VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Drops Of Blood Chapter 53

2016-02-28 - Ivan96 > Drops Of Blood
257 views | 21 komentar | nilai: 10 (3 user)



Sebuah undangan di terima Ukite, undangan untuk menghadap dewan. Eirinka jelas terlihat yang paling khawatir.

"Ukite... apa kamu akan kesana?" tanya Eirinka.

"Iya.." Sabit ditangan Ukite kembali hilang.

"Sebaiknya kau lari saja, kau takan selamat" ucap Geido.

"Dewan pasti akan menyidangmu" ucap Souval.

"Bila Ukite kesana, apa yang akan terjadi?" tanya Naomi.

"Ukite akan dijatuhi hukuman.." jawab Eirinka.

"Ukite mungkin akan dilempar keneraka" ucap Geido.

"Ehh..!" kaget Naomi.

"Dewan takan mengampunimu, kurasa Geido benar, sebaiknya kamu lari saja" ucap Souval.

"Aku akan kesana, aku sudah berjanji juga" Ukite mengambil susunya.

"Apa kau gila hah, kau mau datang begitu saja dan mati hah?!" teriak Geido.

"Itu benar Ukite, jangan pergi.." ucap Eirinka.

"Aku takan mati.." ucap Ukite sambil menggigit melon.

"Emmhh, bukuku..!" Ukite mengulurkan tangan kirinya pada Naomi.

"Hmm.." Naomi memberikan Quiver pada Ukite.

"Ahh ya, tolong jaga Naomi saat aku pergi ya" ucap Ukite begitu tenang seperti tak ada masalah. Ukite berlari pergi menembus dinding meninggalkan yang lainnya.

"Dia.." Geido mengepalkan tangannya erat.

"Dia sepertinya tidak khawatir" ucap Souval.

"Jangan menangis, Ukite takan mati" ucap Eirinka menenangkan Naomi.

"Hh.?!" Geido melihat kearah Naomi.

"Dia tahu Ukite shinigami, tapi.. dia menangisinya" pikir Geido.

"Aku tak pernah mengerti manusia, pikiran mereka, perasaan mereka, sungguh aneh." ucap Geido dalam hati.

.

Disebuah kamar, seorang anak perempuan terlihat tengah tidur memeluk sebuah buku. Dalam bentuk manusianya Ukite terlihat berdiri disana memperhatikan anak itu.

"Masih belum.." gumam Ukite memperhatikan wajah manisnya yang tengah tidur.

"Ehh..?!" Ukite melihat buku di tangan gadis itu.

Perlahan dia mengambil buku itu agar tak membangunkannya.

"Hhmm.. ini buku yang waktu itu" Ukite membuka buku itu, terlihat beberapa gambar dirinya, hingga pada sebuah halaman, gambar Ukite dan gadis itu bergandengan tangan.

Entah apa yang dipikirkan Ukite saat ini, dia melihat wajah gadis itu.

"Hmm.." Ukite terlihat membuat goresan goresan di buku itu, perlahan itu mulai membentuk sebuah gambar.

Terkadang, untuk sesaat Ukite melihat kearah gadis itu dan kembali menggambar hingga sebuah gambar terbentuk di buku itu.

Gambar Ukite yang jalan jalan di taman sambil bersama gadis itu, terlihat wajah ceria mereka pada gambar yang dibuat Ukite.

"Ehh..?!" Ukite mengarahkan pandangannya kejendela.

Ukite kembali melihat kearah Inagi, dia meletakan buku itu di tempatnya sebelumnya.

Clankk..!!

Pakaian Ukite berganti dengan jubah shinigaminya, dia berjalan keluar menembus jendela.

"Ada apa?!" ucap Ukite, disampingnya terlihat Souval disana

"Dia gadis yang baik yah" ucap Souval.

"Yaa.."

"Hmm.. apa dia sakit?" tanya Souval.

"Yaa... tubuhnya sangat lemah, dia jadi tak bisa beraktifitas seperti yang lainnya" ucap Ukite.

"Bisakah kamu bantu aku?" tanya Ukite.

"Hh, ya.. apa itu?"

"Jangan beritahu siapapun, aku tak ingin dia melihatku sebagai shinigami" ucap Ukite.

Souval menatap Ukite, begitu dalam mencoba melihat sisi terdalam Ukite.

"Aku mengerti.." ucap Souval, Ukite tersenyum kearah Souval.

Clankk...!!

Sabit Ukite muncul di tangan kanannya.

Drops Of Blood Chapter 53 - Ruang Dewan
Penulis : Ivan96

"Terima kasih.." Ukite mengayunkan sabitnya hingga tercipta celah di bekas ayunannya.

"Apa rencanamu, kamu takan hanya bunuh diri kan?" tanya Souval.

"Tak ada... lagipula di rencanakan pun tak selalu berhasil kan?" ucap Ukite sebelum akhirnya masuk ke celah itu.

"Tidak ada..?! Hehee... jadi hanya bergerak seperti air di sungai dan tak tahu apa yang ada di depan sana" gumam Souval.

.

Di tempat lain, terlihat Cruel sudah kembali keruang dewan.

"Dimana Ukite?" tanya shinigami dengan tato di wajah bagian kirinya--Segda--

"Sudah jelas dia gagal" ucap shinigami dengan rambut panjang dan di bentuk pula seperti tanduk, Kikow.

"Tidak, Ukite bilang dia akan datang" ucap Cruel.

"Dia sangat polos, kau harusnya membawanya bukan mengundangnya!" teriak Azalia.

"Azeiz, kau yang mengusulkannya kan?" ucap Redic.

"Seharusnya dipikirkan, dia, Ukite yang membunuh Crowzan, dan kita hanya mengirimnya?" Kazuo tersenyum sinis.

"Tuan Aerhao, mohon izinkan saya menyeretnya kemari" ucap Kazuo.

"Itu tidak perlu.." ucap Ergei, dia teelihat tenang di tengah perdebatan mereka.

"Dia datang... dia, sudah dekat" ucap Ergei, dia terlihat mengepalkan tangannya erat.

Klakhh...!! Klakkhh...!!

Gema suara langkah kaki terdengar dari dalam lorong.

Semua anggota dewan melihat kearah satu satunya pintu di tempat itu.

"Ukite.." gumam Ergei, pada mata kanannya terlihat muncul bulatan hitam di tengah pupilnya yang berwarna merah.

Klaphh...!! Klaphh..!!

Dengan langkah yang terlihat begitu santai, Ukite berjalan memasuki tempat itu.

"Dia tak terlihat takut atau.." Cruel menatap Ukite heran.

Salah satu anggota dewan berambut putih panjang terlihat sedikit tersenyum melihat Ukite.

"Dia benar benar datang?!"

"Apa dia bodoh atau bagaimana?"

"Dia terlihat santai, apa apaan ini?" Beberapa shinigami terlihat keheranan dengan kedatangan Ukite.

"Terima kasih sudah menepati janjimu" ucap Cruel.

"Ya.. tapi kurasa itu tak perlu deh" ucap Ukite.

Cruel melangkahlan kakinya berjalan menuju kursinya.

"Kamu, Ukite.. ?" Dewan yang duduk di deretan paling atas bertanya.

"Yaˇ­ aku Ukite" ucap Ukite begitu santainya menjawab pertanyaan Aerhao.

"Ukite, kau membunuh Crowzan?" tanya shinigami perempuan di kanan Aerhao.

"Apa itu benar?" Highigi menegaskan pertanyaannya.

"Iya.."

Semuanya memasang ekspresi kaget, heran, juga bingung, pasalnya Ukite tak terlihat seperti terbebani.

"Kurasa itu cukup, shinigami kurang ajar itu bahkan tak terlihat menyesal" ucap seorang shinigami laki laki di deretan kedua dari bawah.--Gurea--

"Ukite, kenapa kamu terlihat begitu tenang, apa kamu tidak sadar kesalahanmu?" tanya shinigami laki laki di kiri Aerhao.

"Aku tak merasa lakukan hal yang salah, apa salahku?" ucap Ukite yang malam melempar kembali tanya pada Zeize.

"Kau membunuh shinigami, itu adalah dosa besar!" teriak Gurea.

"Aku menuntutnya, aku menghukum bukan membunuh" ucap Ukite.

"Ahh..!!" kaget semua shinigami disana.

"Menuntutnya?" Cruel terlihat bingung diantara kekagetannya.

"Kau gila, dia shinigami sepertimu!" teriak Gurea.

"Lohh... tak ada aturan yang menuliskan bahwa aku hanya boleh menghukum manusia kan?"

"Ryisina.." Aerhao melirik kearah shinigami perempuan berambut kuning panjang.

"Ukite, bisa kulihat bukumu?" ucap Ryisinia.

Clankk..!!

Buku Ukite muncul di tangan kanannya.

"Ya.." ucap Ukite di iringi tiba tibanya dia sudah jongkok di meja depan Ryisina.

"Ehh..!!" kaget beberapa shinigami, bahkan beberapa terlihat sudah bersiap.

"Hmm.." Ukite meletakan bukunya disana dan kemudian kembali menghilang dari sana dan muncul di tempatnya sebelumnya.

"Dasar tidak sopan... apa kau tak menghargai dewan hah!" bentak Gurea.

"Iya.." ucap Ukite dengan entengnya. Semua mata langsung tertuju pada Ukite, kaget dengan jawaban Ukite itu pasti.

"Kau...!" Gurea sudah terlihat begitu kesal.

"Dia benar, aku tak bisa memanggil buku miliknya" ucap Ryisina.

"Quiver selalu menolakku" sambungnya.

"Hmm..!" Ryisina membuka buku Ukite, dan seketika ekspresinya berubah sangat serius.

"Dia benar, dia menuntut Crowzan, berbohong, menghasut, mencuri, mengacaukan siklus hari manusia dan... masih ada banyak" ucap Ryisina, tangannya bahkan gemetar melihat isi tuntutan Ukite.

"Apa?!"

"Benarkah itu?" Semuanya jelas dibuat kaget dan bertanya tanya.

"I-itu tidak mungkin, itu pasti bohong... dia pasti gunakan suatu mantra" ucap Gurea.

"Buku shinigami tak dapat dibohongi... tidak dengan mantra apapun atau cara apapun" ucap Ryisina.

"Tapi, meski begitu, tetap saja dia membunuh shinigami"

"Dia melanggar aturan.." ucap Gurea.

Drakkk..!!

Tiba tiba saja Ukite sudah berada di atas meja depan Gurea. Sabitnya muncul di tangan kanannya.

"Uggrrhh..!" desah Gurea, sabit Ukite telak menusuk dadanya.

"Ka-kau...!" kaget Gurea.

"Dia..!?" Seluruh shinigami disana dibuat kaget, sebagian dari mereka bahkan sudah memasang posisi siap, terutama yang dekat dengan Gurea

"Apa yang kau lakukan?" Kazuo menatap Ukite kaget.

Ekspresi Ukite terlihat begitu serius, dia menarik sabitnya dan kemudian mengayunkannya memotong leher Gurea.

Tak ada yang berkata, hanya kaget, bingung, semuanya memasang ekspresi yang tak berbeda jauh.

"Kau membunuh shinigami..!" ucap Redic.

"Dia melakukannya bahkan di ruang dewan.." pikir Cruel.

"Apa yang kau pikirkan Ukite.." ucap Ergei dalam hati.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 54

Bocah Redoks
2017-02-13 18:24:24
Benar benar character idola nich
Aerilyn Chan Kawai
2017-02-07 09:15:08
Wah di ruang sidang pun ukite tampak santai.
Leon Lockhart
2017-01-21 21:38:31
Sangat mengerikan, begitulah yang terjadi ketika Ukite mode serius '-')
Jack El Jacqueline
2016-11-21 11:36:47
sangat berbahaya..
Arizl Kareen
2016-09-25 04:55:32
Mengerikan... 2 dewan dibunuhnya
ThE LaSt EnD
2016-08-21 19:56:13
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat" just for fan
ThE LaSt EnD
2016-08-21 19:55:11
ukete sungguh brani dan nekat..
Snow Blue
2016-03-09 14:57:00
dewannya banyak banget bingung nginget namanya
Phantom Alicia
2016-03-01 19:37:57
Keyen ukite! Bunuh aja dewan menjijikan itu!
Nujaba cullens crew
2016-03-01 19:20:44
=>>makin seru saja.... ayo habisi semua dewan ukite dan aku akan menghabisimu huehehe...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook