VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 49

2016-02-19 - Ivan96 > Drops Of Blood
255 views | 12 komentar | nilai: 10 (4 user)

Dengan wajah cerianya, Euril tersenyum dengan penampilannya yang baru.

"Dia juga bisa melakukannya, seperti Ukite?!" Geido menatap kaget Euril, namun tersimpan kekesalannya juga di dirinya.

"Apa Ukite mengajarimu?!"

Clankk..!!

Pakaian shinigami Eirinka menghilang berganti dengan dres merah dan hitam juga tambahan bunga bunga ungu di ujung bawahnya.

"Kau juga..?!" Geido makin kaget, juga makin kesal.

"Bagaimana caranya, hei.. beritahu aku mantranya" ucap Geido.

"Tak ada mantra, itu tak sulit kok" ucap Euril.

"Kalau begitu beritahu caranya" ucap Geido, namun Euril tampak mengabaikannya.

"Kak, apa itu boleh untuku?" tanya Euril menghadap Naomi sambil menunjuk jam di meja.

"Hh?!" kaget dan bingung Naomi.

"Boleh ya kak.. boleh ya.. ya kakk.." Euril memohon pada Naomi.

"Eemm.. iya" Bingung harus jawab apa, Naomi mengiyakan permintaannya.

"Yeey.. kakak memang baik" Dengan riangnya Euril mengambil jam itu, dia melepas baterainya dan menggunakannya mengganti baterai gimbotnya.

Drops Of Blood Chapter 49 - Kemarahan
Penulis : Ivan96

"Aaa.. hidup lagi" ucap senang Euril, dia langsung duduk di tempat tidur Naomi.

"Dia seperti Ukite.." ucap Eirinka.

"Apanya?!" Geido melirik ketus Eirinka.

"Aku baru tahu ada shinigami anak anak, apa dia terlahir khusus?" ucap Youro.

"Aku juga tidak tahu" ucap Eirinka.

Sementara itu, Geido berjalan menghampiri Euril.

"Itu permainan kan?" Geido yang penasaran memegang gimbotnya dan sedikit digerakan kearahnya agar bisa melihatnya.

"Jangan ganggu..!" ucap Euril tiba tiba, Euril melirik tajam Geido. Aura shinigami Euril meluap seketika membuat semuanya tersentak kaget.

"Ini..!?" Geido yang merasakannya melepaskan tangannya dari gimbot itu.

Bersamaan dengan dilepaskannya gimbot itu oleh Geido, aura shinigaminya seketika hilang.

"Aura shinigami yang mengerikan" ucap Youro dalam hati.

"Tidak sedingin Ukite, tapi.. aku bisa merasakannya, dia sekuat Youro atau bahkan Eirinka" pikir Geido.

"Euril, apa kamu masih memiliki buku?" tanya Eirinka.

"Ya masih, aku masih tingkat satu, masih dibawah kak Ukite" jawab Euril tanpa mengalihkan matanya dari permainan.

"Tingkat satu?" kaget Youro.

"Tak perlu kaget begitu, kau ingat Ukite juga baru tingkat dua" ucap Geido.

"Itu berarti kamu dibawah dewan, tapi mengapa kami tak pernah tahu tentangmu?" ucap Eirinka.

"Aku belum pernah menambah halaman, jadi aku hanya pernah bertemu dengan tiga dewan, tapi satu sudah mati" ucap Euril masih tetap cuek bermain game.

"Itu benar, dengan kata lain yang tahu dia hanyalah dewan di kursi enam belas dan mungkin Aerhao" ucap Geido.

"Azeiz juga tahu kok, kami malah dulu bertemu beberapa kali kalau aku ikut kak Ukite"

"Ukite bertemu dewan?!" Geido menatap Euril penuh tanya.

"Yang membuat jubah Ukite yang lama adalah Azeiz, setahuku Ukite cukup dekat dengannya" ucap Eirinka.

"Azeiz?!" Youro tampak memikirkan sesuatu.

"Ada apa?" Eirinka melihat kearah Youro.

"Dia sepertinya tak terlalu akur dengan tuan Crowzan, bahkan dengan beberapa shinigami..."

"Tuan Crowzan sering bilang dia gila, pendongeng yang memimpikan sesuatu yang disebut inti shinigami"

Blarrdd..!!

Dinding dan lantai kamar seketika retak retak, bahkan berjatuhan. Dengan tatapan tajam Euril menatap Youro, aura shinigaminya meluap dengan dahsyat.

"Jangan mengatakannya gila, kak Ukite juga mempercayai itu, inti shinigami itu ada.." ucap Euril.

Tak ada yang berucap, semuanya terdiam, gemetar karena tekanan auranya.

"Siapapun yang mengatakannya, bahkan dewan tertinggipun akan kubunuh dia" Euril mengangkat tangan kirinya hingga sejajar pundak.

Dourzz...!!

Gimbot di tempat tidur Naomi tiba tiba saja berbunyi.

"Ehh.. wahh... mati!" teriak Euril langsung melompat ketempat tidur mengambil mainannya.

Grubb..!!

Naomi hingga jatuh berlutut tak mampu berdiri.

"Tadi itu.." Geido masih terdiam kaku.

"Kuat sekali.." pikir Eirinka.

"Naomi..!" Eirinka menghampiri Naomi.

"Ehh..?!" Euril melihat kearah Naomi.

"Aaa.. maafkan aku, aku tadi tak sengaja" ucap Euril menyesal.

Drabbhh..!!

Tak hanya Naomi, Youro kini juga terjatuh, tubuhnya gemetar merasakan takut.

"Naomi tidak terlalu berdampak karena aura milik Ukite, tapi.. barusan itu" Eirinka melihat Euril memikirkan kejadian tadi.

"Kak, maafkan aku ya, komohon... jangan katakan ke kak Ukite" ucap Euril dengan wajah melas memohon.

"Ukite jelas akan tahu" ucap Eirinka melirik seisi kamar yang hancur.

"Aa.. akan kuperbaiki" ucap Euril.

Clankk..!!

Pakaiannya kembali berganti ke pakaian shinigaminya, aura shinigaminya kembali meluap namun tak sekaligus seperti tadi.

Eirinka, Geido, juga Youro memperhatikan Euril penuh penasaran.

Drakk..!!

Euril menghentakan kakinya, bersamaan dengan itu dinding juga lantainya kembali bagus.

"Dinding dan lantainya?" kaget Eirinka.

"Apa, mantra apa ini?!" bingung Geido.

"Ini asli, ini bukan ilusi" gumam Youro.

"Ahh-hahh.. haahhh.... Tolong jangan beri tahu kak Ukite ya!" ucap Euril, dia menunduk mengatur nafas.

"A-ahh.. aku pergi dulu ya, hmm.." Euril sedikit tersenyum kearah Naomi sebelum berbalik dan pergi melewati dinding.

.

Matahari terus bergulir, menaik dan kini mulai turun. Di sebuah ruamah, derap derap langkah terdengar menaiki tangga.

"Hmm.."

Kleckk..!!

Dia membuka pintu kamarnya, berjalan masuk dan menjatuhkan tasnya ketempat tidur.

"Aww.. aduhh.." ucap seseorang tiba tiba, sontak saja gadis itu kaget dengan suara itu.

"Apa yang kamu lakukan?!" Ukite bangun sambil mengusap ngusap wajahnya.

"Ka-kamu..." Itani tampak kaget dengan apa yang dilihatnya.

"Kupikir.. ee.. kak Naomi bilang, kak Ukite takan kembali lagi" ucap Itani masih terdiam mematung.

"Huhh, ya dia juga katakan itu, dia bahkan memberikan jatah susuku" keluh Ukite kembali membaringkan dirinya lagi di tempat tidur.

"Kak Ukite mau susu?"

"Kamu punya?" tanya Ukite cepat.

"Umh.. kurasa di kulkas ada" ucap Itani.

"Hehh..!" Ukite langsung bangun dari tidurnya.

"Aku ambilkan yah"

"Ahh yaa.." angguk Ukite dengan dengan air liur yang sudah banjir.

Gadis itupun lalu pergi keluar kamarnya, menuruni tangga dan menuju dapur.

"Semoga saja belum diminum" gumam Itani sambil membuka kulkasnya.

"Ahh.. ada" Itani mengambil kotak susu berukuran besar itu.

"Apa itu melon?!" ucap Ukite yang tiba tiba saja ada di belakangnya.

"Hh..?!" kaget Itani.

"Eh.. iya" angguk Itani.

"Non?!" Seseorang tiba tiba saja masuk ketempat itu, dari pakaiannya dia Tampaknya seorang pelayan.

"Ahh..!?" kaget dan panik Itani, dia bingung ingin mengatakan apa, Ukite kini disana.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 50

Bocah Redoks
2017-02-13 17:11:58
Wah ada melon juga. Ambil ahh
Princess Alien
2017-02-06 17:14:03
Wah anak-anak tapi memiliki kekuatan yang besar.
Leon Lockhart
2017-01-20 21:36:50
Apa pelayannya bisa melihat Ukite atau tidak? '-')
Arizl Kareen
2016-09-25 03:54:40
Next aja...
ThE LaSt EnD
2016-08-21 13:06:28
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
David Lopez
2016-02-20 09:29:13
Padahal si Ukite suka Melon, tapi lah kok dia enggak tau Melon itu apa
Shineria of Life
2016-02-20 07:29:42
Sebegitu takutnya kah euril sama ukite??? emangnya hubungan mereka apa ya?? adik kakak?? trus euril itu anggota dewan???
Question Of Life
2016-02-20 06:31:57
melon tambah susu mau?
Phantom Alicia
2016-02-19 22:55:27
Ukite paling cuek bebek ngeliat tuh pembantu..
Dzibril Al Dturjyana
2016-02-19 22:15:20
mantranya mantap bgt.. inti shinigami.. eem mungkin inti kekuatannya ya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook