VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Drops Of Blood Chapter 18

2015-08-05 - Ivan96 > Drops Of Blood
289 views | 19 komentar | nilai: 10 (4 user)

Di suatu tempat, tampak seperti gudang.

"Siapa kamu?" ucap Geido, tampak dari tubuhnya masih berhamburan cahaya.

"Namaku Souval, hmm.. Aku hanya kebetulan lewat, kupikir agak aneh ada begitu banyak shinigami seperti itu." ucap Souval.

"Tubuhnya itu, apa mungkin dia juga.." Geido melihat tubuh Souval yang juga mengeluarkan serpihan cahaya.

"Mereka hunter." ucap Geido.

"Ya, aku juga tahu, apa mereka mengejarmu?" tanya Souval.

"Tidak.." ucap Geido.

Hari bergulir cepat, terlihat Naomi dan Itani tengah berjalan.

"Hmm.. Kak Ukite kemana?" tanya Itani.

"Entah, dia keluar begitu jam pelajaran berakhir." ucap Naomi.

"Hmm.. Begitu ya." ucap Itani tertunduk.

Di sisi lain, tampak Ukite tengah berlari, dia sudah mengenakan pakaian shinigaminya.

Clankk..!

Sabitnya muncul di tangan kanannya, dia lalu mengayunkan sabitnya membuat bekas sayatan di udara dan masuk pada celah itu.

"Hmm.. Roserclaw masih belum berubah." Tampak Ukite kini tengah berjalan di suatu tempat.

Drops Of Blood Chapter 18 - Sang Pemilik
Penulis : Ivan96

"Tapi mungkin akan..!" ucapnya lagi, tampak dia tengah berada di sebuah kota, berbeda dengan di dunia manusia yang siang di sini keadaannya malam.

Clankk..!

Sabit Ukite kembali menghilang.

Dari jauh, tampak sesosok shinigami tengah memperhatikannya dari balik kegelapan.

"Apa belum ada yang mendapatkannya?"

"Itu mustahil kalau ada dewan di sana."

"Iya, kurasa kabar ini tercium dewan." ucap beberapa shinigami, tampak mereka tengah berada di suatu tempat mirip tempat minum.

"Dewan, siapa yang kalian maksud?" ucap Hairiza.

"Hh..? Gagak hitam dari kursi 27"

"Gagak hitam.."

"Crowzan.." gumam Hairiza.

"Dia itu..!" kesal Hairiza.

Tap.. Tap..!

Derap langkah terdengar berat melangkah masuk ke tempat itu.

"Hmm..!" Shinigami itu melihat kanan kiri, pandangannya lalu tertuju pada poster harga buku Ukite.

Ukite melangkahkan kakinya menghampiri poster itu.

"Lima puluh juta core." Ukite memiringkan kepalanya membaca poster itu.

"Kenapa nak, kau tertarik."

"Sebaiknya jangan nakal, itu bukan pekerjaan untuk bocah."

"Sebaiknya kamu pesan susu saja kemari."

"Ahahaha.." tawa mereka mengejek Ukite.

Srekk..!

Ukite menarik lembar poster itu.

"Apa benar hanya lima puluh juta?" Ukite melirikan pandangannya pada sekitar.

"D. Dia..!" Salah satu shinigami menunjukan kekagetan di wajahnya begitu melihat Ukite.

"Memang kamu mau berapa, dapatkan dulu bukunya kalau mau nego." ucap Hairiza.

"Hh, begitu ya." Ukite mengambil sebuah buku dari balik pakaiannya.

"Itu..!" semua shinigami memandang aneh.

"Apa mungkin itu.." kaget Hairiza.

"Apa itu buku milik shinigami Ukite?" tanya Hairiza.

"Ya.." jawab Ukite.

"Apa jaminannya kalau kamu tak bohong?" ucap Hairiza menyelidik.

"Tak ada..!" Ukite kembali memasukan bukunya.

"Ya lagipula aku kemari bukan mau menjual bukuku." ucap Ukite santai.

"Bukuku.?" Hairiza menatap Ukite dengan tatapan aneh.

Clankk..!

Sabit Ukite muncul di tangan kanannya.

"Kamu, Hairiza kan, orang yang membuat harga pada bukuku." ucap Ukite.

"Hh..?"

"Siapa kamu?" Hairiza menatapnya tajam.

Ukite melangkahkan kakinya ke arah Hairiza.

"Aku.. Ukite.."

"Aa..!" kaget semuanya.

"Hahaha...!"

"Yang benar saja, jangan bercanda bocah." tawa shinigami di sana.

"Ehh..? Hee.. Kau berani juga ya bercanda denganku." ucap Hairiza tersenyum aneh.

"Tidak, dia benar Ukite."

"Coba perhatikan baik-baik."

"Hhh..?"

"Sabitnya juga, kudengar dia memang membawa sabit putih." ucap seorang shinigami membuat semuanya terdiam.

"Kau yakin?"

"Kalau begitu, ini keberuntungan."

"Ayo kita rebut bukunya." Shinigami di sana semuanya berdiri dan bersiap dengan sabitnya, kecuali satu, shinigami dengan topeng bolong bolong.

"Hee?"

"Kenapa kalian berdiri?" ucap Ukite dengan nada polosnya.

"Cihh.. Bocah." Seorang shinigami berlari cepat ke arah Ukite dan mengayunkan sabitnya.

Dankk..!

Dengan mudah Ukite menahan tebasan sabit itu.

"Hei aku sedang bicara." ucap Ukite protes.

"Kauu..!" Shinigami itu tampak kesal dengan ucapan Ukite, dia mengayunkan sabitnya kembali.

Jrasshh..!

Ukite kini sudah membelakangi punggung shinigami itu.

Semua shinigami terdiam kaget bersama robohnya shinigami di belakang Ukite dengan tubuh terpotong.

"Hh..?" Ukite melirik tajam Hairiza.

"Ee..!"

"A. Apa apaan dia itu." batin Hairiza.

Batss..!

Ukite tiba-tiba muncul tepat di hadapan Hairiza dengan sabit terayun.

"Hhh..!" kaget Hairiza menyilangkan sabitnya.

Darnkk..!

Hairiza terseret jauh ke belakang menerima serangan Ukite.

"Grehh..!" tangan kanan Hairiza gemetar setelah menerima seraangan Ukite.

"Ku-kuat sekali..!"

"Hh..!" Kaget Hairiza melihat Ukite sudah di atasnya dengan sabit terayun.

Dankk..!

Sabit Ukite menancap di lantai.

"Hah.. Hah..." Hairiza gemetar melihat lantainya hancur.

"Urghh..!" Hairiza memegangi pundak kirinya yang terkena sabit Ukite.

Glekk..!

Ozai menelan ludah hanya dengan melihatnya saja.

Trinnkk..!

"Aku hanya ingin bertanya, siapa yang memberitahumu tentang bukuku." ucap Ukite mencabut sabitnya.

"Siapa?"

Ukite memposisikan sabitnya di pundak kanan Hairiza.

Semua shinigami di sana hanya mampu terdiam melihat Ukite yang begitu mudahnya membuat Hairiza tak berkutik.

"Apa ka-kamu benar shinigami tingkat dua?" ucap Hairiza dengan suara bergetar.

"Ya..!" ucap Ukite santai.

"K. Kau membunuh shinigami, apa kamu sadar itu pelanggaran." ucap Hairiza.

"Tugas kami adalah mengeksekusi para pendosa.."

"Apa aku mengeksekusi orang yang salah?" ucap Ukite dengan nada polosnya.

"Hh..!" kaget Hairiza.

"Tapi, kami bukanlah manusia."

"Yang kamu bunuh itu, dia shinigami." ucap Hairiza, perlahan tangan yang memegang sabitnya bergerak.

"Arrhh..!" erang Hairiza tertusuk mata sabit Ukite.

"Jangan main main." ucap Ukite dingin.

"Kau..!" geram Hairiza.

"Pergilah..!" Ukite mengangkat sabitnya.

"Katakan padanya, aku menunggunya." ucap Ukite.

"Hh.. Kau pikir kau bisa memerintahku hah!!" teriak Hairiza mengayunkan sabitnya.

Crasshh..!

Sabit Hairiza tepat mengenai perut Ukite.

"Ughhh..!" desah Ukite.

"He.. Hee.."

"Kamu kalah bajingan kecil." ucap Hairiza dengan senyum puas.

"Sekarang, berikan bukumu." Hairiza mengambil buku Ukite dari balik pakaiannya.

"Heehee.. Ha.. Hahaha.."

"Hahahaha..." Hairiza tertawa begitu lantangnya, tawa yang menunjukan kebahagiaannya.

Srachh..!

Hairiza menarik sabitnya, dia lalu memposisikan sabitnya pada leher Ukite.

"Semoga kau tak keberatan bila bukumu menemukan pemilik baru." ucap Hairiza dengan seringainya.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 19

Bocah Redoks
2017-02-13 12:22:57
Semudah itu ? Jangan bercanda
SHiniGami GhoUL
2017-02-05 10:06:34
Ukite takkan kalah semudah ituu...
Leon Lockhart
2017-01-17 19:22:12
Hairiza kau salah '-') dan juga Ukite tak akan mati semudah itu '-')/
Aerilyn
2017-01-09 16:28:21
Bagusnya itu tipuan, bukan buku yang sebenarnya. Melainkan hanya buku palsu.
Arizl Kareen
2016-09-25 00:35:10
Hemm. Apa ukite kalah semudah itu ?
METABEE
2016-09-10 01:30:56
Genjutsu tuh
ThE LaSt EnD
2016-08-19 23:20:27
trik ukete ya.
ThE LaSt EnD
2016-08-19 22:54:20
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Kurosaki Yoshimura
2016-05-14 20:46:10
cih...hairiza sialan..ng dia cewe pa cowo
Derry Prayoga Hanief
2016-04-01 20:51:36
komen dulu
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook