VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Drops Of Blood Chapter 48

2016-02-16 - Ivan96 > Drops Of Blood
259 views | 16 komentar | nilai: 10 (4 user)



Aura shinigami Ukite terus saja meluap, semua yang ada diruangan itu mundur. Namun tiba tiba saja, Ukite mengangkat wajahnya, aura shinigaminyapun seketika hilang.

"Hh?!" Geido terlihat mengerutkan dahinya.

"Maaf mengagetkan kalian.." Ukite menarik sabitnya dari tubuhnya.

"Yah, sekarang aku ingat, kamu anak buah Crowzan kan? Ya.. tapi aku tak tahu bagaimana kamu bisa ada disini" ucap Ukite.

"Apa kepalamu sudah waras sekarang?" ucap Geido.

"Memang kenapa dengan kepalaku?" tanya Ukite dengan polosnya.

"Herhh.."

Krett..!!

Geido mengepalkan tangannya erat, dia begitu kesal dengan respon Ukite itu.

"Kenapa kau tidak mati saja selamanya!!" teriak Geido kesal.

"Hoo.. apa salahku?!" tanya Ukite dengan ekspresi yang masih sama.

"Diamm...!!"

Bakk..!!

Dengan tangan kirinya, Geido menjitak keras kepala Ukite.

"Ughhh... kenapa aku di pukul" Ukite memegangi kepalanya.

"Jangan khawatir, itu sudah biasa" ucap Eirinka, dia sadar dengan ekspresi Naomi saat ini yang khawatir.

"Ahh.. hmm.."

Clankk..!!

Sebuah buku lain muncul di tangan kanan Ukite.

Ukite berjalan menghampiri Naomi, dia lalu memberikan bukunya pada Naomi.

"Terima kasih sudah menghidupkanku lagi" ucap Ukite.

"Mmmh.." Walau sedikit ragu, Naomi akhirnya menerimanya.

Drops Of Blood Chapter 48 - Perkenalan
Penulis : Ivan96

"Ya.. meski sebenarnya aku berharap kamu melakukannya sendiri" ucap Ukite.

"Maksudmu kau tak ingin kami membantu hah..?! Kau sudah tak bilang terima kasih, dan kau masih mengeluh!" teriak Geido sewot.

Namun meski Geido sudah begitu sewot, Ukite terlihat cuek tak peduli. Ukite terlihat celingukan seperti mencari sesuatu.

"Ukite, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Eirinka.

"Dimana susuku?" tanya Ukite mengabaikan ucapan Eirinka.

"Ehh..!" Naomi tersentak kaget, dia terlihat bingung.

"Aaa... itu.."

"Hei.. kamu pasti meminumnya ya..!" tuduh Ukite pada Geido.

"Apa... aku tak meminumnya, dia tak memberikannya juga..!" teriak Geido tak terima.

"Uuu..." Dengan wajah cemberut penuh kesal Ukite menatap Geido.

"A-aku pikir kamu takan kembali lagi, jadi... aku memberikan susunya" ucap Naomi.

"Ehh?!"

"Kau dengar, bukan aku yang meminumnya" ucap Geido.

"Maaf Ukite... aku, aku meminum susumu" ucap Eirinka.

"Kau... jadi kau, kenapa tidak bilang sejak tadi... karena kau aku yang di tuduhnya" teriak Geido.

"Aku baru pergi sehari dan kalian sudah..." Ukite terlihat cemberut, juga kesal.

"Sehari katamu, itu dua minggu yang lalu..!" teriak Geido.

"Dua minggu?! Apa memang selama itu?" tanya Ukite.

"Maaf.." ucap Eirinka penuh sesal.

Ukite membalikan tubuhnya dan hendak pergi.

"Kau mau kemana hah?!" ucap Geido.

"Mencari seseorang yang masih ingat denganku" ucap Ukite pergi menembus dinding.

"Hoii... Aku belum bicara..!" teriak Geido kesal.

"Apa dia marah?" ucap Naomi merasa bersalah.

"Beli saja susu lagi, dia akan kembali baik" ucap Eirinka.

"Apa dia serendah itu?!" Geido melirik Eirinka aneh.

"Dulu aku pernah tak sengaja makan melonnya, dia marah.. tapi tidak apa setelah kuganti" ucap Eirinka.

"Melon?!" Geido maupun Naomi tampak kaget dan bingung.

"Iya... dia sangat suka melon, itu makanan pertama dari dunia manusia yang ia makan, ya sebenarnya awalnya dia tak tahu ketika aku meberikannya" ucap Eirinka sambil tersenyum.

"Aaa... sekarang aku tahu penyebab keanehan Ukite" Geido menatap Eirinka suram.

"Lohh.. dimana Ukite?" tanya seseorang tiba tiba.

"Hh..?!" Semuanya seketia berbalik menghadapnya, Geido, Eirinka maupun Youro sudah bersiap dengan sabitnya masing masing, Naomi tampak memeluk buku Ukite erat.

"Dia..?!" Geido mengerutkan dahinya melihat anak itu.

"Apa dia juga shinigami?!" ucap Youro penuh tanya.

"Shinigami anak anak?!" Eirinka menatap anak itu, namun meski tiga shinigami sudah bersiap begitu, anak itu tetap tenang dengan gimbot di tangan kanannya.

"Apa kamu Euril?!" ucap Eirinka.

"Lohh, kok tahu namaku?!" Dengan wajah polos khas anak anak, dia melihat Eirinka.

"Kamu kenal dia?!" geido melirik Eirinka, begitu pula Youro.

"Tidak, tapi Ukite pernah bercerita dia bertemu dengan shinigami anak anak" ucap Eirinka.

"Loh, tau kak Ukite juga? Ahh iya, tadi dia memang disinikan?" ucap Euril.

"Jadi.. intinya dia musuh atau bukan?!" ucap Geido masih bersiap.

"Whoaa.. itu Quiver ya.." Euril tiba tiba saja berucap keras sambil menunjuk buku di dekapan Naomi.

"Ehh..!" Naomi yang mengira dia akan mengambilnya memeluknya semakin erat.

"Wahh, kakak pasti yang memegang buku kak Ukite ya, aku Euril, salam kenal" ucap anak itu sambil tersenyum lebah.

"Ehh.. heh.. i-iya" angguk Naomi masih takut.

"Kupikir awalnya aku salah dengar, apa dia memanggil Ukite kakak?!" ucap Geido bingung.

"Iya.." jawab Eirinka yang tak jauh beda dengan Geido, bingung.

"Hei aku juga punya teman manusia, bagaimana kalau kita jalan jalan bersama" ajak Euril.

"Ja-lan jalan?! Apa kamu juga bisa mengubah penampilanmu seperti Ukite?" tanya Eirinka.

"Hehh..?! Maksudnya kebentuk manusia?" tanya Euril.

Clankk..!

Pakaian shinigami Euril tiba tiba hilang beeganti dengan pakaian seperti manusia.

Euril mengenakan celana pendek kuning, dan atasan kaos biru muda. Dilehernya juga tergantung earphone, dan di kepalanya kacamata hitam turut melengkapi.

Semua yang ada disana di buat terdiam memperhatikan penampilan Euril.

"Seperti ini?" tanya Euril dengan senyum khasnya menghiasi wajah cerianya.

Di sebuah taman, terlihat ayunan mengayun dengan cepat dan tinggi.

"Owaa...!!" teriak Ukite yang menaikinya.

"Wahh.." Kaki Ukite terpeleset, alhasil diapun hatuh, namun tidak jatuh ketanah, dia tersangkut di ayunan.

"Oubbhhrahh.." Karena bagia wajahnya dibawah, diapun dipaksa mencium tanah.

"Hoo.."

Grubhh..!!

"Kenapa aku selalu jat-bruhh.." ucap Ukite memuntahkan tanah.

"Haa benar juga, apa Inagi baik baik saja ya" Ukite bangun dan duduk di tanah.

"Huhh, tapi aku mau susu.." keluh Ukite cemberut.

"Huh, mereka tega sekali.."

"Aku kesana saja lah.." Ukite berdiri, dia mengusap wajahnya membersihkan tanah yang masih nempel.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 49

Aerilyn Shilaexs
2017-02-06 17:07:23
Jiah ukite malah kabur, bukannya ada makhluk yang mirip ukite yang harus dibahas.
Leon Lockhart
2017-01-20 21:30:33
Aku juga suka Melon '-')~
Arizl Kareen
2016-09-25 03:48:11
Ternyata itu Euril... Btw, emangnya jarang ya ada shinigami kecil ?
ThE LaSt EnD
2016-08-21 12:51:37
tman kcil baru, mungkin nanti mreka akn menjadi tim pemburu iblis.
ThE LaSt EnD
2016-08-21 12:49:56
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Young G Raigha
2016-06-21 15:25:20
keren
Snow Blue
2016-03-09 14:47:36
apa hanya melon dan susu isi kepala ukite?
Watashi wa David Fox
2016-02-17 19:12:48

Wajah Jahat
2016-02-17 17:11:18
Jadi melon yang 'memabukkan' Ukite
Pillua
2016-02-17 08:45:19
Gimana ya muka polosnya ukite. Wks.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook