VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 33

2016-01-20 - Ivan96 > Drops Of Blood
278 views | 15 komentar | nilai: 10 (3 user)

Sesuatu tampak terjadi dengan Eirinka, aura shinigaminya tiba tiba saja meluap, saat setelah ia meleparkan sabitnya keudara.

Klktarr..!! Jdarrr..!!

Petir merah tampak menyambar nyambar dilangit.

"Hheh.!?" Youro menatap kaget.

Aura shinigami Eirinka terus meluap, rambut dan pakaian shinigaminyapun berkibar seperti terhembus angin.

"Ini..!!"

Klapph...!! Tlapph..!!

Tanpa disadarinya, tubuh Youro reflek melangkah mundur menghadapi tekanan sebesar itu.

Wajah Eirinka begitu serius, dan terkesan mengerikan, api hitam dan merah perlahan mulai membakar pakaian shinigaminya menunjukan pakaian lain di dalamnya.

Sebuah dres berwarna hitam dan ungu tampak membalut Eirinka, pakaiannya jauh dari pakaiannya shinigami seharusnya.

"Kenapa, bagaimana mungkin?!" Youro benar benar tak mengerti, luapan aura shinigami milik Eirinka lebih besar dari Crowzan.

Eirinka mengangkat tangan kanannya keatas, menangkap sabitnya yang kembali jatuh.

Clannkkk..!!

Sebuah jubah shinigami muncul dan membalut Eirinka, jubah hitam itu tampak ketat dibagian tubuhnya.

Bagian ujung lengan jubah itu lebih besar, dan terdapat motif daun, sepatu berwarna merah dan ungupun tampak melengkapinya.

"Maaf, apa aku membuatmu menunggu?" ucap Eirinka dengan senyum manisnya, sebuah senyum bagai peri, dibalut aura mengerikan layaknya iblis.

Rambut merahnyapun kini jadi panjang, diikat dua dengan hiasan bunga berwarna merah darah pada ikatannya.

Drops Of Blood Chapter 33 - Panggilah Aku
Penulis : Ivan96

Di tempat lain, Naomi tampak masih berlari dengan Livia mengejarnya.

Nafasnya sudah begitu memburu, ingin rasanya ia berhenti dan minum, tapi keadaannya tak mengijinkan.

"Berhenti, berikan buku itu..!! Teriak Livia.

Keadaannyapun tidak jauh berbeda dengan Naomi, dengan luka yang di deritanya, dia tampak begitu menyedihkan.

"Tidakˇ­ ini milik ukite..!!" Naomi terus saja berlari, orang orang yang dilaluinya hanya menatap heran, seorang gadis berlari seperti itu, bercucuran air mata, berlari penuh takut, namun bagaimanapun mereka tak melihat keberadaan Livia.

"Ukite.." dalam sela sela tangisannya, Naomi memanggil Ukite.

Tepat di persimpangan jalan, Naomi tiba tiba saja kehilangan keseimbangannya, kaki lemasnya tak mampu menahannya lagi.

Brugghh..!!

Naomi jatuh di tengah jalan, semua pandangan tertuju padanya.

"Serahkan buku itu..!" pinta Livia.

"Emhh..." Naomi menggeleng gelengkan kepalanya.

"Aku hanya ingin meminjamnya, berikan buku itu!" Livia menatap Naomi tajam.

"Aku sudah berjanji, aku akan menjaganya, ini buku milik Ukite" Naomi masih kukuh dengan tekadnya.

"Ukite, kamu dimana.." batin Naomi.

"Hheh!?"

.

Ahh ya, Naomi..!"

"Bila sesuatu terjadi, panggilah aku." ucap Ukite.

"Panggil?"

"Teteskan darahmu kebuku-ku, maka aku akan datang." ucap Ukite seraya berjalan pergi menembus dinding.

.

Tiba tiba saja Naomi teringat pesan Ukite sebelum semua ini terjadi.

"Be-benar, darahˇ­" Naomi dengan beringsut membuka buku Ukite, sementara Livia sudah berjalan semakin dekat.

"Ehh-ahh..!!" Naomi menggigil telunjuknya hingga berdarah.

"Aku sudah memberimu pilihan" Livia mengangkat sabitnya.

"Ukite.. Kumohon datanglah" Naomi menempelkan telunjuknya.

"Berikan bukunya.." Livia menatap Naomi tajam, namun Naomi tak sedikitpun ingin berubah pikiran.

"Khehh..!!" Livia tak punya pilihan lagi, dia mengayunkan sabitnya kearah Naomi.

"Ahhh.." jerit Naomi, dia menutup matanya penuh takut.

"Sedikit susah mencarimu ya?!" ucap sebuah suara yang jelas Naomi kenal.

Tampak Ukite menahan sabit Livia, tepat hampir mengenainya.

"Ukite..!!" kaget Livia, dia bergerak mundur menjaga jarak.

Perlahan Naomi membuka matanya, seseorang yang sangat dia nantikan kini dihadapannya.

"U-kite.." Air matanya mengalir semakin deras, namun kali ini air mata kebahagiaan.

"Kamu tidak apa, Naomi?" tanya Ukite.

"Ummh.." Naomi mengangguk mengiyakan.

"Meminggirlah.." Ukite melirik kesekitar, ya posisi Naomi kini menghalangi jalan.

Dittt... Dittt...

Klakson klakson mobil bersahutan.

"Uhh... Ma-maaf.." Naomi segera bangun dan berjalan kepinggir jalan.

Battss..!!

Dengan gerakan yang begitu cepat, Ukite tiba tiba saja sudah dihadapan Livia dan mengayunkan sabitnya.

"Ehhh..!!!" kaget Livia, tak sedikitpun dia bergerak, serangan itu tampaknya terlalu cepat.

Namun, sabit Ukite tak mengenai Livia, hanya tinggal beberapa mili lagi untuk mengenai lehernya.

"Kau terlambat.." ucap sebuah suara.

"Dan apa yang kau lakukan, kau tampak ragu!?" ucap Geido dengan nada menyindir.

"Tidak juga.." Ukite menurunkan sabitnya.

"Dengan begini kita impas" ucap Ukite.

"Ehhh!?" kaget dan bingung Livia.

Brachhh...!!

Tubuh Livia tertembus sabit Ukite telak.

"Hee?! Hahh.. Aku tak mengerti yang kau pikirkan" ucap Geido berjalan menghampiri Ukite.

Bugghh..!!

Ukite menendang tubuh Livia hingga dia terlempar terlepas dari sabitnya.

"Dimana Crowzan?" tanya Ukite.

"Maaf tapi kamu terlambat, aku sudah mengalahkannya" ucap Geido penuh kebanggaan.

"Kamu membunuhnya?"

"Kau gila, Crowzan tak bisa dibunuh, tapi tenang, dia takan bisa bergerak lagi" ucap Geido yakin.

"Kau salah.." tatapan Ukite begitu tajam, pandangannya tertuju kearah belakang Geido.

"Hehh!?" Geido yang menyadari arah pandangannya ikut menoleb.

Dengan aura gelap yang menyelimutinya, Crowzan tampak melayang kearah mereka.

"Menurutmu kau sudah menang?!" Crowzan tersenyum menyeringai.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 34

Aerilyn Shilaexs
2017-01-29 15:19:58
Wah livia mati dong, dan crowzan itu bener-bener sulit dikalahkan yah.
Leon Lockhart
2017-01-18 20:45:29
Crow sang shinigami yang sangat sulit dikalahkan, mungkin nanti Ukite lah yang akan mengalahkannya '-')
Arizl Kareen
2016-09-25 02:12:24
Next.. no komen...
ThE LaSt EnD
2016-08-20 21:21:36
crowzan kuat jg
ThE LaSt EnD
2016-08-20 21:13:18
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Derry Prayoga Hanief
2016-04-01 22:20:44
gingga s
David Blueskhniczky
2016-02-09 11:57:42
Kyaa!!! Eirinka-chan semakin cantik saja dengan pakaian seperti itu *mataLoveLove* abaikan si Ukite dll
Pillua
2016-01-23 09:35:33
Dugaan yang salah, ternyata Crowzan masih sehat.
Snow Blue
2016-01-22 13:48:00
seru...
Phantom Alicia
2016-01-21 16:42:09
Yeey.. Pertarungan dimulai!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook