VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 14

2015-06-30 - Ivan96 > Drops Of Blood
386 views | 20 komentar | nilai: 10 (4 user)

Terlihat Ukite masih tergeletak dengan sabit menancap di punggungnya.

"A.. Aku membunuh shinigami." tangan Livia gemetar, takut, khawatir, berbagai perasaan dia rasakan.

"Ughh.." Mata Ukite kembali terbuka, pandangannya tertuju pada sabitnya yang masih mengunci tubuh Ease.

"Girst.." ucap Ukite lemas, meski sulit, Ukite berusaha kembali bangun.

"Ehh..!" Kaget Livia, matanya terbelalak kaget melihat Ukite kembali berusaha bangun.

Grebb..!

Ukite meraih sabit Ease yang masih di dadanya, dia lalu mencabutnya./

"Ughh.." Ukite kembali jatuh.

"Aahh..!" Livia hanya menjerit kecil.

"Girst.." Ukite mengarahkan tangannya ke depan seperti hendak meraih sesuatu.

"Ughh.." Ukite merangkak di jalanan, perlahan karena lemas, namun tak ingin menyerah dengan tekadnya.

Livia hanya terdiam menatap bingung, pandangannya lalu tertuju pada jauh di depan sana, sabit Ukite yang menancap menjepit Ease.

"Karena bagiku, sabitku adalah teman." Livia teringat ucapan Ukite sebelumnya.

Drops Of Blood Chapter 14 - Partner Shinigami
Penulis : Ivan96

"Kau.. Kenapa?" ucap Livia bingung.

"Girst.." Ukite berusaha berdiri dengan bantuan dinding gang.

Bruggh..!

Lagi lagi Ukite terjatuh, air matanya tak mampu lagi tertahan, diri yang lemah hanya mampu melihat sang teman dari kejauhan.

"Girst..!" Ukite mengarahkan tangan kanannya ke depan.

"Kenapa dia sampai seperti itu." ucap Livia dalam hati.

"Maafkan aku Girst..!" ucap Ukite pelan.

Kletak..!

Serpihan bangunan jatuh, tampak sabit Ukite sedikit bergerak gerak.

"Ughh..!" Ease menyadarinya.

"Ini.." Pandangan Ease tertuju pada Ukite yang tergeletak jauh di sana.

Srankk..!

Sabit Ukite terlepas dari dinding banguan, dan alhasil Ease- pun terjatuh.

"Urggh.." erang Ease lemas.

"Apa... Kenapa?" Ease hanya mampu menatap Ukite yang jauh di sana.

"Uhhg..!" Ease membalikan tubuhnya telentang, perlahan dia memegang sabit itu lalu mencabutnya.

"Arhh.." erangnya.

Trankk..!

Dia melepaskan sabitnya begitu saja, pandangannya tertuju pada sabit itu.

Batts..!

Sabit itu melesat terbang cepat dengan berputar ke arah Ukite.

"Ehh..!" Ease di buat kaget tak percaya.

"D. Dia benar-benar kembali." Ease menujukan pandangannya ke arah Ukite.

"Ahh.. Sabitnya.." kaget Livia.

Drankk..!

Sabit Ukite menancap tepat di depan Ukite.

"Girst..!" Walau matanya sudah terpejam, Ukite masih tetap menyebut nama sabitnya itu.

Perlahan tangan Ukite bergerak, meski pelan tangannya yang berdekatan dengan pegangan sabitnya mulai menyentuh sabitnya.

"Girst..!" Ukite kembali membuka matanya, pandangannya kabur, namun tetap, dia tahu kalau yang di hadapannya itu temannya.

"Kamu.." Ukite meraih pegangan sabitnya itu.

"Terima kasih Girst." gumam Ukite.

Clankk..!

Sabitnya itu lalu menghilang menjadi cahaya.

Slangg..!

Pakaian shinigami Ukite juga ikut menghilang.

Hari semakin sore, di taman, tampak gadis kecil berambut putih tengah bermain ayunan, namun wajahnya tak menunjukkan keceriaan sedikitpun.

"Nona muda, ini sudah sore." ucap Heme, pandangannya teduh seolah tahu kalau gadis kecil itu tengah sedih.

"Heme..!" panggil Inagi.

"Hhh..? Iya..?" jawab Heme.

"Apa aku bisa punya teman?"

"Seperti anak lainnya." ucap Inagi, tatapannya polos, nampak pula kesedihan di matanya itu.

"Ehh..!" Heme tampak kaget dengan pertanyaan gadis kecil itu, namun dirinya berusaha untuk tersenyum.

"Iya, tentu saja." ucap Heme.

"Hmm..!" Inagi menatap Heme seolah ingin meyakinkan jawaban itu.

"Apa kamu mau jadi temanku?" ucap Inagi polos.

"Hh..? Ya, bukankah sejak awal juga kan?" ucap Heme tersenyum.

"Hmmm.. Benarkah." Inagi tampak senang.

"Ya.." jawab Heme.

"Hmm.. Baiklah Heme, ayo pulang." ucap Inagi turun dari ayunan.

Disebuah malam yang dingin, ukir ukir tinta tak terelakan lagi, perlahan mulai membentuk kata demi kata, berubah jadi kalimat dan membawa angin dingin bagi sang pemilik nama.

Flopp..!

Buku itu lalu di tutupnya, dan diletakannya di tempat tidur.

Di tempat lain, di atas sebuah bangunan, tampak seorang laki-laki berpakaian shinigami tengah duduk di sana.

Pandangannya tertuju ke arah bulan, tampak pandangan yang begitu kosong, dengan tubuh mengeluarkan butiran cahaya kuning.

Degg..!

Shinigami itu tersentak kaget, tampak dirinya merasakan sesuatu terjadi pada dirinya.

Clankk..!

Topeng khas shinigami muncul di wajahnya, topeng tengkorak dengan bekas sayatan membentang di bagian mata kanannya.

"Lagi..?" gumamnya.

Drapp..!

Shinigami itu melompat turun dari bangunan tinggi itu.

Di suatu ruangan, terlihat itu sebuah kamar, di sana Ukite tengah terbaring.

Slekkh..!

Tampak Naomi juga di sana, dia tengah membaca buku.

"Hh..?" Sesaat dia melirikan matanya pada Ukite yang tengah terbaring.

"Fhuuhh..!" Naomi hanya menghembuskan napasnya.

Tiba-tiba, mata Ukite terbuka dan bangun.

Clankk..!

Pakaian shinigami dan sabitnya muncul.

"Naomi.?" Ukite menatap Naomi tajam.

"Ehh..!" kaget Naomi.

"Aku menemukanmu tergeletak di depan pintu."

"Apa kamu tidak apa apa?" tanya Naomi.

"Siapa yang membawaku?" Ukite balik tanya.

"Membawa, tentu saja aku, aku susah payah menyeretmu kamu tahu." ucap Naomi.

"Maksudku yang membawaku kemari, aku..!"

"Hmm..!" Ukite tampaknya sudah mengerti.

"Bukuku masuk daftar buruan." Ukite bangun dari jongkoknya.

"Hhh?" Naomi menatapnya bingung.

"Mereka mencari bukuku, jadi berhati hatilah."

"Orang itu lagi?" tanya Nyaomi.

"Lebih dari itu." Ukite melangkahkan kakinya pergi.

"Ahh ya, Naomi..!"

"Bila sesuatu terjadi, panggilah aku." ucap Ukite.

"Panggil?"

"Teteskan darahmu kebuku-ku, maka aku akan datang." ucap Ukite berjalan pergi menembus dinding.

Di suatu tempat, di atas sebuah bangunan, tampak sesosok shinigami perempuan di sana.

"Hhh..!" Livia membalikan tubuhnya cepat, dia sudah bersiap dengan sabitnya.

"Kamu..!" Livia menatap shinigami di hadapannya itu.

"Namamu, Livia kan?" ucap shinigami dengan sabit ukiran gagak.

"A. Apa maumu?" ucap Livia, tampak keringat memenuhi wajahnya.

"Dia mematahkan sabitmu ya, hehh?" Crowzan melihat sabit Livia yang batangnya di ikat untuk menyambungnya.

"Ehh..?"

"Sabit adalah parthner bagi seorang shinigami, hmm.. Apa aku salah?" ucap Crowzan, Livia hanya diam menatap Crowzan waspada.

"Aku bisa membantumu memperbaiki itu bila kamu mau."

"Ahh..!" Livia tersentak kaget.

"Itu tidak cuma cuma kan?" Livia menatapnya tajam.

"Aa.. Kamu pintar juga ya, ya.. Aku hanya minta buku milik Ukite."

"Kamu bisa mendapatkannya?" Crowzan tersenyum penuh arti.

"Kenapa?"

"Hh..?"

"Kamu seorang dewan kan?"

"Kenapa kamu ingin kan buku itu, d. Dan bukankah kamu bisa mengambilnya langsung?" Livia menatapnya tajam.

"Bukankah kamu ingin memperbaiki sabitmu?" Crowzan kini menunjukkan wajah seriusnya.

"Kamu tahu kenapa buku itu di cari banyak shinigami?"

"Ehh..?"

"Buku itu spesial."

"S. Spesial?" Livia di buat kaget dan bingung oleh ucapannya.

"Buku itu."

"Bisa membuat mimpi seseorang jadi kenyataan, apa pun itu." ucap Crowzan serius.

"M. Membuat mimpi jadi kenyataan?" kaget Livia.

"Apa kamu tak curiga, kenapa sabitnya begitu kuat hingga bisa dengan mudahnya mematahkan sabitmu."

"Dan apa kamu tak curiga, kenapa dia tak mati walau sudah terkena sabit begitu fatalnya?"

"Buku itu, itu bisa mengubah apa pun yang di tulisnya jadi kenyataan." ucap Crowzan.

"Ahh..!" Livia teringat saat Ukite menulis di tangannya.

"Jadi.. Dia.."

Grrrtt..!

Livia mencengkarm erat sabitnya.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 15

Bocah Redoks
2017-02-13 11:21:55
Spesial ? Tapi kenapa ?
Kuroko Akashi
2017-02-05 09:37:58
Lannjuutttt Sodaraaa"....
Leon Lockhart
2017-01-16 22:03:40
Buku yang luar biasa, mungkin nanti ada perterungan Livia Vs Ukite '-')
Aerilyn Shilaexs
2017-01-01 17:18:21
buku yang luar biasa, pantas saja banyak yang menginginkannya.
Arizl Kareen
2016-09-25 00:08:30
Apa livia akan menyerang ukite ?
ThE LaSt EnD
2016-08-19 18:41:21
memang shinigami spesial.
ThE LaSt EnD
2016-08-19 17:42:55
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Kurosaki Yoshimura
2016-05-06 16:33:34
tampaknya 1 rahasia uktie mulai terkuak..
Kyouzo
2016-03-30 07:46:34
Ukite terlalu spesial untuk di remehkan! Yippy!
Rita En
2016-03-26 12:37:25
Lnjt
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook