VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Drops Of Blood Chapter 69

2016-05-21 - Ivan96 > Drops Of Blood
218 views | 26 komentar | nilai: 9.83 (6 user)

Di sebuah kamar, seorang anak terlihat tersenyum melihat gambar di bukunya. Sebuah gambar dirinya yang berjalan bergandengan tengan dengan seseorang.

"Kak.." Gadis itu memeluk bukunya, buku yang bergambar dirinya dan Ukite.

.

"Mati..!!" kaget Souval.

Naomi menatap Ukite dengan mata merah sembab berlinang air mata.

"Jangan mengambil resiko, lebih baik kamu menerima hidupmu yang baru" ucap Souval menenangkan Naomi.

"Tapi, ba-bagaimana aku sekolah, lalu keluargaku-hikss.."

"Itu bukan resiko, dia memang harus mati." ucap Ukite.

Souval maupun Naomi menatap Ukite penuh tanya, tersirat rasa bingung yang sangat pada diri mereka.

"Apa maksudnya? Bisakah kamu katakan dengan lebih mudah Ukite?" ucap Souval.

"Naomi menyimpan bagian dari jiwa shinigamiku, bila dia mati, rohnya akan terikat dengan jiwaku dan dia akan tetap hidup" ucap Ukite.

"Heh?!" Souval menatap Ukite bingung.

"Bagaimana bisa begitu, dan apa itu mungkin? Bukankah orang mati akan..."

"Itu bisa kok, tapi Naomi takan jadi manusia lagi" ucap Ukite.

"Shinigami.." Souval melihat Naomi.

"Walaupun begitu, tapi itu berarti dia tetap kehilangan hidupnya kan bila dia jadi shinigami" Souval kembali melihat Ukite.

"Dia takan jadi shinigami, emm.. ya, separuh.."

Souval mengerutkan dahinya menatap Ukite tajam.

Drops Of Blood Chapter 69 - Mati Dan Hidup
Penulis : Ivan96

"Bagaimana dengan dewan, apa ini melanggar?"

"Hanya kita yang tahu, aa.. dan Euril" ucap Ukite.

"Aaa.. ee.. Maaf kak, tadi aku gak sengaja dengar dan jadi.." Euril masuk sambil tertunduk.

"Ya, tidak apa, kebetulan ada kamu, aku tidak bisa membunuh Naomi" ucap Ukite.

"Ehh..?!" Euril mengangkat wajahnya kaget mengerti maksud Ukite.

"Tapi tapi kak.. kalau aku yang lakukan, nanti jiwa shinigaminya malah lepas"

"Kalau gitu kamu kembalikan lagi" jawab Ukite dengan entengnya.

"Aa..." Euril tak bisa berkata kata lagi, ingin menolak tapi takut, kini dia buntu.

"Biar aku saja, kita tak perlu ambil resiko" usul Souval.

"Tidak boleh.." ucap Ukite tegas.

.

Di sebuah kamar Geido terlihat duduk diatas sebuah kasur. Pandangannya tertuju pada sebuah foto seorang gadis beramput putih bersama Geido.

"Anami.." gumam Geido.

"Kenapa bangun, istirahat saja..." ucap seorang gadis berjalan masuk, di tangannya dia membawa nampan dengan roti dan susu juga buah buahan.

"Apa yang Ukite lakukan dulu" ucap Geido masih belum nerbalik menghadap Anami.

"Ukite bilang kamu akan melupakan semuanya, dan akan kembali ingat setelah tiga tahun" ucap Anami.

"Hh..?!" Geido akhirnya menoleh, melihat kearah gadis itu.

"Dia menghapus ingatanku?" Geido mengeryitkan dahinya.

"Dia tak punya mantra seperti itu" ucap Geido.

"Apa ini sudah tiga tahun?" tanya Geido.

"Umm.. Iya..." angguk Anami.

"Lalu, bagaimana kamu menemukanku?" tanya Geido.

"Mata ini memberitahuku..." ucap gadis itu sambil menunjuk mata kanannya.

"Mata Ukite.."

"Jadi begitu, Ukite tak hanya menitipkannya, dia tahu ini mungkin terjadi... dia mempersiapkannya agar bisa menjaganya dari jauh" pikir Geido.

"Hmm.. sebenarnya, aku masih belum mengingat semuanya" Geido melihat kearah jendela.

"Dan... walau kutahu aku dulu..."

"Ini waktu yang berbeda, aku.."

"Ayo jalan jalan.." ajak Anami tiba tiba sambil memposisikan wajahnya tepat di depan wajah Geido.

.

"Kak.." Euril melihat kebelakang kearah Ukite yang tengah sibuk memotong motong melon.

"Ukite... apa ini tak apa?" tanya Souval khawatir.

Di hadapan Euril, Naomi terllihat berdiri bersama rasa takutnya.

"Ehmm.." Euril mengeratkan pegangannya pada sabitnya. Bingung, antara ragu dan tak mampu menolak Euril alami.

"Bagaimana kalo gagal.. bagaimana kalo jiwa shinigami kak Ukite malah lepas" batin Euril terus berkecamuk.

Gemetar tangannya, perlahan Euril mengangkat sabitnya, Naomi sudah begitu gemetar melihat sabit Euril.

Walau Euril terlihat ragu, bahkan tampak tak tega, aura putih keunguan mulai meluap dari tubuh Euril.

"Apa itu.." kaget Souval.

Sesuatu terlihat berdiri di belakang Euril, perempuan berambut hitam dengan dres hitam tampak berdiri dengan tatapan mengerikan.

"Aaa.. Ini.. tidak, kalau begini jiwa shinigami kak Ukite malah akan terlepas" batin Euril panik.

"A-aku..." Euril berusaha keras menahan tangannya agar tak mengayunkan sabitnya.

"Liihanhu...?" Ukite mengangkat wajahnya.

"Kak..."

Battsss..!!

Akhirnya Euril benar benar mengayunkan sabitnya.

Grubbh...

Tubuh Naomi roboh, raga yang kosong tanpa jiwa itu jatuh lemas.

"Ti-tidak..." ucap Euril gemetar, wajahnya pucat melihat Naomi yang tergeletak begitu saja.

"J-jiwanya... terlepas.." ucap Euril.

"Dia.. mati.." ucap Souval.

"Emmhh... Sebelas, dua belas.." Ukite terlihat seperti tengah menghitung dengan jarinya.

"Kak.. bagaimana ini.." panik Euril.

"Kakk.." Air matanya tak mampu di bendung lagi.

"Kaaakk... maapfkan aku" ucap Euril sambil menangis.

"Dua puluh satu.." Ukite mengangkat wajahnya, dia terlihat serius.

Drapp..!!

Ukite tiba tiba saja bangun dan berlari pergi.

"Kakk..!"

"Ukite.."

"Ba-bagaimana ini.." ucap Euril yang masih menangis.

"Tadi itu, apa.. atau siapa?" tanya Souval.

"Hh..?!" Euril melihat kearah Souval.

"Dia terlihat marah saat melihat Naomi" ucap Souval.

"Umhh... dia Soul kak Ukite.. dia mungkin marah karena kak Ukite dekat dengan kak Naomi" ucap Euril.

"Soul? Kupikir itu hanya mitos..?" ucap Souval.

"Tidak kok, itu benar... tapi tak semua Soul dapat menunjukan dirinya" ucap Euril.

"Bila dia Soul milik Ukite, kenapa dia berikan... apa dia tak menyukainya?" Souval berjalan menghampiri Naomi yang tergeletak.

"Seharusnya, itu jadi pasangannya kan?" ucap Souval, dia membalik tubuh Naomi dan seketika ekspresi wajahnya berubah kaget.

"Ini... dia belum mati" ucap Souval ketika merasa tubuh Naomi masih hangat.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 70

Bocah Redoks
2017-02-14 06:47:27
Soul ? Jiwa ? Ahh ndak ngerti
Aerilyn Chan Kawai
2017-02-07 14:31:07
Apalagi tuh? Soul?
Arizl Kareen
2016-09-25 21:22:14
Hufh... Menegangkan...
Zunuya Rajaf
2016-08-22 00:28:28
soul itu saoumate ya ha.
Zunuya Rajaf
2016-08-22 00:26:45
ku beri nila 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat". just for fan
Meliodas
2016-06-18 14:07:19
anami itu siapa?
Euril La Uriel
2016-06-15 09:44:47
Mana kelanjutannya min.
Snow Blue
2016-06-09 23:17:53
ya ampun...banyak teka-teki + penasaran,jadi pusing....tapi aku suka
Qiujote I
2016-06-01 13:54:39
Hoo? masih ada kesempatan yang tersisa
Shark
2016-05-31 00:10:13
D tggu klanjutan nya..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook