VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Drops Of Blood Chapter 36

2016-01-24 - Ivan96 > Drops Of Blood
227 views | 14 komentar | nilai: 10 (2 user)

Ukite terkapar setelah menerima beberapa serangan Crowzan, perlahan Crowzan melayang mendekatinya.

"Kau terlalu sombong hingga kau tak mengukur kekuatan lawanmu" ucap Crowzan.

"Wahh.. itu sakit loh..!" ucap Ukite tiba tiba bangun.

"Ya, mungkin juga tidak.." Ukite tersenyum polos.

"Dia..?!" Crowzan begitu kaget juga geram dengan celetukan Ukite.

"Burung burung itu, mereka juga bagian dirimu kan?!"

"Salah satu dari burung itu kan jadi dirimu ketika kamu dilukaiĄ­ hanya perkiraan, tapi apa itu benar?!" Ukite tersenyum tenang, dia kini sudah berdiri bersiap dengan sabitnya.

"Dia bisa menyadari itu hanya sesaat?!" ucap Crowzan dalam hatinya.

"Lalu... sekarang apa?! Mengetahuinya takan mengubah sesuatu" ucap Crowzan, burung burung gagaknya kenbali beterbangan kearah Ukite.

"Sekarang.. matilah..!!" Crowzan melesat cepat kearah Ukite mengayunkan sabitnya.

Bracchh...!!

Namun, baru setengah jalan, sabit Ukite sudah mengenainya.

"Kamu melepas burung burung itu membiarkan mereka sebagai pembalik, tapi kau melupakan posisimu" ucap Ukite, tubuh Crowzan hancur jadi asap, seperti yang di katakan Ukite Crowzan muncul diantara burung burung gagaknya.

"Dia sengaja menyerang Crowzan disaat dirinya masih jauh dari jangkauan gagak gagak itu" pikir Geido.

"Dan kamu sadar, kekuatanmu berkurang karena mempertahankan gagak gagak itu!" Ukite berbalik menghadap Crowzan.

"Dan kau jadi tak bisa menghindari seranganku" Ukite mengangkat sabitnya, dia sudah memasang kuda kuda dengan setengah jongkok.

Drops Of Blood Chapter 36 - Kemarahan Queen
Penulis : Ivan96

"Dia akan melakukannya.." gumam Geido.

"Ukite... serang dengan pegangan sabitmu, dia takan bisa menghilang!" teriak Geido walau sulit.

"Cihh.. dia..!" kesal Crowzan pada Geido.

"Ehh..!!?" kaget Crowzan, Ukite tiba tiba menghilang dari pandangannya.

Wusshh...!!

Ukite tiba tiba muncul di depannya bersiap dengan sabitnya, namun tidak di ayunkannya Ukite kembali hilang dari pandangannya.

"Apa yang kau rencanakan, semuanya akan tetap sama, kau takan bisa membunuhku" ucap Crowzan masih tampak tenang.

Bracchhh..!!

Dari arah belakang, Ukite berhasil menyobek bagian tubuhnya.

"Hughh...!!" Ternyata ayunan sabit Ukite terus lanjut ke kanannya, tampak Crowzan tertusuk sabit Ukite di bagian samping dadanya.

"Bagaimana kau tahu aku akan muncul disini?!" ucap Crowzan sambil menahan sakit.

"Aggh-raahh..!!"

"Kenapa..?!" Crowzan melihat sekitarnya, ternyata burung burung gagaknya telah hilang.

"K-kau.. mantra apa yang kau gunakan?!" Crowzan berjalan mundur sempoyongan.

Klapp..! Klapp..!!

Ukite berjalan kearah Crowzan, tatapannya begitu dingin.

"Kenapa.. ini tak berhasil?! Kau.. apa yang kau lakuka?!" teriak Crowzan.

Graacchh..!!

Kembali Ukite mengayunkan sabitnya memotong tangan kirinya.

"Guarrhh..!!" erang Crowzan kesakitan.

"Hugghh.. rahhh.,!!" Crowzan kembali merasakan sakit ketika tubuhnya tertusuk sabit Ukite.

"Ini, apa ini ilusi..?!"

Grubbhh..!!

Crowzan terjatuh kebelakang, dia tampak panik ketika Ukite kembali mengangkat sabitnya.

"Kauu... Ukite...!!" teriak Crowzan penuh amarah.

Bracchhh..!!

Seketika, semua hening, tampak wajah kaget Geido juga Naomi.

Sebuah sabit terlihat menembus tubuh Ukite dari belakang.

"Ka-kau..!?" Ukite melirikan matanya kebelakang.

"A-aku hanya ingin sabitku!" ucap Livia, ternyata dialah yang menusuk Ukite.

"Shinigami itu..!" Geido tampak tak percaya, dia tak menyangka shinigami Livia akan bangun dan bahkan menyerang Ukite.

Tak hanya itu hal buruknya, Crowzan kembali hancur jadi asap dan kini dia sudah berdiri dengan utuh.

"Bagus Livia.. kau benar benar pintar" Crowzan tersenyum penuh kemenangan.

"Ugghh..!!" Ukite berusaha berjalan kedepan hingga sabit yang menusuknya lepas.

"Sungguh menyedihkan.."

Jrassshh...!!

Dengan satu gerakan, sebuah ayunan sabit Crowzan membuat yang menyaksikan terdiam kaku.

"Ukite..!!" Air mata Naomi jatuh, tubuhnya gemetar ketika melihat Ukite jatuh terpisah dari kepalanya.

"Ukite... Ukite...!!" teriak Naomi histeris.

"Ini tidak benar.. kau.. kau tidak mungkin mati kan..!"

"Hei bodoh.. kau tidak matikan..!"

"Ukite... jawab aku sialan!" teriak Geido penuh kemarahan, namun jelas dihatinya shinigami itu juga merasakan sedih.

"Gyahahahaa... itulah akhir bagi shinigami yang menantangku!" teriak Crowzan penuh kepuasan.

"Ukite..!" Ternyata tak hanya ada mereka, seorang shinigami perempuan tampak begitu shok melihat Ukite yang terpenggal.

"Hh?!" Geido, Crowzan, bahkan Livia, mereka menoleh kearah yang sama.

"Eirinka..!" kaget Geido, tampaknya Eirinka baru sampai, tepat disaat terakhir Ukite. Aura shinigaminya meluap begitu dahsyat seiring kemarahannya.

"Ukite.. tidak akan.. tidak akan kumaafkan.." Awan gelap tampak berputar dilangit.

"Dia..?!" Crowzan masih terdiam melihat Eirinka.

Ctarr...!! Jdarrr..!!

Petir merah tampak menyambar nyambar dilangit, lebih mengerikan dari sebelumnya.

"Kau.. sudah membunuh Ukite..!" Eirinka menatap tajam Crowzan, tatapan penuh kemarahan. Tak hanya dilangit, petir merah itu tampak juga pada sabitnya.

"Hehh, mau hujan yah?!"

"Lihat.. petirnya merahh..!!"

"Iya.. menyeramkan.."

"Aku jadi merinding..!"

"Awan dan petirnya aneh" Tampaknya petir dan awan itu juga dilihat manusia lain.

"Inikah kekuatan Queen.." gumam Geido.

"Dia merealisasikan aura shinigaminya" gumam Crowzan.

"Siapa dia sebenarnya..."

"Takan kumaafkan..."

"Gyahhh...!!" teriak Eirinka keras seiring meluapnya aura shinigami Eirinka, petir dilangit menggelegar semakim keras.

"Takan kumaafkan kau membunuh Ukite..!"

Dankkk...!!

Crowzan terlempar jauh, jumpalikan di jalanan hanya karena menahan satu ayunan sabit Eirinka.

"Urhh... shinigami rendahan itu, dia punya teman teman yang lumayan" Crowzan berusaha kembali bangun.

"Dan kau sadar arti membunuh salah satunya" ucap Eirinka yang tiba tiba sudah dibelakangnya.

Bracchh..!!

Eirinka mengayunkan sabitnya memenggal Crowzan.

"Kau juga mengusik yang lainnya!"

Dankk..!!

Eirinka mengarahkan sabitnya kebelakang, ternyata Crowzan menyerang dari belakang.

"Aku senang kau tak bisa mati.." Eirinka memutar tubuhnya berbalik, menatap Crowzan penuh kemarahan.

"Jadi aku bisa membunuh dirimu berulang kali" ucap Eirinka yang sudah membelakangi punggung Crowzan.

"Garrhh.. harhh-hahh..." Crowzan terlihat kembali muncul beberapa meter dibelakang Eirinka.

"Rasa sakitnya.." Crowzan memegangi dadanya.

"Apa kau kesakitan?!" Eirinka berbalik, menatap Crowzan dengan senyum sejuta arti diwajahnya.

"Itu hanya sedikit dari sakit yang kau berikan.." Api pada sabit Eirinka semakin besar, kilatan kilatan petirnya juga semakin banyak.

Koakkhh...!! Khoakkh..!!

Burung burung gagak keluar dari balik pakaian Crowzan, beterbangan menyerbu Eirinka.

"Gagak?"

Eirinka mengayunkan kan sabitnya, menebas gagak gagak itu, tak seperti ketika Geido yang lakukan, burung burung itu kini langsung mati.

"Dia membunuh mereka?!" Crowzan menatap tajam Eirinka.

"Ubbhh....!!" Pipi Crowzan tampak mengembung, dia seperti menahan sesuatu dimulutnya.

Koakhh...!!

Sebuah kepala burung keluar dari mulutnya.

"Warrhh...!!" Puluhan burung burung gagak melesat bagai peluru kearah Eirinka.

"Hh..?!" Eirinka menyerang beberapa, namun jumlah mereka tarlalu banyak.

"Kau takan bisa lari..!" teriak Crowzan.

"Kupikir sudah kulakukan!" ucap Eirinka yang kini sudah berdiri di belakang Crowzan.

Brachh...!!

"Wagrrhh...!!" erang Crowzan begitu keras, juga kesakitan yang teramat, sebelum akhirnya hilang jadi asap.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 37

Leon Lockhart
2017-01-19 20:17:37
Ukite gak mungkin mati '-')
Arizl Kareen
2016-09-25 02:33:39
Mengerikan...
Zunuya Rajaf
2016-08-20 23:09:46
ukete brcanda lg.
Zunuya Rajaf
2016-08-20 22:57:12
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Emerald Queen
2016-02-16 11:35:22
Whow, eirinka keren
Eiichiro Maruo
2016-02-10 09:08:22
Wuiih Eirinka-chan galak banget, aku jadi takut entar kena tebasannya #kabuur
Snow Blue
2016-02-01 12:11:58
please jangan mati
Shineria of Life
2016-01-27 11:39:36
ukite.. Jgn matiii senpai bukn sapapun yg buat cert ini, jgn buat ukite mati.. $_$ tpi ukite itu tokoh utmnya jdihk mungkn mti kn???
Allupi
2016-01-26 09:10:25
Kepalanya terputus. Ngeri. Nah lho, si queen marah besar.
A wahyu
2016-01-24 19:29:22
Ukite belum mati kan. Oh ya, mantra apa yang ia dapat dari Rindy atau siapa itu?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook