VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Drops Of Blood Chapter 66

2016-05-15 - Ivan96 > Drops Of Blood
208 views | 25 komentar | nilai: 10 (2 user)

Di sebuah hutan, Ukite juga Euril telihat berjalan sambil menenteng toples madu.

"Hei.. Kak, altar bintang itu seperti apa?" tanya Euril.

"Itu altar yang menghubungkan kedelapan dunia" jawab Ukite.

"Tapi kukira itu tak bisa hancur loh" ucap Ukite.

"Yah memang, bahkan api milikupun tak bisa membakarnya" ucap Qiqiun.

"Jadi yang menghancurkan pasti sangat kuat" ucap Euril penuh kagum.

"Sekuat apa?" tanya Ukite melirik Qiqiun.

"Menurutmu?" Qiqiun balik melirik.

.

"Naomi, dimana aku bisa menemukan madu?" ucap Eirinka keras, namun saat masuk kamarnya, Naomi tak ada disana.

"Eee? Kemana?" bingung Eirinka.

"Mungkin dia takut padamu dan lari" celetuk Geido.

"Apa maksudmu?" Eirinka memasang wajah cemberut tersinggung.

"Tolongg... tolong aku...!!" teriak Naomi, dia tengah berada di suatu tempat dengan lantai basah.

"Tolong... kumohon tolong aku.." tangis Naomi sambil memukul mukul lantai, ternyata lantai itu terhubung dengan lantai kamarnya.

"Tolong... aku disini, tolong..!!" air matanya bercucuran, suaranya sudah begitu serak, namun itu tak berarti apapun, suaranya tak terdengar oleh Eirinka.

"Percuma saja, kita terjebak" ucap Souval pelan dan terdengar begitu lirih, belasan batang besi terlihat menusuknya.

"Ehh..." Naomi semakin takut saja melihat keadaan Souval saat ini.

"Ukite..!!" teriak Naomi.

.

Drops Of Blood Chapter 66 - Si Penulis Kembali
Penulis : Ivan96

Tlakk..!!

Langkah Ukite teehenti bersama dengan sebuah ranting yang menimpa kepalanya.

"Hh..?!" Qiqiun menyadarinya, sesuatu terjadi pada Ukite.

"Ada apa kak?" tanya Euril.

"Untuk sesaat, aku merasa dia kehilangan kontrol kekuatannya" ucap Qiqiun dalam hati.

"Si penulis... dia kembali" ucap Ukite.

"Hh?" bingung Qiqiun dan Euril.

Syirrrsssshh..!!!

Angin berhembus menggoyangkan dedaunan di tengah keheningan.

"Naomi..." Ukite langsung berlari pergi dari sana.

"Ehh hei?!" panggil Qiqiun.

"Kak, ada apa?" Euril ikut berlari mengejar Ukite.

"Ada apa sebenarnya? Apa maksudnya penulis?" bingung Qiqiun.

Grrrrrr...!!

Tiga pasang mata terlihat melihat Qiqiun dengan tatapan ingin memangsa.

"Hewan bodoh... siapa tuanmu?" Qiqiun melirik tajam mereka.

"Kau hewan penjaga neraka, kenapa tidak kembali ke neraka!" Api berkobar di sekitar Qiqiun, perlahan menyingkap gelapnya malam hingga menampakan wujud hewan itu yang seekor anjing berkepala tiga.

.

"Kenapa... aku tak merasakan keberadaan Naomi.." ucap khawatir Ukite.

"Bagaimana dengan jatah susuku" Ukite makin panik.

"Oh tidak, melonnya juga.." Ukite semakin mempercepat larinya.

.

"A-apa ini?!" kaget Eirinka melihat keadaan kota yang begitu sepi, semuanya mematung tak bergerak, bahkan daunpun tak satupun bergerak tertiup angin.

"Ehh..!! Geido?!" Eirinka baru sadar kalau Geido tak bersamanya.

"Apa yang terjadi sebenarnya?" bingung Eirinka.

.

"Naomi...!!" teriak Ukite masuk ke kamar Naomi.

"Hh.. Tak ada? Kupikir barusan dia disini?" bingung Ukite.

Clakk..!! Clakk..!!

"Ehh?" Ukite melihat lantai yang becek.

"Susuku... ini susu.." Ternyata genangan itu susu yang tumpah.

"Susuku..." Aura shinigami Ukite mulai meluap seiring perasaannya yang depresi.

"Siapa yang menumpahkan susuku" tangis Ukite meratapi susu susunya.

"Naomi.. dimana Naomi?" Ukite mulai kembali sadar.

"Ra..? Kenapa kamu tak masuk mantraku juga?" ucap sebuah suara.

"Hh!?" kaget Ukite, diapun menoleh keasal suara itu.

Sesosok shinigami berambut hitam jingga terlihat jongkok diatas langit langit ruangan sambil memutar melon di telunjuk kirinya.

"Siapa?" bingung Ukite.

"Apa kamu spesial?" tanya Luralfi.

"Aneh kupikir ketika seseorang yang terlihat bodoh sepertimu tak terpengaruh mantraku" ucap Luralfi.

Ukite hanya diam menatap Luralfi tanpa komentar.

"Tapi, kulihat barusan juga ada, perempuan cantik yang tak terpengaruh man.." Luralfi melotot kaget, ucapannya bahkan sampai terhenti ketika tiba tiba Ukite muncul tepat di hadapannya.

"Ini melonku..." ucap Ukite yang dengan cepat merebut melon itu lalu kembali ketempat sebelumnya.

"Aahh..!!!" Ukite menatap melon itu dengan air liur yang sudah kemana mana.

Sementara itu, Luralfi hanya menatap diam masih dengan kagetnya.

"Aku mengerti... kamu yang menulis dengan pena itu ya?!" ucap Luralfi.

"Aa... bagaimana aku memakannya, ahh apa ada pisau?" Ukite celingukan mencari pisau.

"Apa kau merasa sangat kuat?"

"Kau mengabaikanku..!!" Luralfi mengeryitkan dahinya agak kesal juga di abaikan.

Clankk..!!

Tiba tiba saja, Ukite memunculkan sabitnya di tangan kiri, Luralfi sudah terlihat bersiap, terlihat dari perubahan ekspresi nya.

Dapphh..!! Rahhcc..!!

Ukite melemparkan melonnya dan memotong motongnya dengan sabitnya.

"Aphh.. dapat..!!" Ukite menangkap melon itu dengan tangan kanannya, walau terlihat kesusahan karena kini jadi banyak.

Lagi, Luralfi di buat terdiam tanpa kata dengan kekesalan terpendam.

"Ahmm.. manis.." ucap Ukite yang duduk di atas tempat tidur sambil dengan lahapnya memakan melon.

"Aa.. Iya, kamu bilang mantra, mantra apa?" tanya Ukite dengan mulut penuh melon, bahkan airnyapun menetes dari sudut bibirnya.

Luralfi sedikit tersenyum mendapati Ukite kini mulai bertanya padanya.

"Itu salah satu mantra penghancur abadi, mantra ketiga.. penghancur waktu" terang Luralfi.

"Hoo..? Kupikir itu mantra yang mencakup wilayah yang luas?!" ucap Ukite dengan wajah polosnya.

"Ya, itu memang benar, raaa... kamu ternyata tau itu ya"

"Aku tahu mantra kesatunya, tapi aku tak suka mantra itu" ucap Ukite.

"Tak sukaĦ­ atau tak bisa menggunakannya?" Luralfi tersenyum penuh arti.

"Bisa kok.. tapi... aku tak suka saja, itu menyakitkan" keluh Ukite.

"Sesakit apa?" Dari balik lengan jubah shinigami Luralfi, sebuah tali menjuntai.

"Aa iya... Naomi menyimpan sedikit bagian jiwa shinigamiku, seharusnya dia bisa bertahan kan?" Ukite menatap Luralfi.

"Naomi?" Luralfi mengerutkan dahinya.

"Raa.. Maksudmu manusia yang cengeng itu, dia terus terusan menangis dan memanggil manggil Ukite, memang siapa Ukite?"

Ukite menatap Luralfi tajam, walau pada akhirnya jadi lucu, dia terlihat marah dengan mulut penuh melon.

"Raa..? Apa kamu Ukite?" Luralfi baru mengerti.

"Ya.."

"Ahahaa... kamu berteman dengan manusia? Shinigami yang seharusnya menghukum manusia kini justru berteman?"

"Memangnya kenapa!?" ucap Ukite.

"Tidak apa" ucap Luralfi singkat sekaligus menghentikan tawanya.

Cplashh..!!

Sebuah cambuk terlihat melilit leher Ukite.

"Ekhh..!!"

Duarrdd..

Luralfi mengayunkan cambuknya menghempaskan Ukite kelangit langit ruangan itu.

"Kau tidak selemah itu kan?" ucap Luralfi datar.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 67

Arizl Kareen
2016-09-25 06:13:50
Hemm. Gak tau siapa Ukite.?
Ras D Luffi
2016-09-17 23:02:42
Gaje
METABEE
2016-09-11 16:49:09
Ngenes
Zunuya Rajaf
2016-08-22 00:25:37
ku beri nila 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat". just for fan
Meliodas
2016-06-18 13:56:01
Tarung juga akhirnya
Eiichiro Maruo
2016-06-16 18:06:42
Njir ukite melon mulu haddeh
Snow Blue
2016-06-09 22:21:07
lho naomi kok nggak ditolong...?
Qiujote I
2016-05-26 09:47:44
Penulis na mau di summon ke cerita sendiri XD, 'Luralfi hanya menatap diam masih dengan kagetnya.' ini disengaja atau...
Shineria of Life
2016-05-20 13:44:05
103. Euril gak ikut ke tempat ukite. . Sebentar itu erinka sama geido tadi ada di kamarnya naomi kan.??
Rinularo
2016-05-18 23:11:09
Ukite oh ukite.. Hn, lanjutlach!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook