VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 52

2016-02-26 - Ivan96 > Drops Of Blood
240 views | 18 komentar | nilai: 10 (4 user)

Kamar Naomi terasa begitu mencekam, Eirinka, Geido, Souval bahkan Naomi teelihat begitu tegang.

"Namaku Cruel, aku datang kemari di utus petinggi dewan untuk menemui Ukite.." ucap shinigami berambut putih itu.

"Apa kau yang bernama Ukite..?" Cruel menatap Geido tajam.

"Ehh.. apa?! Bukan aku, dia Ukite.." ucap Geido sambil menunjuk Ukite yang masih terdiam melihat kearah Cruel.

Cruel mengerutkan dahinya, entah apa yang dipikirkannya saat ini.

"Dia, Ukite?" Cruel sepertinya tak yakin, terlebih saat itu mulut Ukite penuh dengan melon hingga pipinya mengembung.

"Ya..?" jawab Ukite masih dengan ekspresi polosnya yang belum berubah.

"Hee..!!!?" Geido menatap Ukite aneh.

"Apa dia tak dengar dia dewan" gumam Geido agak kesal juga dengan sikap Ukite yang seperti itu.

Glekk..!!

Ukite menelan melon di mulutnya, dia lalu berdiri menghadap Cruel.

"Ada apa?" tanya Ukite, kali ini dia terlihat serius.

"Petinggi dewan memintamu datang atas tuduhan pelanggaran aturan yang kamu lakukan" ucap Cruel

Tlapph..!! Tlapph..!!

Cruel berjalan perlahan kearah Naomi, Naomi sudah tampak begitu takut.

"Itu bukan salah satu perintah yang dijatuhkan padamu kan?" ucap Ukite tanpa menoleh.

"Hh?!" Cruel menoleh kearah Ukite.

"Dia sudah melihat kita, dia harus mati." ucap Cruel.

Grapp..!!

Eirinka sudah berdiri bersiap di depan Naomi.

"Eirinka.." gumam Geido kaget.

"Bila kamu menghalangi, kamu juga akan di hukum karena itu" ucap Cruel.

"Aku tak lagi dibawah dewan, aku bebas lakukan apapun!" ucap Eirinka.

"Baiklah.." Cruel mengangkat sabitnya.

Duarrdd..!!

Tiba tiba saja, dinding kamar Naomi retak dihantam sesuatu.

"Ughh..!!" erang Cruel, ternyata dialah yang menghantam dinding.

"Ya, kupikir itu tak masalah.." ucap Geido.

"Geido..!!" Eirinka menatap Geido.

"Ukite sudah membunuh Crowzan, jadi mungkin lebih baik aku juga membunuh salah satunya juga" ucap Geido dengan senyum menantang.

"Kau menyerang dewan..?!" Cruel menatap tajam Geido.

"Yaa... dan akan membunuhnya" ucap Geido masih terlihat dengan keyakinannya.

"Mereka hunter, sejak awal mereka tak tunduk dengan aturan dewan" ucap Ukite.

"Kau membunuh dewan, apa kau tak malu dengan pakaianmu?" Cruel menatap Ukite.

"Berapa berat total bukumu bocah?!"

"Hh?!" Cruel berbalik menghadap Geido.

"Aku yakin, lima bukumu pun tak lebih berat dari buku pertama Ukite" ucap Geido.

"Kamu tak mengenal Ukite ataupun Geido, kamu pasti shinigami baru"

"Memenuhi buku demi mengejar tingkatan, apa kamu masih punya harga diri sebagai shinigami?" ucap Eirinka.

"Aku melakukan tugasku.." ucap Cruel.

Aura shinigami Cruel tiba tiba saja naik, dia lalu mengangkat tangan kirinya.

Empat ekor ular berukuran besar keluar dan langsung melilit Geido, Eirinka, Ukite bahkan Souval.

"Eghh.. Apa?" kaget Geido.

Drops Of Blood Chapter 52 - Panggilan Dari Petinggi Dewan
Penulis : Ivan96

Cruel lalu berjalan perlahan kearah Naomi, Naomi sudah begitu takut terlebih ketika Cruel mulai mengangkat sabitnya.

"Katakan pada mereka, aku akan datang" ucap Ukite, dia menahan sabit Cruel.

"Kami tak meminta jawabanmu, karena jawabanmu hanyalah datang atau dibawa" ucap Cruel.

"Dia bisa melepaskan diri.." pikir Cruel.

"Kau salah, Ukite tak bisa di bawa, dia hanya akan datang bila dia mau" Sebuah sabit tiba tiba saja sudah didepan leher Cruel.

"Ehh?!" kaget Cruel.

"Erhh heii.. bantu aku Eirinka.." teriak Geido yang masih terlilit ular.

"Tenanglah... itu hanya tipuan" ucap Eirinka.

"Aku tahu ini ilusi, karena itu bantu aku!" teriak Geido.

"Bila kamu berontak ilusinya akan semakin kuat, tenanglah" ucap Souval yang juga sudah bebas.

"Herrhh..!" kesal Geido, diapun mencoba untuk tenang.

"Gahh..!" Geido membuka lilitan ular itu sekaligus hingga lepas.

"Kau..!" Geido terlihar begitu marah, wajah sangarnya menatap Cruel begitu mengerikan.

Tak lebih dari dari sebuah kedipan mata, Geido tiba tiba saja sudah di hadapan Cruel.

Duarrdd..!!

Dengan telapak kakinya, Geido mengarahkannya kewajah Cruel dan menginjaknya kelantai.

Souval terlihat begitu kaget dengan kekuatan Geido saat ini.

"Berani sekali kau mengikatku dengan ilusi"

Gubbh..!!

"Agghh..!" erang Cruel ketika Geido menginjak tubuhnya.

Geido memasukan tangannya kemulut Cruel dan mencengkram rahang atasnya.

"Kau pikir aku peduli hah kalau kau seorang dewan"

Darrdd..!!

Geido melemparkan Cruel hingga menghancurkan sebuah lemari.

"Biar kuberi tahu padamu bagaimana dunia ini bekerja!" Geido berjalan sambil menggerakan bahu kirinya.

Whoosshh...!!

Seekor ular cobra besar melesat kearah Geido.

"Ehh..!?" kaget Geido, namun ular itu tiba tiba saja berbalik dan justru menggigit leher Cruel juga melilitnya.

"Errhh.." erang Cruel.

Geido dan Eirinka melihat kearah Ukite seolah melemparkan tanya dengan itu barusan.

"Itu bukan aku" ucap Ukite dengan wajah polos tak berdosanya.

"Maaf, tapi aku baru saja ditolongnya.." ucap Souval.

"Lagipula, kamu takan disalahkan karena tak membunuh anak manusia itu kan!" ucap Souval, ternyata dialah yang melakukannya.

"Dia yang membaliknya?" kaget Geido.

Cruel kembali menegakan tubuhnya menatap Souval, Eirinka, Geido, kemudian Ukite.

"Kalian akan dihukum berat karena ini" ucap Cruel, aura shinigaminya meluap dengan cepat.

"Kamu keras kepala..!" Ukite menatap Cruel datar, begitu dingin. Perlahan Ukite menggerakan tangan kanannya naik, keadaan disana jelas terasa beda.

"Atmosfernya berubah.." pikir Souval.

"Apa ini, dia padahal tidak meninggikan auranya, tapi aku bisa merasakannya" pikir Cruel, jari jari tangannya bergerak gerak, dia merasakan takut bahkan sebelum Ukite lakukan sesuatu.

Clankk..!!

Sabit Ukite muncul di tangan kanannya.

"Kamu shinigami yang baik" ucap Ukite yang kini sudah dibelakangnya membelakangi Cruel.

"Aghh..!" erang Cruel memegangi pundak kanannya.

"Jadi, jangan paksa aku membunuhmu" ucap Ukite dengan nada bicara yang belum berubah, datar, namun begitu dingin.

"Siapa yang mengusulkanmu, apa Azeiz?" Ukite memutar tubuhnya menghadap Cruel.

"Ya.." jawab Cruel setengah gugup.

"Kembalilah, aku akan datang kesana" ucap Ukite.

"Anak manusia itu, dia harus mati" ucap Cruel.

"Kalau kau menyentuhnya, takan ada yang menyampaikan pesanku pada dewan" ucap Ukite.

Baattss..!!

Dengan gerakan yang sangat cepat, Cruel melesat kearah Naomi dan mengayunkan sabitnya.

"Egghh..!?" Tiba tiba saja gerakan Cruel terhenti, tepat sebelum sabitnya mengenai Naomi.

"Ehhkk..?!" Cruel memegang dadanya dengan tangan kiri, cahaya terlihat menghambur dari dadanya.

"Apa yang terjadi?!" Cruel juga terlihat tak bisa menggerakan tangan kanannya.

"Kau pasti baru naik ke kursi dewan, seharusnya dengan tahu bahwa Ukite membunuh Crowzan, kau bisa perhitungkan kekuatan lawanmu" ucap Geido.

"Mantranya sudah mengikatmu, kau sudah berakhir" ucap Geido lagi.

"Bila kau berniat menyerangnya, jiwamu akan dipaksa lepas dari dirimu, dan tanganmu akan melindunginya" ucap Ukite.

"Ahh.?! Ma-mantra apa ini?!" pikir Cruel begitu kaget.

Bracchh..!!

Tiba tiba saja, Cruel menusukan sabitnya ketubuhnya.

"Hukkh-kharrhh..!!" erangan tertahan terdengar dari mulutnya.

"Sudah kubilang kan, tanganmu akan melindunginya, dia bahkan akan melawanmu" ucap Ukite.

Grubbhh..!!

Cruel jatuh berlutut, dia juga menarik sabit yang menusuknya.

"Ahh.. haahh-hahh.. hahh.." Nafasnya terdengar begitu cepat.

"Bila seperti ini, itu berarti aku tak bisa melakukannya" pikir Cruel.

"Baiklah, tapi kau ikut denganku kesana" ucap Cruel.

"Ada hal yang ingin kulakukan, aku akan pergi kesana setelahnya" ucap Ukite.

"Apa buktinya bila kau takan lari?" Cruel menatap Ukite tajam.

"Tak ada.."

"Tapi aku shinigami, dan berbohong adalah dosa" ucap Ukite.

Cruel menatap Ukite tajam, dia mencoba mempertimbangkan keadaannya sekarang.

"Baiklah, akan kukatakan kamu akan datang, kuharap kau tepati janjimu sebagai shinigami" ucap Cruel, diapun melangkah pergi menembus dinding.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 53

Bocah Redoks
2017-02-13 18:14:29
Buat anak kok coba coba
Princess Alien
2017-02-06 18:19:27
Ukite jadi lebih hebat dari sebelumnya, meskipun kepribadiannya tak berubah.
Leon Lockhart
2017-01-21 21:32:39
Keras kepala ya iyalah, kalau lembut itu bayi
Arizl Kareen
2016-09-25 04:47:35
Dewan baru yg songong...
METABEE
2016-09-11 13:11:11
Biar bgmnpun ukite masih 10 jd wajar kalau kekanak kanakan
ThE LaSt EnD
2016-08-21 19:45:32
knpa ya manusia yg mengetahui shinigami hrus dbunuh?
ThE LaSt EnD
2016-08-21 19:44:19
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat". just for fan
Snow Blue
2016-03-09 14:54:17
semakin seru.....
One For All
2016-02-27 17:24:15
cruel kayaknya lbh lemah daripada crowzan
Baidi Mondoko
2016-02-27 17:23:59
lanjut
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook