VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Drops Of Blood Chapter 57

2016-03-09 - Ivan96 > Drops Of Blood
229 views | 25 komentar | nilai: 10 (2 user)

Di tengah permasalah yang makin memuncak, Ukite justru membuat konflik sendiri dengan Ergei.

"Sudah cukup, kau menyebalkan Ukite..!" teriak Ergei.

Durrdd...!!

Hanya dalam sesaat, Ergei sudah melakukan serangannya walau Ukite dapat menahannya.

"Dia lumayan juga.." pikir Dysilirilinka.

"Dia..!" kaget Eglix.

"Ahh ya, aku ingat.. kamu yang selalu berkelahi dengan Geido kan?" ucap Ukite.

"Sudah terlambat kau ingat..!"

Mata merah Ergei berubah jadi hitam, semilir angin seketika dirasa semuanya.

Daazzzhh...!!

Angin berputar di sekeliling Ergei seiring luapan aura shinigaminya.

"Hee..!" Ergei tersenyum, memperlihatkan gigi taringnya.



Drops Of Blood Chapter 57 - Kebenaran Ukite
Penulis : Ivan96



"O iya Ergei, aku belum selesai disini, jadi lain kali saja ya" ucap Ukite dengan wajah polosnya.

"Ee..?!" Ergei terlihat menahan kesal.

"Ya ya baiklah, tapi usahakan kau jangan mati.." Ergei berjalan kembali kerah mejanya.

"Ya, tentu.." jawab Ukite dengan senyum yang begitu polos.

"Semua dari generasi itu memang memiliki sikap yang buruk, mohon Anda memakluminya" ucap Degif.

"Dia menyerang Ukite bahkan setelah melihat kekuatan Ukite tadi, apa dia juga menyembunyikan sesuatu?!" pikir Highigi melihat Ergei.

"Hmm.. jadi Aerhao, apa keputusanmu?" tanya Rinuililinka.

"Dia sudah berdosa, dia seharusnya di jatuhkan keneraka" ucap Aerhao, dia terlihat masih memikirkan keadaan saat ini.

"Ya, itu baiklah..." ucapan Ukite tiba tiba itu sontak membuat semuanya kaget.

"Tapi, bila aku bisa keluar, jangan sentuh manusia yang dekat denganku, kecuali kau sudah bereskan semua pendosa di dunia shinigami" ucap Ukite.

"Ukite.. apa yang kamu lakukan?" ucap Azeiz.

"Kau lupa yang kau katakan tadi sialan.." teriak Ergei.

"Mereka orang orang baik, aku tak ingin membuang mereka.." Ukite berjalan kedepan.

"Ini masalahku, dan biarkan kuselesaikan sendiri" ucap Ukite dengan senyum yakinnya.

"Ukite, apa kamu yakin?" tanya Rinuililinka.

"Tidak terlalu, tapi... setidaknya aku tak melihat temanku mati" ucap Ukite.

"Baiklah, itu maumu.." ucap Aerhao, lantai dipijakan Ukite terlihat retak retak.

"Kamu dewan tertinggi, sebaiknya ingat janjimu" ucap Ukite.

"Tuan Aerhao.." Azeiz tampak ingin meminta pengampunan untuk Ukite.

"Ini keinginannya, Azeiz.." ucap Aerhao.

Glarkk..!! Drakk..!!

Lantai pijakan Ukite hancur dan jatuh berhamburan. Kolam lava panas terlihat begitu merah membara di dalam sana.

"Selamat tinggal.." ucap Ukite dalam hatinya.

"Ukite...!" teriak Azeiz.

Lantai di tempat itu perlahan kembali menyatu dengan rapatnya menutup jalan untuk Ukite.

"Ukite..." Azeiz terlihat meneteskan air matanya, gelar dewannya tak bisa menahan perasaannya.

.

Di kamar Naomi, Geido, Eirinka juga Naomi terlihat gusar.

"Siall... seharusnya tadi kupukuli saja dia sampai tak bisa jalan" gerutu Geido.

"Apa tak ada cara agar dia bebas?" tanya Naomi.

"Tidak, dosa yang ia langgar sangat berat, mustahil dewan memaafkannya" ucap Geido.

.

Di atas sebuah rumah, Souval terlihat berdiri disana, dibawah langit malam, dia melihat kearah kota.

"Shinigami seperti dirimu, kupikir itu hanya mitos... kurasa, dunia shinigami sekali lagi akan berubah.." ucap Souval.

.

Melihat Azeiz menjatuhkan air matanya, semua shinigami di sana menatap aneh.

"Shinigami tidak menangis.." ucap Kikow.

"Kau merendahkan dirimu sendiri" ucap Kazuo ikut menimpali.

Aerhao tampak tak terlalu menanggapi itu, pandangannya tajam menatap Rindy bersaudara.

"Apa yang akan mereka lakukan sekarang?!" pikir Highigi.

"Apa mereka akan menyerang?!" Zeize juga sudah begitu waspada.

Namun, sesuatu yang tak disangka di tunjukan Dysilirilinka, dia tersenyum penuh arti.

"Hh?!" Aerhao menatap heran penuh curiga.

"Dia tersenyum?!" kaget Zeize.

"Apa yang salah.." bingung Highigi.

"Azeiz, apa yang kami lewatkan dari Ukite?" tanya Degif.

"Hh?!" Semuanya langsung melihat Degif.

"Kau orang yang memiliki keyakinan berbeda dari shinigami lain, aku tak pernah mengatakannya aku setuju, tapi... apa yang kamu percayai tentu ada alasannya"

"Siapa Ukite itu?" tanya Degif.

"Kau bilang Ukite dapat melihat dosa, apa dia shinigami yang terlahir khusus?"

"Namanya, Ukite Ru Axrai Va Neisxai Blumerin Zieribou Sarvxai Ne Xai Dureixai, iya... dia shinigami yang terlahir bersama buku milik tuan Aerhao" ucap Azeiz.

"Apa!?" Seketika semuanya di buat tersentak kaget mendengar ucapan Azeiz, bahkan Aerhao sendiri.

"Pada dasarnya jiwa shinigami yang terlahir bersama buku shinigami itu ada di tingkat terbawah, tapi... Ukite terlahir bersama buku milik tuan Aerhao, itukah kenapa dia bisa sekuat itu?" kaget Degif.

"Tidak, dia sama saja dengan shinigami lain yang jiwanya terlahir bersama buku shinigami, dia bahkan tidak bisa gunakan mantra dasar" ucap Azeiz.

"Bila kamu tahu itu, mengapa Ryisina tak tahu?" ucap Aerhao.

"Saya juga menyadari itu saat sudah lama, Ukite juga mungkin tak menyadari itu... kurasa itulah alasan nama Ukite tak tertulis lengkap di buku Ryisina" ucap Azeiz.

"Dan kau sudah membuat kesepakatan yang salah Aerhao.." Dysilirilinka tersenyum penuh arti.

"Apimu setidaknya butuh tujuh hari untuk memakan Ukite" ucap Rinuililinka sambil melirik buku Ukite di meja Ryisina.

"Ehh!?" kaget Aerhao, dia terlihat begitu kaget.

"Tapi... itu tak berarti dia akan selamat, setelah waktu itu Ukite akan tetap mati" ucap Highigi.

"Walau dia selamat, tak mungkin dia dapat keluar" ucap Zeize.

"Sekarang... kamu sudah sadar Aerhao?!" Dysilirilinka menatap Aerhao tajam.

"Inti shinigami.." gumam Aerhao, tubuhnya bergetar mengetahui kenyataan itu.

"Dan kamu tahu, Ukite tak terpengaruh mantra etenic, tubuhnya beradaptasi dengan mantra itu lalu mengubah karakter aura shinigaminya" ucap Dysilirilinka, Aerhao menatap Dysilirilinka kaget.

Tlakk..!! Tlakk..!!

Dysilirilinka mengetuk ngetuk lantai dengan sepatunya.

"Hei Ukite, kamu mau kembali tidak,
kudengar kamu suka makanan dunia manusia, bila kamu takan kembali itu untuku saja ya.." ucap Dysilirilinka.

Semua anggota dewan disana melihat Dysilirilinka bingung.

Grakk..!!

Lantai tempat itu terlihat sedikit retak, namun jelas semuanya dapat merasakannya.

"Tidak mungkin.." Zeize terlihat begitu kaget.

Aura shinigami Ukite terasa jelas oleh mereka, retakan retakan muncul di dinding ruangan itu. Dysilirilinka hanya tersenyum merasakan aura shinigami milik Ukite.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 58

Newbie69
2017-01-21 21:59:30
Namanya panjang dan sulit sekali di hafal, sama seperti cerita 1.1 yang nama karakternya sulit di hafal
Jack El Jacqueline
2016-11-21 12:01:10
ukite takut makanannya di ambil sama daisylilirilinka
Arizl Kareen
2016-09-25 05:18:30
Haha... berarti ukite cuma liat neraka aja
Zunuya Rajaf
2016-08-21 20:50:17
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Zunuya Rajaf
2016-08-21 20:49:56
nama pnjng yg sulit dihafal, bhsa dr mana ya..
Eiichiro Maruo
2016-03-21 17:22:03
Ukite, oey Masih panjangan nama Jugem monyet yang di Gintama itu peliharaannya si Kyuubei kalau gk salah .v
Snow Blue
2016-03-19 18:39:18
pasti melon sama susu
Imajinasi0
2016-03-11 16:18:22
Yg penting mantafffffff
Qiujote I
2016-03-10 13:26:12
ahaha nama Ukite kek 10 org aja di pancing dg makanan lgsg terpancing, sdkit mirip luffy dasar Ukite
Shineria of Life
2016-03-10 08:26:41
wkwkwkwk.. Ukite dipancing sama makanan?? keluar gak ya?? trus itu nama apa gerbong kereta kak ivan?? panjang banget..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook