VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Drops Of Blood Chapter 45

2016-02-10 - Ivan96 > Drops Of Blood
218 views | 14 komentar | nilai: 10 (4 user)

Di sebuah jalan, tampak Geido tengah berjalan, langkahnya masih belum benar efek peetarungan sebelumnya.

"Siapa dia sebenarnya, jujur saja dia memang seperti Ukite, mungkin Ukite yang serius.."

"Tapi tidak, itu bukanlah Ukite.. ein miliknya juga hitam, hmm.." Dalam benaknya tiba tiba Geido teringat dengan Youro.

"Apa Ukite punya kembaran?"

"Tidak, aku tahu dia sejak awal, dan kalaupun dia punya kenapa baru muncul sekarang?!" Sambil berjalan Geido terus terusan bergumam sendiri.

Klapphh..!!

Langkah Geido tiba tiba terhenti, wajahnya tampak serius.

"Bukunya, saat itu... aku ingat, bukunya tidak menghilang" Geido mengingat kejadian saat itu, buku Ukite memang tidaklah menghilang dan masih ada di pelukan Naomi.

"Shinigami yang mati, seharusnya bukunya juga menghilang.."

"Apa yang terjadi, apa yang kulewatkan.. Crowzan menginginkan begitu sangat, dan bukunya tak menghilang walau Ukite mati, hmm.." Geido menaruh tangan kirinya disamping kepalanya.

"Jadi, apa yang dikatakan Crowzan benar, buku Ukite memang spesial, atau..."

"Arhh.. percuma saja dipikirkan, aku harus memastikannya" ucap Geido sambil mengacak ngacak rambutnya, mungkin dia sudah pada batas berpikirnya.

Drops Of Blood Chapter 45 - Suatu Yang Terlewatkan
Penulis : Ivan96

"Apa maksudmu nama Ukite belum hilang?!" ucap kaget Eirinka.

"Hmm.. biar kutunjukan.." Ereilgez mengambil sebuah buku dari balik pakaiannya, Youro sudah bersiap dengan sabitnya.

"Tenang saja, aku tak berniat menulis nama kalian" ucap Ereilgez.

"Ini juga bukan bukuku.." Ereilgez menunjukan sebuah halaman pada buku itu.

"Seharusnya disini tertulis nama Ukite bila dia masih hidup, aku sempat kaget ketika namanya tiba tiba hilang.." ucap Ereilgez, Eirinka menatap Ereilgez serius.

"Aku lalu coba pastikan dengan melihat buku milik Ryisina, kalian pasti tahu kan dewan di kursi enam belas?!"

"Nama Ukite, masihlah ada di bukunya" ucap Ereilgez.

"Dengan kata lain, Ukite belumlah mati.." ucap Ereilgez.

"Apa?!" kaget juga bingung Eirinka.

"Tapi, aku melihatnya sendiri, jiwanya menyebar saat itu!" ucap Eirinka masih belum mengerti.

"Tapi, bagaimana kamu bisa melihat buku milik dewan, kau bahkan masuk daftar hitam" ucap Youro.

"Itu mudah, tak ada yang benar benar bersih didunia ini kan?!"

"Jadi, bila Ukite masihlah hidup, dimana dia?" ucap Eirinka.

"Mungkin saja penyebab itu masih ada karena jiwa yang ada pada iblis itu kan?!" ucap Youro.

"Khee... walau jiwa Ukite terikat dengan iblis itu, itu bukanlah bagian Ukite lagi, sebelumnya nama mereka juga menghilang ketika mereka mati"

"Dan bila aku jadi kalian, aku akan ingat siapa Ukite" ucap Ereilgez, Eirinka dan Youro menatap tajam Ereilgez.

.

Di dunia manusia, tepatnya diatas genting sebuah rumah, Geido berdiri disana.

"Dia tak ada, jadi.. ugghh.. bodoh, manusia itu kan sekolah" ucap Geido.

"Geido..!" Sebuah suara terdengar memanggilnya.

"Heh?!" Geido melihatnya, namun seketika dia langsung memasang posisi siap. Ternyata yang memanggilnya Eirinka, dia datang bersama Youro.

"Ehh..! Tidak apa.. dia dipihak kita sekarang" ucap Eirinka yang sadar dengan reaksi Geido.

"Kau yakin?!" Geido menatap Youro tajam.

"Ya, aku jamin itu.." ucap Eirinka.

"Baiklah.." Geido kembali menurunkan sabitnya dan hendak pergi.

"Tunggu..!" tahan Eirinka.

"Ada hal yang ingin ku bicarakan denganmu"

"Nanti saja, ada hal yang ingin kupastikan sekarang" ucap Geido berlari pergi.

"Hey.. Ini tentang Ukite" Eirinka dan Youro ikut berlari mengejarnya.

"Ini juga tentang Ukite.." teriak Geido, dia tak sedikitpun menoleh, raut wajahnya begitu serius.

"Heh.. tentang apa?" tanya Eirinka.

"Nanti saja sekalian..!!" Geido berlari semakin cepat.

.

Di sebuah kelas, tampak keadaannya begitu kondusif, semua anak tengah fokus belajar dengan sang guru di depannya, hingga tiba tiba Geido masuk kesana.

"Ehh..!!" kaget seorang anak, tentu saja hanya Naomi yang melihatnya.

"Bagus, kutemukan kau.." ucap Geido melihat Naomi.

"A-aku.." kaget Naomi, pikirannya mulai kemana mana, dia tampak takut terlebih wajah Geido yang begitu serius.

"Kau, buku Ukite, kemana itu?!" Geido berjalan menghampiri Naomi membuatnya lebih takut.

"Hh?!" Eirinka dan Youro juga masuk, mereka tampak bingung kenapa Geido mencari Naomi.

"Bukunya, bukunya tidak hilang kan?!

"Ti-tidak.." ucap Naomi sambil menggelengkan kepalanya.

Di pihak lain, semua anak kini melihat pada Naomi, bagaimana juga Naomi berbicara, sedang mereka tak melihat Geido.

"Naomi, ada apa?!" tanya Gurunya.

"Sekarang juga kau ikut aku.." ucap Geido.

"Hh.. ta-tapi, aku masih di sekolah" ucap Naomi sambil melirik teman temannya yang menatap aneh.

"Cepat, atau kubunuh kau.." ucap Geido sambil mengangkat sabitnya.

"Naomi..!!" teriak Gurunya karena diabaikan.

"I-iya.. baiklah.." ucap Naomi, Gurunya menatap tajam Naomi.

"Bbu-u.. boleh aku ketoilet" ucap Naomi dengan suara bergetar, selaras dengan tubuhnya yang gemetar.

"Huh.. baiklah.."

Naomi segera berlari keluar setelah mendapat izin gurunya.

"Dia tak perlu meluapka aura shinigaminya seperti itu kan?" ucap Youro.

"Itu memang Geido.." ucap Eirinka, mereka lalu berjalan pergi keluar menyusul Geido dan Naomi yang sudah pergi.

Sementara diluar, Naomi dengan wajah takutnya disana menghadap Geido.

"Buku Ukite, dimana bukunya?" tanya Geido.

"Eh, itu... itu ada di rumah" ucap Naomi.

"Buku Ukite?!" Eirinka yang mendengarnya tampak bingung.

"Bukankah buku shinigami seharusnya hilang saat shinigami itu mati?" ucap Youro juga bingung.

"Itulah yang ingin kupastikan, ada yang aneh dengan semua ini"

"Sekarang, ayo ambil buku itu.." ucap Geido.

"Ta-tapi, aku masih disekolah.."

"Lupakan itu.. ini penting.." ucap Geido.

"Eghh.., tapi, ada penjaganya di gerbang" ucap Naomi.

"Aku bisa atasi itu" ucap Youro.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 46

Aerilyn Chan Kawai
2017-02-06 16:47:22
Benar apa yang kuduga, bukunya tidak menghilang.
Leon Lockhart
2017-01-20 20:38:19
Apakah Ukite akan kembali? Konfliknya semakin menarik '-')7
Arizl Kareen
2016-09-25 03:28:40
Hemm, apa Ukite menyegel jiwanya pada buku shinigaminya ?
Die And DeAth
2016-08-21 11:56:07
ukete msh hdup mungkin jiwanya msh trsegel dlm wujud iblisny
Die And DeAth
2016-08-21 11:07:32
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Luthfi D Nasib
2016-03-16 18:54:32
Aku terbawa suasana ukite masih hidup .. Apa dia menyatu dngan shinigami yg mirip dengan nya .. Atau dia sedang ada di tempat pak.tua hrouf atw dia sembunyi ditempat batu relief yg dia simpan ..
FansnyaFujiokaNagisa
2016-02-15 13:43:07
Bukunya udah aku bakar
Derry Prayoga Hanief
2016-02-11 22:16:28
Next
Shineria of Life
2016-02-11 08:11:53
misterinya.. Mkin lama makin penasaran..
Death Of Enmando 2
2016-02-10 19:57:28
numpang lewat, ama ninggal jejak "-"
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook