VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Drops Of Blood Chapter 34

2016-01-22 - Ivan96 > Drops Of Blood
224 views | 16 komentar | nilai: 10 (3 user)



Sebuah kenyataan yang mencengangkan, Crowzan yang sebelumnya telah babak belur kini terlihat lebih mengerikan dari sebelumnya.

"Ba-bagaimana bisa?!" kaget dan bingung Geido.

"Kelebihan dari mantranya, kekuatannya lebih cepat pulih ketika dia melepaskan mantranya" ucap Ukite.

"Cihh... Dasar sial, seharusnya kuhajar saja kau terus"

Geido sudah mengangkat sabitnya kembali, tatapan yang begitu tajam diarahkannya pada Crowzan.

"Kalau begitu, aku hanya perlu menghajarmu lagi kan!" Geido tersenyum yakin.

"Biar aku saja!" ucap Ukite.

"Kau diam saja, akan kujatuhkan dia seperti sebelumnya"

"Hahaa.. Lalu sampai kapan, kau takan bisa membunuhku, aku akan tetap kembali bangun" ucap Crowzan.

"Kali ini tidak.."

Dankkk...!!

Geido menyerang begitu cepat, namun kali ini Crowzan menahannya.

Drops Of Blood Chapter 34 - Resiko Sebuah Mantra
Penulis : Ivan96

"Ada apa, apa kau sudah lelah?!" Crowzan tersenyum mengejek.

"Cihh... Ini belum gagak kotor" Geido kembali mengayunkan sabitnya.

Dannggg...!!

Kali ini Crowzan tak hanya menahannya, dia juga meng-counter serangannya hingga membuat Geido terseret mundur.

"Hah-haah.. Dia jadi lebih kuat" gumam Geido.

"Hyarrhhh...!" Geido kembali berlari kearah Crowzan hendak menyerang.

Deggg...!!!

"Ughh.. Tubuhku?!" Geido mulai merasakan sesuatu dengan dirinya.

"Belum, kumohon sebentar lagi" Walau tubuhnya mulai bereaksi buruk Geido tetap memaksakan dirinya menyerang Crowzan.

Dannkkk...!!

Benturan keraspun terjadi, kedua sabit membentur dengan keras.

"Hhh..?!" kaget Geido, ternyata sabit yang beradu itu milik Ukite.

"Apa yang kau lakukan, dia targetku!" teriak Geido tak terima.

"Ahggahh.."

Brugghh...!!

Tubuh Geido terjatuh lemah, Geido seperti tak punya kendali lagi atas tubuhnya, begitu lemah hingga menggerakan jarinyapun sulit.

"Itu mantra yang hebat kan?!" ucap Ukite.

Glankkk..!!

Ukite menghempaskan Crowzan mundur.

"Hehh..?!" Geido tampak kaget dan bertanya tanya dengan ucapan Ukite.

"Rak dua, buku merah dengan salah satu halaman sobek"

"B-bagaimana kau tahu?!" kaget Geido.

"Karena aku yang menulisnya" ucapa Ukite, Geido begitu kaget, terlebih awalnya mantra itu ditujukan tuk melawan Ukite.

"Tidak semua, awalnya aku tak sengaja menemukannya, namun mantra itu tak lengkapˇ­"

"Setiap waktu kupikirkan, kumencari berbagai informasi, berbagai kata dan simbol kucoba, hingga akhirnya aku temukan yang cocok"

"Tapi itu bukan mantra yang kuinginkan, memaksa tubuh mengeluarkan kekuatan diluar batas, itu berarti merusak tubuh secara perlahan" jelas Ukite.

Krrrett..!!!

Gigi Geido berbunyi seiring beradunya gigi giginy, dia menahan kekesalan pada dirinya sendiri.

"Kau selalu saja di depanku, kupikir aku sudah melangkah, tapi kau.. kau selalu saja di depanku Ukite" batin Geido.

"Wahahaa.. Ironis sekali, kau jatuh karena mantramu sendiri"

"Ahahahaaa..." Crowzan tertawa begitu puasnya.

"Iya benar.. Ahahaaa.." Ukite juga malah ikut tertawa, namun tawa Ukite justru menghentikan tawa Crowzan, bagaimana tidak, Geido adalah temannya.

"Kenapa kau juga malah ikut tertawa!!" ucap kesal Geido.

"Ahh.. Maaf, aku terbawa suasana, itu memang lucu sih" ucap Ukite meminta maaf.

"Bbf-bhahahaa...!" Namun begitu Ukite tetap saja tertawa lagi.

"Herrhh...!!" Geido benar benar kesal, ingin rasanya dia bangun dan mencekik Ukite.

"Dia mempermainkanku.." Lain Geido, lain Crowzan, dia yang menganggap di remehkan tampak begitu marah.

"Kau adalah shinigami yang selalu buat ku marah Ukite..!!" Crowzan melesat cepat kearah Ukite mengayunkan sabitnya.

"Lohh.. Kenapa?!"

Diingg..!

Dengan tenangnya Ukite menahan serangan Crowzan.

"Apa karena aku tertawa?! Kamu juga tertawa kan?!" ucap Ukite dengan wajah polosnya.

"Herrhh... Ukite..!!" teriak Crowzan makin murka.

Drankk...!!

"Ya..!?" jawab Ukite dengan tenangnya, tentu saja hal itu malah membuat Crowzan naik pitam.

.

Di tempat lain, tampak Eirinka masih berdiri tenang, dari raut wajahnya tak sedikitpun terpancar hawa membunu.

"Ada yang aneh dengannya" pikir Youro, dia mulai mengangkat sabit di tangan kirinya itu.

Battss..!!

Gerakan yang begitu cepat, Youro melesat dan mengayunkan sabitnya dari arah belakang Eirinka, namun Eirinka dengan mudah menghindarinya hanya dengan melompat.

"Hheh.!?" Sorot mata yang begitu tajam terpancar dari balik topeng Youro.

Sebuah sabit melayang cepat dari atas Eirinka yang masih melompat itu.

Dannnkk...!! Sraccth..!!

Eirinka menepis sabit itu hingga berbelok da sedikit mengenai lengan Youro.

"Itu sedikit mengejutkan" ucap Eirinka yang kini tiba tiba saja sudah di belakang Youro.

"Heeh!!?" kaget Youro.

Eirinka mengayunkan sabitnya, namun Youro menunduk mrnghindarinya.

Dakkk..!!

Dengan posisi Youro saat ini, bagian belakang tubuhnya telak terkena tendangan Eirinka.

"Ughh..!!" Youro tersungkur di jalanan.

"Apa dia membaca gerakanku?" pikir Youro, dia kembali bangun.

"Kuyakin, aku lebih cepat, tapi kenapa?" pikirnya lagi.

"Jangan gunakan trik itu lagi!" Tatapan Eirinka tiba tiba saja berubah serius.

Drakkkh..!!

Eirinka menendang sabit Youro yang tergeletak didekatnya hingga terlempar jauh dari tempat itu.

Youro kembali mengangkat satu sabit di tangannya, dia tak ingin mundur hanya karena hanya punya satu sabit.

Shuueshh.!!

Kali ini Eirinka menyerang lebih dulu, dia mengayunkan sabitnya dari kanan Youro.

Serangannya dapat dihindari Youro, namun ada sesuatu pada diri Youro.

"Errhh..!!"

Bakkk..!!

Satu tendangan dilancarkan Youro, walau Eirinka mampu menahannya dengan tangan kirinya namun tampaknya serangan itu cukup kuat hingga membuat Eirinka goyah.

Battss..!!

Youro kembali menyerang, dia mengayunkan sabitnya hendak memenggal Eirinka, namun Eirinka menundukan tubuhnya menghindari itu, dia juga mengayunkan sabitnya kearah atas.

"Eghhh...!!" Youro berhasil menghindari serangan itu, tapi tubuhnya merasakan sakit.

"Ahhh.." berdirinya Youro tampak tak seimbang, seperti menahan sakit pada kaki kanannya.

"Kamu menyadarinya?!" tanya Eirinka.

"Setiap kali kamu menyentuhku, kamu akan rasakan sakit seperti tersayat, bahkan tertusuk sebuah sabit" ucap Eirinka.

"Ughhh..!!" Youro memegangi dadanya.

"Ya, sebenarnya jarak yang dekat juga cukup membuatmu merasakan sakit" Eirinka tersenyum manis.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 35

SHiniGami GhoUL
2017-02-06 12:55:47
Fight and fightt!!!!
Aerilyn Chan Kawai
2017-01-29 15:43:27
Wah ukite muncul juga, btw scene pertarungannya berada di mana? Ko enggak diceritakan keramaian warga kota.
Leon Lockhart
2017-01-18 20:52:08
Eirinkan yang saat ini memegang kendali pertarungannya dengan si kembar '-')
Arizl Kareen
2016-09-25 02:19:17
Wow... kekuatan yg menakutkan
Zunuya Rajaf
2016-08-20 21:42:39
wah wah, Eirin jg kuat trnyata
Zunuya Rajaf
2016-08-20 21:27:21
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Derry Prayoga Hanief
2016-04-01 22:27:41
gingga s
FansnyaFujiokaNagisa
2016-02-09 13:44:32
Eirinka-chan! *mimisan* *matalovelove* senyum manismu membuatmu menjadi semakin cantik
Shineria of Life
2016-01-27 11:19:11
Ukite.. Tertawa diatas penderitaan temn itu tdk bgus. Lh geido.. Jgn kesel ma ukite,, tetep clam down kyk ukite..
Allupi
2016-01-22 19:54:06
Sabitnya berbahaya ....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook