VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Drops Of Blood Chapter 73

2016-10-02 - Ivan96 > Drops Of Blood
209 views | 14 komentar | nilai: 9.64 (14 user)

Langit malam, tampak hitam tertutup awan, angin dingin berhembus kesetiap sela kota.

"Ahh..harrhh...harhh..!!" dengan nafas terengah engah, Geido tampak mencengkram wajah Ukite dan mengangkatnya.

"Sudah kukatakan, aku tak butuh bantuanmu... Saat itu... Saat itu..." Geido mengeratkan cengkraman tangannya.

"Aku sudah memutuskan mati... bahkan sampai sekarang, aku lebih memilih mati daripada harus meninggalkan Anami.!!"

"Kau dengar haah..!!" teriak Geido.

"Bahkan saat ini, bila itu kamu... apa pilihanmu..!?!"

"Ukite..!"

"Hidup.." ucap Ukite terdengar pelan namun jelas.

"Kau..!!" Tangan Geido gemetar.

"Aku kecewa padamu Ukite... kau... tetaplah shinigami rendahan.."

Baattss...!!

Geido mengayunkan tangannya kelantai atap bangunan, namun, kaki Ukite dengan cepat menjepit lehernya dan justru Geidolah yang terbanting kelantai.

Drops Of Blood Chapter 73 - Suatu Yang Lampau, Masa Lalu Terlupakan
Penulis : Ivan96

"Saat itu.." Ukite menegakan kembali tubuhnya.

"Dewan mulai mengawasimu, tentu saja... mereka curiga karena tubuhmu"

"Bukankah, mereka menanyaimu banyak hal.."

"Seperti pada Naomi, Anami juga akan di eksekusi.." ucap Ukite.

"Eksekusi..?" Masih tergeletak, Geido mengangkat wajahnya melihat Ukite.

"Dan dia bilang mau memberiku banyak susu dan melon kalo bisa menolongmu" ucap Ukite dengan nada berbeda, ekspresi polosnya seketika mengubah ekspresi Geido, kesal, marah, juga pasrah.

"Aku juga sering di kasih uang buat beli susu.." ucap Ukite dengan senyum lebarnya.

"Bodohh..!!"

Buackk..!!

Geido tiba tiba saja bangun dan menjitak Ukite.

"Kau menjualku sialan..!!" Geido membanting Ukite kelantai, lalu menginjak nginjaknya.

"Kalian akrab sekali ya.." ucap seorang shinigami di sudut bangunan.

"Aku tidak menjualmu, tapi memang bisa di jual?" ucap Ukite polos.

"Ee..!?" ekspresi Geido berubah drastis.

"Apa aku bicara terlalu pelan ya?!" bingung Luralfi yang diabaikan.

"Jangan jangan kau memang mau menjualku ya..?! Hahhh. !!" teriak Geido makin kesal, dia hendak menginjak Ukite lagi, namun tiba tiba Ukite menghilang dan kini sudah di belakang Geido.

"Ini..!!" Geido dibuat terdiam kaku.

"Perasaan ini... Dia, marah!?" pikir Geido, suasana disana tiba tiba jadi kelam.

"Aaaku lapar. . . aku beli popcorn ah.." ucap Ukite dengan entengnya sambil melangkah pergi.

"Ee..!?" Lagi lagi, perasaan Geido dibuat terpuruk.

"Hoo.. Haloo... Kalian dengar aku tidak?" teriak Luralfi.

"Ahh.. Susu dan, hmm... Mungkin madu, ahh tapi dimana aku bisa beli madu?!" Ukite sibuk sendiri.

"Aku diabaikan.." gumam Luralfi depresi.

"Ukite mengabaikannya..." Geido tampak melirikan matanya kearah Luralfi.

"Terserah saja.." Geido melangkahkan kakinya pergi menyusul Ukite yang sudah entah kemana.

"Aaa... Apa aku belum terbentuk sepenuhnya ya, huu... Gitu ya.." Luralfi memasukan sesuatu kemulutnya, semacam kue sebesar kepalan tangan.

"Dia itu, apa apaan dia itu.." pikir Geido mendengar ocehan Luralfi.

"Raa..?! Pura pura tak tahu?!" Luralfi tersenyum penuh arti.

"Ehh. !?" Geido menghentikan langkahnya.

"Aku bisa mendengar gemuruh hati mahluk lain, tidak, bahkan pohon pun.."

"Ya.. Ya pohon, kurasa.. Ahahahaa..." Luralfi ketawa sendiri, entah apa alasannya.

"Dia yang waktu itu.." Geido menatapnya tajam.

"Kelakuannya aneh.." Geido memiringkan kepalanya, menatapnya dengan ekspresi aneh.

"Seperti Ukite... Apa orang kuat memang selalu bodoh, ya.. Kurasa tuhan adil, dengan kekuatan besar, akan jadi masalah bila mereka pintar.." ucap Geido dalam hati.

"Sudah kubilang aku bisa dengar oyy..!!"

"Biar kutebak, kamu mengatakan aku bodoh kan..?"

"Hee?! Dia tahu?" kaget Geido.

"Raa... ?! Tentu saja, aku sudah bilang kan" ucap Luralfi bangga.

"Lalu, apa maumu?" Geido menatapnya tajam.

"Kulihat, kamu ada masalah dengan Ukite..."

"Tapi, kalian begitu dekat, aaa... Sebenarnya aku tadi memikirkan, sesuatu tentang Ukite.."

"Aku lalu menemukan sesuatu tentangnya, sesuatu yang tak kamu ketahui" Luralfi tersenyum penuh makna tersembunyi.

"Sudah?!" tanya Geido.

"Ada apa?" tanya Luralfi.

"Aku ada urusan lain... Tak ada waktu mendengarkan orang mati seperti dirimu" ucap Geido.

Ekspresi Luralfi berubah serius, tatapannya tajam menatap Geido.

"Apa yang kamu katakan barusan?!" Aura shinigami Luralfi tiba tiba meluap luap.

"Orang mati, tak perlu bertingkah..!!" Geido menatapnya tak kalah tajam.

.

"Hoo?!" Di sebuah jalan, Ukite tampak melihat langit.

"Geido pasti sedang buat masalah" ucap Ukite sambil memasukan kacang kemulutnya, dan dia memasukannya dengan kulitnya.

"Tapi, kupikir dia hanya mengincarku, dan yang disebut kacang ini juga.." Ukite memasukan kacang lebih banyak lagi.

"Mungkin aku harus kesana, tapi setelah kacangnya habis... Sebenarnya gk terlalu enak sih, tapi aku membelinya.. Mungkin kalo ditambah susu jadi enak..." Ukite memperhatikan kacang di tangannya.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 74

Gouenji Shuuya
2017-03-26 16:17:09
Wkwk makan kacang dg kulitnya
Uzumaki Rifai
2017-02-22 12:59:05
mna lanjutannya?? ayo lanjutin crita ny seru,,
Bocah Redoks
2017-02-14 07:11:49
Mana enak kalau kulitnya ikut d makan. Ini polos atau bodoh
Aerilyn
2017-02-07 14:55:27
anami atau nanami? Hm jadi kapan dilanjutnya? Udah lama belum adanew chapter.
Ki Shuro Ikhoro
2016-12-30 21:30:39
ini kpan lanjutannya lgii. . . ggrrr !!!
L E Ox Kiruru
2016-11-17 00:17:57
Gx dilanjut ya
Shineria of Life
2016-10-15 20:06:29
ohw yaampun. . Ukite mengabaikan mereka dan lebih milih nyari susu??
Gawa Ilahi
2016-10-05 19:58:33
Ukite terlalu polos
Luthfi D Nasib
2016-10-03 21:21:42
Luralfi .. Aku jd merasa malu :-)
Arizl Kareen
2016-10-03 02:42:05
Terasa pendek banget.. but it's good
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook