VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Drops Of Blood Chapter 38

2016-01-27 - Ivan96 > Drops Of Blood
249 views | 18 komentar | nilai: 9.8 (5 user)



"Ghahh-harhh... hahh-harrhh..!!" Crowzan terlihat muncul beberapa meter di depan Eirinka, nafasnya memburu tak beraturan.

"Ssh-sialann.. mantra apa sebenarnya itu, aku merasakan sakit disekujur tubuhku!?" gumam Crowzan.

"Luka fisikku sudah hilang, tapi rasa sakitnya... tubuhku masih merasakannya." Crowzan berusaha menegakan kembali berdirinya.

"Tapi, kali ini kaulah yang akan jatuh..!" Crowzan melesat cepat kearah Eirinka, di mengayunkan sabitnya hendak menyerang Eirinka.

Eirinka yang melihat kini memposisikan sabitnya hendak menahannya, namun sesuatu tampak terjadi dengan sabit Crowzan.

"Kena kau..!"

Bracchh..!!

Sabit Crowzan menembus sabit Eirinka layaknya asap dan kini sabitnya telah berhasil mengenai dada Eirinka.

"Kau tahu aku duduk di kursi dewan, tapi kau masih meremehkanku.." Crowzan menarik sabitnya dari tubuh Eirinka.

"Eghhh..!" Eirinka memegangi dadanya.

"Kau harusnya tahu, aku yang ada di mode judgrist tak mungkin kau hadapi..!" Crowzan mengayunkan sabitnya hendak menyelesaikannya.

Bratthh..!!

Tubuh Crowzan tiba tiba saja terpotong, Crowzan maupun Eirinka tampak kaget.

"Kau lupa, siapa yang kau bunuh.. dia rivalku..!" ucap Geido, ternyata dialah yang melakukannya.

"Gei-do..!!?" gumam Eirinka.

"Kau berisik.. mengganggu saja!"

Bratthh..!!

Sebagian dada Crowzan sobek, cahaya berhamburan dari tubuhnya yang jatuh.

"Geido..!!" teriak Eirinka.

"Hehhh.. sekarang giliranmu!" Crowzan mengarahkan pandangannya pada Eirinka.

Drops Of Blood Chapter 38 - Kebangkitan Ukite
Penulis : Ivan96

"K-kau..." Di dalam benak Eirinka, muncul ingatan saat Crowzan memenggal Ukite.

"Sekarang.. tidak lagi..!" Tatapan Eirinka yang sebelumnya seperti tanpa ada hapan, kini berubah iadi tatapan penuh kemarahan.

"Sudah cukup, Eirinka..!" ucap sebuah suara, seketika semua terdiam.

"Suara ini..!?" batin Eirinka.

"Apa aku sudah hampir mati, aku mendengar suaranya" pikir Geido.

Livia hanya terdiam tanpa komentar, dia tampak begitu kaget.

"Ee.. U.. Ukite..?!" Naomi juga menunjukan wajah kagetnya.

"Ukite..?!" Crowzan menatap tajam pada sosok shinigami di belakang Eirinka.

"Ukite?!" Eirinka membalikan tubuhnya.

"Maaf yah, kamu jadi terlibat dengan ini.." Ukite berjalan kedepan Eirinka.

"Itu.. benar dirimu?!" Dengan sisa kesadarannya Geido berusaha melihat sosok Ukite.

"Kamu tidak apa, Geido?" tanya Ukite.

"Apa kau mengejekku, kau bisa melihatnya kan?!" kesal Geido.

"Ukite... Ta-tapi bagaimana bisa, kau sudah mati.. ma-maksudku, kamu tadi benar benar.." Eirinka tampak masih bingung walau jelas dia juga senang.

"Yahh.. itu kesalahan, aku hanya belum bisa menyesuaikan diriku dengan mantranya" ucap Ukite sambil garuk garuk kepala.

"Ya, lagipula masih ada yang harus kuselesaikan bukan?!" Ukite kembali serius, dia menatap Crowzan tajam.

"Seharusnya kau tetap mati saja, kau hidup kembali hanya akan merasakan mati lagi" ucap Crowzan.

"Sungguh... ya itu tak masalah, tapi kali ini aku ingin biarkan kamu dulu yang kesana" ucap Ukite, aura shinigaminya mulai naik.

Awalnya Crowzan hanya menatap santai, namun sorot matanya mulai berubah, aura shinigami Ukite terus meluap lebih besar.

"Kali ini dia serius.." gumam Geido.

"Ehh..!?" Crowzan melayang mundur menjaga jarak, dia sadar luapan kekuatan Ukite hampir menyamai miliknya ketika di mode biasanya.

"Apa ini, luapan aura shinigaminya terus meningkat?!" pikir Crowzan.

Luapan aura shinigami Ukite terus saja meluap, bahkan jauh melebihi milik Crowzan di mode biasa.

Clankkk...!!

Di tengah luapannya yang terus naik, pakaian shinigami Ukite berubah jadi jubah besar berwarna putih.

"Ahh..!!" Tentu saja hal ini membuat kaget Crowzan, bahkan Eirinka dan Geido pun.

"Mu-mustahil..!!" Crowzan tak bisa menyangkalnya kalau dia juga merasakan takut.

Aura shinigami Ukite jauh melewati Crowzan saat ini, langit dan sekitarnyapun tampak berubah, warna seolah mati, yang terlihat hanyalah hitam dan putih.

.

"Udaranya dingin, aku jadi merinding"

"Iya.. bulu kudukku rasanya berdiri" Walau mereka yang tak melihat Ukite tak melihat keanehan dengan kotanya, namun jelas Mereka merasakan sesuatu.

.

"Oaa-oaaa..."

"Cupp cup cupph, ibu disini sayang" Seorang ibu tampak tengah menenangkan anaknya yang terus menangis.

.

Goarrhh...!!

Tak hanya manusia, hewan hewan di kebun binatang juga tak bisa diam, mereka ketakutan.

"Ada apa dengan mereka, mereka jadi liar..!"

"Mungkin ada sesuatu yang membuat mereka takut"

.

Diatas sebuah bangunan, sosok shinigami tampak berdiri disana.

"Ini, perasaan ini, seperti waktu itu" gumam Heirigrim.

"Shinigami Ukite.."

Tak hanya di dunia manusia, luapan aura shinigami Ukite juga tampaknya sampai kedunia shinigami.

"Kau merasakannya, begitu dingin.."

"Ya.. apa ada pertarungan besar diluar sana ya?"

"Entah, tapi kupikir aku pernah merasakannya" ucap para shinigami di sebuah bar.

Disalah satu meja di pojok ruangan, tampak seorang shinigami disana, tangannya tampak gemetar.

"Ini miliknya.." gumam shinigami dengan topeng bolong bolong.

.

Di atap salah satu bangunan di dunia shinigami, Reiny tampak berdiri disana, di tangannya dia membawa sebuah buku.

"Ukite..!" Reiny menatap gelapnya langit dunia shinigami.

Di tempat lain di kediaman Ranouf, terlihat dirinya tengah terdiam menatap cangkir minuman di mejanya.

"Sepertinya, Rindy memberimu sesuatu ya, Ukite" ucap Ranouf, di kursi lain, terlihat pula Sitera yang masih tertidur.

.

"Ini bukan milik salah satu dewan kan?!" ucap seorang shinigami dengan rambut hitam panjang.

"Bukan, aku tak mengenalinya" ucap shinigami berambut coklat menutupi mata kirinya.

Disalah satu kursi dewan, tampak seorang shinigami berambut biru dengan mata hijau di kanan dan merah di kiri.

"Tuan Aerhao..!" Shinigami itu berdiri dan menghadap kebelakang.

"Saya mohon izin untuk melihatnya" ucap Ergei.

Sejenak shinigami yang duduk dibarisan paling atas itu memandang Ergei, selain pakaiannya yang besar juga menutupi kepalanya, tak ada yang mencolok darinya.

"Diizinkan..!" ucap Aerhao.

"Terima kasih tuan.."

Kembali ketempat Ukite, luapan aura shinigami masih tampak meluap tak surut surut.

"Hmm.." Ukite menundukan kepalanya kemudian mengangkatnya kembali hingga penutup kepalanya sedikit terbuka.

"Haarhh... lagi lagi pakaianku begini, aku tidak suka modelnya.." keluh Ukite.

"Yaa, tapi aku tetep keren kan?!" ucap Ukite dengan wajah polos santainya.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 39

SHiniGami GhoUL
2017-02-07 00:19:49
Jubah putih dengan tudung... Waahh, aku membayangkan Ukite yang terlihat cool...
Aerilyn Chan Kawai
2017-02-06 15:58:28
Wah aura nya luar biasa sampai bisa dirasakan dimana-mana.
Leon Lockhart
2017-01-19 20:34:51
Pertarungan Ukite dan Crow sebentar lagi akan di mulai '-')/
Arizl Kareen
2016-09-25 02:45:47
Hahaha.... abis keren2, Ukite ngomongnya gitu banget.
Zunuya Rajaf
2016-08-20 23:50:30
kejutan ukete.
Zunuya Rajaf
2016-08-20 23:50:02
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Derry Prayoga Hanief
2016-04-03 12:03:09
komen dulu
Kikko Y Azukiela
2016-03-08 16:08:00
jiah malah ngurusin model pakaian. . .
Emerald Queen
2016-02-16 11:47:52
Ee... ukite keren
FansnyaFujiokaNagisa
2016-02-10 14:24:59
Hadduh kenapa bangkit lagi si Ukite.. Eirinka-chanku aku akan semakin jauh menggapaimu
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook