VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Drops Of Blood Chapter 21

2015-08-16 - Ivan96 > Drops Of Blood
288 views | 14 komentar | nilai: 9.75 (4 user)

"Hmm.. Benar.." ucap Ukite.

"Sudah kuduga, suatu saat ini pasti terjadi, seharusnya kamu tak bermain di dunia manusia." ucap Ranouf.

"Memudar?" Sitera memperhatikan tubuh Ukite.

"Itu tak terjadi terus menerus, dan lagi.. Saat aku di dunia shinigami, itu tak terjadi." ucap Ukite.

"Hmm.." Ranouf terdiam menatap Ukite.

"Sebaiknya kamu berhenti bermain main, cobalah untuk bersikap seperti shinigami lainnya." ucap Ranouf.

"Apa itu penyebabnya?"

"Kenapa bisa begitu?" tanya Ukite.

"Hmm.. Kalo berbicara tentang hukum, maka kita haruslah berbicara dari awal."

"Hukum?" bingung Ukite.

"Hukum apa, aku tidak melanggar hukum shinigami manapun." sangkal Ukite.

"Yang tertulis, ya..."

"Tapi, hukum shinigami terbagi jadi dua, hukum hidup dan hukum mati."

"Bisa langsung saja?" Ukite tampak mulai tak sabar.

"Walau itu tak terjadi, tapi aku tetap merasakannya." ucap Ukite.

"Hmm.. Hukum hidup adalah aturan yang di buat shinigami, dan mengatur pergerakan shinigami."

Drops Of Blood Chapter 21 - Tamu Dari Dunia Malam
Penulis : Ivan96

"Sedang hukum mati, adalah hukum yang tertulis dalam diri tiap shinigami."

"Dalam diri shinigami?"

"Kamu tahu, sebenarnya aku tak boleh mengatakannya, bahkan dewan sekalipun tak tahu detail itu semua." ucap Ranouf.

"Ehh.. Termasuk.."

"Tidak, tuan Aerhao adalah shinigami tertinggi di kursi dewan, dia punya tanggung jawab dari leluhurnya." ucap Ranouf.

"Baiklah, akan kulanjutkan.."

"Awalnya, kalian hanyalah roh yang terlepas dari tubuh manusia kalian, kalian hidup karena roh shinigami yang mengikat kalian."

"Roh shinigami?" Ukite makin di buat bingung.

"Hmm.. Apa aku tak apa di sini?" ucap Sitera.

"Hmm.. Itu tergantung dirimu sendiri, pengetahuan dibutuhkan tanggung jawab lebih." ucap Ranuof.

"Hmm.. Kalo begitu, sebaiknya aku keluar saja." Sitera melangkah pergi keluar.

"Hmm..!" Ranuof hanya tersenyum kecil.

"Pak tua, apa maksudmu kalau shinigami adalah roh manusia yang mati?" tanya Ukite.

"Hmm.. Itu benar, tapi tak semuanya.."

"Dengar Ukite, apa kamu tahu kenapa shinigami dilarang hidup bersama manusia, bermain, atau hal yang biasa di lakukan manusia?"

"Hmm..."

"Itu karena, hal seperti itu bisa mengembalikan perasaan manusia kalian."

"Roh shinigami dipasangkan dengan kalian sebagai pengikat, namun saat perasaan kalian mulai kembali, jiwa manusia kalian pun perlahan mengikis roh shinigami kalian." ucap Ranouf.

"Aku mengerti, itulah kenapa hanya saat aku dalam bentuk shinigami saja itu terjadi." ucap Ukite mulai mengerti.

"Lalu, bagai mana cara menghentikannya?" tanya Ukite.

"Itu.. Tidak ada." ucap Ranuof.

"Huamm..! Pantas saja dia betah di sini." Terlihat Geido tengah tiduran di tempat tidur Naomi.

"Manusia memang menarik, aku tak pernah berpikir kalau ada orang seperti dia." ucap Souval, tampak dia tengah membaca buku buku Naomi.

"Hmm.." Naomi tampak sudah lebih santai, namun tetap saja dia masih takut.

"Ee.. Apa kalian teman Ukite?" tanya Naomi.

"Teman, hmm..."

"Aku tak tahu apa hubunganku dengannya bisa di sebut teman atau tidak, tapi aku tak pernah menganggapnya musuh." ucap Geido.

"Lagipula, dia sedikit menarik, sayang kalau di jadikan musuh." ucap Geido.

"Menarik?" Naomi menatap penuh tanya.

"Dia mundur dari ujian di awal kelahirannya, di generasi berikutnya dia jadi seperti profesor terburuk." ucap Geido.

"Profesor terburuk?" Souval mulai tertarik dengan pembicaraan mereka.

"Ya, dia sangat pintar dalam menghafal mantra kuno, tapi dia payah dalam menghafal jumlah." ucap Geido.

"Hmm.. Aku juga hanya menguasai beberapa mantra dasar." ucap Sauval.

"Kamu tak mengerti saja, dia kurang berbakat dalam menghafal mantra dasar." ucap Geido.

"Hmm.. Bukankah mantra kuno lebih sulit ya?" ucap Sauval.

"Ya, itulah maksudku."

"Ehh..!" Souval tiba-tiba mengambil posisi bersiap dengan sabitnya.

"Ada apa?" tanya Geido.

WUSSHH..!

Sebuah sabil melesat cepat ke arah Souval.

Dankk..!

Beruntung Souval mampu menangkisnya hingga sabit itu berbelok dan menancap di dinding.

"Sabit itu..!" Geido mengenali sabit yang menancap di dinding.

"Sebaiknya kamu pergi." Geido melirik Naomi.

"Hh..!?" kaget dan bingung Naomi.

Sesosok shinigami di selimuti aura hitam masuk ke sana.

"Jehh.. Kebetulan ada kau di sini, biar sekalian saja kau kubereskan." Crowzan menatap tajam Geido.

"Dia..!" Naomi mengenalinya.

"Bicaramu terlalu indah." ucap Geido, Geido sudah bersiap di belakang Crowzan.

Batts..!

Geido mengayunkan sabitnya, namun Crowzan mampu menghindarinya dengan merunduk.

Crowzan membalikan tubuhnya lalu mengayunkan kakinya menendang Geido.

"Hugghh..!" Geido terlempar ke belakang.

Srebbhh..!

Sebuah sabil tiba-tiba menusuk punggung Crowzan.

"Krehh.. Kau tak memiliki aura shinigami." Crowzan melirikan matanya ke belakang ke arah shinigami dengan tubuh berhamburan cahaya.

Bruhh..!

Tubuh Crowzan tiba-tiba hancur jadi asap, kemudian tiba-tiba dia muncul di belakang Souval dengan sabitnya.

"Memudar seperti sampah." ucap Crowzan mengayunkan sabitnya.

Bratthh..!

Sial bagi Crowzan, sebuah ayunan sabit Geido lebih dulu memenggal lehernya.

"Hah.. Hah.. Kenapa kamu masih di sini?" ucap Geido menatap Naomi.

"Aa.." Naomi beringsut mengambil tasnya dan berlari pergi.

"Kalian jadi body guardnya, khee.. Kalian memang sampah." ucap Crowzan yang tengah melayang.

"Kamu jaga dia saja, aku akan menghadapinya." ucap Souval.

"Hh..?" Geido menatap Sauval.

"Ya, mungkin aku akan dapat masalah setelah ini, tapi masalahku memang sudah tiba kan." ucap Souval.

"Percayalah..!" Souval tersenyum ke arah Geido.

"Kalian benar-benar menyedihkan, bahkan dengan kalian berdua pun takan bisa membunuhku, kau pikir aku siapa hah?" teriak Crowzan.

"Aku mengerti." Geido belalu pergi menembus dinding.

"Cihh.. Jangan lari kau." Crowzan hendak mengejarnya.

Dankk..!

Namun sebuah ayunan sabit tiba-tiba memukul mundur dia.

"Cihh..!" Crowzan menatap tajam Souval.

"Lawanmu adalah aku." Souval mengambil posisi siap serang.

Batss..!

Souval tiba-tiba menghilang dari tempatnya di iringi munculnya dia di kanan belakang dan atas Crowzan dengan sabit terayun.

"Hee.." Crowzan hanya tersenyum santai menanggapinya, walau jelas kini tubuhnya tertusuk tiga sabit.

"Hh..!" kaget Crowzan.

Crathh..!

Ketiga Souval itu menarik sabitnya menyobek tubuh Crowzan.

"Rahh..!" erang Crowzan.

"Kenapa..!" ucap Crowzan sambil menahan sakit.

"Ee..!" Tiba-tiba satu lagi Souval muncul di hadapan Crowzan dan menebaskan sabitnya kelehernya.

Bruhhh..!

Tubuh Crowzan yang terpenggal hancur jadi asap dan bulu bulu gagak.

Ketiga Souval lainnya pun lenyap bersama terpenggalnya Crowzan.

"Hah.. Hah.. Sudah lama sekali aku tak rasakan itu." ucap Crowzan tengah melayang di belakang Souval.

"Hmm.." Souval melirikan matanya ke belakang.

"Tapi, bila hanya itu, apa kamu yakin bisa mengalahkanku?" ucap Crowzan.

Batss..!

Crowzan menebaskan sabitnya, namun Souval lebih agresif dia mampu menghindarinya.

"Ya..!"

"Bahkan sangat yakin." Souval bergerak cepat ke arah Crowzan dan mengayunkan sabitnya.

Dankk..!

Namun Crowzan mampu menangkis serangannya.

"Kalau begitu, cobalah pertahankan keyakinan itu." Crowzan mengayunkan sabitnya menembus perut Sauval.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 22

SHiniGami GhoUL
2017-02-05 10:34:04
Hooraayyy Souval-.. Gambaree...
Leon Lockhart
2017-01-17 22:03:26
Crow itu mirip Itachi '-') Gagak!
Aerilyn Chan Kawai
2017-01-11 09:20:36
Pertarungan kembali terjadi.
Arizl Kareen
2016-09-25 00:54:59
Jadi shinigami itu dr roh manusia yg mati...
Zunuya Rajaf
2016-08-20 07:20:54
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Kurosaki Yoshimura
2016-05-14 21:10:03
lanjt
Derry Prayoga Hanief
2016-04-01 20:54:52
komen dulu
Rinularo
2016-03-26 13:35:48
Lnjt
dragon black
2015-12-14 21:06:58
semakin menarik cerita nya sob
Snow Blue
2015-08-21 16:30:03
Hehehe...... yaiyalah inikan cerita favorite ku
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook