VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 17

2015-07-06 - Ivan96 > Drops Of Blood
345 views | 20 komentar | nilai: 10 (4 user)

"Kamu juga seorang hunterkan?" ucap Crowzan.

"Ya.." jawab Geido tanpa ragu, tampak sebuah senyum licik tersungging di wajah Crowzan.

Dapps..!!

Crowzan melompat cepat ke arah Geido, begitu pula Geido, dia dengan sigap menarik sabitnya dan melompat menyambutnya.

Dankk..!

Keduanya saling menghantamkan sabitnya.

"Eghh.!" Crowzan terlempar ke belakang, tak ingin hanya begitu saja, Geido kembali mengayunkan sabitnya.

Buhhh..!

Tubuh Crowzan yang terbelah berubah jadi asap.

Crowzan tiba-tiba muncul di belakang Geido dan mengayunkan sabitnya.

"Hh..!" Geido memutar tubuhnya meliukan tubuhnya menghindari sabit Crowzan.

Dankk..!

Geido justru membalas ayunan sabitnya, walau berhasil di tahan namun Crowzan terlempar jatuh karenanya.

Grrrtttt..!

Crowzan berusaha menyeimbangkan dirinya, semua shinigami kini memperhatikannya.

"Dia, siapa sebenarnya dia." ucap Crowzan dalam hati.

"Ehh..!" Crowzan menyadarinya, tampak Geido melompat terjun ke arahnya.

Darddd..!

Drops Of Blood Chapter 17 - Tidak Bisa Mati
Penulis : Ivan96

Sabit Geido hanya mengenai jalanan, Crowzan lalu memanfaatkan kondisinya mengayunkan sabitnya hendak menebas leher Geido.

"Hh..!" Geido mencondongkan tubuhnya ke belakang, bersama dengan itu kaki kirinya menendang pegangan sabitnya yang masih tertancap.

Dakk..!

Crowzan terdorong jauh ke belakang terhantam pegangan sabit Geido.

"Itu saja?" Geido kembali mengambil sabitnya.

"Cihh.., dia meremehkanku." kesal Crowzan.

Crekkhh..!

Geido tiba-tiba sudah ada di kanannya dan menusuk punggung Crowzan.

"Hehe..!" Bukan sesuatu yang diharapkan, Crowzan malah tertawa mendapat serangan itu.

"Hh.?" kaget dan bingung Geido mendapati Crowzan malah tertawa.

Srekkhh..!

Crowzan berjalan ke depan hingga sabitnya tercabut.

"Hanya itu?" Crowzan tersenyum mengejek.

"Sadarilah dirimu sendiri sebelum menantang orang lain." ucap Crowzan mengangkat sabitnya.

"Aku sudah sangat sadar." Geido membalikan tubuhnya menghadap Crowzan.

"Bahkan terlalu sadar..!"

Srabbh.!

Serangan cepat Geido kembali mengenai dada kiri Crowzan.

"Ughhh.."

"Inikah serangan terbaikmu, ya jangan salah paham, sebenarnya ini hebat."

"Kalo saja lawanmu bukan aku." ucap Crowzan.

Bruhhht..!

Tubuh Crowzan tiba-tiba hancur jadi bulu bulu gagak, berterbangan kesekitar Geido.

"Aaa..!" kaget Geido.

Sratt..!

Bulu bulu itu menusuk Geido dari berbagai arah.

"Arrhhh..!" erang Geido.

"Hmm... Sebenarnya kamu itu kuat, kalau saja kamu gunakan untuk mendapatkan buku itu, bukan hanya saja kamu akan selamat, kamu juga akan dapat hadiahnya." ucap Crowzan, tampak dia tengah melayang di udara.

"Hee.. Hehe.." Dengan tubuh di selimuti asap hitam dari bulu yang berubah jadi asap, Geido masih mampu tertawa.

Bruggh..!

Geido terjatuh lemas.

"Kamu pikir aku bisa mengalahkan Ukite, hehe.."

"Sejak dulu, aku menganggapnya rivalku, aku ingin bisa sekuat dia, hingga aku menyadari sesuatu, kalau dia tak pernah menganggapku setara dengannya." ucap Geido.

"Oo.. Apa itu curhatanmu?"

"Jadi dia temanmu ya."

"Teman?"

"Khee..!" Geido kembali bangun.

"Dia adalah rivalku, kau dengar..!"

"Karena itulah..!" Geido bersiap dengan sabitnya.

"Akan kutunjukan, kalau aku setara dengannya!!" teriak Geido bersama tiba-tiba munculnya dia di belakang Crowzan.

"Eehh..!" kaget Crowzan.

Bakk..!

Geido memukul keras Crowzan dengan sabitnya, bukan dengan bagian tajamnya namun bagian belakangnya.

"Arrhh..!" Crowzan berusaha mengatur diri menyeimbangkan dirinya, hingga tiba-tiba pukulan lainnya menghantam keras wajahnya.

"Aughhh..!" Crowzan terlempar hingga jumpalikan begitu jauhnya.

"Aghh.. Si. Sialan." Crowzan berusaha kembali bangun, walau masih sempoyongan, pandangannya masih belum jelas, namun dia sadar kalau sebuah sabit mengarah padanya.

Bratthh..!

Geido menebas leher Crowzan hingga putus, tubuh Crowzan hancur jadi asap.

"Menarik..!" Tampak Crowzan tengah berdiri di atas salah satu gedung.

"Hh..?" Geido tersentak kaget.

"Hah.. Hah.. Apa dia tidak bisa mati." gumam Geido, tampak dia sudah mulai kelelahan.

"Setidaknya, aku berhasil." Geido tersenyum menang hingga akhirnya jatuh.

"Ehh..?" Crowzan menyadari senyum itu.

"Aa..!" Dia melihat kesekitarnya, tampak para Hunter sudah tak ada di sana.

"Sialan.. Dia menjebaku." kesal Crowzan.

"Kurang ajar.."

Koak..!

Kepala burung keluar dari tubuhnya.

"Arrhh..!" teriak keras Crowzan.

Bratth..! Bratth..!

Puluhan gagak keluar dari tubuhnya, terbang melesat cepat ke arah Geido.

"Uhh..!" Geido sudah tak mampu berdiri lagi, hanya mampu melihat burung burung itu melesat siap memangsanya.

"ArArrggh..!" erang Geido di patuki gagak gagak itu.

"Mereka akan memakan jiwa shinigamimu, perlahan, kau akan mati dan lenyap, untuk selamanya." Crowzan tersenyum puas.

Serpihan cahaya berhamburan dari tubuh Geido yang mulai pudar.

"Yarrghh..!" Geido mengayunkan sabitnya menebas gagak gagak itu, namun gagak gagak itu selalu kembali utuh dan justru bertambah banyak.

"Heh..!" Geido berusaha merangkak dan menembus salah satu bangunan.

"Kamu pikir bisa lolos dari mereka." Tanpa di duga, ternyata gagak gagak itu juga bisa menembus bangunan.

"Hh..?" Crowzan mengeryitkan dahinya.

"Tidak mungkin..!" Crowzan melompat terjun ke arah bangunan itu.

Kriingg..!

Bel jam istirahat berbunyi, anak anak mulai berhamburan keluar kelasnya.

"Ehh..?" Naomi melihat kesamping, tampak Ukite tengah tertidur.

"Dia, apa sejak tadi dia tidur?" kaget Naomi.

"Mungkin dia kelelahan." Naomi menutup bukunya.

"Hmm.. Mungkin aku akan belikan sesuatu untuknya." Naomi tersenyum menatap Ukite, dia lalu melangkahkan kakinya pergi.

Kantin sekolah, tampak Naomi tengah memilih menu di sana.

"Hmm.. Kira kira dia suka rasa apa ya?" gumam Naomi melihat pilihan rasa jus.

"Hmm.. Ini aja, Kak aku pesan ini dan ini ya." Naomi menunjuk menu di sana.

"Iya..!"

"Hh?" Naomi melihat permen di sana.

"Dia suka yang manis kan." gumam Naomi, dia lalu mengambil beberapa permen dari sana.

Tlap.. Tlap..!

Terlihat Naomi tengah berjalan, dia membua dua buah jus di tangannya, dia berjalan begitu riangnya.

Draapp..!

Langkahnya tiba-tiba terhenti begitu masuk ke kelasnya, terlihat Ukite sudah bangun, namun bukan itu, ada seorang anak perempuan di sana.

"Hh..?" Ukite menyadari kedatangan Naomi.

"Ee..!" Naomi tersentak kaget, dia lalu melangkahkan kakinya ke arah Ukite.

"Hmm..!" Dia berusaha tersenyum pada anak perempuan itu.

"Apa itu?" tanya Ukite melihat sesuatu di tangan Naomi.

"Ehh.. Hmm.. Ini.." Naomi memberikan satu pada Ukite.

"Hhh? Apa ini enak?" Ukite mencobanya.

"Aaa.. Manis sekali." ucap Ukite kesenangan.

"Itu jus alpukat." ucap Naomi meminum miliknya.

"Ee..?" Naomi menyadarinya, Ukite tengah memandanginya.

"Punyamu warnanya berbeda." ucap Ukite, memang yang di pegang Naomi jus strobery.

"Ehh..? Hmm.." Naomi akhirnya memberikan jatah miliknya juga.

"Aahh..!" Ukite lalu meminumnya membandingkan rasanya.

"Agak aneh, tapi aku suka."

Ukite meminum keduanya bersamaan.

"Ee..?" Naomi melirik ke arah Itani, Itani tersenyum ke arahnya.

"Haii kak.." Itani mengulurkan tangannya.

"Hmm.." Naomi menjabat tangannya.

"Itani."

"Naomi.." Mereka saling memperkenalkan diri.

"Eee..!" mata Ukite menyudut ke atas menunjukkan wajah polosnya.

"Habis..?" gumamnya.

"Hhh? Itukan masih banyak?" ucap Naomi yang mendengarnya.

"Ya, memang." ucap Ukite kembali meminumnya.

Di sisi lain, tampak Crowzan tengah melayang di udara, wajahnya begitu menunjukkan kekesalannya.

"Dia sengaja bertarung denganku untuk membuat para hunter sadar keberadaanku."

"Cihh..! Awas saja dia itu." kesal Crowzan.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 18

Bocah Redoks
2017-02-13 12:04:00
Apa itani seorang shinigami jg ?
Kuroko Akashi
2017-02-05 09:59:23
Lanjutt lageee...
Leon Lockhart
2017-01-17 19:10:50
Ukite gak sopan dikasih 1 mau lagi
Aerilyn Shilaexs
2017-01-01 17:40:27
ukite serakah.
Arizl Kareen
2016-09-25 00:28:20
Crowzan dipermainkan
METABEE
2016-09-10 01:21:58
Crowzan make izanami kaya'nya
ThE LaSt EnD
2016-08-19 22:50:43
menarik... itani dia jg shingami.. eh tunggu,.
Kurosaki Yoshimura
2016-05-14 20:35:51
crowzan bnr" keren..hihi
Inuyasha
2016-05-07 14:59:45
Ga ad komen
Derry Prayoga Hanief
2016-04-01 20:50:35
komen dulu
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook