VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Drops Of Blood Chapter 28

2016-01-15 - Ivan96 > Drops Of Blood
253 views | 16 komentar | nilai: 10 (4 user)



"K-kau.. Apa yang kau lakukan, aku, aku mengatakannya sendiri??" Rindy tampak kebingungan, tanpa sadar dirinya mengatakan mantranya pada Ukite.

"Maaf, aku tak bermaksud kamu mengatakan semua mantra milikmu, aku hanya tak tahu harus bilang apa!" ucap Ukite penuh sesal.

"Kau.. Bagaimana kamu melakukannya?! Ahh.. Jangan jangan kau..?!!"

"Ya.. Kamu memang kuat, mustahil sabitku bisa menggores sisik kerasmu itu, tapi... tak semua tubuhmu terlundung sisikmu itu kan?!"

"Ehh..!!" kaget Rindy, dia teringat serangannya sebelumnya pada Ukite.

"Tidak mungkin kamu sempat lakukan itu, aku yakin kamu terkena seranganku langsung" Ternyata serangan Rindy sebelumnya berhasil dimanfaatkan Ukite dengan baik, sabitnya berhasil mengenai bagian dalam mulut Rindy.

"Kamu terlalu percaya diri, kekuatanmu justru jadi kelemahanmu, kamu tak menyadari serangan kecilku yang hanya sebuah goresan itu"

Drops Of Blood Chapter 28 - Kunci dan Iblis
Penulis : Ivan96



Brechh..!!

Ukite menusukan sabitnya ke perutnya, tentu hal itu jadi tanya kembali di benak Rindy.

"Sekarang apa lagi yang kau rencanakan hah?!" Rindy menatap Ukite waspada.

"Ehh..?!!" Rindy menyadarinya, aura shinigami Ukite meluap dengan cepat.

Flapp..!!

Ukite menepukan kedua tangannya, aura hitam pekat tampak meluap luap semakin besar.

"Kekuatannya, apa ini kekuatannya yang sebenarnya?!" gumam Rindy.

"Belum.. Ukite masih belum melepaskan semuanya" timpal Rindy dengan nada yang lain.

"Aku tahu kenapa kamu begitu membenci shinigami" Ukite mencabut sabitnya.

"Dysilirilinka, tapi aku sungguh tak berniat mencuri mantra mantramu" ucap Ukite.

"Jangan bicara, tahu apa kau tentangku hah, kalian sama saja, shinigami shinigami menjijikan!" teriak Rindy, lebih tepatnya Dysilirilinka.

"Ukite, bagaimana kamu tahu nama adiku?" Rindy berbicara dengan nada lembut.

"Ehh.
Benar juga, bagaimana kau tahu namaku hah?!" teriak Dysilirilinka.

"Siapa yang memberitahumu?!" lanjutnya.

"Sebuah batu relief kuno" Ukite mencabut sabitnnya, luapan aura shinigaminya terus saja meluap, semakin besar.

"Relief kuno, kupikir semuanya sudah hancur"

"Dimana kamu temukan relief itu, relief itu harus dihancurkan" ucap Rindy.

"Ini dirimu kan, Rinuililinka... Kenapa kamu tampak takut, apa sebenarnya yang disembunyikan relief itu?" Ukite menatap Rindy tajam.

"Itu bukan hal yang patut kau ketahui, katakan saja dimana relief itu kau temukan.!!" teriak Dysilirilinka.

"Hutan timur, hutan bumi bulan, saat aku membacanya aku sadar, relief itu menyimpan sesuatu, tapi bagian lain ceritanya hilang, itu masih belum semuanya" ucap Ukite.

"Delapan kunci iblis, tiga iblis suci, apa sebenarnya itu, dan apa hubungannya?!"tanya Ukite.

"K-kaau.. Berapa banyak yang kau baca?!" tanya Dysilirilinka.

"Seberapa banyak yang kamu tahu Ukite?!" Rinuililinka ikut melemparkan tanya pada Ukite.

"Ada tiga buah batu yang kutemukan,dan salah satunya berisi tentang kunci dan iblis"

"Apa sebenarnya kunci dan iblis itu?!"

"Kenapa kau begitu ingin tahu hah,apa tujuanmu sebenarnya hahh!?" marah Dysilirilinka.

"Relief itu, tak seharusnya kamu ketahui Ukite" timpal Rinuililinka.

"Kenapa, memangnya apa yang ada di dalamnya?!" Ukite tetap tak mau menyerah.

"Kau.. Dasar keras kepala, sebaiknya kubunuh saja kau sebelum kau menimbulkan masalah lebih besar lagi" teriak Dysilirilinka hendak menyerang.

Daarrdd..!!

Kepala Rindy menghantam tanah, tampak Ukite berdiri di atas kepalanya.

"Aghhh...!!" teriak Rindy keras, sabit Ukite tampak sedikit menembus kepalanya.

"Turun dari kepalaku.." Rindy mengibas ngibaskan kepalanya menyingkirkan Ukite.

Namun begitu Ukite masih tampak tenang, kini dia berdiri dihadapan Rindy.

"Kau.. Kau sudah dapatkan semuanya, apa lagi maumu?!"

Brugghh..!!

Rindy terjatuh lemas begitu saja, dia seperti kehilangan kekuatannya.

"Ehh..?! Itu tadi?!" Sesuatu tampak mengganggu kepala Rindy.

"Itu mantra untuk menjatuhkanku, kamu bisa jatuhkanku kapanpun kamu mau" ucap Ukite.

"Hehh.. Apa kau bodoh, kau ingin mati hahh..!!" teriak Dysilirilinka.

"Urghh..!!" Sesuatu terjadi dengan Ukite, aura shinigaminya tiba tiba hilang, tubuhnya seperti menahan sakit.

"Ini benar benar, itu mantra pelumpuhnya, apa sebenarnya yang dia pikirkan?!" Dysilirilinka benar benar dibuat heran.

"Kamu sudah menyadarinya kan Dysi..?! Dia menghancurkan mantra itu" ucap Rinuililinka.

"Bagaimana kamu tahu tentang mantra yang mengikat kami?!" lanjutnya.

"Hanya menebak.." jawab Ukite singkat.

"Kau.. Sebenarnya apa yang kamu pikirkan, apa rencanamu?!" tanya Dysilirilinka.

"Sebuah mantra, apa itu kunci dan iblis, lalu.. Sebenarnya apa yang dimaksud nikula"

"Kau.. Untuk apa kau ingin tahu!?" teriak Dysilirilinka.

"Itu adalah aib shinigami, itu tak seharusnya kamu ketahui Ukite" timpal Rinuililinka.

"Aib?!" Ukite menatap tajam Rindy.

"Kau masih belum mengerti, itu tak boleh diketahui, oleh siapapun, termasuk kau.." teriak Dysilirilinka marah.

"Tak mungkin kami biarkan seorang shinigami bodoh mengaccaukan dunia shinigami" Rindy berusaha mengangkat kepalanya lagi.

"Kalian hanya hidup disini kan?"Aura shinigami Ukite meluap dengan dahsyatnya.

"Kalian yang tak pernah melihat dunia shinigami sekarang, bagaimana kalian tahu?!" Aura shinigami Ukite teru saja meluap, wajahnya begitu serius menatap Rindy.

"Sebuah wilayah tak tersentuh dewan, kalian tahu kalau kunci itu jadi kekuatan tiap wilayah, keseimbangan dunia shinigami sudah mulai hilang" ucap Ukite serius.

"Tidak mungkin, bagaimana bisa dewan membiarkan itu, bagaimana dengan Aerhao?!" Rinuililinka tampak begitu kaget.

"Shinigami shinigami bodoh, itulah kenapa kalian tak seharusnya tahu.!!" teriak Dysilirilinka penuh kemarahan.

"Kejadian itu, tak boleh terulang kembali, relief itu harus segera dihancurkan, dimana letak batu itu Ukite?!" ucap Rinuililinka.

"Kejadian?! Kejadian apa?!" tanya Ukite penasaran.

"Kau, kenapa kau begitu ingin tahu hah?!" Mendengar pertanyaan Ukite, Dysilirilinka semakin marah saja.

"Karena aku salah satu pemegang kunci iblis itu" ucap Ukit.

"A-apa...?!" Rindy tampak begitu kaget.

"J-jadi kau.. Pantas saja kau bisa menggunakan mantra mantra kunoĦ­ sudah kuduga, kau memang masalah..!!" marah Dysilirilinka.

"Tidak, kupikir dia bisa lakukan itu bukan karena kuncinya" Rindy melihat sabit Ukite dengan mata kanannya.

"Benarkan Ukite?" tanya Rinuililinka memastikan.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 29

SHiniGami GhoUL
2017-02-05 11:21:13
Lnjutt!!
Aerilyn Shilaexs
2017-01-22 14:56:08
Di sini aku kurang paham, entah mungkin karna enggak fokus membaca.
Leon Lockhart
2017-01-18 14:23:25
Kayak FT '-') ada mantranya gitu
Arizl Kareen
2016-09-25 01:39:37
Mereka !!! Sedikit bingung
ThE LaSt EnD
2016-08-20 20:33:39
penasaran apa ya itu next.
ThE LaSt EnD
2016-08-20 20:23:14
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Derry Prayoga Hanief
2016-04-01 21:02:30
komen dulu
Rinularo
2016-03-26 14:29:36
Lnjt
Watashi wa David Fox
2016-02-06 15:53:30
Keren.. Okeh om ditunggu chapter berikutnya
Xavier Andersen Lose
2016-01-16 11:54:25
bagus,menarik,teruskan
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook