VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
1+1 Chapter 21

2015-08-21 - David Blueskhniczky > 1+1
375 views | 17 komentar | nilai: 9.67 (3 user)

Kembali ke arena..

"Pertandingan selanjutnya! Silvia Escobar melawan Priest!!" teriak wasit.

"Akhirnya giliranku, menunggu dan membuatku menunggu lama itu hal yang paling aku benci." Priest segera menuruni tangga.

"Hei kenapa tidak melompat saja." tanya Feliciano.

"Tidak mau, itu hal yang merepotkan, apalagi aku masih malu." Priest membalas ucapan Feliciano dengan wajah malas.

"Silvia woy bangun woy." Keirnard menggetok kepala Silvia.

"Eh udah giliranku?" tanya Silvia.

"Iya bodoh!" bentak Keirnard.

"Haddeh, baiklah." Silvia juga segera menuju ke arena.

"Harus menang yah!!" teriak Keirnard.

Banyak yang mendengar teriakan Keirnard.

"Apa apaan dia itu." ucap Davide dengan nada meremehkan.

Dua peserta itu sudah berada di atas arena..

"Siap gak untuk bertarung, kalian? Udah makan belum?" tanya Wasit.

"Udah." jawab Priest dan Silvia.

"Woy! Masa nanya udah makan atau belum sih." Silvia merasa risih.

"Ehehe, kenalan ajah yuuk, namaku Arizona Javier." ucap Wasit itu.

"Haddeh membosankan sekali wasit ini, apalagi aku masih malu." ucap Priest.

"Woy ini bertarung gak sih, dasar wasit bodoh!!" teriak Silvia yang mulai kesal.

"Eh galaknya, am pun nona, Baiklah pertarungan ke dua akan dimulai! 1 2 3 Fight!" teriak Wasit yang bernama Arizona.

Arizona segera meninggalkan arena...

"Wanitanya membosankan, cantik sih.. Tapi aku masih malu." ucap Priest menutupi wajahnya dengan sebuah syal.

"Cih apa apaan dia itu." Silvia merasa aneh dengan kelakuan Priest.

"Woy udah mulai, gak siap-siap kamu?" tanya Silvia kepada Priest.

"Dia bertanya kepadaku? Haddeh membosankan, apalagi aku masih malu." ucap Priest dalam hati.

"Baiklah kau tak menjawab! Akan kumulakan!!" teriak Silvia.

"Cih dasar pemalu." ucap Feliciano yang berada di bangku penonton.

Sementara itu Silvia sudah kehilangan kesabarannya, dia bersiap mengeluarkan jurusnya.

"Tab tab tab."

"Kikkuiryuujon : Bangun no Iryuujon."

Jurus ilusi : ilusi 10.000 tentara.

Dan di samping Silvia muncul ribuan tentara.

"Apa apaan dia itu, pakai memanggil banyak orang, kan jadi ramai, apalagi aku masih malu." ucap Priest.

"B-banyak sekali tentara itu." ucap Feliciano..

"Tampaknya ini jadi atraksi yang membosankan." ucap Davide dengan meremehkan.

"Huh, baru dimulai ya, tampaknya ini seru." ucap Astonder.

.

.

"Tentara-Tentara ku! Arahkan panah ke arahnya!" perintah Silvia seperti pemimpin..

Ilusi ilusi itu tampaknya sudah mengerti, mereka mulai membidik.

"1 2 3 tembakan!" teriak Silvia.

Setelah silvia berteriak ribuan busur panah mengarah ke arah Priest dengan cepat...

"Dia tak punya waktu untuk menghindar, apalagi panahnya berjumlah 10.000" ucap Silvia.

"Membosankan, apalagi aku masih malu."

"Tab tab tab."

"Kikku Koukan-tai." ucap Priest.

Dan saat ribuan busur panah itu mengenai Priest, tubuh Priest menjadi tumpukkan lumpur.

"L-lumpur?" Silvia terpekik kaget.

"Sepertinya membosankan." ucap Priest yang muncul dibangku penonton..

"Hei ngapain di sini bodoh turun sana."

"Tendangan Braunscweigh." Feliciano menendang pantat Priest hingga turun ke bawah.

"Haddeh, jatuh begini memalukan, apalagi aku masih malu." Priest segera bangun..

"Tembakan panahnya lagi!" teriak Silvia.

Seperti sebelumnya Ilusi ilusi itu menembakan panah ke arah Priest.

"Waktunya mengurangi pasukannya biar gak rame, apalagi aku masih malu." ucap Priest.

"Tab Tab Tab."

"Youso Runpuuru : Maddo Kyuuin no Jutsu." ucap Priest.

Dan selepas Priest mengeluarkan Jutsunya. Di atas pijakan Ilusi-ilusi itu muncul Lumpur penghisap.

Silvia menoleh ke belakang, dan melihat ilusi ilusinya dihisap oleh lumpur..

"Lumpur penghisap?" Silvia kaget dan segera melompat dari area itu agar tidak terhisap.

Sementara itu panah panah yang ditembakan oleh Ilusi itu akan mengenai Priest.

"Kikku Koukan-tai." ucap Priest. Dan saat panah itu mengenainya, Priest menjadi tumpukan lumpur lagi..

"Untung saja." ucap Silvia yang sudah menghindari lumpur penghisap.

Priest muncul sekitar 4 meter di depan Silvia.

"Waktunya jurus yang bisa membuat orang terpesona."

"Tap tap tap." Silvia merapal tangannya untuk mengeluarkan jutsunya..

"Kikkuiryuujon : Iryuujon Yakkaina On'nanoko." Jurus ilusi : ilusi gadis mesum. Ucap Silvia..

Setelah itu muncul gadis yang sangat cantik di depan Priest.

"Sekarang goda dia sampai pingsan." ucap Silvia.

"Hai tampan." Ilusi itu menggoda Priest dengan senyuman manja nan imut.

"Apa apaan dia itu, apalagi aku masih malu." Priest segera menutup wajahnya dengan syalnya..

Godaan gadis itu tidak terpengaruh untuk Priest. Tapi ilusi itu menarik narik lengannya..

"Cih membosankan, apalagi aku masih malu."

"Aku marah!" teriak Priest.

"40 panchi hari seinaru kamigami."

40 pukulan jarum dewa suci. Priest akan mulai memukul ilusi itu.

"1 pukulan, 10 pukulan, 20 pukalan, 30 pukulan, 39 pukulan, 40 pukulan."

"Cleesh cleesh cleesh." 40 pukulan jarum itu terus mendarat di tubuh Ilusi itu... Hingga akhirnya ilusi itu menghi

1+1 Chapter 21 - Silvia Escobar
Penulis : David Blueskhniczky

"Hossh hoss, aku lelah." ucap Priest.

"Lagi lagi ilusiku bisa di atasi." ucap Silvia.

"Ilusinya keren, aku pengen belajar ilusi itu darinya." ucap Yuu Hirosuke orang yang dikalahkan oleh Davide sekaligus pemilik jurus Ilusi juga.

"Baiklah jurusku yang berikutnya." ucap Silvia.

"Sebenarnya jurus ini harus bukan ditempat keraiaman seperti ini." sambung Silvia.

"Udar Nepryyemnyy : Nyu Na Publitisi."

Jurus mesum telanjang di depan umum..

Dan pemandangan yang mengejutkan terjadi.. Silvia sudah telanjang dengan sexy, tapi masih memakai pakaian lapisan..

"Apa apaan dia itu, apalagi aku masih malu."

"Aku setrum dengan petirku ajah deh." sambung Priest.

"Nidoru Yobidashi-Gawa Raitoningu." Priest mengeluarkan jarum pemanggil petir..

Dari jarum itu terlihat percikan-percikan petir. Seketika Priest mencoba memegang percikan petir itu..

Dan...

"Apa-apaan ini, ini memalukan apalagi aku masih malu." Priest terkena jurusnya sendiri, dia kesetrum listriknya sendiri..

Seketika Priest membuang jarum itu, " Haddeh namanya ini senjata makan tuan." ucap Priest.. Terlihat rambutnya terangkat ke atas sedangkan wajahnya menghitam seperti terkena Petir.

"Wajahnya lucu." ucap Silvia.

"Kikkuiryuujon : Kage no Iryuuujon!!" teriak Silvia.

"Jurus apalagi ini." Priest bertanya-tanya. Dan saat Silvia berjalan semakin mendekat Priest juga mengikuti Silvia berjalan.

"Aku berjalan sendiri?" pikiran Priest makin kacau.

"Apa kau heran? Itu jurus Ilusi bayangan. Kemana bayanganku bergerak bayanganmu juga akan mengikutiku." ucap Silvia.

"Untung aku punya jurus cadangan." ucap Priest. Walau pun dia tidak bisa bergerak tapi dia bisa mengeluarkan jutsu dengan hanya bicara.

Akhirnya mereka sudah bertatapan..

"Sekaranglah saat yang tepat." ucap Silvia.

"Udar Koketlyvyy : Potsilunak Smerti."

Jurus genit : ciuman maut.

Silvia akan mencium Priest.

"Aku akan dicium, apalagi aku masih malu."

"Belum saatnya, bagian happy endingnya jika kita menikah beib." ucap Priest dengan menggoda.

"Kikku Koukan-tai." ucap Priest.

Dan saat Silvia mencium mulut Priest. Tubuh Priest menjadi berwarna biru dan perlahan melepuh dan melemah.

"Itu adalah ciuman beracun." ucap Silvia dengan bangga.

Saat Silvia mengira dia sudah menang, Tubuh Priest perlahan menjadi tumpukan lumpur.

Priest muncul 4 meter di depan Silvia.

"Bagai mana bisa dia bisa lolos." Silvia kaget bukan main..

"Tap tap tap."

"Youso Hari : Niudorusutau aki no jutsu." ucap Priest.

Tiba-tiba banyak jarum yang membentuk segel bintang mengurung Silvia..

"Apa?" Silvia kaget.

"Youso runpuuru : Doro." Priest menyemburkan lumpur yang banyak ke jarum itu.

"Tab tab tab."

Saat tubuh Silvia sudah dilumuri oleh lumpur Priest bersiap lagi.

"Menjijikan lumpur ini keluar dari mulutnya." ucap Silvia yang sudah kepayahan.

"Youso Hari : Niudoru ame no Jutsu." ucap Priest.

Tiba-tiba di atas muncul jarum-jarum yang berjatuhan menghantam tubuh Silvia.

Jarum jarum itu menusuk tubuh Silvia..

"Auh." pekik Silvia.

"Bausuto seinaru hari." Priet kembali mengeluarkan jurusnya. Dia membuka mulutnya dan dari mulutnya keluar jarum suci.

Jarum suci itu mengenai tubuh Silvia.

"Jarum itu berbahaya." ucap Nickenberg.

"Itu tidak berbahaya, Jarum suci itu akan mengeluarkan racun dari tubuhnya, sebelumnya jarum hujan tadi itu beracun, tapi jarum suci adalah jarum yang bisa mengeluarkan racun, tapi jika terkena jarum suci, seseorang akan tak sadarkan diri selama 4 hari." ucap Feliciano.

"Jadi tadi yang turun adalah hujan jarum beracun ya, aku mengerti." ucap Nickenberg dan lainnya.

Tapi Silvia yang memiliki pertahanan tubuh yang kuat belum pingsan juga..

"Dia kuat, akan kuakhiri dengan Petir." ucap Priest.

"Nidoru Yobidashi-gawa Raitoningu." Priest mengeluarkan jarum petir. Dan ditusukkan ketubuh Silvia.

Tubuh Silvia tersengat petir..

"Aghhh." Silvia kesakitan setelah tersengat petir.

"Mengerikan." ucap Davide dengan wajah meremehkan.

Silvia masih belum kalah..

"Dia kuat, "

"40 panchi hari seinaru kamigami." Priest akan memukul silvia dengan pukulan jarum.

"1 Pukulan, 10 pukulan, 20 pukulan, 30 pukulan, 39 Pukulan, 40 pukulan."

Pukulan Priest mengenai tubuh Silvia dengan telak..

Mulut silvia mengeluarkan darah..

"Tendangan Brauscweigh." Priest mengakhiri kekalahan Silvia dengan tendangan Akrobatik yang mengagumkan.. Tubuh Silvia terlempar 1 meter, Silvia yang lemah sudah tak bisa melawan lagi..

"Dia itu menyakiti perempuan." ucap Nicki.

"Itu mengagumkan." ucap Nicko.

"Pertandingan berakhir! Pemenangnya dalah Priest!" ucap Arizona si wasit.

"Kenapa penonton menatapku? Apalagi aku masih malu." Priest berjalan menundukkan kepalanya..

"Pertandingan yang seru." Puji Davide.

#Bersambung

Bersambung ke 1+1 Chapter 22

Zen Kureno
2017-05-22 09:26:04
Malu apanya prize adanya enda tau malu.
Meimei
2017-01-15 17:07:47
wkwkwk sumpah si prize konyol banget udah ah apalagi aku masih malu
Meimei
2017-01-15 17:06:11
Akhirnya si davide muji beneran tanpa meremehkan
Leon Lockhart
2016-10-15 10:28:11
Apalagi aku masih malu kata-kata apaan tuh
Aerilyn Shilaexs
2016-10-03 18:50:24
mau koment apa yah bingung nih apalagi aku masih malu.
gIN taka
2016-03-02 08:06:45
malu . . .
Kunai Emas
2016-02-01 16:49:10
Priest selalu malu terus
Harukaze
2015-08-29 23:33:04
meluk? yg benar saja?
Harukaze
2015-08-26 00:32:37
"Sora" nama blakang nya tambahin aja trus jurus,nya ga usah terlalu mesum :3
Harukaze
2015-08-24 00:42:44
Aku ga ada? trus 1 lagi jurus tu cewe banyak yg mesum-'-
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook