VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 55

2016-03-04 - Ivan96 > Drops Of Blood
270 views | 21 komentar | nilai: 10 (3 user)

"Ukite... kau mengakui kesalahanmu itu?" ucap Aerhao.

"Tidak.." jawab Ukite, dia kembali mengangkat wajahnya.

"Hh?! Kamu tahu yang kamu lakukan salah?"

"Ya.."

"Lalu kenapa kamu tak mengakuinya?" Aerhao menatap Ukite tajam.

"Kamu masih belum mengerti.. Aerhao..?!!"

Klapp..!! Klapp..!!

Derap derap langkah terdengar dari dalam lorong, terdengar semakin keras, masuk ketempat itu.

Semua mata tertuju kearah pintu, dua orang perempuan dengan rupa mirip berjalan masuk. Rambut hitam panjang, pakaian putih yang lebih seperti gaun, dengan bagian lengan gombrong dan terbelah, keduanya terlihat begitu mirip.

"Rindy..?!" gumam Aerhao.

"Hoo?" Ukite melihat mereka dengan wajah bingung polosnya.

"Sepertinya kamu mendapat masalah ya Ukite.." ucap perempuan yang sebelah kiri.

"Ee.. ini kalian yang sebenarnya?" tanya Ukite.

.

"Siapa?"

"Berani sekali masuk tanpa izin seperti itu"

"Apa yang dipikirkan nya?!" Hampir semua anggota dewan merasa bingung.

"Siapa, mereka bukan dari generasi kami" pikir Ergei.

"Kenapa kamu kemari, Rindy?" tanya Aerhao.

"Rindy?

"Apa maksudnya?"

"Kupikir dia ular di hutan air mata mimpi?" Semuanya di buat bingung bertanya tanya.

"Kami datang untuknya, siapa tahu kami takan bertemu dengannya lagi"

"Aa.. kamu tega Rinuililinka.." ucap Ukite cemberut.

"Aku Dysilirilinka oyy..!" bentak yang tadi becara.

"Hee..!?" Ukite langsung memasang ekspresi aneh.

"Apa kamu tak bisa mengenali kami hah?!" ucap Dysilirilinka agak kesal.

"Kalian mirip sekali, biasanya aku membedakan kalian dari nada bicara kalian, tapi.. tadi kamu.."

"Jadi kau ingin aku memarahimu hah!" bentak Dysilirilinka.

"Bu-bukan begitu.. aku hanya tak tahu cara membedakan kalian" Ukite menjatuhkan dirinya duduk bersila.

Drops Of Blood Chapter 55 - Seorang Tak Terduga
Penulis : Ivan96

"Wajah kalian sangat mirip, ahh benar, dadamu tak sebesar Rinuililinka" ucap Ukite sambil memperhatikan dada mereka.

"Kenapa kau jadi bicara masalah dada hah, apa maksudmu punyaku kecil!" marah Dysilirilinka.

"Tidak, tapi masih besaran Rinuililinka" ucap polos Ukite.

Blarrdd..!!

Dalam sekejap mata, lantai tempat itu di buat retak, Dysilirilinka menginjak keras wajah Ukite.

"A-apa salahku?!" ucap Ukite dalam penderitaannya.

"Kau masih tanya, hahh..!!" Dysilirilinka menginjak nginjak kesal Ukite.

"Apa yang akan kamu lakukan, Aerhao?" tanya Rinuililinka.

"Dia telah melakukan dosa besar, menunjukan diri pada manusia, membiarkan manusia memiliki bukunya, bahkan hidup seperti manusia, dia tak dapat diampuni." ucap Aerhao.

"Sebodoh itukah kau, kau masih belum mengerti hah!"

"Kau duduk di kursi dewan tertinggi, tapi.. apa kau pernah menyentuh sedikit saja inti shinigami?" ucap Dysilirilinka.

"Inti shinigami?!"

"Apa dia bilang inti shinigami?!"

"Apa sebenarnya yang ingin kamu katakan?" tanya Aerhao.

"Kau biarkan para pendosa berkelliaran, bahkan langit di dunia inipun begitu gelap karena dosa para shinigami... kau ingin menghukumnya, tapi kau malah tutup mata dengan apa yang ada di dekatmu!" ucap Dysilirilinka.

"Apa kalian ingin membelanya?" Aerhao menatap Dysilirilinka tajam.

"Jangan ikut campur, ini urusan dunia shinigami" ucap Aerhao.

"Ahh ya aku tahu.." ucap Ukite tiba tiba berdiri

"Hh?!" Semuanya langsung melihat Ukite.

"Rinuililinka sedikit lebih tinggi darimu dan, dia terlihat lebih ramah" ucap Ukite seolah tak perduli dengan masalah saat ini.

"Apa sejak tadi kamu hanya memikirkan itu?" tanya Dysilirilinka mulai jengkel.

"Iya.."

"Aku tak ingin salah panggil lagi dan buat kamu marah.." ucap Ukite dengan senyum polosnya.

"Dia.." kaget Dysilirilinka.

"Ya baiklah, terima kasih kalian sudah datang, tapi biar aku saja, ini masalahku, jadi kalian tak perlu terlibat" Ukite berjalan kedepan Dysilirilinka dan Rinuililinka.

Darrddd..!!

"Jangan sombong.!" marah Dysilirilinka, lagi lagi Ukite harus pasrah kepalanya di injak Dysilirilinka.

"Ma-maaf.." ucap Ukite.

"Aerhao, mengapa kamu tak bertanya padanya, mengapa dia lakukan itu?" ucap Rinuililinka.

"Dan, kau juga, kenapa kau hanya pasrah?" ucap Dysilirilinka.

"Aku tidak pasrah kok" Ukite kembali bangun.

"Jadi, apa alasanmu Ukite?" tanya Aerhao.

"Sejak dia temukan bukuku, dia sudah tahu keberadaan kita, jadiĄ­ aku tak menunjukan diri tuk beritahu keberadaanku"

"Lalu kenapa tidak kamu ambil bukumu dan hukum dia?" tanya Aerhao.

"Karena bila aku ambil bukuku, bukuku cuma akan hilang lagi.."

"Itu kesalahanmu, mengapa tidak menjaganya baik baik"

"Menurutmu hanya aku yang kehilangan buku, banyak.. mereka terjebak di dunia manusia, saat kami kembali tuk minta bantuan, yang kalian lakukan hanya menyuruh kami dapatkan kembali buku kami, dan aku tak boleh kembali sebelum dapatkan bukuku!"

"Kamu pikir hanya kali ini saja aku kehilangan bukuku, itu sudah yang ketiga kalinya, karena itu aku tetap biarkan Naomi menyimpan bukuku"

"Crowzan juga sadar itu, bukuku tak bisa di panggil saat berada di tangan manusia"

"Jadi, apa pembelaanmu?" tanya Ukite yang justru balik menanyai Aerhao.

"Ukite, apa maksudmu buku buku yang hilang, di curi dengan di panggil?" ucap Highigi.

"Apa kamu menuduh Ryisina?" tanya Zeize.

"Tidak, Ryisina tidak bisa memanggil bukuku" ucap Ukite.

"Lalu siapa pelakunya, Crowzan?" tanya Aerhao.

"Bukan.." ucap Ukite.

"Bukankah itu harusnya tugas dewan?" ucap Dysilirilinka.

"Bagaimana pertimbanganmu Aerhao?" tanya Rinuililinka.

Untuk beberapa saat, Aerhao terdiam memikirkannya.

"Disisi lain, Ukite memang bersalah, tapi di sisi lainnya, dewan bertanggung jawab dengan masalah ini" pikir Highigi.

"Tuan.." Highigi melihat kearah Aerhao.

"Baiklah, dosamu akan diampuni, tapi... kamu harus membunuh semua yang melihatmu" ucap Aerhao.

"Apa?" Eglix tampak tak setuju.

"Tuan, tolong pikirkan kembali, dia membunuh shinigami, menunjukan diri pada manusia, mohon dipikirkan ulang tuan" ucap Eglix

"Aku tidak mau.." ucap Ukite tiba tiba.

"Hh?!" Semuanya melihat kearah Ukite.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 56

Aerilyn Shilaexs
2017-02-07 09:25:29
Wah wah ular kembar datang.
Leon Lockhart
2017-01-21 21:51:00
Apa Rindy itu memiliki dua kepribadian? '-')
Arizl Kareen
2016-09-25 05:05:36
Haha... menolak persyaratan
ThE LaSt EnD
2016-08-21 20:25:37
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Kyouzo
2016-03-30 06:41:24
111 views keren, banyak jg yg ngebaca
Snow Blue
2016-03-09 15:11:55
apa nama Rindy itu gabungan dari dua nama?
gIN taka
2016-03-06 19:17:34
lanjutt . . . penasaran oyy kelanjutan'ny gimana . . .
Lyokovich the Death
2016-03-06 14:27:47
Hanya Eirinka-chan cewek tercantik dicerita ini menurutku hidup Eirinka-chan
Qiujote I
2016-03-05 19:00:17
Sewot amat sih lo Eglix Ukite, sebenarnya apa tujuanmu? Ukite penuh misteri penasaran abis, lanjut!
Qiujote I
2016-03-05 18:57:57
Sewot amat sih lo Eglix nah Ukite, apa sebenarnya tujuanmu? dari kemaren" gx kebongkar tujuannya. Penasaran abis, lanjut!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook