VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Drops Of Blood Chapter 22

2015-08-21 - Ivan96 > Drops Of Blood
291 views | 14 komentar | nilai: 10 (4 user)

Di suatu tempat, tampak Naomi dan Geido tengah berlari.

"Di tasnya itu, itu pasti..!" Geido menatap tas yang dibawa Naomi.

"Hei, pergilah ketempat sepi, kamu bisa di anggap gila bila melakukan kontak dengan shinigami." ucap Geido.

"Hh..?" Naomi meliriknya.

"Hmm..!" angguk Naomi, dia berlari memasuki sebuah gang.

"Gehh.. Kenapa aku membantunya, aku juga bahkan tidak dekat dengan Ukite, tapi.."

"Aku mulai menyukainya, perasaan yang Ukite rasakan." batin Geido.

Slingg..!

Tiba-tiba sesosok shinigami muncul di hadapan Naomi yang tengah berlari.

"Ahhh..!" kaget Naomi terjengkang karena kagetnya.

Dankk..!

Namun Geido bergerak cepat dia mengayunkan sabitnya pada shinigami dengan topeng hanya menutupi bagian kanan wajahnya.--Youba--

Sling..!

Tiba-tiba shinigami lain dengan topeng hanya menutupi bagian kirinya muncul di belakang Geido.--Rouba--

Hiingg..!

Semuanya tiba-tiba jadi gelap, hanya ada mereka berempat saja.

"Ini.." kaget Geido.

Batss..!

Drops Of Blood Chapter 22 - Titik Yang Diharap Ukite.
Penulis : Ivan96

Rouba mengayunkan sabitnya, beruntung Geido replek merundukan tubuhnya.

"Jehh..!" Geido melirikan pandangannya ke belakang.

Darrkk..!

Tiba-tiba Geido muncul di belakang Rouba dan menendang punggungnya.

"Ougghh..!" Rouba terdorong cukup jauh karenanya.

"Hah.. Hah.." Geido mengambil sabitnya yang tergeletak, ternyata dia tidak membawa sabitnya saat tiba-tiba muncul di belakang Rouba.

Sementara itu, Naomi masih terdiam kaku, bingung dengan semua yang tengah terjadi.

"Jangan pergi jauh jauh, ini disebut lembah pembunuh mimpi." ucap Geido.

"Hh..?!"

"Tak ada batas atau apa pun di tempat ini, sekali kamu hilang, aku tak tahu harus kemana mencarimu." ucap Geido.

"Hh..!" kaget dan takut Naomi.

"Mereka..!" Geido memperhatikan wajah shinigami di hadapannya.

"Apa mereka kembar..!" gumamnya, memang wajah dan topeng mereka mirif, pakaian, bahkan sabitnya pun sama.

"Aku tidak tahu bagai mana kalian membawa kami kemari."

"Tapi aku tahu, kalian pasti peliharaan Crowzan." ucap Geido.

"Ya, tapi biarlah.. Siapa peduli itu." Geido kembali memposisikan sabitnya.

Drapp..!

Mereka berlari serempak ke arah Geido, namun tiba-tiba mereka menghilang.

Bakk..!

Sebuah pukulan dari gagang sabit Youba tepat mengenai leher Geido.

"Houkhh..!" Geido kehilangan keseimbangannya.

Namun belum sempat dia menyadari keadaannya, Rouba tiba-tiba muncul di atasnya dan memukul wajah Geido dengan pegangan sabitnya.

"Agaghh...!" Geido terkapar lemas setelah menerima serangan keras mereka.

"Aku memang tengah melakukan itu." ucap Souval, dia tampak biasa saja walau jelas tubuhnya kini tertembus sabit Crowzan.

"Hh..?!" Crowzan menatap aneh Souval.

Baggkk..!

Souval menendang keras Crowzan hingga terseret ke belakang.

"Kelakuanmu..!" Souval tiba-tiba muncul di belakang Geido.

"Tak mencerminkan seorang shinigami yang baik." Souval mengayunkan sabitnya, namun ada sesuatu yang aneh.

Brechh..

Sabit Sauval melilit tubuh Crowzan dan menusuk dadanya.

"Houkhh.!"

"Kenapa..!" Crowzan berusaha menahan sakit.

"Bagai mana bisa..!" ucap Crowzan.

Cracctth..!

Puluhan duri runcing keluar dari pegangan sabit Souval yang melilitnya dan menusuk tubuhnya.

"Harrgghh..!" erang Crowzan.

"Kau.., mantra apa yang kau gunakan!!" teriak Crowzan.

"Ehh.. Ini.. Apa ini..!" kaget Crowzan, tampak sesuatu di bawah kulit Crozan, membentuk pola layaknya urat urat dalam tubuh.

"Arhhh... Gaerrhh..!" teriak Crowzan kesakitan.

"Itu akar kematian, bergerak dalam tubuhmu, hidup dengan memakan jiwa kotor dalam dirimu." ucap Souval.

"Huarrhhh..!" erang Crowzan.

"Haukkhb.." Pipi Crowzan tiba-tiba mengembung, Crowzan seperti tengah menahan muntah.

"Hmm.. Mmmhhh.. Bahh..!" Puluhan burung gagak keluar dari mulutnya.

"Ahh.. Tidak, jangan pergi..!" teriak Crowzan, tubuh Crowzan mengeriput, berubah jadi seperti kerangka yang hanya terbalut kulit tanpa daging.

"Tak ada lagi kegelapan untuk mereka, tak ada lagi makanan untuk mereka, dan kini terimalah tuntutan mereka." ucap Souval.

Khoakk..! Khoakk..!

Gagak gagak itu mengerubuni Crowzan, menggigiti, memakan apa yang bisa mereka makan dari tubuh keringnya.

"Huarrggg..!"

"Hentikan..!" teriak Crowzan.

"A. Apa maksudmu tidak ada?" ucap Ukite, tatapannya tajam menatap Ranouf.

"Tak ada cara untuk menghentikannya, cepat atau lambat tubuhmu akan benar-benar hilang." ucap Ranouf.

"Hh..!?"

"Aku tak tahu dan tak pernah dengar ada yang selamat dari hukum itu."

"Tapi mungkin, kalau kamu menghapus semua perasaan dalam dirimu dan menjadi shinigami seutuhnya."

"Aku tak mau..!" ucap Ukite memotong, matanya terpejam seolah memikirkan sesuatu.

"Aku yakin, pasti ada cara untuk menghentikan ini, aku tak mau menghapus hidupku." ucap Ukite tegas, tatapannya begitu tajam.

"Ee..!" Ranouf merasakan sesuatu dari tubuh Ukite.

"Hmm.. Aku mengerti perasaanmu, tapi.."

"Kamu harus mengerti, tak semua hal bisa kamu dapatkan." ucap Ranouf.

"Hmm.. Ya, aku mengerti." ucap Ukite, dia mengangkat tubuhnya berdiri.

"Hh.?"

"Aku akan menemui Rindy." ucap Ukite.

"Apa..!" kaget Ranouf.

"Apa yang ingin kamu lakukan, apa kamu ingin bunuh diri?"

"Apa kamu lupa, dia hampir membunuhmu dulu." ucap Ranouf.

"Terimalah, tak pernah ada yang bisa mengubah itu, tak ada cara untuk menghentikannya."

"Satu satunya cara kamu hanya harus menahannya agar dirimu tak lenyap." ucap Ranouf.

"Aku tahu, dan akan kulakukan itu." ucap Ukite.

"Ehh..?!" Ranouf menatap bingung, dia sadar apa yang di katakan Ukite bukanlah apa yang dimaksud dirinya.

"Apa sebenarnya yang kamu pikirkan?" Ranouf menatapnya tajam.

"Sama seperti saat pertemuan terakhir kita." ucap Ukite melangkah pergi.

Ranouf hanya mampu terdiam, tak mengerti dengan apa yang dimaksud Ukite.

Di luar, tampak Sitera tengah terduduk diam di sana, hingga saat pintu terbuka membuatnya berbalik.

"Sudah?" tanya Sitera melihat Ukite keluar.

"Ya..!" ucap Ukite tetap berjalan.

"Kenapa buru buru, kamu mau kemana sekarang?" ucap Sitera.

"Menemui seseorang, di hutan air mata mimpi." ucap Ukite.

"Ehh..!" kaget Sitera.

"Bukankah itu..!"

"Ya, kawasan kekuasaan Rindy." ucap Ukite.

"Kenapa kamu mau ke sana, itu tempat yang berbahaya.." Sitera berlari mengikuti Ukite.

"Bahkan tuan Ranouf- pun pernah dibuat kewalahan di sana." ucap Sitera, Ukite tak menjawabnya, dia tetap melangkah pergi.

"Hei.. Aku bertanya padamu!!" teriak Sitera kesal.

Bakk..!

Sebuah batu menghantam kepala Ukite.

"Arhh.. Apa yang kamu lakukan." kesal Ukite.

"Kamu kenapa tidak menjawab pertanyaanku." ucap Sitera, tatapannya begitu tajam.

"Aku sedang buru buru." ucap Ukite.

"Kalau begitu, aku akan ikut, jadi kamu bisa menjawabnya saat di jalan-kan?" ucap Sitera.

Ukite menatap Sitera tajam, begitu tajam dan dalam.

"Baiklah, terserah kau saja." ucap Ukite mengalah.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 23

SHiniGami GhoUL
2017-02-05 10:40:16
Otw Rindy Area...
Leon Lockhart
2017-01-17 22:09:35
Crowzan akhirnya kalah '-')
Aerilyn
2017-01-11 09:49:58
Rindy sepertinya sangat kuat.
Arizl Kareen
2016-09-25 01:01:00
Siapa itu Rindy ?
Zihime Rughite
2016-09-16 13:00:31
Yup yup yup yup yup
ThE LaSt EnD
2016-08-20 07:20:43
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Kurosaki Yoshimura
2016-05-14 21:17:27
(^~^)b
Derry Prayoga Hanief
2016-04-01 20:55:50
komen dulu
Rinularo
2016-03-26 13:45:43
Lnjt
Andre Umbu
2015-08-22 03:42:19
Pertamax
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook