VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 50

2016-02-22 - Ivan96 > Drops Of Blood
245 views | 16 komentar | nilai: 9.6 (5 user)

Pembantu di rumahnya tiba tiba saja datang, dengan Ukite di sampingnya Itani tak tahu harus bicara apa.

"Apa yang sedang nona lakukan?!" tanya perempuan itu, Itani senakin bingung, namun Ukite justru dengan santainya melihat isi kulkas itu.

"Hh?!" Pelayannya yang sadar Itani terus melihat kesana jadi penasaran, dia berusaha melihat kebalik yang terhalang pintu kulkas.

"Apa kak Ukite tak terlihat?!" pikir Itani.

"A-aku, aku hanya mau mengambil susu kok, aku bisa lakukan sendiri" ucap Itani.

"Hmm.. tapi nona seharusnya panggil saja, nanti saya antarkan"

"Tidak apa, aku ingin belajar lakukan kebutuhanku sendiri" ucap Itani mencoba tuk tenang.

"Ouuh... Saya sedang mengepel disana, saya permisi dulu, bila nona butuh sesuatu panggil saja"

"Iya.."

Pelayannyapun berjalan pergi dari tempat itu, Itani terlihat begitu lega.

"Apa dia tidak bisa melihat kak Ukite?" tanya Itani, namun Ukite masih sibuk dengan kegiatannya, dengan mata berbinar, air liurnya sampai meluber melihat buah hijau didepannya.

"Ehh..?! Kakak mau melon?" tanya Itani.

"Boleh?" Ukite membalik wajahnya keatas menghadap Itani, bagaimanapun Ukite kini tengah jongkok.

"Hmm.. iya" Itani mengambilkan melon itu.

"Biar aku potong potong dulu ya" ucap Itani mengambil pisau.

.

Di kamarnya, Naomi tampak tengah membaca buku sekolahnya.

"Tenang saja, selama dia belum mengambil bukunya dia pasti akan kembali" ucap Eirinka, dia tahu walau Naomi membalik balik halaman buku, dia tetap memikirkan Ukite.

"Huhh, dia itu lama sekali, kemana sebenarnya dia, ada banyak hal yang ingin kutanyakan padanya" ucap Geido.

Drops Of Blood Chapter 50 - Bagian Jiwa
Penulis : Ivan96

"Emhh, sebelumnya kakak kemanaĦ­ dua minggu tidak ada" ucap Itani, dia dan Ukite sudah di kamarnya.

"Mati.." jawab Ukite seadanya, mulutnya terlihat penuh dengan melon.

"Mati..?!" kaget dan bingung Itani.

"Apa shinigami juga mati?" tanya Itani penasaran.

"Yah, tentu saja..."

"Tapi, kak Ukite.."

"Ee.. kenapa kamu memanggilku kakak?!" ucap Ukite memotong.

"Heh.. emm.. kak Ukite kan lebih tua dariku" ucap Itani.

"Hmm.. Kupikir tidak... kami shinigami terlahir dengan wujud yang sudah remaja" ucap Ukite.

"Hh..?!"

"Usiaku belum lebih sebelas tahun saat ini" ucap Ukite.

"Sebelas..?!"

"Tapi ya terserah sih, kamu bukan satu satunya yang memanggilku kakak" ucap Ukite sambil memasukan melon kemulutnya.

"Emhh... benar juga, aku harus pergi" Ukite bangun dan berdiri.

"Hh?"

"Dahh.." Ukite pergi menembus dinding.

.

"Harhh... hahh..." Seorang shinigami tampak terengah engah, tangan kirinya tampak hilang.

"Kau bukan Ukite, jadi.. kau Eglaire.." Shinigami itu menatap shinigami dihadapannya, shinigami yang sebelumnya melawan Geido.

"Kamu sadar dengan masalahmu.." Seorang shinigami lain berjalan dari belakang Eglaire.

"Kalian sudah menggunakan mereka, dan kini.. kalian harus membayar" ucap Rigualeet mengangkat sabitnya.

.

"Harrh.. dia itu kemana sih, lama sekali" ucap Geido yang sudah tak sabaran.

"Siapa?" tanya seseorang tiba tiba.

"Hh.?!" Semuanya langsung menghadap kearah yang sama.

"Ee..?!" Dengan mulut penuh melon, Ukite menatap polos mereka.

"Kau kemana saja hah..!" teriak Geido melepas kekesalannya.

"Kau berhutang penjelasan pada kami, Ukite!"

"Benarkah, kapan aku meminjamnya?" tanya Ukite dengan ekspresinya yang belum berubah.

"Itu, melon kan?" tanya Eirinka.

"Hehh.. aku takan memberikannya!" ucap Ukite dengan tatapan tajam kearah Eirinka.

"Memang siapa yang meminta hah!" Geido masih terlihat sewot.

"Ee..?!" Pandangan Ukite tiba tiba teralih pada kantong kresek di tempat tidur.

"Apa ini?!" Ukite membukanya.

"Emmhh.. maaf sudah memberikan susumu" ucap Naomi.

"Naomi membeli itu mengganti susumu yang lama" ucap Eirinka.

"Maaf di terima" ucap Ukite tanpa berbalik, dia mengeluarkan semua susu di dalam plastik.

"Mudah sekali.." gumam Geido

"Aa.." Ukite tiba tiba saja terdiam.

"Apa ini melon..?!" Ukite mengambil sesuatu dari kantong plastik.

"Bagaimana kau tahu?! Ini melon.." Air liurnya sudah mengalir deras.

"Ya ampun.." Geido menepuk jidatnya pasrah dengan kelakuan Ukite.

"Lupakan dulu itu, ada hal yang mau kami tahu darimu.."

"Iya Ukite, bagaimana kamu bisa hidup lagi, saat itu.. apa kamu.."

"Dan, apa kau punya kembaran, siapa shinigami yang mirip denganmu itu"

"Hee?!" Ukite menatap Geido dan Eirinka.

"Jadi, kalian tanya apa?" ucap Ukite dengan polosnya.

"Kau tak dengar, ada shinigami yang mirip denganmu!" bentak Geido sudah benar benar nafsu.

"Ooh.. jadi kamu bertemu dengannya?!" ucap Ukite dengan tenangnya sambil menusukan sedotan kesusunya.

"Siapa?" Geido maupun Eirinka terlihat begitu penasaran.

"Eglaire, dia iblis yang dikunci padaku" ucap Ukite.

"Dia benar iblisnya" gumam Eirinka.

"Iblis, tapi.. kenapa dia mirip sekali denganmu, dan.. dia menginginkan sabitmu"

"Diakan hanya sebatas jiwa tanpa tubuh, jadi masih menggunakan wujud seperti aku" jelas Ukite, dia tampak tak terlalu memikirkan itu, dia malah dengan santainya menikmati tiap tetes susu dimulutnya.

"Hmm.. saat itu apa kamu benar benar mati?" kali ini Eirinka yang bertanya.

"Ya.."

"Tapi bagaimana kamu bisa hidup lagi, sebenarnya mantra apa disabitmu itu" tanya Eirinka.

"Itu seperti milik Crowzan, tapi miliku perlu pihak lain untuk gunakannya"

"Jadi, bila ada yang menuliskan mantranya di bukumu, kamu bisa hidup lagi?!" ucap Geido mulai ngerti.

"Ya, mungkin.. pada dasarnya aku memang belum mati"

"Hh?!" Geido dan Eirinka tampak bingung.

"Kau ini membuat bingung, jadi saat itu kau mati atau tidak?" ucap Geido kesal.

"Belum mati.." Eirinka teringat ketika bertemu Ereilgez, dia juga mengatakan kalau Ukite belumlah mati.

"Aku yang saat itu memang mati, tapi aku tidak" ucap Ukite, Geido makin kesal saja tak mengerti.

"Ukite, bisa katakan lebih mudah?" ucap Eirinka.

"Sebelumnya aku menaruh sebagian jiwaku pada bukuku, dan itu aku..."

"Herhh..!" Geido makin kesal saja.

"Jadi, kamu ini bagian jiwa Ukite yang di taruh di bukunya dulu?" Tidak seperti Geido, Eirinka tampaknya mengerti maksud Ukite.

"Tunggu, apa maksudnya kamu bukan Ukite yang kami kenal?!" Geido mulai mengerti.

"Tapi pada dasarnya kami sama kan" ucap Ukite.

"Aku mengerti, pantas saja saat itu kau tak mengingat kami" ucap Geido.

"Yaa, karena aku ada di buku, aku tak punya ingatan yang disini, karena itu aku membuka kunci ingatanku saat itu" ucap Ukite.

"Saat itu.." Geido teringat ketika Ukite menusuk dirinya sendiri.

"Buku?! Ahh benar, aku lupa.." Ukite tiba tiba saja berdiri.

Clankk..!

Sebuah buku muncul di tangan kirinya.

"Buku lain, jadi Ukite memang punya lebih dari satu buku" pikir Geido.

Dlabb..!!

Buku di tangan Ukite membesar dan di taruhnya miring.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 51

Princess Alien
2017-02-06 18:05:02
Hm seperti itu ternyata alasan ukite bisa hidup lagi,.
Leon Lockhart
2017-01-20 21:44:27
Akan ada apa lagi ya? '-')
Arizl Kareen
2016-09-25 04:01:39
Emang Ukite punya berapa buku ?
ThE LaSt EnD
2016-08-21 13:23:21
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Gawa Ilahi
2016-07-05 15:59:30
Sangat menarik
David Lopez
2016-02-23 19:41:22
Pasti itu buku manga hentai wkwkwk
Mantho Red_army
2016-02-23 19:21:40
Makin seru..ditunggu chapter berikutnya
A wahyu
2016-02-23 06:55:59
Ukite mau mengambil sesuatu'kah
Dzibril Al Dturjyana
2016-02-22 20:21:58
jadi itu ukite
Shineria of Life
2016-02-22 19:25:11
buku ingatan ukite.... Dan ukite suka banget sama melon.. Nah si euril kemana hilangnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook