VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
1+1 Chapter 22

2015-08-28 - David Bluezskynschky > 1+1
362 views | 15 komentar | nilai: 10 (3 user)

"Sekarang pertandingan ke-3! Mempertemukan seorang ninja koki yang belum kita ketahui apa kekuatannya! Dia akan melawan Elizabeth Lylyvich dari negeri Starland." ucap Arizona si wasit.

"Dipersilahkan yang bertarung berikutnya segera maju!" sambung Arizona.

"Baiklah! Aku akan memperlihatkan kekuatanku." ucap Question yang bersemangat.

Question sudah berada di atas arena pertarungan.

"Melawan ninja koki, baiklah aku juga akan memperlihatkan jurusku." ucap Elizabeth yang juga sudah berada di atas arena.

"Pasti orang lemah itu akan kalah, ninja koki tak pantas berada di sini!!" teriak para penonton.

"Cih meremehkanku." gumam Question.

"All Right! Segera mulai lah!" teriak Arizona.

"Cih udah tau, dasar wasit bodoh." ucap Question.

"Hai salam kenal nona."

"Cuaca ini, tidak terlalu berbeda jika ini darah atau air, kan? Meski pun pemandian musim semi, pemandian musim gugur, hujan darah. Aku bersedia menghadapi semua itu. Tapi, jika melihat wanita sepertimu akan menangis, maaf saja." ucap Question.

"Kau pikir aku akan menangis hah!!" teriak Elizabeth.

"Woi cepat mulai, kalian malah ngobrol membosankan sekali, apalagi aku masih malu!!" teriak Priest.

"Ups, bener juga ya."

"All Right! Aku yang mulai."

"Element Fruits : Tomato Bomb." ucap Question.

Dan dari tangannya keluar 4 buah tomat merah yang kelihatannya Lezat (Mind: Penulisnya suka sekali sama tomat #plak)

"Apa apaan kau." ucap Elizabeth.

"Cih lihat saja." Question melemparkan 4 buah tomat itu ke arah Elizabeth.

"Stuckehenrazkovicicic." Elizabeth balas melemparkan Pisau yang dilapisi es ke arah tomat yang melesat.

Bruuuuuuuk... Seketika terjadi ledakan. Tomat itu meledak seperti sebuah bom, pisau es milik Elizabeth perlahan jatuh ke lantai arena.

"Hehe, bom tomat itu jurus yang lemah, baiklah. Aku perlihatkan yang berikutnya." ucap Question.

"Element Food : Cannon Donuts." Question memperlihatkan elemen makanan miliknya. Saat dia mengeluarkan jutsunya. Terlihat sebuah meriam yang terbuat dari donat..

"Dia pengguna elemen makanan ternyata vermirsah!!" teriak Arizona.

"Tembak-menembak dimulai, tak bisakah kalau cewek itu pengguna ilusi mesum seperti Silvia Escobar." ucap Davide Portsmouth.

"Hwoooh, aku jadi laper." gumam Sora Inazumi yang duduk di sebelah Davide.

"Lapar? Yah makan lah." ucap Davide dengan nada meremehkan.

"Aku jadi ingin bertarung melawan ninja koki." ucap Kick.

Kembali ke Arena.

"Donat Shot Delicious." Question menembak Elizabeth dengan donat lezat. Donat itu melesat begitu cepat ke arah Elizabeth.

"Tembakan donat?" Elizabeth cuma tersenyum.

"Waterpark Stadium!" Saat donat itu mendekati ke arah Elizabeth, Elizabeth langsung menyemburkan Air yang begitu banyak dari mulutnya hingga membuat donat donat itu tertahan dengan air yang begitu banyak.

"G-gagal." Question menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.

"Aku bagai mana caranya aku menang melawan seorang perempuan yah." gumam Question.

Di sisi Elizabeth, terlihat Elizabeth mulai melancarkan serangannya.

"Elizabeth de Stund Hell." dua tangan Elizabeth membesar, Elizabeth mencoba memukul tubuh Question.

"Dia akan memukulku."

"Element Food : Shield Pizza."

Bruuuuuuuk... Tangan Raksasa Elizabeth berhasil menghantam Question, tapi bukan Question yang terkena pukulan melainkan Pelindung Pizza milik Question.

"Untung saja, aku punya perisai pizza." ucap Question.

"Pizza?"

"Still The Stundbreak." seperti sebelumnya pisau Elizabeth melayang secara ajaib.

"Still Finish!" teriak Elizabeth, dan perlahan-lahan Pisau itu mengarah ke perisai Pizza milik Question.

"Aku udah lama gak makan pizza, beliin aku dong, katanya kau mau traktir aku." Vii membujuk ke kekasihnya yang bernama Nicki Rosenberg.

"Iya nanti, tapi lihat pertandingan ini dulu yah." jawab Rosenberg.

Pisau itu sudah tertancap di perisai pizza milik Question.

"Belah Pizzanya, dan lemparkan sepotong untukku!!" teriak Elizabeth.

Dan pisau itu memotong pizza dan pisau itu melesat kembali ke pemiliknya membawa Pizza.

"Terima kasih, kau pisau yang baik." ucap Elizabeth sesekali memakan pizzanya dengan lahap.

"Perisai Pizzaku kok jadi gini." Question melihat perisai Pizzanya sudah terpotong.

"Aduuh." Question memukul kepalanya sendiri.

"Pizzanya Lezat, adakah makanan lain yang lebih enak lagi wahai koki professional?" tanya Elizabeth.

"Bhaak, dia menyukai Pizza itu, bagai mana aku keluarkan saja Jurus Ramen campur keju, elemen buatan yang kumodifikasi biar keren." Question mencoba memikirkan jurus barunya itu.

"Ada lah, aku kan ninja koki." ucap Question.

"Dia itu hebat juga, aku ingin bertarung dengan ninja koki juga." ucap Iwasawa Miyuki.

"Itu tidak hebat, ninja koki itu lemah." ucap Kazasumi Atsushi.

"Sudahlah jangan banyak bicara, lagian kalian sama lemah seperti dia, bahkan kalian bertujuh aku kalahkan dengan mudah." ucap Eishou Tenon.

"Itu karena kamu ketua kelompok Squad Eight." ucap Shizuka Misaki.

"Helleh ribut terus kalian ini, aku jadi bosan." ucap Haruna Hoshina

1+1 Chapter 22 - Si Hebat Question
Penulis : David Bluezskynschky

"Hei Lopez, itu kan Squad Eight, rival berat squad kita." ucap Sora Inazumi.

"Udah tau." ucap Lopez.

"Kyaa, mereka ada juga di sini." Tachibana Kota menjerit jerit sejadi-jadinya.

"Kalian ini, tak baik membicarakan orang lain." ucap Ruben-Lofctus.

Kembali ke sisi Arena.

Tangan Elizabeth mengecil kembali seperti semula, Elizabeth menghabiskan Pizza Lezat milik Question.

"Astaga, dia itu seorang wanita apa tidak takut gemuk, Perisai Pizza milikku yang begitu lebar berhasil dihabiskan." Question terkejut melihat Elizabeth menghabiskan Pizza miliknya.

"Terima kasih untuk energi yang kau berikan untukku." ucap Elizabeth.

"Cluckerdouzeticio de Graziacinationeztiacianeta." ucap Elizabeth, dan perlahan tubuh Elizabeth membesar menjadi seperti raksasa.

"Dia membesar." ucap Question ternganga.

"Elizabeth de Beautyfull!"

"Lagi lagi dia memuji dirinya sendiri." ucap Laquinta.

"Jurus macam apa itu." Question menahan tawanya.

"Diam!"

Elizabeth menginjak lantai yang ditiduri oleh Question yang masih tertawa karena Elizabeth mempunyai jurus yang lucu.

Bruuuuuuuuukk... Elizabeth menginjak lantai itu dengan begitu keras, hingga mengakibatkan lantai arenanya hancur.

Question tidak bisa menghindari injakan Elizabeth, dan perlahan Elizabeth mengangkat kakinya untuk melihat Question yang terinjak terhempas.

Dan apa yang terlihat adalah sesuatu yang mengejutkan.. Tubuh Question menjadi sebuah tepung.

Perlahan tepung itu berubah kembali menjadi Question.

"Dia tidak mati." Elizabeth begitu heran.

"Tubuhku adalah sesuatu yang rapuh, tapi walaupun begitu setiap serangan ataupun tembakan yang kau arahkan, aku tidak akan pernah terluka karena dengan sendirinya tubuhku akan menjadi tepung." ucap Question.

"Heh? Sesuatu yang rapuh?"

"Apa bingung? Engkau pun bingung sama sepertiku, baiklah sekarang giliranku."

"Element Oil : Smooth Out The Floor!!" teriak Question..

Dan dari mulut Question menyemburkan minyak yang banyak ke lantai arena. Terlihat lantai itu menjadi licin.

"Lantainya licin?" Elizabeth tidak bisa berjalan dengan baik, hingga membuat dirinya terjatuh karena lantainya begitu licin.

Tubuh Elizabeth rakasa itu menghantam lantai arena hingga membuat lantai itu hancur kembali.

"Huh, besok akan kupertarungkan mereka di arena yang bertanah atau berpasir saja." ucap pemimpin negeri Waterpark.

"Lihat, ketua, lantainya rusak lagi!!" teriak Arizona.

"Diam kau, kau adalah wasit jangan banyak bicara!!" teriak pemimpin negeri Waterpark.

"Dia terjatuh! Waktunya pukulan kejuku akan kuperlihatkan kepadaku." ucap Question.

Question melesat dengan cepat ke arah Elizabeth yang masih terjatuh.

"Bow Cheese!" Question mencoba memukul Elizabeth dengan pukulan kejunya.

"Waterpark Stadium." Elizabeth membuka mulutnya dan kembali menyemburkan air yang begitu banyak hingga mengenangi Elizabeth.

Dan itu membuat Question gagal dan tidak berhasil memukul Elizabeth.

"Haddeh, padahal keju ini enak." ucap Question.

"Elizabeth de Track." Elizabeth melemparkan pisau berjumlah ribuan ke arah Question yang masih belum siap.

Pisau itu mengenai tubuh Question, tapi tubuh Question menjadi tepung seperti biasanya.

"Tepung lagi."

"Special Attack." Elizabeth menjadi 3 orang dan menyerang Question dengan pisau mereka.

Tubuh Question ditebas dengan Pisau, tapi saat pisau pisau itu mendarat ditubuhnya, Question menjadi tepung lagi..

"Huh melelahkan." ucap Elizabeth.

#Bersambung.

NB : Pertarungannya dilanjutin ke Chapter 23

Bersambung ke 1+1 Chapter 23

Zen Kureno
2017-05-22 09:33:50
Sepertinya pertarungannya akan melelahkan.
Meimei
2017-01-15 17:40:24
Pertarungan yg menegangkan!!!,
Leon Lockhart
2016-10-15 11:28:06
Panitia penyelenggaraannya pasti rugi besar udh dua kali lapangannya hancur
Aerilyn Shilaexs
2016-10-03 19:17:15
tepung kalah oleh air loh.
gIN taka
2016-03-02 22:45:04
gk nyangka . . .
Kunai Emas
2016-02-01 16:54:08
Keren si Question susah dikalahkan
Vor Deour
2016-01-02 20:53:27
Huooh..!
Petromax Emblem
2015-08-29 12:35:19
Question hebat juga
Harukaze
2015-08-29 02:33:18
ketinggalan kenpa priest selalu mengatakan kata yg sama?(aku masih malu ) trus tokoh utama nya Mana? 1 lagi yeah Sora nya udah ada (gaje lo)XD tim nya Lopes dan Tachibana mereka cwo/cwe (sorry kebanya
Harukaze
2015-08-29 01:14:39
ninja koki membuatku lapar
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook