VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Drops Of Blood Chapter 23

2015-08-24 - Ivan96 > Drops Of Blood
291 views | 12 komentar | nilai: 10 (4 user)

"Uarrrhhh...!" teriakan keras Crowzan menggema di seisi ruang kamar Naomi.

Grubb..!

Crowzan terjatuh lemas.

"Krahh.. Hah.. Hahh.. Itukah kemampuanmu." ucap Crowzan berusaha bangun.

"Dasar badut." ucap Crowzan, dia menatap tajam Souval yang berdiri di hadapannya.

Batts..!

Souval mengayunkan sabitnya menusuk kepala Crowzan.

"Kalau begitu, kamu payah dikalahkan oleh badut." ucap Souval.

Bruhhhtt..!

Tubuh Crowzan tiba-tiba hancur jadi asap.

"Kalah?" Terlihat Crowzan tengah berdiri di belakang Souval.

"Aku bertanya, bagai mana kalah menurut pandanganmu?" ucap Crowzan menebaskan sabitnya.

Dankk..!

Souval menahan sabit Crowzan dengan sabitnya.

"Lebih baik dari apa yang ada di kepalamu." ucap Souval diiringi tiba-tiba dirinya menghilang.

Bakk..!

Souval tiba-tiba muncul dan menendang bagian belakang kepala Crowzan.

"Arggh..!" erang Crowzan berusaha mengatur diri.

Brathh..!!

Pinggang kanan Crowzan sobek terkena sabit Souval.

"Erhhh.. Lagi?"

Drops Of Blood Chapter 23 - Sangkar Ilusi
Penulis : Ivan96

"Kamu tahu?" Souval tiba-tiba muncul di hadapan Crowzan dan mengayunkan sabitnya.

Brattthh..!

Pinggang Crowzan terpotong jadi dua.

"Arcchhh..." erang Crowzan.

"Sialan, beraninya kau!!" teriak Crowzan.

"Kau pecundang, kau hanya bisa menggunakan tipuan!!" teriak Crowzan.

"Setidaknya, aku bukan penipu." Souval memposisikan sabitnya.

Batss.. Batss..

Souval mengayunkan sabitnya berulang kali memotong motong tubuh Crowzan.

"Guarhhh..."

"Rahhhh!!" teriakan Crowzan begitu keras.

"Akan kubunuh kau!!" teriakan Crowzan sesaat sebelum sabit Souval membelah kepalanya.

Brugghh..!

Untuk kedua kalinya, Crowzan jatuh berlutut di hadapan Souval.

"Kau.. Harhh.. Harhh.." Crowzan tampak benar-benar tersiksa.

"Kau takan bisa membunuhku." ucap Crowzan tersenyum licik.

"Tinggal menunggu waktu saja, tinggal menunggu waktu hingga kau tak bisa menggunakan mantramu lagi."

"Hahaha..."

"Ahhahaha..." tawa keras Crowzan begitu lantang dengan kesombongannya.

Battss..!

Souval mengayunkan sabitnya membelah kepala Crowzan.

Bruuhh...!

Kembali tubuh Crowzan berubah jadi asap.

Wusshh..!

Sebuah ayuna cepat sabit Crowzan terarah dari belakang.

"Ehh..!" Beruntung Souval cepat menundukan tubuhnya.

Souval lalu memutar tubuhnya dan mengayunkan sabitnya.

Bagghh..!

Sebuah sepakan keras dilayangkan Crowzan hingga Souval terlempar menghantam dinding.

"Kau pikir kau bisa merapal mantra lagi?" Crowzan kini sudah dihadannya dengan sabit terayun.

Dankk..!

Beruntung Souval masih mampu menggerakan sabitnya untuk meahannya.

Kreww..!

Souval tiba-tiba muncul di belakang Crowzan dan meraih pakaiannya.

"Hh..!" kaget Crowzan.

Brarrr..!

Souval melemparkan Crowzan keras hingga menjebol dinding.

"Harrhh..."

"Bagai mana bisa." Crowzan berusaha kembali bangun.

"Sejak kapan kau.." ucapan Crowzan terhenti saat rumah itu hancu berhamburan dengan sebuah bola api besar jatuh ke arahnya.

Blummmbb...!

Ledakan keras terjadi, semuanya hancur dan lenyap.

Blughhh..

Crowzan kembali jatuh, berlutut di hadapan Souval untuk yang kesekian kalinya.


"Kamu.. bagaimana kamu bisa merapal mantra secepat itu" ucap Crowzan.

Bagghh..!
Souval menendang Crowzan hingga terlempar kebelakang.

Disisi Naomi, tampak dia begitu ketakutan saat dua shinigami kembar itu berjalan mendekatinya.

"Dimana dia?" Youba mengangkat sabitnya.
"Hh..!" Naomi semakin takut, tubuhnya gemetar saking takutnya.

"Hei..!" ucap sebuah suara tiba tiba.
"Hh..?!" Mereka melihat kebelakang, terlihat Geido tengah berusaha kembali bangun.

"Kalian pengecut cuma berani pada anak perempuan"
"Cihh.." Geido kembali mengangkat sabitnya.

"Hei pecundang, kalian belum pernah membunuh shinigami ya?" ucap Geido.

Slingg.. Darnkk..
Dengan sangat cepat Geido tiba tiba muncul tepat dihadapan Rouba dan mengayunkan sabitnya.

"Ougghh..!" Rouba terlempar begitu jauhnya karena menahan serangan Geido.

Geido kini melirikan matanya ke kiri, kearah Youba yang masih terdiam kaget.

"Aku tak tahu, sepenting apa buku Ukite itu"


"Aku juga tak tahu, apa yang akan kalian lakukan pada bukunya" Geido menatap tajam Yoba.

"Tapi, jangan bercanda kalau kau akan bisa mengalahkan Ukite"

Dankk.. Dankk..
Geido mengayunkan sabitnya berulang kali, walau Youba dapat menangkisnya namun tampak dari gerakan tubuhnya yang limbung dia sedikit kesulitan.

Slingg..!
Geido tiba tiba muncul dibelakang Youba dengan sabit siap serang.

Tampak wajah kaget Youba begitu menyadari Geido sudah dibelakangnya.

Braschh..
Sabit Geido tepat menusuk punggung Youba, bahkan saking keras ayunan sabitnya, Youba sampai terlempar cukup jauh.

Tubuh Youba yang terlempar langsung lenyap tertelan kegelapan.

"Harhh.. hah.." tampak Geido begitu kelelahan.

"Berdirilah, jangan cengeng" ucap Geido menatap Naomi.
"Hh..!" kaget Naomi, dia segera berdiri, walau tampak sedikit sulit karena tubuhnya gemetar.

Di tempat lain, tampak Ukite tengah berjalan ditemani Sitera.

"Hei.. kamu tahu ini tempat yang berbahaya" ucap Sitera.

"Hei.. kamu dengar aku tidak?" ucap kesal Sitera karena di abaikan.
"Ya.. aku dengar kok" ucap Ukite.

"Lalu kenapa kita kemari, kamu tahukan tak ada satupun penghuni dunia shinigami yang berani masuk ke khawasan ini" ucap Sitera.

"Hanya mereka yang bisa membantuku" ucap Ukite.

"Hmm.. sebenarnya apa yang kamu inginkan dari mereka, dan lagi memangnya mereka sudah pasti mau membantumu hah?" ucap Sitera.

Di tempat lain, tampak Ranouf tengah terduduk diam di rumahnya, dia hanya memperhatikan air dalam gelas dihadapannya.

"Apa sebenarnya yang kamu inginkan dari mereka, Ukite..!" ucap Ranouf.

Dinkk..!
Di tempat lain, terdengah dentingan keras yang menggema dalam kegelapan.

"Takan kumaafkan..!" ucap Rouba dengan amarah menyelimutinya.

Dank.. Dank.. Dankk..
Rouba mengayunkan sabitnya berulang kali, namun Geido tampak masih mampu mengimbanginya.

"Kau menantang orang yang salah, bajingan!"

Dannkk..
Ayunan sabit Geido begitu keras, menghantam dan melemparkan Rouba jauh kebelakang.


"Hah.. hah..!" Tampak Geido mencoba mengatur nafas.

"Sebenarnya, dia itu kemana sih..!" ucap kesal Geido.

"Bukan aku tak bisa menghadapi mereka, tapi apa dia gila meninggalkan bukunya sesantai itu" gerutu Geido.

Wusshh...!
Sebuah sabit melayang kearah Geido dengan berputar.

"Permainan anak kecil seperti ini kau layangkan padaku!" Geido mengayunkan sabitnya hendak menangkisnya.

"Ehh..!?" kaget Geido, Rouba tiba tiba saja muncul dihadapan Geido dan meraih sabitnya.

Dankk..!
Rouba mengayunkan sabitnya keras hingga sabit Geido terlepas.

"Apa..!" kaget dan panik Geido saat sabitnya terlempar keudara.

"Jehh..!" kesal Geido.
"Kembalikan sabitku sialan..!" marah Geido.

Bakk..!
Geido memukul keras perut Rouba.

"Ughh..!" desah Rouba kesakitan.

Grebb..! Bakk...!
Geido mencengkram leher Rouba dengan tangan kirinya, lalu
menyikut wajahnya dengan tangan kanannya.

"Arhh..!" erang Rouba sempoyongan.

"Kubilang kembalikan..!" teriak Geido semakin murka.



Geido memposisikan tumit kaki kanannya di pundak kiri Rouba.

"Hh..!?!" Rouba berusaha hendak melawan dengan mengayunkan sabitnya, namun sabit itu dengan mudah ditahan Geido.

"Kau...!" teriak Geido seiringan dengan menekankan kakinya hingga Rouba terpelintir jatuh.

Seketika semua berubah jadi terang, tidak terlalu terang karena ini malam, namun jelas mereka sudah di tempat sebelumnya.

"Erghhh..!" erang Rouba kesakitan, tampak Youba juga tengah terkapar disana.

"Kita kembali?!" ucap Naomi.

Dankk..!
Sabit Geido jatuh dan menancap di belakang Geido.

"Dan juga sabitku.." ucap Geido berjalan mengambil sabitnya.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 24

SHiniGami GhoUL
2017-02-05 10:47:31
Uhuyyy Geido-Sann... (Y)
Vero19
2017-01-17 22:15:30
Crowzan gak mati-mati walaupun terkadang ia sekarat '-')
Aerilyn Shilaexs
2017-01-11 09:58:38
Susah banget membunuh crowzan.
Arizl Kareen
2016-09-25 01:06:54
Lanjut lg ...
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2016-08-20 07:20:38
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Derry Prayoga Hanief
2016-04-01 20:56:44
komen dulu
Rinularo
2016-03-26 13:56:02
Lnjt
dragon black
2015-12-14 21:18:06
hajar terus
Phantom Alicia
2015-08-27 10:22:13
Keyen next lg om ivan96 wkwkwkwk
Snow Blue
2015-08-25 16:57:48
lanjuutttt
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook