VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 40

2016-01-30 - Ivan96 > Drops Of Blood
275 views | 17 komentar | nilai: 10 (4 user)

Klapph..!! Klapph..!!

Langkah demi langkah, Ukite terus berjalan mendekati Crowzan.

"Hmm..!!" Ukite mengangkat sabitnya hendak mengayunkan sabitnya.

Roahkk..!! Roahkk..!!

Tubuh Crowzan tiba tiba saja berhamburan jadi puluhan gagak. Tiap gagak gagak itu kemudian berubah jadi Crowzan.

"Kau pikir sudah menang?!"

Wusshh..!!

Serentak, puluhan Crowzan itu melesat cepat kearah Ukite.

"Mati kau..!!" Beberapa Crowzan Mengayunkan sabitnya dari berbagai arah.

Bratthh...!! Bratthh..!!

Gerakan Ukite begitu cepat, satu persatu dari mereka mulai hilang.

"Hh?!" heran yang menyerang tadi, mereka jelas kehilangan Ukite.

Bratthh..!!

Dalam satu ayunan sabitnya, beberapa Crowzan dijatuhkan.

"Menyerang secara brutal, tapi kau tak memikirkan individualnya" ucap Ukite, dua orang Crowzan tampak mengayunkan sabitnya dari belakang Ukite.

"Hmm..!" Ukite bergerak kedepang menghindari serangan itu, dia lalu berputar mengayunkan sabitnya memotong mereka.

Tanpa di duga, salah satu gagak diam diam terbang kearah Naomi.

"Tapi, itu cukup membuat dirimu sibuk untuk sesaat kan?!" ucap Crowzan yang kini sudah menodongkan sabitnya pada Naomi.

"U-kite..!" Naomi sudah begitu ketakutan.

"Cihh.. dasar licik..!" kesal Geido.

"Sekarang.. jatuhkan sabitmu..!"
perintah Crowzan.

"Girst, dia temanku.. aku takan melepaskannya" ucap Ukite, dia berjalan kearah Crowzan dengan tenangnya.

"Berhenti.. apa kau tak lihat, aku akan membunuhnya!" Crowzan menodongkan sabitnya semakin dekat pada Naomi.

Drops Of Blood Chapter 40 - Kelemahan
Penulis : Ivan96

"Kupikir kau menulis namanya.."

"Jadi, itu bila kau ingin membuang mode judgristmu?! Ukite tiba tiba saja sudah di belakang Crowzan.

Bratthh...!!

Ukite mengayunkan sabitnya memotong tangan kanan Crowzan.

"Garrhh...!" erang Crowzan.

"Kamu tidak apa, Naomi?!" Ukite menatap Naomi.

"Umm.. i-iya.." angguk Naomi.

"Jangan pikir ini sudah berakhir.." Crowzan mengambil sabitnya dengan tangan kiri dan melayang mundur.

"Lihatlah kesana..." ucap Crowzan, tampak dua Crowzan tengah menodongkan sabitnya pada Eirinka dan Geido.

"Jangan melawan, atau dia akan mati" ucap Crowzan yang mengancam Eirinka.

"Geido.." gumam Eirinka.

"Lupakan aku, bunuh saja mereka!" ucap Geido.

"Mereka, aku bisa membunuh mereka kapanpun" ucap Crowzan.

"Hehh..?!" Crowzan menoleh kebelakang, dia begitu kaget ketika ular keluar dari tubuh Crowzan yang menahan Eirinka dan melilitnya hingga hancur, begitu pula dengan yang menahan Geido.

"Apa.. apa itu?!" bingung Crowzan.

Bratthh..!!

Serangan tiba tiba Ukite membuat perut Crowzan sobek.

"Arrhhh." erang Crowzan kesakitan.

Bratthh..!! Bratthh..!!

Berulang kali, Ukite mengayunkan sabitnya menyobek tubuh Crowzan.

"Guarr-rahhh.." teriakan teriakan Crowzan terus terdengar keras.

"Khah...!! Hahhh..." Crowzan sudah terkapar lemas dengan tubuh rusaknya.

Crabbbss..!!

Ukite menusuk kepala Crowzan dengan mata sabitnya. Kali ini tubuh Crowzan kembali hancur jadi asap, dia kemudian muncul di udara.

"Harrhh-haahh.. apa sebenarnya itu, mantranya gagal.." gumam Crowzan.

"Bila itu tak bisa melukainya, bagaimana aku harus menyerangnya" pikir Crowzan.

"Dia sudah membunuh banyak burung gagakku, kesempatanku hanya menyerangnya langsung, tapi... kecepatannya ada diatasku" Crowzan terus berpikir keras mencari cara menghadapi Ukite.

"Hh?!" Pandangan Crowzan tiba tiba saja berubah tajam menatap Ukite yang masih berdiri diam.

"Dia belum menyerangku lagi.. dia ada di atas angin saat ini, aneh dia menunggu gerakanku.. Ehh... mungkinkah?!"

"Ada apa Ukite, kau terlalu berhati hati..."

"Kau tak berani menyerang lebih dulu, atau.. kau tak bisa.." Crowzan menatap Ukite dengan tatapan penuh kelicikan.

"Ahh.. benar, Ukite tidak bisa gunakan mantra dasar" kaget juga khawatir Eirinka.

"Hahahaa.. jadi benar, kau tak bisa terbang?!"

"Gyahahahaa... sungguh konyol, seorang dengan kekuatan besar seperti itu tak bisa menggunakan mantra yang sangat sangat mudah" Kepercayaan diri Crowzan mulai kembali.

"Ssial, dia mengetahui kelemahan Ukite.." Geido tampak berusaha bangun.

"Gyahahahaa... sekarang, apa gunanya kekuatan besar, bila kau tak bisa menyentuhku?!" ucap Crowzan begitu lantang.

"Gyahahahaa-ehh.?!" Di tengah tawanya yang kegirangan, tiba tiba saja dia merasakan sesuatu.

"A-apa ini?!" Crowzan memegangi perutnya.

"Ehh-rahh..." Kepala ular tampak keluar, ular itu lalu melilit tubuh Crowzan.

"Kharhh.. apa ini?! Ehh.. aku tahu, ini ilusi, kau licik.. dasar pengecut..!"

"Garrhh...!!" teriak Crowzan ketika ular besar itu menggigit lehernya.

"Aku memang tak bisa terbang.."

Battss..!!

Ukite melemparkan sabitnya hingga menusuk dada Crowzan.

"Herggrahh.. sialan, kau Ukite..!!

"Tapi aku bisa melompat..!" ucap Ukite yang kini sudah dihadapan Crowzan, dia lalu meraih sabitnya dan menghempaskan tubuh Crowzan hingga jatuh dengan tubuh sobek.

"Arghh..!"

"U-kite..." Walau tubuhnya sudah terluka parah Crowzan masih bisa berdiri, ular yang sebelumnya melilitnyapun telah hilang.

"Sebenarnya, aku juga tidak suka menggunakan ilusi, tapi ilusi Rindy itu berbeda.."

"Ilusinya ada diantara ruang nyata dan palsu, mati dalam ilusinya sama saja mati di dunia nyata..."

"Aku hanya membaliknya, kenyataan dunia ini adalah ilusi, dan ilusiku itu nyata.." ucap Ukite.

"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, cihh.. sejak tadi kau bilang Rindy, siapa dia aku tak kenal..!!" ucap Crowzan.

"Tentu saja, memang siapa kamu?! ucap Ukite yang tiba tiba muncul dihadapan Crowzan mengayunkan sabitnya.

Dankk..!!

Crowzan tampak terjengkang hampir jatuh, sabitnya tampak
melesat jauh keudara.

"Hehh..?!" Crowzan langsung melesat terbang hendak menggapainya, namun Ukite tiba tiba muncul diatasnya dan menjadikannya tumpuan untuk melompat.

"Gahhh..!" Crowzan jatuh dengan keras kepermukaan.

Klapph..!!

Ukite kembali mendarat, dia membawa sabit Crowzan di tangan kirinya.

"Ada apa, kau begitu takut kehilangan sabitmu?!" Ukite memasang senyum tanpa arti.

"Aku tahu, alasan kenapa kau tak bisa dibunuh adalah karena jiwamu ada pada sabitmu kan?" Ukite berjalan perlahan mendekati Crowzan.

"Kau begitu takut saat sabitmu terlepas dari tanganmu, tapi.. sebenarnya kau takut, karena hanya sabitmu yang bisa melukaimu"

"Hehh.. ba-bagaimana kau tahu sebanyak itu..?!" ucap Crowzan kaget, dia tampak begitu ketakutan.

"Apa?! Padahal aku sudah dapatkan sabitnya sebelumnya, siall.. aku tak memikirkan itu" kesal Geido.

"Jadi.. itu kelemahannya?!" gumam Eirinka.

"Sebenarnya kita sama, bila bukan karena sebuah mantra, kita mungkin sudah mati sejak lama, ahh iya, kau memang mati yah-hahaa.. " ucap Ukite dengan wajah polos santainya.

"Aku ingat, kamu tertawa karena Geido jatuh karena mantranya sendiri, ironis sekali.."

"Ee.. sebenarnya aku juga tak yakin sih artinya apa ironis itu... hehee.."

"Hey.. tapi lihat, kau juga jadi sepertinya, jatuh karena senjatamu.."

Ukite mengangkat sabit Crowzan, wajah santainya kembali serius.

"Kau ingin membunuhku, kau akan dapat masalah karena membunuh shinigami" ucap Crowzan penuh kelicikan.

"Dewan akan menyidangmu..!" ucap Crowzan penuh ancaman.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 41

Bocah Redoks
2017-02-13 15:57:11
Sidang dewan ? Apa ukite peduli hal seperti itu
Aerilyn Shilaexs
2017-02-06 16:12:27
Crowzan itu sebenarnya sangat lemah, buktinya ia terbunuh berulang kali.
Leon Lockhart
2017-01-19 20:50:37
Apakah Crow akan terbunuh? '-')
Arizl Kareen
2016-09-25 02:58:34
Apa Ukite akan membunuh Crowzan ?
ThE LaSt EnD
2016-08-21 07:06:08
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
ThE LaSt EnD
2016-08-21 07:05:42
craw jg takut akhrnya..
Lord Athem
2016-03-08 16:33:37
Komentar. . . Bunuh bunuh bunuh.
Lyokovich the Death
2016-02-11 07:32:30
Bunuh dia bunuh! Finnish!! Horee pemenangnya Ukite
Snow Blue
2016-02-06 09:29:49
seru
Kiosuke
2016-01-31 19:48:23
Kapan lagee nihh
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook