VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 72

2016-09-25 - Ivan96 > Drops Of Blood
207 views | 17 komentar | nilai: 9.75 (8 user)

Sebuah fakta terungkap, kemungkinan besar Ukite yang kan menjadi dua, diungkapkan Rinuililinka. Akan tetapi hal yang lebih menakutkan adalah, runtuhnya dunia shinigami karena itu.

"M-mustahil... itu.. tidak mungkin.." Dengan tubuh gemetar, Dysilirilinka berusaha menyangkal itu.

"Kita tahu, alasan Aerhao tak mengeluarkan seluruhnya adalah, kemungkinan rusaknya dunia shinigami"

"Kenyataannya, tak seperti para iblis, shinigami memiliki batas lebih kecil, suatu yang melampaui batas tentu berefek pada sekitar.."

"Saat di dunia putih, Ukite membongkar ruang dunia disana agar bisa lewat, itu mununjukan, dia tak lagi di batas wajar shinigami.." Rinuililinka mengepalkan tangannya.

"Ukite... ancaman dunia shinigami.." ucap Rinuililinka.

"Kita akan membunuhnya?" ucap Dysilirilinka penuh khawatir.

Drops Of Blood Chapter 72 - Black Empress II
Penulis : Ivan96

Angin malam berhembus begitu dingin, diatas sebuah gedung yang menjulang tinggi, seseorang tampak berdiri. Dia tak mengenakan baju, hanya kain hitam dipinggangnya yang menutupi tubuhnya.

"Kau disini rupanya, Ukite.." ucap sebuah suara.

"Hee?" Ukite menoleh kesamping, ekspresinya tampak datar.

"Ehh..!!" kaget si pemilik suara itu.

"Itu kan... Mata itu kan..." Geido masih begitu kagetnya melihat mata merah keunguan di mata Ukite.

"Apa kau mengambilnya lagi... Ukite.." tanya Geido.

"Tidak, itu keduanya... Anami hanya satu, apa.."

"Tidak.." ucap Ukite memotong lamunan Geido.

Geido menatap tajam Ukite, begitu tajam bersama kemarahannya.

"Katakan Ukite... kau menghapus ingatanku tiga tahun lalu..?!"

"Jawab Ukite..!!" teriak Geido.

"Hoo?!" Ukite memiringkan kepalanya.

"Kayaknya iya sihh.." jawab Ukite dengan wajah polosnya.

"Kayaknya...!!" Geido mengeratkan pegangannya pada sabitnya.

"Kau...!!" teriak Geido diiringi berlarinya dia kearah Ukite.

"Siaalaaann kauu Ukite..."

Bracchh..!!

Ukite terppelanting keudara, cahaya menghambur dari dadanya.

"Rasa sakitnya... Kau tahu rasa sakitnya ini..!!" Geido melompat keatas Ukite, tangan kirinya di kepalkannya erat.

"Lebih sakit dari kematian..."

Plussshh...!!

Tubuh Geido menghamburkan cahaya, seiring ayunan tangan kirinya.

"Ee..!!"

Glackk..!!

Angin berhembus kencang keudara, menerbangkan debu di atap gedung itu.

"Ahh..hahh-hahh... Ukite" ucap Geido terengah engah.

Tampak lantai atap bangunan itu retak, tapi, tinju Geido dapat di tahan Ukite dengan kedua tangannya.

"Kamu masih ragu?" ucap Ukite dengan wajah polos.

"Ini tak terlalu kuat loh.." lanjutnya.

"Diam kau...!!"

Begitu saja, Geido sudah tak ada disana, dan tiba tiba dia muncul di belakang Ukite.

.

Di tempat lain, di suatu tempat di kota yang sama, dua shinigami, dewan Ergei, dan seorang anak yang di sebut princes berhadapan.

"Itu kah.. Soul..!" sentak kaget Ergei. Dengan mata kirinya, sesuatu di belakang Einill terlihat. Sosok bayangan besar yang memegang sabit Einill.

"Aku mengerti, dia yang menggerakan sabit itu... tapi, bagaimana bisa ada yang memiliki soul selain mereka" gumam Ergei.

"Itu... black empressnya Ukite.. kan?" Einill menatap tajam Ergei.

"Cihh..." Ergei tampak begitu kesal mendengarnya.

"Dulu kakakku kalah karena itu, tapi... bisakah kamu menggunakan itu?" Sabit Einill melayang kedepannya.

"Black empress, mantra suci yang abadi, hanya shinigami dengan kemampuan tinggi yang bisa mendapatkan itu"

"Begitu juga menggunakannya.." Einill memegang sabit besarnya.

Bwushh..!! Glankk..!!

Keduanya melesat cepat seiring hembusan angin malam, kedua sabit mereka beradu tak tertahankan.

"Black Empress Ukite, tercipta dari kekuatan Eirinka dan Ukite.. Jangan meremehkannya..!!"

Jrinkk..!!

Ergei menghempaskan Einill kebelakang.

"Dan ini... Jangan sebut milik Ukite lagi, ini adalah... ini adalah... Ini..." Ergei mengeratkan pegangan pada sabitnya.

"Miliku..!" teriak Ergei bersama melesatnya cepat kearah Einill.

"Hyarrhh..!!" Ergei mengayunkan sabitnya dengan cepat.

Jrinnkk...!!

"Eee...!!" Zabvier tampat pucat, di belakangnya, sebuah bangunan terbelah.

"Itu.." Begitu berat, dia berusaha memutar lehernya melihat kebelakang.

"Apa itu..?!" Bangunan tadi masih tampak utuh.

"Eirinka ya..?!" Dipihak Einill, dia tampak berhasil menahan sabit Ergei.

Krrepph..!! Reahhpp..!!

Tiba tiba saba, bangunan utuh tadi perlahan roboh, roboh seperti bangunan yang lapuk termakan usia.

Sebuah senyum kecil terlihat disudut bibir Ergei, dia lalu melirikan matanya keatas. Tangan kiri Soul milik Einill tampak hilang.

"Gingka...!!" sentak kaget Einill, dia mengangkat wajahnya melihat soulnya.

"Kamu meremehkanku, aku tak masuk dewan dengan cara konyol" Ergei mengarahkan tangan kirinya kedepan, tangannya terbuka lebar.

"Eeh?!" Einill sadar sesuatu, tubuhnya tak dapat bergerak.

"Prin Esl Ran Einill Rankuu Rorigual silveril, atas nama dewan, kamu di tuntut atas dosarrhh..." ucap Ergei diiringi erangannya.

"Sudah cukup... jangan ganggu Einill lagi.." ucap Zabvier, dia terlihat menusuk punggung Ergei dengan sabit besar.

"Zabvier... Sialan kau.." Ergei melirikan matanya kebelakang.

"Hentikan mantramu, atau kau akan mati dengan mantra yang sama!" ucap Zabvier tegas.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 73

Bocah Redoks
2017-02-14 07:05:37
Jadi itu demi yg di lindungi. Pilihan yg tepat
Aerilyn Shilaexs
2017-02-07 14:49:22
oh iya, kenapa ukite tiba-tiba ada disana.
David Blueskhniczky
2017-01-17 21:47:13
Njir makin seru nih cerita, baru koment lagi ane om Ivan96
Shineria of Life
2016-10-11 10:04:13
er, aku bingung kak, black empres ukite?? kenapa bisa ada di ergei?
Inoue Miyako
2016-09-28 02:47:27
Lalala ^^ ditunggu update nya
El Lawliet
2016-09-26 17:22:41
Deathnote banget
Luthfi D Nasib
2016-09-26 10:14:31
Kayak nya bang ifan belum menemukan jati diri nya mulai dari chap terbaru ini seperti ada yg beda dari cara nulis dan imajinasi kurang tersampai kan
gIN taka
2016-09-26 08:56:26
jarang bnget update . . . jadi agak bingung sendiri dgn alur'ny . . .
Arizl Kareen
2016-09-25 21:43:52
Lanjut kak.... Jadi princes itu lawan atau kawan ?
Izuna Senju Take
2016-09-25 18:04:49
Wah makin seru aja kak Ivan.....lanjut terus Aja sampe tamat ka Ivan......Aq tunggu lanjutan cerita nya.... terus semangat.....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook