VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 15

2015-07-01 - Ivan96 > Drops Of Blood
343 views | 18 komentar | nilai: 10 (5 user)

Di sebuah kamar, tampak seorang gadis tengah mengenakan pakaian tidur di depan cermin, hingga tiba-tiba bayangan sesuatu mengagetkannya.

"Ahhh..!" jeritnya keras begitu melihat sosok shinigami keluar dari dalam kaca.

"Reinya Karaita." ucap sosok shinigami itu.

Braghh..!

Gadis itu terjatuh saking takutnya, tubuhnya gemetar, dia terus berusaha mundur menjauhi sang shinigami.

"P. Pergi..!"

"Pergii...!"

"Jangan dekati aku..!" Gadis itu menangis ketakutan.

"Kumohon...!" Kini tubuhnya sudah tertahan dinding, tubuhnya berkeringat, dengan rasa takut menyelimutinya.

"Kamu sudah berdosa..!" Shinigami itu mengangkat sabitnya.

"T. Tidak..!"

"Kumohon... Pergilah..!" Gadis itu semakin ketakutan.

"Hh..!" Sang shinigami menatapnya, namun sesuatu yang berbeda dari tatapannya.

Perlahan dia menurunkan sabitnya, tampak dimatanya kalau dia kasihan.

"Heee.. Eee.. Hikkh... Kumohon."

Tangannya semakin erat memegang sabitnya, dia kembali mengangkat sabitnya.

Drops Of Blood Chapter 15 - Shinigami Yang Menangis
Penulis : Ivan96

"Ehh..!" Kembali rasa takut bergejolak di tubuh gadis itu.

"Dosamu..!" Sang shinigami tampak masih menyimpan keraguan untuk mengayunkan sabitnya.

"Dosamu, membohongi orang." ucap Shinigami itu bersama jatuhnya tetes air matanya.

"Maaf." Shinigami itu mengayunkan sabitnya ke kepala gadis itu.

Crebb..!

"Ahhh..!" Mata gadis itu terbuka lebar karena rasa sakitnya.

Sett..!

Dia lalu menarik sabitnya menarik keluar jiwa gadis itu.

Grrttt..!

Dia menggenggam erat sabitnya, berbagai perasaan berkecamuk di hatinya.

"Ughh..!" Dia membalikan tubuhnya cepat, tak kuat melihat tubuh sang gadis yang sudah lemas.

Di tempat lain, tampak seorang gadis berambut plum tengah menulis di sebuah buku.

"Nama baru?" ucap sebuah suara mengagetkannya.

"Ehh..!" Dia teramat kaget begitu tiba-tiba Ukite sudah tiduran di kasurnya, di sampingnya.

"Jangan lari..!" Ukite memposisikan sabitnya di leher gadis itu.

"Namamu, Karaia Itani kan?" ucap Ukite, gadis itu hanya mengangguk pelan.

"Pernahkah kamu memikirkan pemilik buku itu?"

"Pemiliknya, tentu takan senang bila bukunya di coret coret orang lain."

"Ya, sejujurnya aku juga tak suka bila ada yang menulis di bukuku." ucap Ukite.

"I. Ini bukuku." ucap Itani.

"Hh..?"

"K. Kakak-ku yang memberikannya." ucap Itani.

"Kakak?" Ukite menjauhkan sabitnya.

"Apa maksudmu?" tanya Ukite.

"I. Itu, saat itu kakakku yang memberikannya, ku-kupikir itu mimpi, tapi.."

"Buku ini ada di tanganku." ucap Itani.

"Hmm.. Begitu ya, sebenarnya aku ingin tanya pemberinya, tapi kalau seperti ini bingung juga aku tanyanya."

"Hmm.. Apa kakakmu sudah mati?"

"Hmm..!" Itani hanya mengangguk kecil.

"Hmm.. Jadi pemberinya bukan satu orang ya, ahh tidak, kurasa itu hanya tipuan." gumam Ukite mencoba memahami situasinya.

"S. Sebenarnya kamu siapa?" tanya Itani masih ketakutan.

"Aku, hmm.. Aku sama seperti pemilik buku itu." Ukite menunjuk buku di tangan Itani.

"Dan, ya.. Dia tidak sepertiku." ucap Ukite.

"Kurasa dia akan langsung membunuhmu bila tahu kamu yang mengambilnya." ucap Ukite.

"Aah.. T. Tapi aku..!" Itani berusaha membela diri.

"Apa pun itu, tiap buku memiliki pemiliknya, dan entah apa atau bagaimana, pemiliknya takan bisa berubah." ucap Ukite.

"Bahkan bila pemiliknya mati." ucap Ukite serius.

"Aahh.. Ya sudahlah, lagipula percuma saja kujelaskan kamu tidak akan berhenti menulis di buku itu kan." ucap Ukite.

"Apa kamu punya sesuatu yang enak?" tanya Ukite.

"Sesuatu?"

"Ya, pop corn, atau susu, ahh puding juga tidak apa apa!" ucap Ukite dengan ekspresi berbeda.

"M. Mungkin susu ada di kulkas." ucap Itani.

"Ahh, benarkah?" sumringah Ukite.

"A. Aku bisa ambilkan." tawar Itani gugup.

"Ahh.. Baiklah." jawab Ukite.

Kicau burung bersahutan, membawa pagi yang baru, di sebuah jalan, tampak Naomi tengah berjalan.

"Dia ke mana ya, dia juga tidak ambil jatah makanannya." gumam Naomi.

Dari jauh, tampak Livia tengah memperhatikan Naomi.

"Dia..!" Livia semakin erat menggenggam sabitnya.

"Ehh..?" Pandangan Livia tiba-tiba tertuju pada seorang anak laki-laki yang tengah berjalan dengan riangnya.

"Hh..?" Naomi mengangkat wajahnya, dia tersenyum melihat sosok anak yang jauh di depannya.

"Ukite..!" ucapnya senang, dia lalu berlari mengejar Ukite.

"Hh..?" Ukite yang menyadarinya berbalik.

"Hah.. Hah.. Kukira kamu kenapa-napa, kenapa kamu tak.. Ehh.. Apa itu?" Naomi baru sadar Ukite membawa sesuatu di tangannya.

"Ohh, dia bilang kalian sering menyebutnya es krim, manis loh." Ukite menunjukkan es krim dalam wadah besar di tangan kirinya.

"Tapi jangan minta ya." ucap Ukite dengan tatapan tajamnya.

"Aaa...!"

"T. Tentu saja tidak." ucap Naomi takut.

"Hhhmm.. Rasanya itu.. Dingin, lembut, ahhh... Aku suka es krim!!" teriak Ukite kesenangan.

"Bukannya kalau makan es krim pagi pagi bisa sakit perut." ucap Naomi.

"Hhh.. Benarkah?" Ukite menatap Naomi polos dengan sendok di mulutnya.

"Tapi aku tidak apa apa tuh?" ucap Ukite dengan polosnya.

"Hfyuhh..!" Naomi hanya menghembuskan napasnya.

Di sebuah kamar, tampak seorang anak tengah terbaring di sana.

"Nona muda, sarapan dulu." Heme membawakan bubur.

"Ehh..?"

"Kalau nona tidak sarapan, nona muda tidak akan kuat." ucap Heme berusaha membujuknya.

"Hmm.." Inagi tersenyum manis ke arah Heme.

"Nahh.. Aa...!" Heme hendak menyuapi Inagi.

"Emm..!" Inagi menggelengkan kepalanya, Heme hanya terdiam bingung.

"Aku mau makan sendiri." ucap Inagi.

"Tapi..!"

"Aku kuat kok." ucap Inagi dengan senyum manisnya.

Tap.. Tap..!

Naomi dan Ukite tengah berjalan menyusuri kelasnya, tampak mereka jadi pusat perhatian anak anak, terutama Ukite.

"Kenapa mereka?" gumam Naomi.

"Takut, aneh, ya yang seperti itulah." ucap Ukite dengan santainya memasukkan es krim kemulutnya.

"Hh..?" Naomi di buat bingung karena ucapannya.

"Apa maksudmu?" tanya Naomi.

"Hmmm.. Tak ada."

"Banyak sekali ya, kukira takan sebanyak ini."

"Tentu saja itu kan porsi keluarga." ucap Naomi.

"Hmm..!" Ukite melihat ke dalam mangkuk es krimnya, tampak itu sudah habis, dan memang yang dimaksud banyak Ukite bukanlah es krim.

Di kejauhan, tampak belasan, bahkan puluhan shinigami tengah memperhatikan mereka.

"Mereka ini..!" Livia yang juga ada memperhatikan para hunter.

"Meriah sekali ya." ucap Crowzan berjalan kesampingnya.

"Sekarang kamu percaya?"

"Buku itu memanglah spesial, bahkan banyak shinigami yang menginginkannya." ucap Crowzan.

"Dia bahkan selalu menjaga anak perempuan itu, ya, itu wajar bila kamu memiliki buku spesial seperti itu, kamu juga akan menjaganya baik-baik kan." Crowzan tersenyum licik, matanya melirik tajam ke arah Livia.

"Spesial ya..!" ucap Geido dalam hati, tampak dia tengan jongkok di atas pengangan sabit yang menancap di dinding bangunan.

"Apa sebenarnya ini, bila dia hanya ingin mencari untung dari harga buku Ukite yang tinggi, aku mengerti, tapi..!"

"Kuyakin maksud spesial itu bukanlah harga itu." ucap Geido dalam hati, tampaknya dia tengah berusaha memahami yang terjadi.

"Kuyakin dia sudah sadar kalau dia sedang di incar, tapi.. Kenapa dia tetap santai saja." Geido menatap bingung Ukite.

"Ee..?" Geido memperhatikan sekitar, memang begitu banyak shinigami, namun tak ada yang berdekatan, walaupun ada hanya dua tiga orang saja.

"Semuanya mengincar saat lemah mangsanya, itu berarti.." Geido melihat ke arah Ukite.

"Hee..!" Geido tersenyum kecil.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 16

Bocah Redoks
2017-02-13 11:29:39
Akhirnya ketahuan jga
Kuroko Akashi
2017-02-05 09:44:50
Selalu menarikk... (Y)
Leon Lockhart
2017-01-16 22:13:25
UKITE!!! Jadi inget film Genji waktu lawan gang botak
Princess Alien
2017-01-01 17:26:07
wah banyak shinigami.
Arizl Kareen
2016-09-25 00:15:04
Iya juga, kenapa gak pada nyerang para hunternya ?
METABEE
2016-09-10 01:07:25
Keren
ThE LaSt EnD
2016-08-19 19:03:22
ada sesuatu yg dsembunyikan.. siapa sbenarnya ukete?
ThE LaSt EnD
2016-08-19 18:53:23
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Kurosaki Yoshimura
2016-05-06 16:41:15
wow..pa yg akn terjadi..uktie seolah" tikus kecil yg sedang di intai elang dari jauh...
Leila Taa
2016-03-26 12:47:10
Lnjt
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook