VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Drops Of Blood Chapter 58

2016-03-11 - Ivan96 > Drops Of Blood
262 views | 24 komentar | nilai: 10 (3 user)

Ruang dewan bergetar, dinding dan lantai terlihat retak seiring luapan aura shinigami Ukite.

Kltakk..!! Tlakk..!!

Lantai disana terlihat berjatuhan seperti saat Aerhao membukanya.

"Lantainya...!?" kaget Kazuo.

"Dia dapat membuka kembali jalan keneraka?!" Highigi juga terlihat kaget.

"Shinigami macam apa dia itu, belum pernah ada yang bisa keluar dari sana" gumam Abeled.

Glapp..!!

Seseorang melompat keluar dari tempat itu, tubuhnya terbakar api, lelehan lava masih terlihat di pakaiannya.

Drops Of Blood Chapter 58 - Selesai
Penulis : Ivan96



"Ukite.." gumam Azeiz melihat sosok itu.

"Sudah kuduga, tubuhnya memang menyesuaikan dengan mantra itu, tapi.. apa dia masih bisa seperti sebelumnya saat menyerap mantra di tubuh kami?!" pikir Dysilirilinka memperhatikan penampilan Ukite. Walau jubahnya sama hitam namun terlihat mengkilat, juga beberapa bagian seperti sobek dan berlubang.

Dengan wajah serius Ukite mengangkat tengannya kedepan.

"Kau dewan tertinggi, sebaiknya tepati janjimu" ucap Ukite.

Clankk..!!

Sabit Ukite muncul di tangan kanannya, ein yang berkobar disabitnyapun berubah jadi berwarna merah terang.

"Maaf Girst.. itu sangat panas ya" ucap Ukite.

Clankk..!

Jubah Ukite kembali berubah jadi yang biasanya.

"Kalian sudah kedunia manusia?!" tanya Ukite tiba tiba berbalik menghadap Dysilirilinka, tatapannya tajam menatap Dysilirilinka.

"Sejak tadi kami masih disini kok Ukite" ucap Rinuililinka.

"Kamu tidak bohong kan?!"

"Iya.." Rinuililinka tersenyum lembut mengiyakan.

"Apa dia berpikir aku sungguh sungguh mau mengambil makanannya" gumam Dysilirilinka.

"Baiklah aku percaya.." ucap Ukite dengan senyum polos diwajahnya.

"Aku sudah selesai... jadi aku mau kembali.." ucap Ukite sambil melihat Aerhao.

Drapp..!!

Ukite tiba tiba saja sudah jongkok di meja Ryisina.

"Aku mau ambil Quiver.." ucap Ukite.

"I-iya.." Ryisina pun memberikan buku Ukite itu.

"Terima kasih.." ucap Ukite sebelum akhirnya menghilang dari sana dan kini sudah di dekat pintu keluar.

"Hei.. kau mau kemana?!" Dysilirilinka.

"Hh?! Aku mau mengambil susu dan melonku sebelum kamu ambil" ucap Ukite.

"Dia serius!?" gumam Dysilirilinka.

"Hmm.. Ukite, bisa kita bicara sebentar?!" tanya Rinuililinka.

"Bicara apaĦ­ kamu bukan mau minta susuku kan?!"

"Bukan..." Rinuililinka menjawabnya dengan senyum lembut.

"Baiklah.."

Rinuililinka dan Dysilirilinka pun berjalan menyusul Ukite keluar dari tempat itu. Tak satupun dewan berbicara, semua masih terdiam membisu.

"Hoamhh.. aku malah ngantuk" ucap Ergei.

"Ergei, apa sejak awal kamu tahu kalau Ukite akan bisa keluar?!" tanya Highigi.

"Ukite itu pintar, ya walau dia kadang seperti anak kecil, sejujurnya aku merasa Ukite sudah memikirkan itu.." ucap Ergei.

"Ukite sudah merencanakannya?!" kaget Highigi.

"Tidak tidak, Ukite tipe yang berpikir di saat kejadian, dia hanya mengikuti keadaanĦ­ tapi, di jatuhkan keneraka, bagian itu.. sejak awal dia sudah tahu akan begitu" ucap Ergei.

Mendapati kenyataan tentang Ukite cukup membuat Aerhao terkaget, dan kenyataan lain dimana Ukite mampu terlepas dari eksekusinya, Aerhao benar benar di buat terdiam.

Duarrdd..!!

Belum cukup tenang keadaan disana, ruang dewan kembali bergetar dengan hancurnya salah satu dinding.

"Serangan?!" kaget Highigi, semuanya berdiri dari kursi dewan termasuk Aerhao sendiri.

"Apa, siapa?!" Zeize masih bertanya tanya melihat kepulan asap debu disana.

"Hehh?! Dimana kak Ukite?!" Ternyata yang membobol dinding itu Euril, dia terlihat celingukan mencari Ukite.

"Dia benar benar menghancurkannya" ucap Geido yang juga ikut masuk dari lubang itu.

"Kupikir dinding ini meredam kekuatan shinigami" gumam Eirinka.

"Siapa mereka?!" ucap Highigi.

"Geido..!" Ergei menatap Geido tajam.

"Dia kan..?!" Azeiz terlihat kaget melihat kedatangan Euril.

"Tolong jangan ada yang bicara!" ucap Azeiz.

"Hh?!" Tentu saja itu menjadi tanya bagi semua dewan.

"Kak Ukite tidak ada" Euril balik melihat Geido.

"Dia benar benar akan pergi kesini, apa mungkin dia sudah..." Geido terlihat sangat kaget.

"Apa, kak Ukite sudah di jatuhkan keneraka..?!" Euril terlihat kaget namun juga sedih.

"Ukite masih hidup.." ucap Azeiz.

"Hh?! Aa... hai.. lama tak bertemu!" sapa Euril sambil melambaikan tangannya pada Azeiz.

"Siapa anak itu?!" gumam Ergei bertanya tanya.

"Ee... kak Ukite masih hidup? Jadi dia dimana sekarang?!" tanya Euril.

"Dia baru saja keluar bersama Rindy, dia mungkin belum pergi jauh" ucap Azeiz.

"Oooh.. ahh syukurlah kak Ukite masih hidup"

"Jadi Ukite bebas?!" Geido terlihat belum percaya.

"Apa yang terjadi?!" Eirinka juga masih bingung.

"Yang penting kak Ukite masih hidup... aku mau mencari kak Ukite ahh.." Euril berlari kearah pintu keluar, namun langkahnya tiba tiba terhenti.

"Aaa.. maaf aku merusak dindingnya ya, soalnya aku bingung mencari jalannya" ucap Euril dengan senyum khas anak anaknya.

"Sampai jumpa..!" Euril kembali berlari pergi.

"Ehh!? Heii... tunggu aku..!!" teriak Geido ikut menyusulnya.

"Hmm.." Eirinka melihat kesemua deretan kursi dewan.

Tlapp..!! Tlapp..!!

Eirinka lalu melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu.

.

"Ekhh.. ehh.." Eglix terlihat melotot kesakitan tak bisa bergerak.

"Azeiz, lepaskan mantramu!" ucap Aerhao.

"Maaf.."

"Akh-ahh... Kau... apa yang kau lakukan hah!" marah Eglix.

"Bila aku tak lakukan itu, kamu pasti akan berteriak padanya" ucap Azeiz.

"Siapa dia Azeiz?!" tanya Aerhao.

"Namanya Euril, dia teman Ukite, sebenarnya Euril lebih menghormati Ukite" ucap Azeiz.

"Euril, apa dia shinigami yang terlahir khusus?!"

"Iya tuan, tapi.. saya kurang tahu banyak tentang dia" ucap Azeiz.

"Cihh.. khusus atau bukan, dia berandalan... biar kubunuh dia.." Eglix sudah berdiri hendak pergi mengejar Euril, namun tiba tiba saja Ergei muncul dihadapannya dan mencekiknya.

Gerakannya begitu cepat, Ergei tiba tiba saja kini sudah di hadapan deretan kursi dewan tempat Ukite tadi berdiri.

Blarrdd...!!

Lantai tempat itu sampai berlubang dipasak dengan kepala Eglix.

Semua shinigami tercengang dibuatnya, keadaan disana sudah begitu panas kini Ergei justru membunuh Eglix.

.

Langit terlihat cerah, dataran tempat itu hijau dengan rerumputan di hiasi bunga bunga.

"Apa ini ruang ilusimu?" ucap Ukite.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 59

Aerilyn Chan Kawai
2017-02-07 09:52:22
Wahaha anak kecil itu memang punya kekuatan yang tak terduga.
Leon Lockhart
2017-01-21 22:06:06
Ceritanya tambah keren, dan kenapa sedikit kampret ya
Arizl Kareen
2016-09-25 05:25:11
Hahaha... euril polos banget...
ThE LaSt EnD
2016-08-21 21:32:16
sepertinya Ergei mendukung ukete
Clint Mobile Legend
2016-03-23 17:17:18
Bikin ngakak hidup om Ivan96 , beteweh kapan kawin?
Snow Blue
2016-03-19 18:44:32
antar dewan aja berantem
anonim1001474
2016-03-12 23:01:41
Lanjut
Emerald Queen
2016-03-12 18:22:50
Aduh ukite. . ., susu ama melon banyak kok yang jual. .,
Bikinan Mamah Papah
2016-03-12 12:55:36
<h25>test</h25>
Demith
2016-03-12 00:26:34
Kegokilan ukite gak ada abisnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook