VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Drops Of Blood Chapter 42

2016-02-02 - Ivan96 > Drops Of Blood
322 views | 14 komentar | nilai: 10 (4 user)

Di sebuah tempat, ruangan yang sangat besar dengan deretan kursi disana. Hanya terlihat beberapa kursi yang kosong disana.

"Jadi, tentang kematian Crowzan, siapa yang telah membunuhnya?!" ucap seorang shinigami perempuan berambut orange kusam --Azaila--

"Kematiannya saat kejadian itu kan, sudah pasti pemiliknya pelakunya" ucap shinigami laki laki dengan tindik berderet di alisnya --Kazuo--

"Ergei.. kau turun kesana kan?!" ucap shinigami laki laki berambut merah terang, terlihat juga dia memiliki taring --Redic--

"Aku terlambat.." ucap Ergei datar.

"Tapi kalian benar, Crowzan memang mati.." ucapnya lagi.

"Aku sudah dapatkan informasinya.." ucap sebuah suara, seorang shinigami berjalan masuk ketempat itu.

"Pelakunya..."

.

Klapp..!! Klapp..!!

Di sebuah jalan, terlihat Naomi tengah berjalan, dia tampak murung.

"Hummm..." Naomi berhenti, dia berbalik menghadap kebelakang.

"Dia sudah tak ada.." ucap Naomi dalam hati.

"Tapi.. aku masih merasa dia ada." Naomi mengangkat kepalanya melihat kelangit.

Drops Of Blood Chapter 42 - Kesempatan
Penulis : Ivan96

Di tempat lain, di atas sebuah rumah, terlihat kotak bekas susu berserakan disana, juga beberapa yang masih isi.

"Mmhh-hmm.." Wajahnya tampak penuh sedih, namun juga tersirat kekesalan, kedua pipinya kembung mengunyah makanan.

"Hammhh.." Eirinka kembali menggigit melon di tangannya itu.

"Sepertinya kamu sedang kesal.." ucap sebuah suara.

"Hee?!" Dengan mulut penuh makanan, Eirinka menoleh. Dihadapannya kini berdiri seorang shinigami berambut hitam dengan dua sabit di pinggangnya.

"Kahumu lupanya" Eirinka kembali menggigit melonnya walau sebenarnya mulutnya masih penuh.

"Hemm.." Sejenak Youro terdiam, dia melihat makanan didekat Eirinka.

"Itu, makanan dunia manusia kan?" tanya Youro.

"Ini.." Eirinka mengunyah dulu makanannya dan menelannya.

"Iya, Ukite suka sekali makanan dunia manusia, biasanya aku memberikan ini padanya.." ucap Eirinka sambil melihat melon ditangannya.

"Tapi karena dia tak ada, jadi aku saja yang makan" Kembali Eirinka memasukan melon kemulutnya.

Youro hanya terdiam melihat Eirinka, dia sadar Eirinka masih bersedih dengan kematian Ukite.

"Jadi, kenapa kamu kesini?!" tanya Eirinka.

"Aku keluar dari pelatihan, lagipula tuan Crowzan sudah mati, jadi aku bebas" ucap Youro.

"Hum.. begitu ya.."

"Eem.. Ukite itu, dia salah satu pemegang kunci iblis kan?" tanya Youro dengan agak ragu, mungkin dia takut salah bicara.

"Iya, kenapa kau tanya itu?!" Eirinka menatap Youro tajam.

"Kamu sudah keluar kan?" Sorot mata Eirinka begitu mengerikan.

"I-iya.. ee.. maksudku, bukankah bila Ukite mati seharusnya ada iblis yang lepas?" ucap Youro penuh keterancaman.

"Iya, memang benar... tapi aku tak peduli, terserah mau apapun yang terjadi dengan dunia shinigami" ucap Eirinka.

"Iblis itu tak memiliki tubuh, mantranya menyatu dengan jiwa Ukite kan?"

"Kupikir begitu.." jawab Eirinka cuek.

"Itu berarti, ada bagian Ukite pada iblis itu... mungkinkah, bila iblis itu mati, mantranya bisa dibalik?!"

"Ee?!" Kali ini Eirinka menoleh, dia menatap serius Youro.

"Apa maksudmu?!"

"Ee.. maksudku, mungkinkah bila Ukite bisa bangkit lagi?!" ucap Youro.

"Apa menurutmu itu mungkin, Ukite tak terikat padanya kan?!" Eirinka masih belum yakin, namun dia masih antusias.

"Hmm.. aku tak yakin bisa, tapi.. aku yakin masih ada bagian Ukite pada iblis itu" ucap Youro.

"Lalu, bagaimana cara membaliknya, apa hanya harus membunuhnya?"

"Seharusnya begitu, selama Ukite masih punya kesadarannya" ucap Youro.

Perlahan, sebuah senyum terukir indah di wajah Eirinka.

"Terima kasih, kau sangat membantu... walau kemungkinannya kecil, tapi harus dicoba" ucap Eirinka penuh tekad.

"Jadi, dimana sekarang iblis itu?" Eirinka berdiri.

"Emm.. kemungkinan dia masih di dunia shinigami, karena tubuhnya hanya berupa jiwa" ucap Youro.

"Tapi.. mengalahkannya pasti takan mudah, kudengar dulu dunia shinigami sampai kacau hanya karenanya" ucap Youro.

"Aku tak peduli, kesempatan ini takan kuabaikan, akan kubunuh iblis itu.." Eirinka mengangkat sabitnya.

"Hmm.. apa boleh aku membantu, aku juga waktu itu terlibatkan?!" ucap Youro pelan, dia tampaknya masih takut dengan Eirinka.

"Ehh..?! Ya, tentu saja.. itu pasti akan membuatnya jadi lebih mudah" ucap Eirinka dengan senyum senangnya.

.

Di suatu tempat, sebuah tempat minum, tampak Geido tengah duduk sendiri di pojokan, sabit putih milok Ukite juga ia bawa di punggungnya.

"Konyol.. kau malah mati seperti itu.." Geido menenggak minuman dari botolnya langsung.

"Hei, kalian sudah tahu Crowzan mati?!"

"Ya, tentu saja, itu sudah lama, apa kau baru tahu.. payah.."

"Bukan itu maksudku, katanya pelakunya sudah di pastikan, dia Ukite"

"Ukite, sudah kuduga, aku tahu aura dingin itu" Tiga orang shinigami di meja lain tampak tengah membicarakan kematian Crowzan.

"Dia pasti akan disidang, tapi jujur saja aku tak menyangka dia akan melanggar hukum, ya.. dia memang aneh, sikap dan pribadinya juga.. tapi dia sangat loyal"

"Tapi dia menghilang, belum ada yang tahu keberadaannya"

"Ya tentu saja dia sembunyi"

Brakk..!!

Geido tiba tiba saja memukul mejanya, tatapannya tajam menatap mereka.

"Jangan bicara seolah kalian tahu sesuatu tentangnya..!" ucap Geido, dia tampak mengerikan.

"Hehh.. siapa kau, apa masalahmu?!" ucap salah seorang dari mereka.

"Hei, itu Geido.." ucap temannya.

"Geido siapa?!"

"Aku pernah dengar namanya, dia selalu bersaing dengan Ukite, terakhir mereka bertarung selama tiga hari, tapi kudengar dia kalah"

Darrdd..!!

Meja tempat mereka hancur jadi serpihan, Geido sudah berdiri di tempat meja itu sebelumnya.

"Hei..!" protes mereka, namun Geido tak memperdulikannya dia malah mengayunkan sabitnya pada salah seorang di depannya.

Dankk..!!

"Aghhh..!!" shinigami itu mampu menahannya, namun dia tampak kesulitan hingga ujung mata sabitnya mengenai pundaknya.

"Menjauh darinya.."

"Hyahh..!" Dua teman shinigami itu mengayunkan sabitnya dari kanan kiri Geido.

Drapp..!!

Geido menghindarinya dengan melompat, tak hanya itu, dia lalu menendang sabitnya kebawah hingga menusuk shinigami tadi lebih dalam.

"Arhh..!!" erang shinigami itu kesakitan.

Geido kembali mendarat, dia lalu menarik sabitnya dan kemudian diayunkannya memenggal shinigami tadi.

"Ehh..!!" kaget dua temannya menjauh.

"Bicara lagi tentang Ukite, akan kubunuh kalian..!!" ucap Geido dengan tatapan mengerikan.

"Hh.. perasaan ini?!" Geido mengalihkan pandangannya kearah pinti.

Aura yang cukup pekat dapat Geido rasakan. Derap derap langkar terdengah memasuki tempat itu.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 43

Aerilyn Shilaexs
2017-02-06 16:27:46
Wah eirinka melampiaskan kesedihannya dengan makan banyak, awas nanti gendut loh.
Vero19
2017-01-20 20:16:38
Yang datang itu iblis?
Arizl Kareen
2016-09-25 03:11:17
Siapa lg yg datang ?
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2016-08-21 07:12:55
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Davies Wryngearspeed
2016-02-13 13:01:42
Eirinka-chan ukitekan dah mati? Sekarang pasti Ukite ada dineraka
Allupi
2016-02-06 08:30:52
Kira-kira Ukite ke mana ya....
One For All
2016-02-03 16:06:01
next . Ceritanya kerenn
Priest
2016-02-03 09:51:58
sangar
Shineria of Life
2016-02-03 08:55:04
paragraf akhirnya ada tiponya.. Nunggu ukitenya bankit lgi aja zt.. =_=
Phantom Alicia
2016-02-02 21:40:42
.Dewan datang kah? Kelihatan na kalau bukan dewan pasti Eirinka.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook