VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 7

2015-05-14 - Ivan96 > Drops Of Blood
357 views | 24 komentar | nilai: 10 (4 user)

"Jangan mendekat.." ucap Naomi ketakutan.

"Hh..?" Ukite memandangnya bingung.

"Kamu.. kamu juga pasti palsu" ucap Naomi.

"Apa..?" ucap Ukite shok.

"Berani sekali kau bilang aku palsu, lalu yang asli siapa hah" bentak Ukite.

"Hh..?" Naomi memandang Ukite.

"Aku datang kemari menolongmu, dan kau malah bilang aku palsu" ucap Ukite ngambek.

"Hehehe... benar benar mengharukan" ucap sebuah suara.

Terlihat sesosok shinigami dengan topeng tengkorak burung, di tangannya dia membawa sabit dengan ukiran kepala gagak pada pegangannya.

"Qrowzanqiue" ucap Ukite menatap shinigami itu.

"Menjauhlah Naomi" ucap Ukite.

"Hh..?"

"Apa dia Ukite asli" pikir Naomi.

Batss..

Ukite berlari cepat ke arah Crowzan.

Satt..

Ukite mengayunkan sabitnya, namun dengan mudah di hindari Crowzan.

Sratt..!

Sabetan sabit Crowzan mengenai pundak kiri Ukite.

"Uarhh..." erang Ukite.

"Kau lemah.." ucap Crowzan.

"Itu pantas karena kau berteman dengan manusia"

"Kau menjijikkan.."

Drops Of Blood Chapter 7 - Gagak Yang Terikat Hukum
Penulis : Ivan96

"Kau harus mati.." Crowzan mengayunkan sabitnya hingga mengenai perut Ukite.

"Aurhhh..." Ukite terlempar kebelakang dengan sebagian perut sobek.

"Ukite..." teriak khawatir Naomi.

Klepp..!

Crowzan sudah memposisikan sabitnya di depan wajah Ukite.

"Takdirmu adalah.." Crowzan mengangkat sabitnya hendak di ayunkan pada Ukite.

"Hentikan.." teriak Naomi.

"Kamu ingin bukunya kan.."

"Akan kuberikan.." Naomi mengambil buku itu dari tasnya.

"Tapi kamu harus janji, kamu tidak akan membunuh Ukite" ucap Naomi.

"Naomi.." ucap Ukite lemah.

"Hmmm.. gadis baik.." Crowzan tersenyum licik ke arah Naomi.

"Dia sudah berhianat, sulit mengampuninya" ucap Crowzan.

"Ee.." Naomi menatap Ukite yang sudah terluka.

"Aku yang salah, seharusnya aku kembalikan buku ini" ucap Naomi.

"Jadi.. hukum saja aku" ucapnya lagi.

"Hmm.. baiklah.." Crowzan mengulurkan tangannya hendak mengambil buku itu.

"Kita.. se..pa.. kat.." Crowzan tersenyum menang.

"Hei.. apa yang kau lakukan hah" teriak sebuah suara, tepat sebelum jari jari Crowzan mengenai buku itu.

"Hhh...?" Naomi tersentak kaget mendengar suara itu.

Batss...!

Sebuah ayunan sabit mengarah ke kepala Crowzan.

"Cihh..." Crowzan menghindarinya, dia lalu mengambil jarak.

"Ukite.." ucap Naomi kaget, bingung tak percaya, bagaimanapun sosok Ukite tengah terbaring lemas di hadapannya.

Jrashh..!

Ukite menusukan ujung sabitnya ke wajah Ukite yang tengah terluka itu.

Brurrl...!

Tubuh itu lalu berhamburan jadi bulu bulu gagak.

"P.palsu" kaget Naomi.

"Bukankah sudah kubilang, jangan berikan pada siapapun" ucap Ukite.

"Kalian manusia benar benar tak bisa di percaya ya" ucap Ukite.

"Kau..." Crowzan menatap Ukite tajam.

"Berani sekali kau kemari, apa kau sudah bosan hidup" ucap Crowzan.

"Wooo... galak sekali" ucap Ukite santai.

"Khuhh.. dasar pencuri buku" bentak Ukite sambil menunjuk Crowzan dengan tangan kirinya

"Khehh.." Crowzan tersenyum sinis.

"Apa kamu tahu kamu bicara pada siapa hah?" Crowzen menatap Ukite sombong.

"Tidak.." ucap Ukite dengan entengnya, dan tentu itu menyulut batin Crowzen.

"Memangnya siapa kamu?" ucap Ukite dengan polosnya.

Hati Crowzan benar benar hancur, harga dirinya seolah di jatuhkan dari langit tertinggi.

"Rrahh..." Crowzan benar benar marah.

"Kau.. akan kubalas kau nanti" ucap Crowzan.

"Ouu... aku tiba tiba merinding deh" ucap Ukite menggodanya.

Hourrrh...!

Tubuh Crowzan berhambamburan jadi bulu bulu gagak.

Langit perlahan mulai cerah, awan hitam perlahan mulai pudar.

"Uhh...?"

"Jam berapa ini.?"

"Hah.. aku terlambat?"

"Apa bagaimana bisa?"

"Ini sudah siang" Riuh orang orang seisi kota yang mulai terbangun dari tidurnya.

"Hmm.." Ukite melihat anak anak di sekolah, perlahan tubuh mereka berhamburan jadi asap.

"Mereka.." kaget Naomi.

"Mereka hanya boneka miliknya, kukira kamu pintar" ucap Ukite.

"Ee..!" Naomi menatap Ukite tersinggung.

"Kota begitu sepi, apa menurutmu itu wajar.."

"Haduhh... haduhh.. kalian manusia memang mudah di permainkan ya" ucap Ukite.

Grubb..!

Naomi memeluk erat Ukite.

"Terima kasih.." ucap Naomi, air matanya mengalir deras.

"Ouu.. kalian manusia punya cara aneh ucapkan terima kasih" ucap Ukite.

"Eeh.. tapi.. kenapa dia tidak membunuhku langsung bila dia inginkan buku ini" ucap Naomi.

"Hmm.. kukira aku sudah bilang" ucap Ukite.

"Shinigami hanya membunuh mereka yang berbuat salah"

"Bila dia membunuhmu tanpa kejelasan dosamu.. maka sebagai shinigami dia sudah melanggar" terang Ukite

"Mungkin bila kamu memberikan buku itu, dia memilikinya.."

"Karena kamu mengingkari janjimu"

"Hhh.." kaget Naomi.

"Dia mungkin akan kembali.. jadi berhati hatilah" ucap Ukite.

Dari kejauhan terlihat Livia tengah memperhatikan mereka.

"Kenapa seorang dewan berusaha mencuri buku itu" gumam Livia.

"Bila mereka itu ingin di jatuhi hukuman, seharusnya dia.."

"Apa sebenarnya yang terjadi" gumam Livia tak mengerti.

"Huamm...!" terlihat Ukite tengah duduk di atas meja, sedang Naomi di belakangnya di kursi.

"Hmm.. kenapa sepi sekali ya" ucap Naomi.

"Ya, kurasa karena mereka baru bangun" ucap Ukite.

"Baru bangun?" bingung Naomi.

Di suatu tempat, terlihat Crowzan tengah berdiri di atas bangunan.

"Anak itu.." Tatapan Crowzan benar benar tajam.

"Saatnya nanti, akan kutunjukan.."

"Apa itu neraka" Crowzan tersenyum menyeringai.

Matahari sudah semakin tinggi, terlihat Naomi tengah berjalan.

"fhuhh..., karena semuanya kesiangan, sekolah jadi libur" ucap Naomi.

"Kota juga jadi kacau.."

"Tak kukira hal seperti itu bisa mengacaukan kota dengan mudahnya" gumam Naomi.

"Apa apaan ini, seluruh kota kesiangan"

"Apa waktu berjalan cepat"

"Ini pasti ada alasan logisnya"

"Gara gara itu, banyak pihak di buat rugi"

"Semua aktifitas jadi kacau" terlihat beberapa orang tengah melakukan rapat mengenai kejadian tak biasa itu.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 8

Bocah Redoks
2017-02-13 08:48:54
Kayak politik aja. Seseorang d tingkat atas melakukan kesalahan dan menjadikan org lain sebagai pelaku
Kuroko Akashi
2017-02-04 21:37:51
Keep moving...
Leon Lockhart
2017-01-15 10:33:34
Mereka dibuat tertidur '-')
Aerilyn Shilaexs
2016-12-29 08:33:34
wah kesiangan masal, sebuah fenomena luar biasa.
Al Onepc
2016-10-08 20:25:24
berarti 1 kota gx ada yang sholat subuh.wk.wk.wk
Arizl Kareen
2016-09-24 04:11:03
Huft... hampir saja...
ThE LaSt EnD
2016-08-18 18:49:47
manusia dbuat tdur ya.., muncul mistri lg, next
Kurosaki Yoshimura
2016-05-06 15:28:24
naomi=nao charlotte=risma uktie=kk ipan... hoho jd gitu y..
Kurosaki Yoshimura
2016-05-06 15:21:39
hmm..hmm...hmm
Derry Prayoga Hanief
2016-04-01 14:40:22
izin ninggalin jejak
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook