VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 37

2016-01-26 - Ivan96 > Drops Of Blood
265 views | 16 komentar | nilai: 10 (3 user)

Asap asap hitam terlihat membentuk tubuh Crowzan, kali ini tak secepat biasanya.

"Hahh... hahhh.. mantra macam apa itu!" Crowzan tampak masih menahan sakit.

Dihadapannya, Eirinka dengan aura yang meluap luap tampak berdiri tegak tanpa ekspresi, dia tampak seperti seorang yang depresi.

"Hee..!!" Crowzan yang menyadarinya tampak tersenyum licik.

"Ukite..!"

"Hmm.. ini manis.." muncul ingatan ketika Ukite tengah makan buah di kepala Eirinka.

"Hahahaa... Ini untuku?!" juga ketika Ukite begitu senang saat Eirinka memberinya memberinya gantungan tengkorak.

"Ukite..!" Di tengah kekalutan hati dan pikiran Eirinka, Crowzan tiba tiba saja sudah di belakangnya.

"Matilahh...!!" teriak Crowzan mengayunkan sabitnya.

Drops Of Blood Chapter 37 - Mode Judgrist Crowzan
Penulis : Ivan96

Dankkk..!!

Sabit Crowzan di hentikan, bahkan saat dirinya masih mengingat kenangan Ukite di hatinya, tangannya masih reflek bergerak menahannya.

"Kau yang membunuh Ukite..!" Eirinka memutar tubuhnya menghadap Crowzan, tatapan penuh kemarahan, dengan air mata kesedihannya dia lemparkan pada Crowzan.

"Menangis.. kau sudah melupakan dirimu sebenarnya.." ucap Crowzan.

"Aku tak masalah dengan itu, cukup tiga hal yang kuingat di dunia ini!"

"Pertama.. aku ingat tentang Ukite, kenangannya, tawanya.." Air matanya terus mengalir semakin deras.

"Kedua.. aku menyukainya.." Tatapan Eirinka jadi begitu tajam, aura shinigaminya juga meluap lebih besar.

"Dan ketiga, aku ingat siapa yang membunuhnya..!"

Kltarr...!! Jdaarrr...!!

Petir merah tampak menyambar Eirinka, Crowzan melompat mundur menjaga jarak.

"Dan orang itu..." Eirinka mengangkat sabitnya perlahan.

"Kau..!"

Jdarrr...!!

Bersamaan dengan sabitnya yang menunjuk Crowzan, petir merah tampak menyambarnya.

"Garrhhh...!!" erang Crowzan keras.

Grubbhh..!!

Crowzan jatuh dengan sisa sisa kilatan petir ditubuhnya.

"Dia tak menghilang.. benar, Crowzan hanya menghilang bila dia mengalami luka dari benda tajam" pikir Geido.

"Tapi Eirinka, dia sangat mengerikan.."

"Matinya Ukite membuatnya jadi begini, aku tak pernah melihatnya seperti itu" gumam Geido.

Klappp..!! Klapph..!!

Eirinka berjalan kearah Crowzan sambil menyeret sabitnya.

"Uhhg..!!" Tanpa diduga, Crowzan ternyata masih bisa bergerak, walau jelas dia sangat kesulitan.

"Aku hampir tak merasakan apapun, kau keterlaluan..!" Crowzan menatap Eirinka penuh amarah.

Namun begitu Eirinka tak terlalu memperdulikannya, Eirinka sudah mengangkat sabitnya.

"Cihh.. Kau pikir aku sudah kalah?!" Crowzan tersenyum licik.

"Kalah?! Apa artinya itu?! Aku lebih suka bertanya, apa kau sudah mati?!" Eirinka memposisikan mata sabitnya diatas kepala Crowzan yang masih berusaha bangun.

"Lakukan saja, berapa kalipun kau lakukan, itu takan berguna!" Crowzan masih memasang senyum licik.

"Melihatmu merasakan sakit, itu membuatku sedikit melupakan kesedihanku."

"Arhhh..!!" erang Crowzan, Eirinka benar benar melakukannya, dengan perlahan hingga tubuhnya hancur jadi asap.

Brugghh..!!

Beberapa meter di belakang Eirinka, terlihat Crowzan dengan nafas memburu dan mata terbuka lebar jatuh berlutut, dia masih jelas merasakan sensasi rasa sakitnya.

"Akan kuingat itu.. kau akan dapatkan balasannya!" Crowzan merogoh sesuatu dari balik pakaiannya.

"Ini belum berakhir, tapi ini adalah akhirmu!" Ternyata yang diambil Crowzan sebuah buku, dia menulis sesuatu di bukunya.

"Dia menuntut, siapa yang dia tulis?!" pikir Geido.

"Ehh.. dia?!" Geido melihat kearah Naomi.

"Eirinka.. dia akan masuk mode judgrist..!!" teriak Geido.

"Terlambat.. sangat terlambat" Crowzan kembali bangun, aura shinigaminya meluap dengan cepat.

"Kau ingat.. mode judgrist shinigami adalah ketika kekuatan shinigami ada di tingkat tertinggi..!"

"Dengan ini, aku lebih kuat sepuluh kali dari yang tadi!" ucap Crowzan dengan senyum liciknya, senyum terakhir yang dia tunjukan sebelum akhirnya topeng shinigaminya muncul.

"Gawat.. walau Eirinka kuat tapi... aku merasa ada hal buruk disana" gumam Geido.

Battss...!! Dannnkk...!!

Keduanya melesat cepat dan membenturkan sabitnya masing masing.

"Khee..!!" Crowzan tertawa licik.

Khoakkh..!! Khoakkh..!!

Puluhan burung gagak keluar dari tubuhnya dan mengerubuni Eirinka.

"Ughhgg..!!" Eirinka mengayunkan ngayunkan sabitnya membunuh gagak gagak itu.

Di tengah kesibukannya, Crowzan tiba tiba saja muncul di belakang Eirinka mengayunkan sabitnya.

"Orhhhg..!!" Namun lebih dulu sabit Eirinka mengenai dada Crowzan.

Crowzan kembali muncul beberapa meter di depan Eirinka, dia menatap tajam Eirinka.

"Aku mengerti, kau lemah.. kau hanya bergantung pada sabitmu.." ucap Crowza dengan nada meremehkan.

"Kalau begitu, aku hanya perlu menghindari serangannya sebisa mungkin" ucap Crowzan dalam hati.

"Eehh..!!" kaget Crowzan, Eirinka tiba tiba saja sudah dihadapannya mengayunkan sabitnya.

Dankk..!!

Crowzan mampu menahannya, tepat sebelum sabit itu mengenai kepalanya.

"Erhhkk..!" Tanpa di duganya, Eirinka mencengkram lehernya dengan tangan kirinya.

"Huarrrhhh...!!" teriak Crowzan merasakan sakit luar biasa.

Bruggghh..!!

Eirinka melemparkan Crowzan kejalanan, namun begitu Crowzan masih tampak kesakitan, dia menggelinjang seperti cacing kepanasan.

"Raahhh..!!" teriakan keras Crowzan terdengar begitu menderita.

"Kaulah yang lemah, tanpa mantra itu kau pasti sudah mati sejak lama" Eirinka berjalan kearah Crowzan.

"Begitu rendahnya kah kau?!" Eirinka mengangkat sabitnya.

"Kau menjatuhkan nama dewan!"

Brachh..!!

Eirinka menusukan sabitnya ke kepala Crowzan.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 38

Aerilyn Shilaexs
2017-02-06 15:49:59
Queen sangat luar biasa.
Leon Lockhart
2017-01-19 20:28:38
Pertarungan yang keren, dan juga apa Crow gak akan bisa mati? '-')
Arizl Kareen
2016-09-25 02:38:35
Hemm, semakin seru...
ThE LaSt EnD
2016-08-20 23:22:36
apa Crawzan mati?
ThE LaSt EnD
2016-08-20 23:22:06
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Derry Prayoga Hanief
2016-04-03 11:59:51
komen dulu
David Blueskhniczky
2016-02-10 13:00:24
Eirinka-chan semakin mengerikan... Aku jadi takut
Pillua
2016-01-28 07:05:29
Ngeri.
Shineria of Life
2016-01-27 11:49:06
Erinka ayoo q mendukungmu. Klhkansi crowzan.. ayo berjUang..
Kiosuke
2016-01-27 09:58:00
Bagussekaleee
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook