VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 41

2016-02-01 - Ivan96 > Drops Of Blood
264 views | 16 komentar | nilai: 10 (4 user)



Dengan hati penuh yakin, yakin bahwa kesempatan masih ada di pihaknya, Crowzan menatap Ukite penuh keangkuhan.

"Aku hanya perlu menulis tuntutannya" ucap Ukite dengn santainya, namun dia tetap serius.

"Kau bodoh, kau harusnya menghukum manusia bukan shinigami, membunuh shinigami itu dilarang, apa kau belum tahu itu!?"

"Tugasku menghukum para pendosa, tak ada aturan yang menuliskan aku hanya boleh menghukum manusia kan?! Dan, apakah menuntutmu itu salahˇ­"

"Membunuh shinigami itu dilarang, tapi tak ada larangan menuntutnya" ucap Ukite mengayunkan sabit Crowzan memotong tangan kanannya.

"Arrhhh...!!" erang Crowzan, kali ini tangannya yang terpotong hancur jadi abu dan lenyap.

"Kauu... aku adalah dewan, kau akan dihukum berat karena melukaiku!" teriak Crowzan.

"Aku terima itu..." Ukite memposisikan mata sabitnya dipundak Crowzan.

"Kauu... kau gila... kau dalam masalah shinigami rendah-harrrhh.." Ukite menusukan sabitnya perlahan membuat Crowzan mengerang kesakitan.

"Apa yang kamu harapkan? Lolos dengan ini?!" Ukite menusukan semakin dalam.

"Kharrrhhh..!" teriakan Crowzan semakin keras saja.

"Ukite... kau tidak akan lolos dari ini, lakukan saja... bunuh aku, dewan akan menyidangmu karena membunuh shinigami..!!" tantang Crowzan.

"Aku tak khawatir itu.." Ukite menarik sabitnya dan kini dia posisikan di depan wajah Crowzan, sedang sabit Crowzan di belakang lehernya.

"Ka-kau.." Crowzan teramat kaget, Ukite tak sedikitpun masuk dalam muslihatnya.

"Kau sungguh akan membunuhku.." ucap Crowzan dengan suara bergetar, dia sudah begitu takut, terlebih tak sedikitpun ekspresi Ukite berubah.

"Aku sudah pernah melakukannya.." ucap Ukite.

"Kau.. heyy.. aku seorang dewan, kau.. kau tak bisa membunuhku!" Crowzan semakin panik saja.

"Ukite.. Ukite... Ukite..." teriak Crowzan semakin keras, tubuhnya semakin gemetar, matanya melotot dengan rasa takutnya.

Battss...!!

Ukite menarik sabit Crowzan hingga benar benar memutus lehernya. Tubuh Crowzan yang sudah terpisah seperti terbakar bara api dan mengubahnya jadi abu.

Drops Of Blood Chapter 41 - Perpisahan
Penulis : Ivan96

"Apa dia mati?" ucap Geido.

"Kupikir iya.." ucap Eirinka.

Clankkk..!!

Sabit Crowzan menghilang dari tangan kiri Ukite.

"Sudah selesai.." gumam Ukite, sabitnya menghilang berganti jadi pulpen di tangan kanannya. Ukite lalu menuliskan sesuatu di tangan kirinya.

"Kau berhasil Ukite..!" ucap Geido, dia dan Eirinka berjalan menghampiri Ukite.

"Yahh.." Ukite memutar tubuhnya berbalik, walau dia senyum, Ukite seperti tak senang karwna itu.

"Ada apa?!" bingung Geido.

"Hh.?!" Geido juga menyadari sesuatu, dia menatap Eirinka yang terdiam.

"Apa?!" Geido kembali mengalihkan pandangannya pada Ukite.

"Tubuhmu.. apa yang terjadi?!" ucap Eirinka khawatir, tubuh Ukite terlihat menghamburkan cahaya.

"Kau.. memudar?!" Geido juga menyadarinya.

"Jangan jangan... tadi itu.. kamu benar benar..." Eirinka menatap Ukite begitu kaget, juga khawatir.

"Iya, aku masih hidup karena mantra pengikatnya masih menahan jiwaku, tapi... kupikir ini sudah waktunya" ucap Ukite.

"Apa.. ta-tapi... kamu masih bisa gunakan mantra itu lagi kan?!" ucap Eirinka penuh harap.

"Itu tak sesederhana kedengarannya, mantra itu mengikat dengan jiwaku, aku membuatnya dengan sisa yang kumiliki, tapi... sekarang sudah hancur" ucap Ukite.

"Heii.. kau bercanda kan... kau tidak benar benar kan?!" ucap Geido.

Jrankk..!!

Ukite melemparkan sabitnya hingga menancap di depan Geido.

"Tolong jaga temanku saat aku tak ada ya!" ucap Ukite.

"Apa, jangan seenaknya... kau tidak mungkin mati seperti ini kan!" teriak Geido.

"Kau, kau tidak bisa mati bila lawanmu masih hidupkan?! Ambil sabitmu... Ayo kita bertarung..!" teriak Geido tak terima.

"Kau.. cepat ambil sabitmu..!!" teriak Geido semakin keras.

"Ukite, kamu pasti punya cara kan, kamu selalu punya cara, apa saja.." Eirinka sudah begitu berat menahan tangis.

"Sebenarnya, sejak sebelum ini dimulai, aku sudah tak mungkin untuk bertarung, bahkan pak tua Ranouf sudah memperingatiku..." ucap Ukite, cahaya yang keluar dari tubuhnya semakin banyak.

"Hhmmm.." Ukite melihat kearah Naomi yang sejak tadi terdiam hanya melihat dari jauh.

"Aku menolaknya.. aku tak mau membuang hidupku" Ukite tersenyum.

"Ukite.." Eirinka tak bisa lagi menahan air matanya.

"Ehh.. jangan menangis, kamu membuatku takut" ucap Ukite.

"Hikkss... Ukite.., kumohon lakukan apa saja, kamu.. kamu tak boleh mati..!" Eirinka memukul mukul tubuh Ukite, memohon dengan segala harapnya, air matanya mengalir dengan derasnya.

"Eirinka...! Maafkan aku, tapi untuk kali ini, aku tak bisa"

"Ehh?!" Eirinka menatap Ukite, tatapan penuh kesedihan, pandangan yang takut kehilangan.

"Ukite.." Eirinka mencengkram erat pakaian Ukite.

"Aku... menyukaimu.."

"Aku.. aku... sejak awal, kamu selalu.."

"Terima kasih.." ucap Ukite memotong ucapan Eirinka.

"Aku senang kamu menyukaiku" Ukite tersenyum tulus, perlahan senyum itu mulai pudar.

Perlahan bibir mereka bersentuhan, dan bersamaan dengan itu tubuh Ukite benar benar menghilang jadi cahaya.

Kreettt...!!

Geido mengepalkan erat tangannya, dia bersedih, namun juga menyimpan kekesalan tersendiri pada dirinya.

"Ukite..." Eirinka menundukan wajahnya, tubuhnya terbalut aura biru dan ungu berkobar begitu mengerikan.

Awan dilangit berputar dengan kilat merah menyambar nyambar.

"Aku, kalau saja aku lebih kuat, Ukite pasti tidak harus.."

"Ukite... Dia mungkin sekarang masih.."

Kltarr..!! Tarr..!! Jdarr..!!

Kilatan kilatan petir merah juga terlihat disekitar Eirinka.

"Apa ini, gawat..." pikir Geido.

"Dia begitu terpukul kehilangan Ukite tuk kedua kalinya..." pikir Geido.

Retakan terlihat di udara sekitar Eirinka, semakin banyak seiring aura mengerikan Eirinka yang semakin besar.

"Tidak sebesar Ukite, tapi... apa itu retakan?" Geido semakin panik.

"Tenanglah Eirinka.., kau tidak salah.." ucap Geido.

"Aku yang bodoh, seharusnya aku sadari itu sejak awal, aku mungkin akan mencegahnya bertarung" ucap Geido, dia mencengkram erat sabit di tangannya.

"Ukite bodoh, kenapa dia selalu menantang takdir" kesal, marah, sedih, juga kecewa tak bisa lakukan apapun dirasakan Geido.

"Ini sudah selesai, tapi... Ukite tetap teman kita"

"Heii... kau bisa jaga rahasia, jangan katakan ini pada siapapun" ternyata Geido tak bisa menahan dirinya, air matanya juga menetes.

"Ukite.." Eirinka mengepalkan tangannya erat.

"Hyaahhh...!!" teriak Eirinka keras, dia ingin melepaskan semuanya, sedihnya, kemarahannya, dia lepaskan dengan teriakannya.

.

Dari jauh, tampak diatas salah satu bangunan, shinigami berambut biru. Ergei tengah memperhatikan keadaan disana.

"Ukite.." Ergei tampak menutup mata kirinya dengan tangan kiri.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 42

Bocah Redoks
2017-02-13 16:11:35
Entar jg kembali hidup si ukite
Aerilyn Shilaexs
2017-02-06 16:20:46
Buku dan sabitnya enggak ikut menghilang yah.
Leon Lockhart
2017-01-20 20:07:59
Ukite bakalan hidup kembali '-')
Arizl Kareen
2016-09-25 03:05:51
Hemm.... ku tunggu kebangkitan ukite... untuk memperbaiki dunia shinigami yg rusak
METABEE
2016-09-10 15:20:23
Ukite mw jalan jalan k soul society dulu ,
ThE LaSt EnD
2016-08-21 07:13:33
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Lord Athem
2016-03-08 16:39:03
Bawah saya fans beratnya Eirinka-cwan . .
David von Riessfeld
2016-02-11 08:59:25
Yey Ukite mati lagi... Aku masih punya kesempatan untuk membuat Eirinka-chan jatuh cinta kepadaku
Phantom Alicia
2016-02-02 08:25:58
Cerita ini jadi tambah geregetan baca na..
Kiosuke
2016-02-01 23:17:52
:'v
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook