VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 12

2015-06-22 - Ivan96 > Drops Of Blood
353 views | 21 komentar | nilai: 10 (4 user)

"Hmmmm..!" Ukite tampak masih memikirkan sesuatu.

"Berhenti bercanda, cepat serahkan buku itu." kesal Ein.

"Aku tidak bercanda kok.." Ukite membalikan wajahnya melirik ke arah Ein.

"Aku hanya sedang berpikir, aku tidak bisa melawan kalian, dan lagi, aku tidak memiliki bukuku." ucap Ukite.

"Jadi bagaimana?" lanjutnya lagi dengan wajah polosnya.

"Jangan bohong." bentak Hade yang kembali normal.

"Tidak, dia benar." ucap Livia.

"Dia sama sepertiku, buku kami di curi manusia." ucap Livia.

"Hh..?" semua pandangan tertuju pada Livia.

"Kudengar memang ada beberapa shinigami kehilangan bukunya di dunia manusia." ucap Ease.

"Hmm.. Tapi tak ada jaminan kalau itu mereka kan?" ucap Hade.

"Tidak dia benar, buku miliknya ada pada.." Saat Livia hendak menyelesaikan ucapannya.

Clankk..!

Tiba-tiba pakaian shinigami Ukite muncul bersama sabit kesayangannya.

"Hhh..!" semuanya di buat kaget dengan perubahan tiba-tibanya.

Drops Of Blood Chapter 12 - Hukum Eksekusi
Penulis : Ivan96

Ukite merundukan tubuhnya dengan sabitnya yang di arahkan ke belakang.

"Awas!!" teriak Ease, Ukite memutar tubuhnya ke kanan mengayunkan sabitnya.

"Sial..!" Ein melompat mundur menubruk Livia yang di belakangnya, tampak pakaian bagian perutnya berhasil tersayat.

Crassh...!

Namun tidak seperti Ein, Hade tak mampu menghindarinya, sabit Ukite berhasil menyobek pinggang kiri Hade.

"Eh..!" Livia yang tak mau menyia nyiakan kesempatan memutar sabitnya dan mengarahkan sabitnya ke arah Ein yang tepat di depannya.

Dinkk..!

Ein menahan sabit Livia dengan sabit miliknya, kini posisinya terhimpit sang shinigami cantik itu dan sabitnya.

"Kalau kau membunuh shinigami, maka itu berarti kamu melanggar hukum shinigami." Ease menodongkan bilah sabitnya melewati leher belakang Libia dan samping kanannya.

"Ee..!" Livia tersentak kaget.

"Gheh.. Itu benar." Ein tersenyum licik.

"Hehe.. Kau sudah menyerang shinigami lain bodoh." ucap Hade memegangi perutnya.

Batts..

Dengan cepat Ukite mengayunkan sabitnya ke arah leher Hade hingga sabit itu menancap di dinding.

"Aa.." semua mata terbelalak kaget menyaksikan yang dilakukan Ukite, terutama dua teman hunter itu.

"K. Kau membunuhnya." ucap Ease dengan suara bergetar, tampak leher Hade terkena bilah tajam di antara dua mata sabitnya.

Floopp..!

Kepala Hade jatuh terpisah dari tubuhnya, disusul robohnya tubuh Hade.

"Kau.." Ein terbelalak kaget, tubuhnya berkeringat dingin.

Clankk..!

Sabit Ukite menghilang, tampak sebuah pulpen di tangannya.

"Aku hanya perlu menuliskan tuntutannya kan?" ucap Ukite datar, Ukite mengangkat tangan kirinya, dia lalu menulis di tangan kirinya itu dengan pulpennya.

"Dia menulis di tangannya." Ease menatap Ukite penuh tanya.

Di sisi lain, tampak di kamarnya Naomi tengah memperhatikan buku milik Ukite, tampak Naomi hendak menuliskan sesuatu di sana.

"Ehh..?" tiba-tiba sebuah huruf huruf berwarna merah muncul di lembar buku Ukite.

"I. Ini.." Naomi di buat kaget dan bingung, sebuah tulisan muncul tiba-tiba, perlahan warna merahnya berubah jadi gelap lalu menjadi hitam layaknya tinta pada umumnya.

Di sisi Ukite, tampak tulisan di tangannya perlahan menghilang seolah meresap ke tubuhnya.

"Jangan jangan.." Ein mencoba memahami apa yang terjadi di hadapannya.

"Buku itu ada di dalam dirimu." ucap Ein.

"Ehh..!"

"Tapi, bukunya itu, bukannya ada pada dia." ucap Livia dalam hati, tampak dia di buat bingung dengan segudang pertanyaan.

"Tak ada aturan bahwa kami, tidak boleh mengeksekusi shinigami." ucap Ukite.

"A. Apa.." Ein di buat terkejut, terlebih sabit Livia menambah siksa pada dirinya.

"Kheh, kau pikir kami tidak pernah melakukan pekerjaan sepertimu itu hah?" ucap Ease.

"Menyerang shinigami lain adalah dosa besar." ucap Ease.

"Ya, itu benar." timpal Ein.

"Itu hanya kalian tidak memahami aturan itu secara benar." ucap Ukite.

"Tidak memahami, apa maksudmu hah?" Ein menatap Ukite tajam.

"Aturan itu di buat karena shinigami adalah penegak hukum, dan mereka percaya bahwa shinigami adalah makhluk yang bersih." ucap Ukite.

"Namun, apa kalian sendiri itu bersih?" Ukite menatap Ein tajam.

"Sampai menjadi hunter, sebenarnya kalian sudah melanggar lebih dari tiga hukum aturan shinigami." ucap Ukite, yang tentu membuat mereka di buat kaget, juga termasuk Livia.

"Sedang dalam aturan, tak tertulis bahwa shinigami hanya boleh mengeksekusi manusia bukan?"

"Ee..?" Ein di buat terdiam tak mampu bicara.

"Itu memang benar, tak ada hukum yang menyatakan shinigami hanya boleh mengeksekusi manusia." ucap Ease dalam hati.

"Tapi shinigami bukan makhluk hidup dunia ini, dan.. Dan bukannya ada dewan yang bertanggung jawab mengurusi hukum langsung ke shinigami." ucap Ease.

"Itu benar.., tapi apa aku melanggar?" ucap Ukite.

"Aturan mana yang kulanggar?" ucap Ukite.

Clankk..

Sabit putihnya kembali muncul di tangan kanannya.

"Ehh.." Ease tersentak kaget.

"Dosa atau tidak, hukum apa yang kulanggar, kenapa kalian begitu peduli, ya.. Itu hanyalah ilusi." Ukite menatap Ease tajam.

"Karena yang kalian lakukan, hanyalah menunjukkan kelemahan kalian." ucap Ukite, matanya melirik ke arah gundukan debu di belakangnya yang mulai tertiup angin.

"Dia, s. Siapa dia sebenarnya." batin Ein.

"Aura shinigaminya benar-benar dingin." ucapnya lagi dalam hati.

"Kenapa dia bisa seperti itu, aku tidak mengerti apa yang dia katakan itu benar atau tidak, tapi.. Kenapa dia bisa semudah itu membunuh shinigami lain." ucap Livia dalam hati.

"Buku yang mampu menuliskan mimpi?" ucap kaget seorang laki-laki, tampak dirinya tengah bicara dengan seorang laki-laki setengah baya yang tengah duduk di kursi.

"Ya.., apa pun itu, bila kamu menuliskan sesuatu di buku itu, maka sesuatu itu akan jadi kenyataan." ucap Hairiza.

"Ee, apa benar buku seperti itu ada tuan?" tanya laki-laki di hadapannya.

"Ya, aku yakin itu." ucap Hairiza.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 13

Bocah Redoks
2017-02-13 10:43:38
Benar benar hebat. Siapa dia sebenarnya
Kuroko Akashi
2017-02-05 08:16:27
Fighting Ukite...!!!
Leon Lockhart
2017-01-16 21:49:39
Kepalanya lepas, keren!
Princess Alien
2016-12-30 21:30:54
wah kepalanya terpenggal.
Arizl Kareen
2016-09-24 23:57:01
Jadi buku ukite itu buku yg mampu menuliskan mimpi...
ThE LaSt EnD
2016-08-19 17:00:46
hmm, jd buku itu trikat dn trhubung dgn Ukete, ktika buku itu dhancurkn, apa yg trjdi dgn ukete?
Kurosaki Yoshimura
2016-05-06 16:16:30
seberapa kuat kau uktie?
Kyouzo
2016-03-30 07:37:12
Inti Shinigami itu kelihatan na berbahaya..
Leila Taa
2016-03-26 12:21:28
Lnjt
Derry Prayoga Hanief
2016-03-19 18:28:53
komen aja lah
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook