuh Arizona, " Dia kenapa." tanya Kworckles.

"Dia aku temukan terkapar lemah digunung tempat siluman itu." ucap Arjun.

"Dan untung saja aku sudah meminumkan ramuan itu kepadanya, mungkin racunnya akan cepat menghilang." sambung Arjun.

"Oh, tapi dia sedikit lagi mungkin akan sembuh." ucap Kworckles.

Akhirnya hari sudah menjelang pagi, terlihat Arizona mulai siuman.." Di mana aku." gumam Arizona, Arizona segera keluar dan melihat Arjun dan Kworckles berada di situ.

"Kau sudah sembuh ya." ucap Arjun.

"Iya terima kasih sudah menolongku." ucap Arizona.

"Ya sama sama, ngomong-ngomong namamu siapa." tanya Arjun.

"Namaku Arizona Javier, aku berasal dari desa Pialand." ucap Arizona.

"Salam kena, namaku Arjun, dan ini guruku Kworckles." ucap Arjun.

"Iyah." Arizona tersenyum, setelah pertemuan itu Arizona dan Arjun menjadi sahabat yang begitu akrab.

"Hei Arjun, ayo kita tangkap rusa itu." ucap Arizona.

"Ayo." seru Arjun.

Arizona dengan santainya mengeluarkan jurus pedangnya.

"Kokokoro Dragon." Pedang milik Arjun memanjang dan dengan mudahnya berhasil memotong kepala rusa itu dengan sekejap.

"Kau hebat." ucap Arjun,

Arjun dan Arizona membawa buruan mereka kesebuah gubuk, dan di situ ada Kworckles pula, mereka memakan hasil buruan mereka, dan menceritakan tentang apa yang dilakukan mereka hari ini...

Flashback Berakhir.

"Arjun kau sudah menyelamatkanku dua kali, tapi aku tidak mampu membalasnya, aku akan membalas kebaikanmu dengan membunuh guruku." ucap Arizona yang begitu marah terhadap gurunya.

#Bersambung.

NB: Selesai juga ngetiknya

Bersambung ke 1+1 Chapter 29

Leon Lockhart
2016-10-15 22:28:59
Bagaimana Long gk tau coba soalnya Arizona kalau hilang pasti munculnya dibelakang terus, makanya Long tau '-')
Aerilyn Shilaexs
2016-10-05 17:36:47
setelah melihat gerakan teleport arizona, monyet bodoh pun bakal tau kemunculan arizona setelah ia menghilang.
Kunai Emas
2016-02-01 17:24:36
Mantap
Harukaze
2015-09-08 23:50:07
hahaha 3 jones tapi kan yg 2 nya masih jones
Harukaze
2015-09-08 19:41:43
iya aku mau
Harukaze
2015-09-08 17:29:50
hm baiklah..
Harukaze
2015-09-08 14:07:08
so sweet nya :3
Harukaze
2015-09-06 11:33:29
benar kah memang kmu rela mati ?
Harukaze
2015-09-05 22:05:39
seandainya ada sahabat kaya gitu di dunia ini
THETECKOEZCURUT
2015-09-05 21:25:24
Harus baca dari chapter 1 nih biar bisa ngikuti ceritanya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook