VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 8

2015-05-19 - Ivan96 > Drops Of Blood
350 views | 22 komentar | nilai: 10 (4 user)

Tap..! tap..!

Terlihat Ukite tengah berlari, dia mengenakan pakaian shinigami lengkap dengan sabit di tangan kanannya

"Hh..?" Dia lalu berbelok masuk kesebuah gang

"Tidak salah lagi.."

"Herigra.." gumam Ukite.

"Hh..?" Ukite berhenti di sebuah jalan.

Terlihat kerumunan orang disana.

"Siapa ya yang melakukannya?"

"Iya siapa ya.."

"Kejam sekali"

Terlihat sesosok mayat perempuan dengan sebuah lubang di dadanya dan beberapa sayatan.

"Hh..?"

"Bukan ya.." gumam Ukite melihat mayat itu.

"Haduhh.. kurasa karena terlalu lama di dunia manusia, instingku jadi buruk" ucap Ukite

Buggh..!

"Ahh..."

"Rahh...!" erang seorang anak yang tengah di pukuli beberapa temannya.

"Gara gara kau kita kalah"

Bakk..!

Salah seorang menendang bola ke wajam anak itu

"Ahhh..."

"Rasakan itu sialan" teriak seorang anak yang menendang bola

"Hiks.. hiks.. tolong hentikan" tangis anak yang tengah di pukuli

"Hentikan..?"

"Makan ini bodoh" salah seorang anak menginjak wajahnya.

Drops Of Blood Chapter 8 - Buku Yang Dicari
Penulis : Ivan96

"Auhh.. hughh.."

"Hh..?" Tanpa disengaja Naomi melewati tempat itu, terlihat dirinya membawa kantong belanja

"Hmm..." Naomi memandangnya kasihan.

"Sudahlah, kita tinggalkan saja dia"

"Lain kali, jangan ikut tim kami lagi.. cih.." salah seorang meludahi anak itu.

"Payah.."

Bugg..!

Salah seorang masih sempatnya menendang anak itu lagi.

Setelah mereka semuanya pergi, Naomi lalu berjalan ke arah anak itu.

"Kamu tidak apa?" tanya Naomi, meski jelas terlihat anak itu begitu babak belur.

"Hh..?"

"Mereka itu.."

"Siapa..?"

Di sebuah taman, terlihat Ukite tengah bermain ayunan.

"Uwahaha...." teriaknya girang.

"Dunia manusia memang menyenangkan" teriak Ukite berayun dengan cepatnya.

"Eehh.. hhh... hua.." Ukite tiba tiba kehilangan pegangannya.

Bruggh..!

Ukite jatuh dengan wajah lebih dulu.

"Uhhh..."

"Khihi.." Sebuah tawa tiba tiba menyadarkan Ukite

"Kakak terlalu semangat, jadi jatuh" ucap seorang gadis kecil berambut putih

"Hh.. apanya?" ucap Ukite

Bruhh..!

Ukite memuntahkan tanah yang masuk kemulutnya.

"Khihihi.. apa kakak suka ayunan?" ucap Inagi menaiki ayunan satunya lagi.

"Ya.., aku suka ayunan" ucap Ukite dengan senyum.

"Tapi aku tak suka jatuh" ucapnya lagi murung.

"Khihihi.. tak ada orang yang suka jatuh..."

"Tapi Heme bilang, jatuh membuat kita jadi kuat" ucap Inagi.

"Apa itu benar?"

"Tapi tetap saja itu sakit" ucap Ukite.

"Inagi.." teriak seseorang.

"Hh.. Heme.." Terlihat seorang perempuan berpakaian pelayan berlari ke arahnya.

"Hmm.. Nona muda jangan jauh jauh, kalau nona muda hilang, saya bisa di hukum" ucap Heme.

"Ee.. maaf.. aku hanya ingin bermain ayunan" ucap Inagi tersenyum.

"Hmm.." Ukite menatap Inagi penuh arti.

"Dia ini.."

"Kakak..!" Inagi memanggil Ukite.

"Hei kakak.." ucapnya lagi karena tidak di dengar Ukite.

"Hh..?"

"Hmm.. aku pulang dulu ya" Inagi tersenyum ke arah Ukite.

"...!" Ukite hanya terdiam bengong, kemudian wajahnya berubah berhias senyuman.

"Dah kakak.." Inagi lalu pergi bersama pelayan itu.

"Heme, lain kali kita main ke taman lagi ya" ucap Inagi.

"Hh..?"

"Hmm.. iya.." Pelayan itu tersenyum ke arah Inagi.

Meski sudah jauh, Ukite masih melihat ke arah Inagi, dalam benaknya seolah dirinya tengah memikirkan sesuatu.

"Hh..?"

"Naomi.." gumam Ukite.

Clankk..!

Pakaiannya berubah jadi pakaian shinigami, lengkap dengan topeng tengkorak.

"Khuhh..., waktunya buruk sekali" gumam Ukite.

Clankk..!

Sabit besarnya munul di tangan kanannya.

Dia lalu melangkahkan kakinya berjalan ke suatu arah.

Dari jauh, terlihat Livia tengah memperhatikan Ukite.

"Judgrist.." gumam Livia.

Di suatu tempat, tampak seperti sebuah tempat minum.

"Aku sedang mencari sebuah buku, untuk buku itu aku akan membayar lima puluh juta core" ucap seorang laki laki sambil menempelkan sebuah poster pada papan pengumuman.

"Buku?"

"Buku seperti apa?" para shinigami bertanya tanya.

"Buku itu milik seorang shinigami" ucap Hairiza.

"Shinigami Ukite"

"Dia adalah shinigami tingkat dua, siapapun yang mendapatkan buku itu, aku akan membelinya dengan harga ini" Hairiza menunjuk posternya.

"Shinigami tingkat dua"

"Haha.."

"Aku akan mendapatkannya"

"Jangan harap, akulah yang akan mendapatkannya" ucap shinigami shinigami disana.

"Khehe.., menyedihkan" ucap sebuah suara.

"Hh..?" semua mata tertuju pada shinigami berambut ungu yang tengah diduk di pojokan.

"Hanya sebesar itukah harga yang kau berikan?" ucap Geido.

"Hei.. kau pikir lima puluh juta itu berapa hah" ucap seorang shinigami.

"Ukite memanglah shinigami tingkat dua, ya itu benar.."

"Tapi.. dewan-pun bahkan menghargai bukunya lebih mahal dari harga itu" ucap Geido tersenyum mengejek.

"Jangan bercanda kau, shinigami tingkat dua, harga bukunya paling takan lebih dari lima belas juta core"

"Dasar payah"

"Kau pikir kami tidak pernah melakukan pekerjaan itu hah" ucap para shinigami.

"Bila kau tidak mau, kau diam saja" ucap Hairiza.

Drops Of Blood

-chapter 8

bagian 6

"Ya, aku memang tidak tertarik mencuri buku dari teman lamaku" ucap Geido.

"Teman lama?"

"Jadi dia temanmu yah?"

"Hahaha.. kalau begitu katakan padanya untuk membungkus bukunya sebelum kami ambil"

"Ahahahah..."

"Huamm... kalian bodoh" Geido melangkahkan kakinya pergi sambil membawa sabit bermata satu dengan corak ungu.

"Terakhir kali kuingat, dewan memberi harga seratus tigapuluh dua juta core untuk bukunya" ucap Geido sambil berlalu pergi.

"Tolong..."

"Jangan mendekat" terlihat seorang anak laki-laki tengah menangis ketakutan di sudut ruangan.

"Reirigo danka.." ucap shinigami dihadapannya.

"Kamu sudah berdosa" Ukite mengangkat sabitnya.

"Dosamu, menyakiti orang lain"

Batss..!

Ukite mengayunkan sabitnya hingga menembus kepalanya.

Mata Reirigo melotot karena rasa sakit, Ukite lalu menari sabitnya memaksa keluar jiwa Reirigo yang sudah tertusuk kepalanya.

Di sebuah jalan, terlihat Ukite tengah berjalan, dia masih mengenakan topeng shinigaminya.

"Kenapa?" ucap sebuah suara.

"Hh..?" Ukite melirik arah suara itu.

"Kenapa kamu mau di perbudak manusia" ucap Livia, tatapannya tajam memandang Ukite.

"Pilihan.." ucap Ukite sambil melangkahkan kakinya pergi.

"Hh..?" Livia menatapnya bingung tak mengerti.

"Kau menyedihkan" ucap suara lain menghentikan langkah Ukite.

"Kau membuat dirimu di perbudak manusia, kau benar benar sampah" ucap Geirro menghampiri mereka.

"Geirro.." gumam Livia.

"Apa dia temanmu, dia benar benar payah" ucap Geirro sinis.

"Sayang sekali aku sedang tidak membawa bukuku" ucap Ukite datar.

Tlap..tlap..

Ukite kembali melangkahkan kakinya pergi.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 9

Bocah Redoks
2017-02-13 10:17:37
Tingkat 2. Tapi bukunya berharga banget
Kuroko Akashi
2017-02-04 21:48:19
Lanjutttt...
Leon Lockhart
2017-01-15 10:40:00
Bukunya hebat pasti '-')
Aerilyn Shilaexs
2016-12-29 08:41:25
sepertinya luar biasa banget tuh buku.
Arizl Kareen
2016-09-24 23:29:46
Btw, ada berapa tingkatan shinigami ?
ThE LaSt EnD
2016-08-18 21:37:32
ukete bkan shinigami biasa trnyata, dan tingkatan shinigami ditentkan apa?
ThE LaSt EnD
2016-08-18 18:54:18
ku beri nilai 10 dan kutingalkan jejak renungan "Mayat" .just for fan
Kurosaki Yoshimura
2016-05-06 15:41:29
livia tu cantik ngk y...
Kyouzo
2016-03-30 07:19:03
Aku pengen nginjak muka geirro
Rita En
2016-03-26 11:33:02
Lnjt
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook