VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Drops Of Blood Chapter 62

2016-04-06 - Ivan96 > Drops Of Blood
234 views | 31 komentar | nilai: 10 (2 user)

Di sungai, Ukite terlihat masih asik bermain dengan ikan ikan.

"Ini bukan yah?!" Ukite melihat lihat salah satu ikan yang ia dapat.

"Ukite, jangan ganggu mereka.." ucap Akimiko, dia berjalan kearahnya.

"Hee?! Tapi mereka yang duluan ganggu aku" ucap Ukite, dia melepaskan ikan itu.

Namun bukannya pergi, ikan itu malah berenang di sekitar kakinya Ukite.

"Ikannya?!" kaget Rinuililinka.

"Ee.. waa.. kamu mau bermain ya?!" Ukite kembali menangkap ikan itu.

"Ukite.. keluar dari air!" ucap Akimiko agak keras.

"Ehh..?! Huhh.. tidak perlu marah gitu kan" ucap Ukite cemberut, dia meletakan kembali ikan itu keair.

Ukite melompat keluar dari air, dia lalu berjalan pergi dari sana.

"Eee.. U-kite.." Akimiko hendak memanggil Ukite, namun Ukite lebih dulu menghilang dari sana.

"Aku tidak bermaksud membentaknya, aku hanya.." ucap Akimiko merasa tak enak.

"Aku akan bicara dengannya" ucap Rinuililinka, dia melangkahkan kakinya pergi, dan menghilang dari sana.

Drops Of Blood Chapter 62 - Keyakinan Dalam Jiwa Seorang Shinigami
Penulis : Ivan96

Sementara itu, Euril dan Geido masih terlihat berjalan mencari Ukite.

"Mungkin dia tak ada di wilayah ini" ucap Geido.

"Kak Ukite jarang pergi ke wilayah lain, kecuali wilayah barat, itupun jarang" ucap Euril.

Tiba tiba, langkah mereka terhenti, mereka merasakannya, sebuah aura yang begitu jelas terasa.

"Seperti milik kak Ukite, tapi.. ini bukan.." ucap Euril.

"Eglaire.. ini milik iblis yang dikinci oleh Ukite" ucap Geido.

"Tapi, bila dia meluapkannya seperti ini itu berarti dia tengah bertarung" gumam Geido.

"Dia masih mengincar Ukite kan?!" ucap Geido, namun bukan menjawab, Euril sudah berlari duluan kearah asal aura itu.

"Heii.. tunggu.." teriak Geido mengejarnya.

.

Luapan aura Eglaire meluap dengan begitu besarnya, pohon disekutarnyapun terlihat retak.

"Hemhh.. kekuatan penghancur yang besar" ucap Ereilgez, dia masih belum menunjukan kekuatannya.

"Ehh..!!" kaget Ereilgez, tiba tiba saja Eglaire sudah dihadapannya dan mengayunkan sabitnya dari atas.

Dankk..!!

Ereilgez dapat menahabnya, namun tanah pijakannya sampai hancur.

"Gerhh..!!" Ereilgez menatap Eglaire tajam.

Blarrdd..!!

Eglaire menakan sabitnya lebih kuat lagi, tanah sekitar sampat hancur dibuatnya.

"Errh..!!" Ereilgez terlihat mulai kepayahan.

Buakk..!!

Tiba tiba saja, sebuah kepalan tangan memukul keras wajah Eglaire hingga dia terdorong mundur.

"Ee..?! Wajahnya mirip sekali dengan kak Ukite" ucap Euril, ternyata dialah yang memukul Eglaire tadi.

"Jangan tertipu, dia iblis" ucap Geido yang baru sampai.

"Kamu..?!" Ereilgez melihat Geido.

"Ahh.. nanti saja terima kasihnya setelah kubunuh iblis itu" ucap Geido.

"Jangan main main, dia iblis... kekuatannya cukup untuk membunuh seorang dewan" ucap Ereilgez.

"Aku tahu... tapi, seberapa buruk hah..!!" Geido menatap Eglaire tajam.

"Hh..!!" kaget Eglaire, dengan begitu cepatnya, Geido tiba tiba muncul dihadapannya.

Dankk..!! Blarrkk..!! Gralkk.!!

Satu ayunan sabit yang begitu kuat, membuat Eglaire terlempar hingga menumbangkan beberapa pohon.

"Dia.." kaget Ereilgez.

"Whoa.. kuat sekali.." ucap Euril kagum.

"Hehee.." Geido tersenyum bangga.

"Ghehkk..!!" Tiba tiba saja sebuah tangan mencengram leher Geido.

"Eghh..?!!" Geido melihat pemilik tangan itu, ternyata dia Eglaire.

"Hehee..!!" Geido tersenyum mysterius.

"Aku tunggu saat ini.." ucap Geido.

Geido meraih leher Eglaire dan menghantamkannya ketanah.

"Payahh..!!" Geido melemparkan sabitnya keudara, dia lalu mengadu tinju di depan dadanya.

"Mati kau..!!" teriak Geido menginjakan kaki kanannya kedada Eglaire.

Blarrdd..!!

Seisi hutan dibuat bergetar, angin berhembus kencang, pohom pohon disekitarpun tumbang.

"Tak perduli kau iblis atau bukan, bila tubuhmu remuk kau pasti mati" ucap Geido, kaki kanannya terlihat melesak kedada Eglaire.

Tlapp..!!

Diapun menangkap sabitnya lagi.

"Mantra macam apa itu.." pikir Ereilgez.

Geido menatap tajam iblis yang terbaring di kakinya itu, dan alangkah kagetnya dia, tiba tiba Eglaire memegang kakinya dan melemparkannya seperti halnya sebuah kertas.

Duarrdd..!! Blarrdd..!!

Geido terlempar sangat jauh menembus hutan itu.

"Akhhah.." Dengan wajah menahan sakit, Eglaire kembali bangun.

"Jadi, dia itu iblis yang dikunci di tubuh kak Ukite ya?!" Euril melihat Eglaire dengan tatapan polos khas anak kecilnya.

"Pergilah, ini urusanku.." ucap Ereilgez.

"Katakan pada Ukite, semuanya telah lepas" ucap Ereilgez.

"Dia masih mengincar kak Ukite kan?!" Euril menatap Eglaire dengan tatapan tajam.

"Kamu sudah lihat kekuatannya kan?! Dia bukan lawan yang mudah" ucap Ereilgez.

"Aku tahu, kekuatannya hampir sama dengan kak Ukite, tapi... dia bukan kak Ukite" Euril mengangkat tangan kanannya kesamping, lurus sepundaknya.

"Posisi itu.." Ereilgez menatap Euril.

Clankk..!!

Sabit besar dengan sentuhan hijau kebiruan di bagian tajamnya, muncul di tangan kanan Euril.

"Ukite..." Ereilgez memperhatikan sabit di tangan Euril.

"Apa yang kau ajarkan padanya hingga dia bisa seyakin itu Ukite" pikir Ereilgez.

.

"Ukite..!!" Rinuililinka berjalan kearah Ukite yang tengah memperhatikan bunga disana.

"Maaf, kami belum bisa membuka jalan untukmu, perpisahan kami membatasi kapasitas mantra yang bisa kami gunakan" ucap Rinuililinka.

"Ukite..!!" Rinuililinka ikut jongkok di samping Ukite.

"Apa kamu masih marah pada putri?"

"Tidak, aku tidak marah kok.." Ukite akhirnya mau bicara.

"Hmm.. Putri tak bermaksud membentakmu, dia hanya khawatir kalau ikan itu mengenalmu"

"Hehh?!" Ukite menatap Rinuililinka penuh tanya.

"Maksudku, bila ikan itu merasa kenal kamu" ucap Rinuililinka.

Ukite menatap Rinuililinka tajam.

"Kamu bohong... aku tahu kok kalau shinigami terlahir dari roh orang mati" ucap Ukite.

"Ba-bagaimana kamu tahu..!!" kaget Rinuililinka.

"Pak tua Ranouf yang memberitahuku" ucap Ukite, untuk sesaat Rinuililinka terdiam.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 63

Aerilyn Chan Kawai
2017-02-07 10:15:58
Wah wah pertarungan dimulai, jadi semuanya sudah terlepas yah.
Arizl Kareen
2016-09-25 05:48:26
Next...
Zunuya Rajaf
2016-08-21 22:30:51
ku beri nilai 10 dan ku tingalkan jejak renungan "Mayat". just for fan
Meliodas
2016-06-18 13:29:36
Ow, ternyata dh banyak, gwe kira gk rilis lagi.
Snow Blue
2016-06-03 09:47:06
udah lama nggak ke VT tau tau ceritanya udah banyak
Phantom Alicia
2016-05-13 10:24:58
Ukite sudah mati, itu sebab na menyebut Ukite mati sebelumnya tidak tepat
FansnyaFujiokaNagisa
2016-05-11 14:44:03
Rinulilinka, ehm nama yang keren
Inuyasha
2016-05-07 20:41:57
Tinggal jejak
Allen Satsugi
2016-04-30 06:11:38
Jejak.
gIN taka
2016-04-29 13:18:15
kelanjutan'ny kok gk rilis . . .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook