VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
1+1 Chapter 27

2015-09-04 - Gabriel Dropout > 1+1
307 views | 17 komentar

"Apa kau yakin melawannya Long." tanya Tatsuya.

"Tentu, kau menonton saja." ucap Long.

"Semangat Arizona! Aku mendukungmu!!" teriak Arjun.

"Baiklah guru, aku akan mengalahkanmu, aku bersumpah!!" teriak Arizona dengan semangat yang membara.

"Huff, jangan mimpi." ucap Long dengan santai.

"Teleportasi." Arizona menghilang dari padangan Long.

"Kemana dia." ucap Tatsuya.

"Teleportasi." Arizona muncul di belakang Long.

"Rasakan ini."

"Stride Edd." Arizona menusuk Long dengan sebuah pisau yang tajam..

"Ternyata guruku sangat lemah dan payah, baru begitu saja sudah kalah." ucap Arizona dengan senyuman khasnya.

Tubuh milik Long yang tertusuk tiba-tiba saja berubah menjadi sekumpulan tanah liat.

"Ini jebakan." ucap Arizona yang kaget bahwa dia masuk jebakan.

"Ledakan." ucap Long.

"Teleportasi." ucap Arizona.. Dengan menghilangnya Arizona dari area itu, ledakan pun terjadi..

Bruuuuuum... Dentuman bunyi suara ledakan menggema, mengakibatkan tanah didesa itu pun retak retak.

dengan begitu dahsyatnya ledakan bahkan pohon pohon pun runtuh.. Arjun dan Tatsuya yang dari tadi menonton akhirnya berlindung agar tidak tertimpa pohon yang tumbang.

"Ledakan yang dahsyat." ucap Arjun.

"Tadi itu hampir saja." ucap Tatsuya.

Sementara itu Long mengambang diudara dia tersenyum licik..

"Kamu yang begitu lemah, dengan kekuatan biasa saja tidak mampu untuk membunuhku, ibaratkan sebuah catur, catur itu adalah permainan yang aneh, terkadang seorang prajurit biasa mampu membunuh seorang mentri, tapi aku bukanlah seorang mentri yang akan dibunuh oleh seorang prajurit biasa." ucap Long.

"Kekuatanku memang tidak sebanding dengan dirimu guru, tapi aku juga bukanlah seorang prajurit biasa yang bisa dibunuh oleh mentri." ucap Arizona.

"Baiklah, aku akan memperlihatkan kekuatanku yang bahkan lebih hebat darimu." ucap Long.

"Steigh Vricinies." Long meneriakan sebuah kata kata aneh, dan dari tubuhnya keluar sebuah pedang legenda.

"L-list Mistic." Arizona kaget.

"Aku akan meminjam pedangmu wahai temanku, Hannah Moridson." ucap Long, Long memegang sebuah pedang List Mistic, pedang itu mengeluarkan sebuah cahaya yang menyilaukan...

"Bagai mana bisa kau mendapatkan pedang legenda itu." tanya Arizona.

"Aku telah diberikan kepercayaan untuk memiliki pedang dari dari pemilik pedang ini, dalam legenda, ada 4 pedang yang memiliki kekuatan, salah satunya pedang Kokokoro, tapi sayang pedangmu telah berada di tangan orang lain." ucap Long..

Long mengingat sebuah kisah tentang temannya Hannah Moridson.

Flashback.

"Hei nona cantik apa kamu mau bergabung menjadi warga di negeri yang baru kubuat, negeri itu Greenwitch, di sana begitu damai." ucap Long.

"Hmm, baiklah aku mau." ucap Hannah.

Long dan Hannah menjadi teman yang begitu baik, bersama sama mereka menjadi patner yang sulit dikalahkan oleh musuh...

"Hannah, ayo kita kalahkan pasukan musuh yang menerobos kenegeri kita ini." ucap Long.

"Ayo." Hannah dan Long pergi keperbatasan, di sana terlihat banyak musuh yang siap menyerang negeri Greenwitch.

"Arahkan busur panah itu ke arah mereka!!" teriak pemimpin kelompok itu.

Panah panah ditembakan ke arah Hannah dan Long.

"Hannah ayo berlindung." ucap Long.

"Tenang itu hanyalah bagian yang mudah." Hannah memegang pedangnya dengan begitu erat, dia melompat ke udara..

"Rasakan ini."

"Mistic Raiton." Hannah menebaskan pedangnya ke panah yang mengarah ke arahnya..

Pedang milik Hannah menghempaskan ribuan busur panah..

"G-gawat dia pemegang pedang legendaris itu." ucap para prajurit.

"Mistic Raiton." Hannah kembali menebaskan pedangnya, yang menjadi sasaran adalah ribuan prajurit...

Pedang Mistic Hannah mengeluarkan aliran petir...

"Gyaaa." para prajurit itu terkena pedang petir milik Hannah, mereka semua tampak begitu lemah tak berdaya setelah terkena tebasan pedang Mistic milik Hannah.

"Apa yang kalian pilih, kubunuh kalian atau kalian lari." tanya Hannah.

"Maafkan kami." para prajurit yang tersisa berlari meninggalkan negeri Greenwitch.

"Kau hebat sekali." puji Long.

"Itu tidak seberapa." ucap Hannah.

"Baiklah ayo kita pergi dari sini." Hannah dan Long mulai meninggalkan tempat itu.

Sementara itu para prajurit yang tersisa tadi melaporkan kejadian itu kepada Raja Mizkovich

1+1 Chapter 27 - Kisah Long, Hannah, dan sebuah pedang
Penulis : Gabriel Dropout

"Raja Mizkovich, pasukan kami telah dikalahkan dengan mudah oleh sipemilik pedang List Mistic." ucap Prajurit itu.

"Kurang ajar, baiklah biar aku yang menghadapinya." Raja Mizkovich pun turun tangan untuk menghadapi Long dan Hannah.

terlihat Raja Mizkovich menaiki sebuah naga, naga itu terbang menuju ke negeri Greenwitch.

"Naga dari mana itu." ucap Hannah.. Tapi kali ini Hannah sendirian tanpa Long di sampingnya.

"Itu dia." gumam Raja Mizkovich.

Mizkovich membawa naganya untuk turun, dan langsung berada di hadapan Hannah Moridson.

"Hei, Hannah, mana pemimpin negeri ini." tanya Mizkovich.

"Dia tidak ada, jika mengajak perang hadapi dulu aku, aku akan dengan mudah mengalahkanmu." ucap Hannah.

"Kau yang seorang wanita mana bisa mengalahkanku." Terlihat Raja Mizkovich memegang sebuah pedang Kokokoro.

"Ayo kita buktikan pedang mana yang lebih kuat." ucap Raja Mizkovich.

Raja Mizkovich melompat ke udara bersiap untuk melakukan penyerangan..

"Kokokoro Dragon." pedang kokokoro itu memanjang seperi naga dan mencoba untuk memenggal kepala Hannah.

Hannah dengan sigap mengeluarkan jurusnya juga.

"Mistic Raiton." Hannah menebaskan pedang petirnya ke arah pedang yang memanjang itu.. Pedang kokokoro terhempas karena terkena aliran petir.

"Mengagumkan, ternyata pedangmu lebih hebat." ucap Mizkovich.

"Baiklah." Mizkovich kembali mengambil pedang Kokokoro.

dengan senyum liciknya Mizkovich merencanakan sesuatu.

"Kokokoro De Gruvelio." Mizkovich kembali menebaskan pedangnya, namun dengan sigap Hannah menahan tebasan pedangnya dengan pedang List Mistic.

"Jebakan selesai."

Mizkovich melemparkan sebuah bom kertas di tempat pijakan Hannah.

"Bom." Hannah begitu kaget.

"Kau masuk jebakanku." ucap Mizkovich.

"Meledak!!" teriak Mizkovich.

dan seketika bom kertas itu meledak dan menghempaskan Hannah, Hannah mengalami luka bakar yang serius.

"Karna kau adalah seorang yang begitu hebat, aku tidak akan mengambil pedang milikmu." Raja Mizkovich meninggalkan Hannah yang terkapar.

Saat Mizkovich berlalu pergi terlihat Long berlari dengan begitu senang, dia membawa sebuah surat perjanjian perdamaian negerti Greenwitch dan Starland.

"Hannah, kita mendapatkan perdamaian dengan negeri Starland!!" teriak Long.

dan saat Long mendekat dia melihat tubuh Hannah yang terluka parah.

Long segera mendekati Hannah.

"Apa yang terjadi kepadamu, siapa yang melakukan ini." Long begitu sedih meneteskan air mata.

"Aku tidak apa apa, akhirnya perdamaian pertama telah kita dapatkan, tapi aku tidak akan bersamamu lebih lama lagi, aku sedikit lagi mungkin telah tiada." ucap Hannah.

"Apa yang kau bicarakan! Jika kamu mati, bagai mana caraku untuk hidup, aku tidak bisa hidup tanpa dirimu." Long menangis.

"Jangan bilang begitu, aku hanya ingin kamu selalu hidup untukku, sebagai pertemanan kita yang abadi, aku titipkan pedang List Mistic ini untukmu, tetaplah hidup, aku mencin..." belum sempat Hannah melanjutkan kata katanya dia akhirnya menghembuskan napas terakhirnya...

"Hannah." Long menangis setelah kematian Hannah..

"Aku akan menjaga pedangmu selamanya, kita adalah teman, teman seperti bintang." ucap Long sambil menggenggam pedang Hannah.

Saat malam pun tiba, Long melihat sebuah bintang jatuh.

"Bintang jatuh mungkin itu adalah Hannah, aku akan mengejar bintang itu agar bisa bertemu dengannya." Long mengejar bintang itu. Setiap kali saat Long melihat bintang jatuh dia selalu mengejarnya tapi tidak menemukan Hannah..

"Sepertinya Hannah tidak akan pernah bertemu denganku lagi." ucap Long yang terlihat sedih.

Flashback berakhir..

"J-jadi pedang itu dititipkannya kepadamu, dan kenapa Mizkovich bisa memakai pedang Kokokoro." ucap Arizona.

"Jangan halangi aku untuk mendapatkan Gold Shaks di sini, itu akan bisa menghidupkan Hannah." ucap Long.

"Guru, kau masih percaya terhadap legenda itu, seseorang yang sudah mati tidak akan hidup, kecuali mereka hidup di dalam kenangan kita." ucap Arizona.

"Aku tidak peduli dengan itu."

"Mistic Raiton." Long menebaskan pedangnya ke arah Arizona, " Teleportasi." Arizona dengan cepat menghilang tapi saat dia berada diudara Long juga berada didekatnya.

"Mistic Raiton." Pedang Mistic itu mengeluarkan aliran petir, Arizona tidak mampu menghindar serangan gurunya itu. Hingga akhirnya Arizona terhempas jatuh ke bawah.

"Aku harus selamat, aku sudah berjanji." Arizona yang sudah lemah mengingat kata kata ayahnya.

"Hei ayah aku akan bepergian ke negeri Darkland untuk menghancurkan orang jahat." ucap Arizona.

"Baiklah."

"Ketika kau sudah memutuskan untuk pergi meraih sesuatu, kerahkan segala energimu untuk berjuang ditempat itu, tak masalah sepayah apa pun keadaamu di sana atau bagai mana orang orang menertawakanmu di sana. Jika kau pulang dengan selamat kaulah pemenangnya." ucap ayah Arizona.

"Baiklah aku berjanji, aku akan pulang dengan selamat ayah." ucap Arizona.

"Huffth, kenapa baru dengan serangan pedang begitu aku sudah kehilangan energi yang banyak." sambung Arizona.

-Bersambung-

Bersambung ke 1+1 Chapter 28

Vero19
2016-10-15 22:10:33
Cerita yang menyedihkan, aku jadi ingat sebuah game gara2 baca chapter ini '-')/
Aerilyn Shilaexs
2016-10-05 17:20:17
teman seperti binatang(beast warrior.) oh disana juga ada tatsuya saudara ryuga.
gIN taka
2016-03-02 23:24:56
A
Kunai Emas
2016-02-01 17:18:16
Kasihan Shane Long
Mokuba Kiiro
2015-09-05 21:45:03
yahh berpisah
Mokuba Kiiro
2015-09-05 21:37:54
sedih maksudnya seperti perpisahan? hum atau orang 3
Mokuba Kiiro
2015-09-05 14:13:52
kan cerita nya gitu XD
Nafys
2015-09-05 13:47:24
Nyimak aj gan
Mokuba Kiiro
2015-09-05 13:40:46
belum sempat mendengar kata2 itsuki udah *mati duluan :V
Hiroyuki Tsubasa
2015-09-05 07:21:10
Seru!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook