VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 65

2016-05-14 - Ivan96 > Drops Of Blood
237 views | 21 komentar | nilai: 10 (3 user)

Saat keadaan masih terasa panas, seseorang tiba tiba saja memukul Ukite hingga dia tersungkur ditanah. Geido dan yang lainnya hanya dibuat kaget dengan kejadian tiba tiba itu.

"Kau..!! Seenaknya merusaka ruang dimensi, apa kau tidak mengerti itu hah!!?" bentak Dysilirilinka sambil menginjak nginjak kepala Ukite.

"A-aku.."

"Dasar bodoh, lain kali berfikirlah dahulu sebelum lakukan sesuatu!" Dysilirilinka kembali menginjak nginjak kepalanya.

"Hey...!!" teriak Euril tak terima Ukite diperlakukan begitu.

"Apa..!!" Dysilirilinka menatap Euril dengan tatapan mengerikan.

"Singkirkan kakimu itu dari kak Ukite..!!" Aura shinigami Euril meluap tiba tiba.

"Kau keberatan..!!?" Dysilirilinka juga telah menaikan auranya.

"Siapa?" ucap Geido.

"Sepertinya aku pernah merasakan aura dingin ini" ucap Eirinka.

"Sudahlah Dys... kurasa anak itu yang dimaksud Ukite" ucap Rinuililinka.

"Memangnya aku peduli hah" Dysilirilinka masih menatap Euril tajam.

Di tengah masalah yang mulai memanas itu, Eirinka malah menatap tak enak Ukite yang kini berdiri di depannya.

"A-apa?" tanya Eirinka gugup.

"Kamu tidak makan susuku kan?" tanya Ukite dengan tatapan tajam menyelidik.

"Ee.. ti-tidak kok.." jawab Eirinka.

"Ouh.. Baguslah, kuharap dia punya melon juga" ucap Ukite sambil membayangkan melon, air liurnya sampai mengalir keluar dari sudut bibirnya.

"Hee..!?" Dysilirilinka ternyata baru sadar kalau Ukite tak dikakinya lagi.

"Ba-bagaimana..? Sejak kapan kamu?" bingung Dysilirilinka.

"Manis susu, ditambah melon... Uhh.. aku mau susu" ucap Ukite yang mengabaikan Dysilirilinka.

Drops Of Blood Chapter 65 - Altar Bintang
Penulis : Ivan96

"Heii..!!" teriak Dysilirilinka tak terima di abaikan.

"Kak aku minta satu ya..!" ucap Euril ikut ikutan.

"Hmm.." Ukite tampak ragu harus berbagi.

"Aku punya coklat.. kita tukar ya.." ucap Euril sambil menunjukan sebatang coklat.

"Itu manis?" tanya Ukite.

"Humm.. Iya.." angguk Euril dengan senyum khas anak anaknya.

"Baiklah... tapi susuku di rumah Naomi, kita tukar disana saja ya"

Angin dingin berhembus, keadaan disana terasa jadi begitu mencekam. Semua mata tertuju pada satu arah, kecuali Ukite dan Euril.

Krreettt...!!!

Dysilirilinka mengepalkan tangannya, amarahnya memuncak tak tertahan.

"Dia mengerikan..." pikir Geido melihat Dysilirilinka yang sudah begitu marah itu.

"Ukite.." ucap Eirinka pelan ingin memberi tahu Ukite.

"Baiklah ayo.." ucap Ukite yang hendak mengayunkan sabitnya membuka jalan.

"Tenanglah Dysilirilinka" ucap Rinuililinka.

"Apa kalian sudah selesai..!!" teriak Dysilirilinka.

"Hee?!" Ukite dan Euril menoleh, keduanya memasang wajah polos tanpa dosanya.

.

Crikk..!! Criikk..!!

Decrik decrik rantai terdengar dari dalam gelapnya dunia shinigami.

"Akhirnya, tak kukira ada seseorang yang dapat menulis dengan pena itu" ucap sosok shinigami bertubuh tinggi itu.

Shinigami dengan jubah besar, di kaki kanannya terlilit rantai, mata sabit berukuran besar terlihat dipunggungnya, namun sabit itu tak memiliki batang pegangan.

"Luralfi.." ucap sebuah suara.

"Hh?" Shinigami berambut hitam jingga itu menoleh kebelakang.

"Ahh.. kalian rupanya, hewan hewan kecil tak berguna" ucap shinigami yang di panggil Luralfi itu dengan senyum santai pada beberapa wilbist disana.

"Ternyata benar, tak salah lagi... kau lah yang sudah menghancurkan altar bintang" ucap salah satu wilbist.

Criinggg..!! Blarrdd..!!!

.

"Ughh..!! Kenapa aku dipukul.." ucap Ukite sambil memegangi kepalanya.

"Sakit.." rengek Euril.

"Berterima kasihlah, kalian kutolong dari maut" ucap Geido, ternyata dialah yang memukul mereka.

"Kak... Lepaskan aku" teriak Dysilirilinka, dia terlilit selendang putih.

"Sudahlah, tenangkan dirimu" ucap Rinuililinka.

"Ee.. hehe.." Eirinka hanya mampu tertawa kecil aneh dengan keadaan ini.

"Ukite memang seperti itu, dia tidak terlahir seperti kita" ucap Ereilgez, dia membantu melepaskan lilitan selendang pada Dysilirilinka.

"Kau pikir itu bisa dibuka dengan mudah hah!" ucap Dysilirilinka ketus.

Sriitt...!!

Namun ternyata, selendang itu terbuka dengan mudahnya.

"Ehh..!?" kaget juga bingung Dysilirilinka.

"Apa kalian Rindy?" tanya Ereilgez.

"Siapa kau?" tanya Dysilirilinka.

"Ho Ukite..!! Hari yang cerah ya" ucap sebuah suara, seketika semuanya melihat asal.suara itu.

"Siapa?!" bingung Geido melihat Shinigami perempuan berambut merah jingga.

"Rambut itu.." Ereilgez sepertinya sedikit tahu.

Namun meski semuanya tampak bingung, Ukite hanya menatapnya polos.

"Hayy semua... Aku pacar Ukite" ucap perempuan itu begitu santai.

"Ekhh..!!" Tentu saja hal itu menyentak kaget semuanya.

"Apa? Ukite benarkah itu?" tanya Eirinka setengah berteriak.

"Memang dia siapa?" tanya Ukite sambil menunjuk perempuan itu.

Tatapan perempuan itu seketika berubah jadi menyeramkan.

"Whaa.. Qiqiun..!!" teriak Ukite shok.

"Kenapa kamu disini...!!" tanya Ukite berkeringat dingin.

"Ukite ketakutan? Siapa dia?" pikir Geido.

"Kak.."

"Yaa.. dia separuh iblis" ucap Rinuililinka.

"Gawat..." kaget Ereilgez.

"Kenapa dengannya? Siapa dia sebenarnya?" ucap Geido.

"Jadi dia yah Qiqiun itu.." Euril berdiri tepat dihadapan perempuan itu dan memperhatikan wajahnya.

"Hh..!!" Qiqiun menatap Euril tajam.

"Tapi dia cantik loh kak..."

"Haii.. aku Euril.. salam kenal" ucap Euril dengan senyum polos khas anak anaknya.

"Ouhh.. terima kasih, hmm.. kamu menyebut Ukite kakak? Apa kamu adiknya?" tanya Qiqiun dengan senyum manis.

"Ukite pernah dibakarnya dulu karena menolak kencan dengannya" ucap Ereilgez.

"Hee? Benarkah?" kaget Geido.

"Hmm.. Ukite, seseorang telah menghancurkan altar bintang, aku tahu kamu bisa membantuku kan" ucap Qiqiun.

"Ehhmm.. tidak, aku mau mengambil susuku" ucap Ukite.

"Aku juga punya.." tawar Qiqiun.

"Tapi aku sudah punya bannyak"

"Bagaimana kalo ini" Qiqiun menunjukan sesuatu di toples.

"Apa itu?" tanya Ukite.

"Cobalah..." Qiqiun mengambil sedikit dengan jarinya dan memberikannya pada Ukite.

"Hmm.." Ukite menjilat jari Qiqiun.

"Whoaa... Manis.." Ukite memasukan telunjuk Qiqiun kemulutnya.

"Apha ihni?" tanya Ukite masih dengan jari Qiqiun di mulutnya.

"Madu.."

"Oho.. bhaikhlah ahku mau" ucap Ukite.

"Tapi aku mau madunya sekarang" ucap Ukite.

"Temani aku pulang, kutambah satu toples lagi" tawar Qiqiun.

"Setuju.." ucap Ukite tak berpikir lama.

"Dia tahu cara bernego dengan Ukite" gumam Geido lemas.

"Ee.. Tunggu, kemana mereka?" bingung Geido, Rindy bersaudara juga Ereilgez sudah tak ada disana.

Dipihak Eirinka dia terlihat cemberut kesal melihat itu.

"Uu... manis... manis sekali" ucap Ukite keenakan.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 66

Aerilyn Shilaexs
2017-02-07 13:56:58
Wah wah ko jadi serasa cerita harem, masalahnya ada banyak wanita yang dekat dengan ukite.
Arizl Kareen
2016-09-25 06:07:13
Apa lg itu altar bintang ?... kayaknya chapternya akan panjang...
ThE LaSt EnD
2016-08-22 00:29:27
ku beri nila 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat". just for fan
Lyokovich the Death
2016-06-16 15:50:03
Isi chapter ini hanya obrolan :3
Snow Blue
2016-06-09 21:43:49
pacarnya ukite banyak ya....
Shineria of Life
2016-05-20 13:05:22
99.ada char baru muncul. . ukite bakal ngajak eueil gak ya??
Luthfi D Nasib
2016-05-18 07:14:29
Entah kenapa kayak nya chap ini agak membingung kan .. Obrolan nya kek gak nyambung .. Apa hanya fikirku aja yak :-D
Kill Me 1st
2016-05-17 12:54:25
Next!
Rin Nohara
2016-05-15 11:25:37
numpang baca
Inuyasha
2016-05-15 07:26:23
koment aj
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook