VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Drops Of Blood Chapter 27

2016-01-13 - Ivan96 > Drops Of Blood
237 views | 15 komentar | nilai: 10 (2 user)

Di hutan air mata mimpi, tampak Ukite masih berdiri tegak menghadap sang ular putih, Rindy.

"Kau masih bisa berdiri..!?!" Rindy menatap Ukite tajam.

"Harhh.. Hahhh... Ini baru dimulai" walau tampak kesulitan, Ukite tetap tak menunjukan wajah ketakutannya.

"Aku mulai merasakannya lagi, tubuhku mulai kesulitan" ucap Ukite dalam benaknya.

"Kau salah, sejak awal ini sudah berakhir.. Apa yang ingin kau lakukan hahh, sabitmu tak bisa menggoresku, kau tak bisa penuhi syaratnya." Rindy melesat kearah Ukite denan mulut terbuka.

"Ughh..." Ukite melompatkan dirinya menghindari serangan itu, namun serangan Rindy tak hanya sampai sana, dia mengibaskan ekornya menghantam Ukite.

"Aggrrhh..."

Darrddhh..!!!

Ukite benar benar dibuat terkapar menancap di permukaan.

Drops Of Blood Chapter 27 - Sebuah Keinginan
Penulis : Ivan96

"Aku sudah tahu gerakanmu Ukite, kau sudah berakhir!"

Klerrakkhh..!!

Walau dengan tubuh babak belur, tanpa di duga, Ukite kembali bangun.

"Aku... Uhrr, tak datang untuk mati" Ukite menatap Rindy tajam, tatapannya cukup membuat Rindy tersentak kaget.

"Kau selalu saja menyebalkan..!!" teriak Rindy marah, dia menggerakan ekornya cepat melilit tubuh Ukite.

"Akan kuremukan kau, dan kuberikan pada hewan hewan di hutan" Rindy semakin mempererat lilitannya.

Degggh...!!

Seketika, jiwanya seolah dihantam sesuatu.

"Perasaan ini..?!" Rindy mengalihkan pandangannya pada Ukite. Luapan aura shinigami keluar dari tubuhnya.

"Mustahil.. Dia masih memiliki kekuatan sebesar ini!?" kaget dan heran Rindy, Ukite mulai memberikan perlawanan, lilitan ekor Rindy mulai diregangkannya.

"Kauu...!!" Rindypu tampaknya tak ingin menyerah, dia berusaha mempertahankan mangsanya.

"Ehh..!?" Namun sekuat apapun Rindy, celah yang ada sudah terlanjur memihak Ukite.

Ukite melompatkan dirinya melepaskan diri dari lilitan Rindy, namun dari itu semua, sesuatu membuat Rindy terdiam sesaat.

"Dia, menusuk dirinya sendiri, apa yang dia pik-ahh.. Tidak mungkin, dia mengutuk dirinya sendiri" batin Rindy.

Dihadapan sang ular besar itu, Ukite tampak berdiri dengan ekspresi d

inginnya, walau luapan aura shinigaminya mulai surut.

"Uhugghh.." Ukite mencabut sabit yang menancap di perutnya.

"Kutukan apa yang dia jatuhkan padanya, tapi tunggu, itu berararti dia tak bisa menggunakan kemampuannya lagi"

"Hee... Kau menyedihkan Ukite, kau bahkan mengorbankan dirimu sendiri, sekarang bagaimana kau akan bertarung hah?! Hahaha.."

Resskhh..!!

Ukite kembali memposisikan sabitnya, tatapanya serius menatap Rindy.

"Wajah dinginmu itu, kau selalu saja membuatku kesal" teriak Rindy.

Braall..!!

Rindy melancarkan serangannya mematuk Ukite, namun ukite tampak masih bisa meloloskan diri, walau dirinya terlempar jauh.

"Urgghh... Kesombonganmu itu.." Ukite kembali berusaha menegakan dirinya.

"Kau..." marah Rindy.

"Sudah kukatakan, aku datang tidak untuk menantangmu" Cahaya yang menghambur dari tubuh Ukite semakin banyak.

"Aku hanya ingin minta tolong.."

"Dasar shinigami dungu, kau datang kemari hanya mengantarkan kematianmu, kau pikir kami akan lupakan dengan apa yang sudah kau lakukan dulu hah.." teriak Rindy.

"Itu.."

"Diam kau.. Akan kubunuh kau sekarang juga..!" Rindy hendak melancarkan serangannya lagi.

"Beritahu mantranya"

Degg...!!

Tubuh Rindy tiba tiba saja terdiam kaku.

"Mantranya..."

.

"Seharusnya aku tidak lengah tadi." gumam Eirinka, dia berusaha kembali bangun.

Buakk..!!

Sebuah hantaman kaki tiba tiba saja membuat Eirinka terjungkal.

"Urhh..!?" Eirinka melihat asal tendangan itu, tampak Youro sudah berdiri tegak disana.

"Aku hampir melupakanmu" Eirinka kembali bangun.

Battss... Battss...

Dengan tiba tiba, gerakan yang begitu cepat, Youro mengayunkan sabitnya bergantian menyerang Eirinka.

"Ughh.." Sesuatu tampak terjadi, untuk sesaat Youro seperti berhenti bergerak.

Sracchh..!!

Eirinka yang tak ingin kehilangan kesempatan langsung membalas serangan hingga nenyobek pakaian shinigami Youro.

"Reflekmu bagus juga ya, kudengar shinigami kembar memiliki kekuatan dua kali lipat, tapi kurasa itu tak seperti yang kupikirkan" Eirinka menatap tajam Youro.

"Dan kalau tak salah Ukite bilang, ada mantra khusus yang hanya dimiliki shinigami kembar, ya tapi kurasa kalian tak cukup berani menggunakannya" Eirinka tersenyum aneh pada Youro.

"Seharusnya saat ini kekuatanmu empat puluh kali lebih kuat dari shinigami umumnya kan?!" Tersirat sebuah senyum aneh diwajah Eirinka, aura shinigaminya tiba tiba saja meluap, kobaran api pada sabitnyapun semakin membesar.

Daankk...!

Gerakan tiba tiba Eirinka sukses menberikan serangan luar biasa, Youro mampu menahan dengan sabitnya, namun kekuatan Eirinka tak mampu di tahan tubuh Youro hingga membuatnya terlempar hingga jumpalikan.

"Ourohhaagh.." Youro berusaha menyeimbangkan dirinya kembali, namun gerakan Eirinka lebih cepat, dia kembali melancarkan serangannya lagi.

"Orhhgg.." Sabit Eirinka, telak menembus tubuh Youro, serangan yang begitu fatal, tubuh Youro menghamburkan begitu banyak cahaya.

.

Di sisi Geido, dia masih terdiam dalam segala tanya.

"Apa maksudmu buku itu bisa mengabulkan keinginan?!" Geido menatap Crowzan tajam.

"Tak ada buku yang seperti itu.!" lanjutnya lagi.

"Rak kesembilan, buku hitam di bagian bawah, buku ketiga dari kiri, sebuah cerita kuno berisi kekuatan buku itu" ucap Crowzan.

"Itu hanya legenda, tak ada yang seperti itu di dunia ini.!!" Geido masi menyangkalnya, tampaknya dia begitu hati hati tak ingin terjebak tipuan Crowzan.

"Selalu ada dasar yang yang mendasari legenda"

"Apa buktinya?!"

"Lalu kenapa tidak kita lain buktikan saja!? Buku yang dapat membuat keinginan jadi kenyataan"

"Jadi Geido, apa keinginan terbesarmu?!" Crowzan tersenyum penuh sambut.

"Keinginanku..." Untuk sesaat Geido terdiam memikirkannya.

"Aku ingin mengalahkan Ukite." ucap Geido.

"Itu keinginanmu, itu mudah.. kamu hanya perlu menuliskannya pada buku itu"

"Ambilah, dan kita penuhi semua keinginan kita."

"Ehh..!!" Dibalik kegundahan Geido, dibelakangnya Naomi sudah benar benar ketakutan, tubuh gemetarnya hanya mampu terdiam memeluk buku Ukite.


Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 28

Leon Lockhart
2017-01-18 14:15:32
Sepertinya Geido sedang dipengaruhi oleh Crow '-')
Arizl Kareen
2016-09-25 01:32:41
Apa Geido akan terpengaruh ?
METABEE
2016-09-10 11:09:23
Menang pake cheat itu gx seru loh
Zunuya Rajaf
2016-08-20 07:19:49
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Derry Prayoga Hanief
2016-04-01 21:01:23
komen dulu
Rinularo
2016-03-26 14:22:34
Lnjt
Eiichiro Maruo
2016-02-06 14:05:23
Hidup om Ivan96 okeh teruskan #KetinggalanBanyakChapter
Rrrrr
2016-01-14 13:01:57
Numpang komen dan lewat aja ya
Allupi
2016-01-14 10:34:10
Cara yang mudah sekali.
A wahyu
2016-01-13 19:32:33
Geido tidak akan menerimanya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook