VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 24

2015-08-29 - Ivan96 > Drops Of Blood
318 views | 16 komentar | nilai: 10 (4 user)

Di kamar Naomi, tampak Souval masih berdiri tegak, sementara itu tampak Crowzan sedikit kesulitan untuk tetap berdiri.

"Ilusinya, bila aku terus terjebak dalam tipuannya, ini akan menjadi masalah buatku." ucap Crowzan dalam hati.

Koakk..! Koakk..!

Kepala burung keluar dari balik pakaiannya.

"Khee..!" Crowzan tersenyum licik, dia mulai mengangkat sabitnya.

Drapp..!

Crowzan melesat cepat ke arah Souval, mengayunkan sabitnya.

Dankk..!

Namun Souval mampu menahannya.

Rettt..!

Pegangan sabit Souval tiba-tiba saja memanjang kemudian melilit leher Crowzan.

"Siall.. Aku kena lagi..!" Crowzan berusaha berontak.

Namun tiba-tiba, tampak semuanya seperti meleleh hancur dan menampakan gambaran baru.

"Urghh..!?" Terlihat Souval tengah berusaha bertahan dari serbuan gagak gagak.

"Hehe.. Burungku memiliki jiwanya sendiri, kamu tidak akan bisa menjebaknya hanya karena kumasuk ke dalam ilusimu." ucap Crowzan.

"Rahh..!" Souval semakin kewalahan menangani mereka.

Drops Of Blood Chapter 24 - Ular Putih Rindy
Penulis : Ivan96

Burung burung itu terus saja mengerubuni Souval.

"Arhhh..!" erang Souval.

"Harus kuakui, kemampuanmu dalam ilusi cukup menakjubkan, tapi.."

"Kamu sudah salah memilih lawan..!" ucap Crowzan, burung burung itu menjauhi Souval yang sudah terkapar lemas.

"Ahh.. Hah.. Hah..!" Souval berusaha bangun, namun apa daya, dirinya sudah sangat lemah dengan tubuh berhamburan cahaya.

"Ughh..!" Kembali, Souval berusaha bangun.

"Aku... Belum kalah." ucap Souval kembali berdiri, namun tampak masih belum seimbang.

Brachh..!

Sebuah sabit menusuk tubuhnya.

"Diam dan tunggulah saja..!" Crowzan menarik sabitnya dari tubuh Souval.

"Kematianmu.." ucap Crowzan diiringi jatuhnya Souval.

Di tempat Geido, tampak dia tengah mengayun ngayunkan sabitnya.

"Kupikir aku akan kehilanganmu." ucap Geido.

Drap.. Glapp..

Rouba dan Youba berusaha kembali bangun.

"Sebaiknya kamu menjauh!" ucap Geido pada Naomi.

"Aa.. Hmm..!" angguk Naomi berjalan ke belakang Geido.

Tlap.. Tlap..

Youba berjalan kekanan Rouba, Rouba mengoper sabitnya ke tangan kiri.

Geido menggenggam erat sabitnya bersiap dengan kejutan yang akan diberikan lawannya.

Zruutt..!

Mereka tiba-tiba saja menyatu.

"Ahh..!" kaget Geido yang tak mengira itu.

"Mereka menyatu..!" ucap Geido, tampak Youba dan Rouba bersaudara kini menjadi satu, topeng mereka pun menjadi utuh, dengan dua buah sabit di tangannya.

"Itu mode judgrist." gumam Geido.

Aura shinigami berwarna merah pekat meluap dari tubuh si kembar Youro.

"Ini.. Kekuatannya hampir setingkat dengan Ukite, tidak.. Bahkan lebih." ucap Geido.

"Naomi, menjauhlah..!" ucap Geido.

"Ehh..!" Naomi berjalan mundur menjauh.

"Jangan melihatnya, apa pun yang terjadi jangan melihat shinigami itu." ucap Geido.

"Uhh..!" Naomi memalingkan wajahnya menutup mata.

Di sisi Ukite, tampak dia kini berada di depan sebuah pohon besar, bahkan sangat besar.

"Ini..!?" Sitera memperhatikan tempat itu.

"Jangan melihat matanya, atau kamu akan mati." ucap Ukite serius.

"Hhh..?!" kaget dan bingung Sitera.

"Ehh..!" kaget Ukite, dia meraih Sitera dan melompat ke kiri saat sadar sebuah mulut ular akan memakannya.

"Ular..!" teriak Sitera histeris.

"Ini bukan pertama kali kamu melihat ular kan?!" ucap Ukite.

Zrrrsstt..

Ular itu bergerak cepat mengejar Ukite.

"Tapi kalau yang sebesar itu baru kali ini!!" teriak Sitera.

Draps.. Drap..!

Ukite melompat lompat menghindari tiap gigitan Ular berukuran besar itu.

"Kalau begitu, selamat.. Kamu baru saja melihat Rindy." ucap Ukite.

"Ahhh..!" Sitera makin shok.

"Ukite..!" teriak ular itu tampak begitu marah.

Grall..!

Ekor besar ular itu memukul keras Ukite.

.

"Urhh..!" Ukite berusaha kembali bangun.

"Sakit sekali..!" ucap Sitera.

"Beraninya kau datang kemari lagi!!" teriak ular itu.

"Dia tampaknya marah padamu Ukite." ucap Sitera.

Battss..!

Rindy mengarahkan mulut besarnya ke arah mereka dengan cepat.

"Ahh..!" Sitera melompat kesamping menghindarinya, namun sial bagi Ukite, dia berhasil tertangkap mulut sang ular putih itu.

"Ukite..!" teriak Sitera.

"Ssssttt.. Kini giliranmu!" Rindy melaju cepat ke arah Sitera dengan mulut terbuka.

"Ukite..!" Terlihat air mata Sitera menetes jatuh.

Gouffh..!

Sitera akhirnya termakan ular itu jug.

"Tidak..!"

"Tidak akan kumaafkan..!" teriak Sitera.

Tubuh Sitera tiba-tiba saja membesar dan terlihat begitu sangar, dia menahan mulut ular itu.

"Takan kumaafkan kamu..!" teriak Sitera.

.

"Hmm..!" Ukite melirik kesampingnya, tampak Sitera tengah berdiri terdiam.

Ukite mengangkat sabitnya dan menusukan ujung sabitnya pada tangan sitera.

"Arhh.." jerit Sitera kesakitan.

"Hh.. Ukite?" Sitera melihat Ukite.

"Ka-kamu masih hidup?" Sitera tampak mengucurkan air matanya.

"Sudah kubilang jangan lihat matanya." ucap Ukite.

"Hh..!? Apa tadi itu.."

"Iya..!" potong Ukite.

"Hmm..!" Sitera menatap ular putih berukuran sangat besar itu.

Bakk..!

"Aduhh.." keluh Sitera saat kepalanya di jitak Ukite.

"Sudah kubilang jangan melihatnya!" ucap Ukite.

"Tapi aku tak melihat matanya." ucap Sitera.

"Mereka bisa memasukanmu ke dalam ilusi bahkan bila hanya karena kamu memikirkan mereka." ucap Ukite.

"Ahh..!" kaget Sitera.

"Dan, jangan biarkan mereka melihat perasaan terdalammu, atau.. Kamu akan jatuh untuk selamanya." ucap Ukite.

"Ehh..!" Sitera teringat ilusi yang menjebaknya tadi.

"Apa mungkin dia tahu kalau aku..! Ugghh..!" Sitera menggeleng gelengkan kepalannya menyadarkannya dari lamunan itu.

"Sebaiknya kamu menjauh!" ucap Ukite, tatapannya tajam menatap Rindy.

"Hmm.." Sitera melompat mundur menjauh.

Klap.. Klap..!

Ukite melangkahkan kakinya ke depan.

"Aku kemari bukan untuk menantang kalian.." Ukite menghentikan langkahnya.

"Aku kemari untuk meminta bantuan padamu." ucap Ukite.

"Bantuan, jehh... Beraninya kau..!" marah Rindy.

"Aku tak bicara padamu!" ucap Ukite.

"Herrhh..!" kesal Rindy.

"Bantuan apa yang kamu inginkan Ukite?" ucap Rindy dengan nada yang berbeda.

"Hmm.. Tolong ajarkan aku mantra pengikat." ucap Ukite.

"Jangan seenaknya, memangnya siapa yang mau mengajarkanmu!!" teriak Rindy hendak melahap Ukite.

Dapph..!

Ukite melompatkan dirinya tinggi menghindari serangan itu.

"Kau takan bisa lari..!" Rindy membuka mulutnya lebar lebar hendak memakan Ukite.

.

"Cukup permainannya..!" ucap Ukite, tampak dia masih berdiri berhadapan dengan Rindy.

"Kau..!" geram Rindy.

"Waktu itu, kalian mengikat kutukanku kan?" ucap Ukite.

"Lalu kenapa, kau ingin kuikat dalam ilusiku hah..!" teriak Rindy.

"Sudah kubilang, aku tidak bicara padamu!" ucap Ukite.

"Kau..!" geram Rindy.

"Hh.. Apa maksudnya?" gumam Sitera.

"Sejak tadi dia bilang mereka dan kalian, dan dia bilang.." Sitera terlihat bingung dengan apa yang di dengar dan dilihatnya.

"Maaf Ukite, tapi mantra itu bukan miliku." ucap Rindy dengan nada lembut.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 25

Bocah Redoks
2017-02-13 13:22:26
Jadi kayak orang gila dah si ukite
Kuroko Akashi
2017-02-05 10:55:02
Yohohoho... White Snake Rindy Sisters...
Leon Lockhart
2017-01-17 22:21:40
Ular putih? Orochimaru
Aerilyn Shilaexs
2017-01-11 10:05:34
Wah ternyata ular.
Arizl Kareen
2016-09-25 01:13:05
A Rindy itu punya 2 kepribadian ?.. apa 2 in 1 ?
ThE LaSt EnD
2016-08-20 07:20:22
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Derry Prayoga Hanief
2016-04-01 20:57:44
komen dulu
Rita En
2016-03-26 14:04:01
Lnjt
Luthfi D Nasib
2016-03-16 15:28:13
Apakah dia sama dngn yobi bersaudara .. 2 orang yg jd 1
Emerald Queen
2016-02-16 09:08:58
Rindynya ada b'rapa
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook