VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Drops Of Blood Chapter 47

2016-02-15 - Ivan96 > Drops Of Blood
239 views | 12 komentar | nilai: 10 (4 user)

Di kelasnya tampak Naomi tengah membaca buku, namun tampak dari wajahnya dia tengah memikirkan sesuatu.

"Oii.. Oii..!" teriak Ukite di depan wajahnya.

"Ahhh..!" kaget Naomi mendapatinya tiba-tiba.

"A. Ada apa?" tanya Naomi.

"Kamu tahu sabitku?" ucap Ukite.

"Ya..!"

"Apa kamu pernah memperhatikan ukiran di bagian sabitku?" tanya Ukite.

"Ee.. Tidak terlalu, ada apa?" tanya Naomi.

"Itu mantra khusus, dengar..!"

Ukite membisikan sesuatu ke telinga Naomi.

"Uhh..? A. Apa aku harus.."

"Ya, aku tidak tahu kemungkinannya, jadi.. Berjanjilah." ucap Ukite.

"T. Tapi..!"

"Bayangkan saja, dan ikuti kata hatimu." Ukite tersenyum, dia lalu duduk di kursinya.

.

Kembali kewaktu sekarang, Naomi tampak tengah menulis sesuatu pada buku Ukite dengan darahnya.

"Hh.?!" Geido yang melihatnya merasa heran dan bingung.

"Apa itu?!" Eirinka juga melihatnya.

"Itu seperti.." Youro tentu saja tau, sesuatu yang di tulis Naomi adalah simbol mantra.

Naomi lalu terdiam sesaat, dia melihat kearah Geido.

"Kenapa kau melihatku begitu, dan apa yang kau tulis itu hah!?" ucap Geido dengan nada tinggi.

"Boleh aku lihat itu..?" tanya Naomi takut takut sambil menunjuk sabit Ukite di punggung Geido.

"Heh?! Maksudmu sabit Ukite?!

"Sebenarnya apa yang ingin kau lakukan, beritahu aku?!" ucap Geido.

"Sebelumnya, saat di sekolah waktu itu, dia bilang.."

"Bila terjadi sesuatu padaku, tulis symbol ukiran itu di bukuku, dengan darahmu" bisik Ukite waktu itu.

"Symbol?!" Geido memperhatikan sabit Ukite.

"Inikah?"

"Itu mantra, tapi... mantra apa?!" tanya Eirinka.

"Gugus tiga, itu mantra kuno.." ucap Youro memperhatikan ukiran itu.

"Gugus tiga?!" Geido menatap Youro menuntut penjelasan.

"Itu mantra yang sulit, bahkan tuan Crowzan pun tak bisa memahaminya" ucap Youro.

"Setahuku, mantra jenis itu di gunakan dengan berbeda, karena itu jarang ada yang menggunakannya" ucap Eirinka.

Sementara mereka berucap penuh tanya, Naomi tengah fokus menulis di buku.

"Penulisannya tidak begitu, bahkan cara bacanyapun tak sama" ucap Youro melihat tulisan Naomi.

"Hh?!" Naomi menghentikan aktifitasnya.

"Lalu bagaimana?" tanya Geido.

"Aku juga tidak tahu, tapi setahuku itu di tulis dengan.."

"Oke, tunggu.." ucap Eirinka memotong ucapan Youro.

"Apa Ukite tidak bilang bagaimana menuliskannya?" tanya Eirinka, Naomi hanya menggelengkan kepalanya.

"Gehh... apa dia bodoh, apa gunanya bila tidak memberi tahu cara menulisnya, Ukite payah.." kesal Geido.

"Ukite tak mungkin melupakan hal sepenting itu, kecuali.. itu memang tak perlu" Eirinka menatap Naomi.

"Lanjutkan saja" ucap Eirinka.

"Ummh." angguk Naomi, namun saat hendak melanjutkan, tulisan sebelumnya hilang.

"Itu bukan tinta.. itu akan hilang bila berhenti" ucap Youro.

Drops Of Blood Chapter 47 - Kembali Hidupnya Ukite
Penulis : Ivan96

Mau tak mau, akhirnya Naomi kembali menulisnya dari awal lagi. Walau perih di tangan, namun dia terus berusaha hingga akhirnya selesai.

Semuanya menunggu tegang, tulisan itu hilang seperti terserap lembar kertas itu sendiri.

"Tak ada apa apa? Hei.. apa kamu menulisnya dengan benar?!" ucap Geido.

"Tidak, lihat.." Eirinka menunjuk halaman yang tadi, sebuah garis garis bermunculan dan mulai membentuk lingkaran sihir.

"Mantranya bereaksi.." Geido memperhatikannya dengan serius.

Slakhh..!! Slakhh..!!

Lembar lembar itu satu persatu menutup hingga akhirnya ke jilidnya.

"Bukunya menutup?!" bingung Geido.

"Ehh..?!" Naomi tampak merasakan sesuatu, buku itu terasa semakin berat di tangannya.

"Ehh..!!" Buku itupun di jatuhkannya ke kasur.

Geido maupun Eirinka menatap bingung Naomi, namun tak lama. Tiba tiba saja buku Ukite membesar.

Mereka bergerak mundur, tentu saja tempat itu hanyalah sebuah kamar.

"Bukunya?"

"Membesar?!" Geido dan Eirinka dibuat heran.

"Hei, sebenarnya itu mantra apa?!" ucap Geido.

Blakkhh..!!

Buku itu lalu terbuka bagian jilidnya diikuti lembar tiap lembarnya hingga pada halaman tengah, seseorang tampak berdiri disana.

Semuanya terdiam, berbagai pikiran begelayutan di kepala mereka begitu melihat sosok yang tak asing lagi.

"Ukite?!" gumam Eirinka.

"Dia Ukite kan?!" Geido juga tampak masih belum percaya.

"Tapi dia agak berbeda.." ucap Youro, memang rambut Ukite terlihat lebih panjang, dia juga tak mengenakan baju, jubah shinigaminya terlihat menggantung dipinggangnya.

Semuanya hanya terdiam hening untuk sementara waktu, Ukite juga tampak hanya diam dengan pandangan yang tak berubah.

"Hei.. kau Ukite asli atau bukan?!" ucap Geido.

"Aaa... aku tahu, kamu.. Eirinka.." Ukite menunjuk Eirinka.

"Dan.. aaa... ee.. kamu.. Geido" Ukite mengerakan telunjuknya kearah Geido, mereka hanya menatap bingung Ukite.

"Dan kamu adalah Naomi.." ucap Ukite dengan senyum sambil menunjuk Naomi.

"Ee... lalu kamu.. aa... eeee..." Ukite menunjuk Youro namun dia sepertinya dia tak ingat.

"Kamu siapa?" tanya Ukite dengan polosnya.

"Dia Ukite.." ucap Geido pasrah.

"Dia Youro.." ucap Eirinka memberitahu Ukite.

"Ahh ya benar, kamu Youro..." ucap Ukite.

"Ee, apa hanya aku yang berpikir kalau dia tak ingat kita?" ucap Geido.

"Mungkin sebagian ingatannya hilang" ucap Youro.

"Ukite... ta-tapi, bagaimana bisa, ee.. maksudku, kamu sudahh..." Eirinka masih terlihat bingung.

"Hmm.. mungkin..." Ukite menapakan telapak tangannya kebuku yang ia pijak.

Brakk..!!

Buku itu menghilang, namun posisinya kini di tepi tempat tidur hingga dia terpeleset dan jatuh.

"Ahh.. aduh-duhh... sakit.." Ukite memegangi kepalanya yang terbentur.

"Ee..!?" Yang lainnya hanya menatap dengan tatapan yang hampir sama, aneh.

"Kenapa kau taruh bukuku disana.." keluh Ukite.

"Ma-maaf..." ucap Naomi merasa bersalah.

"Tak ada wibawa.." celetuk Geido.

"Aku salah mengira karena dia kuat" timpal Youro.

"Tapi itu memang Ukite" ucap Eirinka juga menimpali, namun dia dengan senyum.

Ukite kini sudah berdiri, aura shinigaminya tiba tiba saja meluap.

"Hh.?!" Geido dan Youro yang merasa sudah berkata tak menyenangkan jadi merasa takut.

"Ahh.. pakaianku hilang" ucap Ukite dengan penuh kepasrahan dan kecewa.

"Itukan pakaianmu... lihat kepinggangmu..!" bentak Geido yang jadi nafsu.

"Aku tahu.." ucap Ukite yang malah tetap santai meski Geido sudah di puncang kekesalannya.

"Hh.., apa?!" bingung Geido ketika Ukite mengulurkan tangan kirinya.

"Ahh, ya aku tahu, ini..!" Geido memberikan sabit Ukite kepada Ukite.

"Tapi aku tak mengira sabitmu sangat berat" ucap Geido.

"Itu karena dia tak menerimamu" ucap Ukite yang memutar sabitnya layaknya hanya sebuah ranting kecil.

Brachh..!!

Ukite menusukan sabitnya keperutnya.

"Ahh.." jerit kecil Naomi.

Clankk..!!

Sebuah buku muncul di tangan kanan Ukite, dia lalu menggigitnya dan menepukan kedua tangannya.

Aura shinigaminya meluap dengan cepat, pakaian di pinggangnya, juga rambutnya terangkat dan berkibar seperti tertiup angin.

Di sebuah jalan, seorang shinigami anak anak tengah berjalan. Walau sedang berjalan dia terlihat sambil tetap bermain gimbot.

"Hoo.. ini aura milik kak Ukite?!" ucap anak itu menghentikan permainannya.

"Jadi kak Ukite sudah kembali ya, aku sudah lama tak bertemu dengannya"

Dourrzz..!!

Gimbotnya tiba tiba saja berbunyi, karakternya mati.

"Whaa... kenapa..?!" kagetnya.

"Apa aku lupa pilih tombol pause.."

"Padahal sudah hampir menang tadi.." ucapnya dengan ekspresi suram.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 48

Aerilyn Shilaexs
2017-02-06 17:00:15
Diluar dugaan, muncul dari buku toh, kaya iblis zeref.
Leon Lockhart
2017-01-20 21:22:38
Akhirnya Ukite kembali hidup dan ternyata aku salah mengenai shinigami kecil itu '-')
Arizl Kareen
2016-09-25 03:40:15
Hidup kembali...
ThE LaSt EnD
2016-08-21 12:35:32
mantara pemanggil ya..
ThE LaSt EnD
2016-08-21 12:34:51
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Watashi wa David Fox
2016-02-17 14:37:43
Haddeh hidup lagi, peluangku bersama Eirinka-chan menjadi 0%
Pillua
2016-02-17 07:32:05
Okaeri, Ukite.
Emerald Queen
2016-02-16 15:07:09
Shinigami dapet uang dari mana?...
Phantom Alicia
2016-02-15 21:22:40
Hahahaha anak itu rupa na bukan ukite, tapi siapa dia sebenar na? Kelihatan na mungkin murid ukite?
Pico - Pico
2016-02-15 21:08:37
ivan96 sama fundy sama ga??
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook