VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 13

2015-06-27 - Ivan96 > Drops Of Blood
363 views | 18 komentar | nilai: 10 (4 user)

Ukite mengangkat sabitnya memposisikan dirinya siap serang.

"Khe, jangan terlalu merasa kau di atas angin.." Ease melirikan matanya ke arah Livia yang masih tertodong sabitnya.

"Temanmu bisa mati kapan saja." ucap Ease tersenyum licik.

"Grehh.." Ein masih berusaha menahan sabit Livia.

"Aku terjebak." batin Livia masih berusaha mengarahkan sabitnya pada Ein.

"Dia bukan temanku." ucap Ukite datar.

"Kalau begitu, kamu tidak keberatan kan kalau dia mati?" Ease tersenyum penuh arti berusaha mengancam Ukite.

"Ya.." jawab Ukite masih terlihat datar.

"Ehh.." kaget Ease mendengar ucapan Ukite.

Jdrankk..!

Ukite mengayunkan sabitnya cepat ke arah Ease, beruntung Ease cepat tanggap dengan merundukan tubuhnya.

"Dia serius." gumam Ease berkeringat dingin.

"Ehh..!" Livia tampak menahan sabit Ease dengan memegang pegangan sabit Ease menggunakan tangan kirinya.

"Rehh..!" Ein tak ingin diam saja, dia mengayunkan kaki kirinya ke belakang menendang Livia.

Drops Of Blood Chapter 13 - Jatuhnya Ukite
Penulis : Ivan96

"Ughh.." desah Livia membentur dinding, dirinya yang masih menahan sabit Ease sulit mengimbangi gerakan Ein.

"Dia...!" Ease menatap Livia tajam, bagaimana pun sabitnya tetap di tahan Livia.

Ease memutar tubuhnya mengayunkan kaki kirinya berusaha menendang Livia.

Brall..!

Ukite menarik sabitnya hingga mengarah menyambut kaki Ease.

"Oughh.." Ease meninggikan kakinya berusaha menghindari mata sabit Ukite dan alhasil hanya pegangan sabitnya yang mengenai kaki Ease.

"Urrhh.." Ease terseret kacau karena menahan hantamannya, sabitnya terpaksa dia lepaskan.

Ein yang mulai mendapat celah dari Livia menghempaskan sabit Livia ke atas berusaha meloloskan diri.

Batss..!

Ein mengayunkan sabitnya ke arah Ukite cepat.

".?" Ukite menyadarinya, dia mengayunkan kaki kirinya menendang bagian samping bilah sabit Ein.

"Apa.." kaget Ein.

Pandangan Ukite kini tertuju pada Ein, dia memutar sabitnya dan mengarahkanya ke arah Ein.

Srett..!

Ein mampu menghindarinya dengan merunduk, namun rambut panjangnya sedikit terpotong.

Jrankk..!

Sabit Ukite yang melewatinya kini tertancap di dinding, tak ingin di buat sia-sia, Ukite memutar tubuhnya dengan mengangkat kakinya dan tangannya pada sabitnya digunakan sebagai tumpuan.

Dapp..!

Ukite menapakan kakinya di dinding belakang Ein tepat di atas Livia, dia lalu mengayunkan sabitnya ke arah Ein.

"Aa.." Ein merundukan tubuhnya ke belakang hingga terjengkang di buatnya.

"Hh..!" Bukan hanya Ein, Livia yang di belakangnya juga di buat blingsatan, dia memposisikan sabitnya menahan sabit Ukite.

Jrankk..!

Sabit Ukite menancap di dinding tepat di kiri kepala Livia yang sedikit di miringkan.

Pandangan Livia begitu menunjukkan kekagetannya dan rasa tak percaya, sabit berharga miliknya patah karena berusaha menahan sabit Ukite.

"Patah.." kaget Ein yang melihatnya, Ease yang melihatnya pun tak jauh berbeda, tampak pandangannya tajam menatap Ukite.

Keringat memenuhi wajahnya, begitu dingin yang dia rasakan, Ukite bagai kematian yang menantinya.

"Shinigami macam apa dia." gumam Ease tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Drapp..!

Ukite melompat ke arah Ease dengan mengayunkan sabitnya.

Jrankk..!

Sabitnya hanya mengenai dinding, Ease melompat ke dinding lainnya dan kini bersiap dengan sabitnya.

Ukite melirikan pandangannya ke arah Ease, namun hanya sesaat, dia melompat menghindari sabit Ease.

Kini keduanya sudah bertumpu di dinding dan saling berhadapan, keduanya mengayunkan sabitnya keras.

Jardd..!

Dinding pijakan Ease tak mampu menahannya, dia terlempar ke dalam bangunan hingga menjebol dinding.

"Aahh.." Ein tak mampu berkata kata lagi melihat temannya begitu saja di hempaskan.

"Dia.." Lagi, Livia menatap Ukite kaget tak percaya.

Sejenak, Ukite melirikan pandangannya ke arah Ein.

"Ee..!" kaget Ein, Ukite tiba-tiba sudah berada di belakangnya mengayunkan sabitnya.

"Huggh.."

Sabit Ukite tepat mengenai punggung Ein, Ein menahan pegangan sabit Ukite dengan tangan kanannya berusaha menahan agar tak terlalu dalam menusuknya.

"Aku mulai merasakannya." batin Ukite.

"Ahhhr.." Ein memutar sabitnya dan mengayunkannya ke belakang dengan tangan kirinya, namun sayang Ukite mampu menahannya, dia menahan sabit itu dengan memegangi bagian pegangannya.

Crebb..!

Sebuah sabit tiba-tiba mengenai dada Ukite, sabit itu berasal dari belakangnya.

"Kau lengah.." ucap Ease, tampak Ease memegang sabitnya dengan tangan kiri.

Ukite kini terjebak, posisinya benar-benar terancam.

"Kau tahu, bagi shinigami, pakaian adalah mahkotanya." ucap Ukite, pandangannya tertuju pada sabit Ease yang mengenai dadanya, dan tentu merusak pakaiannya.

"Kheh.. Bukannya yang benar adalah sabitnya." ucap Ease tersenyum mengejek.

"Tidak.." jawab Ukite.

"Karena bagiku, sabitku adalah teman." ucap Ukite tegas.

"Eehh..!"

Gubbh...

Ukite menendang Ein sebagai tumpuan melompat ke belakang.

Ease tak mampu bicara dengan ulah nekatnya.

Ukite memutar tubuhnya mengayunkan sabitnya ke arah Ease.

"Hh..!" Ease menundukan tubuhnya menghindari sabit Ukite.

Jrankk..!

Sabit Ukite menancap di dinding, tak mau menyia nyiakan, Ease mengayunkan sabitnya cepat hingga mengenai bawah dada Ukite.

"Ughh..." Ukite menatap Ease nanar, pandangannya lalu turun menatap sabit Ease yang menancap di tubuhnya.

"Dia.." Livia menatap Ukite dengan rasa aneh, cemas, khawatir, namun juga marah, bagaimana pun Ukite menyerangnya tadi.

Jregkk..!

Ukite menggerakan sabitnya menariknya dari dinding.

"Hh.. Dia.." Ease menatap tak percaya, bagaimana pun Ukite sudah terkena telak serangannya, namun dirinya masih mampu menggerakan sabitnya.

Walau sulit Ukite kembali memposisikan sabitnya.

"Sial.." Ease yang menyadarinya berniat meneruskan serangannya membelah Ukite, bersama dengan itu Ukite mengayunkan sabitnya.

Brechh..!/

ernyata tak hanya di ayunkan begitu saja, Ukite juga melepaskan sabitnya melemparkannya.

"Hougghh.." Ease terlempar jauh bersama sabit Ukite yang mengenai dadanya.

Grubkk..!

Ease terlempar jauh keluar gang hingga menancap di salah satu bangunan terkunci dengan sabit Ukite.

"Uhhgg.." Ukite jatuh berlutut dengan memegangi lukanya.

"Khreh.." Ein yang masih terdiam memegangi lukanya menyadari kesempatan ini, perlahan walau sulit dia mencoba berdiri.

"Ehh.." Livia hanya terdiam, dia sadar apa yang akan dia lakukan, namun apa daya, dia sendiri tak tahu dia di pihak mana.

"Uhh..!" Dengan masih memegangi lukanya dengan tangan kiri, perlahan dia berjalan ke arah Ukite.

Kriiitt..!

Derit sabit yang terseret mengisi lorong gang itu, perlahan dia berusaha mengangkatnya.

"Hoshh.. Hoshh.." Ukite tampak masih berusaha menahan sakit dalam dirinya.

"Ehh..?"

"Mati kau..!" gadis shinigami itu mengayunkan sabitnya.

"Arbhh.." Sabit Ein telak mengenai punggung Ukite.

Perlahan tubuhnya melemas, dengan mata melotot dia jatuh, bukan Ukite tetapi Ein.

"Hhh..." Dengan tangan gemetar, ternyata Livia lah yang membuat jatuh Ein, dia menusuknya dengan besi pegangan sabitnya.

Gruubb..!

Ukite yang sudah terkena serangan Ein tak mampu menahan dirinya lagi, dia terjatuh lemas.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 14

Bocah Redoks
2017-02-13 11:13:04
Akhirnya jatuh jg
Kuroko Akashi
2017-02-05 09:05:33
Fight, and Fightt!!!
Leon Lockhart
2017-01-16 21:56:46
Pertarungan yang sangat keren '-')/
Aerilyn Shilaexs
2017-01-01 17:09:13
wah pertarungan yang hebat.
Arizl Kareen
2016-09-25 00:02:49
Hemm... bingung mau komentar apa...
ThE LaSt EnD
2016-08-19 17:02:20
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Kurosaki Yoshimura
2016-05-06 16:25:19
keren.
Kyouzo
2016-03-30 07:42:19
Ukite keren! Adegan action selalu yg terbaik!
Leila Taa
2016-03-26 12:30:26
Lnjt
Derry Prayoga Hanief
2016-03-19 22:04:52
mantav (baca aja belum)
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook