VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 6

2015-05-05 - Ivan96 > Drops Of Blood
369 views | 22 komentar | nilai: 10 (4 user)

"Kamu hanya perlu menahan diri dalam bentuk Judgrist" ucap Geirro.

"Lalu bagaimana kita dapatkan buku kita lagi kalau kita tak tahu di mana?" Livia menatapnya tajam.

"Cepat atau lambat, dewan akan bertindak, kita hanya perlu menunggu sampai itu terjadi" ucap Geirro

Di sisi lain, terlihat Ukite masih memegangi sabit milik Heirigrim dengan tangan kirinya.

"Dengan begini.."

"Aku bisa menuliskan namamu" ucap Ukite.

"Hh..!" kaget Heigrim.

"Uhh.. kenapa.. kenapa dia kuat sekali" Heirigrim masih berusaha menarik Sabitnya.

Klepp.. Brugg..!

Ukite melepaskan pegangannya dan akhirnya malah membuat Heirigrim terjatuh.

Clankk..!

Sabit Ukite muncul di tangan kanannya, semakin membuat takut Heirigrim.

Drap..! dapp..!

Namun Ukite malah melompat ke dinding sekitar dan menjadi tumpuannya melompat lebih tinggi.

"Hh..?" bingung HeiriGrim.

Klapp..!

Kini Ukite sudah berdiri di atas sebuah bangunan.

Fleppflepfle....

Pakaian Ukite berkibar tertiup angin.

"Hmm..!"

Drops Of Blood Chapter 6 - Sayap Yang Menghancurkan Jiwa
Penulis : Ivan96

Tatapan Ukite tertuju ke suatu arah, tatapan yang sangat tajam meninggalkan ekspresi santainya dan berubah menjadi wajah yang serius.

Di sisi Livia, dia masih berbicara dengan Geirro.

"Pencurian buku ini bukan hanya seorang, ini bukanlah iseng"

"Kurasa, dewan sedang menguji kesetiaan kita" ucap Geirro.

"Menguji.." Livia memicingkan matanya menatap Geirro, namun tiba tiba pandangannya tertuju pada apa yang jauh di belakang Geirro.

"Dia.." gumam Livia.

"Sedang apa dia.." Livia memperhatikan sabit di tangan Ukite.

"Hh..?" Geirro yang menyadari alur pembicaraan Livia berubah menoleh.

"Shinigami lain.." ucap Geirro.

"Kamu mengenalnya?" lanjutnya lagi.

Klapp..!

Ukite melompat ke bangunan lain lalu berlari dan terus melompati tiap bangunan.

Livia yang melihat Ukite pergi mulai curiga, dia lalu berlari dan melompati bangunan bangunan guna mengikuti Ukite.

"Hh..?" Geirro hanya memperhatikannya.

Di sisi lain, terlihat Heirigrim masih berada ditempatnya.

"Hawa shinigaminya benar benar kuat, benar benar mengerikan" gumam Heirigrim.

Disisi Naomi, terlihat dirinya tengah berjalan memasuki kelasnya.

"Ukite.." gumam Naomi melihat Ukite sudah di ada di bangkunya.

"Hmm.. kenapa jadi dia duluan yang sampai" ucap Naomi dalam hati.

Ukite tersenyum ke arahnya.

"Hei Naomi, apa kamu masih menyimpan bukuku" ucap Ukite.

"Ya.."

"Sebenarnya apa yang sedang terjadi" ucap Naomi berjalan menghampiri Ukite.

"Ada banyak shinigami lain yang turun.." ucap Ukite.

"Mereka mengincar bukuku" bisik Ukite.

"Hh..?"

"Kenapa?" kaget Naomi.

"Tentu saja karena buku itu sangat penting bagi shinigami" ucap Ukite.

"Hmm.." Naomi memandang Ukite.

"Bisa kamu berikan dulu padaku, sampai keadaan kembali aman, aku yang akan menjaganya.."

"Aku tak bisa membiarkan ada shinigami lain yang mengambilnya" ucap Ukite mengulurkan tangannya.

"Jangan tinggalkan itu.., apapun yang terjadi, jangan berikan pada siapapun"

"Termasuk aku"

Naomi teringat kata kata Ukite sebelumnya.

"Tapi, tadi kamu bilang.." Naomi melangkah mundur.

"Cepatlah Naomi, mereka sudah semakin dekat" ucap Ukite.

"Tidak.." Naomi berlari pergi meninggalkan Ukite.

"Hei Naomi.." Ukite mengejar Naomi pergi.

"Serahkan buku itu.."

"Sekarang.." teriak Ukite meraih tas di punggung Naomi.

"Ahhh.." teriak Naomi.

Slingg...!

Sebuah sabit mengayun ke arah Naomi.

"Menunduk.." ucap seorang yang mengayunkannya.

"Hh..!" Naomi menunduk dan akhirnya Ukite lah yang terkena.

Flapflappflapp..

Tubuh Ukite berhamburan jadi gagak.

"Ukite.." ucap Naomi melihat seorang yang menyelamatkannya barusan.

"T.tadi itu.."

"Itu palsu.." ucap Ukite memotong.

"Berhati hatilah.. aku tahu bau ini" ucap Ukite mengangkat sabitnya.

"Mereka menginginkan buku-ku, mereka akan terus mengejarmu sampai mereka dapatkan buku itu" ucap Ukite.

"Hh.." kaget Naomi.

Terlihat anak anak disekolah hanya menatap Naomi datar.

"Apa, apa yang harus kulakukan"

Naomi memeluk tasnya erat.

"Berikan padaku, aku akan mengalihkan perhatian mereka" ucap Ukite.

"Hh..?" Naomi menatap Ukiti penuh tanya.

"Jangan tinggalkan itu.., apapun yang terjadi, jangan berikan pada siapapun"

"Termasuk aku"Naomi kembali teringat ucapan Ukite.

"Kamu..." Naomi mulai memandang Ukite sedih dan takut.

"Kamu bukan dia.." teriak Naomi berbalik dan lari meninggalkannya.

"Hmm.. keras kepala" Ukite tiba tiba muncul di depan Naomi, dan tentu membuatnya kaget.

Wusshh..!

Ukite mengayunkan sabitnya ke arah Naomi.

"Ahhh..." jerit Naomi ketakutan.

Sesaat semua jagi hening, perlahan Naomi membuka matanya.

"Ee.." Terlihat sabit itu hanya tinggal beberapa centi lagi mengenainya.

Terlihat tubuh Ukite tertusuk mata sabit seseorang.

Flappflappflapp...!

Kepakan kepakan sayap mulai terdengar bersama berubahnya tubuh Ukite jadi gagak.

"Terima kasih sudah menjaganya Naomi" ucap Ukite yang berdiri di depannya

"Hh..?" Naomi menatap Ukite aneh.

"Apa.. apa.. apa sebenarnya yang terjadi" Naomi menangis.

"Kamu.. kalian, tadi.. tadi itu apa.. hiks.." teriak Naomi mulai kacau.

"Tenanglah Naomi, semuanya sudah selesai" ucap Ukite mendekati Naomi, namun Naomi berusaha menjauh.

"Tidak.." ucap Naomi.

"Tidak..." teriak Naomi.

"Tidak... jangan mendekat" Naomi terus menangis.

Jrinkk..!

Sebuah sabit melayang dan membelah tubuh Ukite.

"Ugghh..."

"Naomi... jangan berikan buku miliku pada siapapu" ucap Ukite yang sudah terbelah, namun tidak dengan kepalany.

Brukk..

Ukite jatuh tepat ke hadapan Naomi.

"Arrrhhh..." teriak Naomi kencang.

Tap..! tap..!

Derap langkah berjalan mendekati Naomi.

Pandangan Naomi terbelalak melihat seorang yang berjalan ke arahnya.

Tlepp.. klinkk..!

Sosok itu mengambil sabit yang tadi di lemparkannya.

"Kau baik baik saja?" ucap Ukite.

Pandangan Naomi benar benar kosong, seolah menunjukkan rasa putus asa.

"Heii.. kamu masih memilikinya kan" ucap Ukite mendekatkan wajahnya.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 7

Bocah Redoks
2017-02-13 08:38:25
Bunshinnya mirip punya itachi yg burung gagak
Kuroko Akashi
2017-02-04 21:28:29
Lanjut lageee!!!!
Leon Lockhart
2017-01-15 10:22:09
Ternyata Ukite memiliki bunshin
Aerilyn Shilaexs
2016-12-29 08:21:20
naomi jadi pusing karna banyak ukite.
Al Onepc
2016-10-08 20:17:52
waduh. ukite palsunya banyak ternyata..bisa" stres tuh si naomi.. memangnya buku itu bisa di ambil paksa ya ?!
Arizl Kareen
2016-09-24 04:01:53
Sepertinya buku ukite yg terkuat... Btw, berapa shinigami ya yg nyamar jadi ukite ?
ThE LaSt EnD
2016-08-18 17:55:51
ada apa dgn buku ukete sbenarnya? apa dia shinigami trkuat?
Kurosaki Yoshimura
2016-05-06 15:10:49
keren uktie ternyata kuat... b
Kyouzo
2016-03-30 07:10:12
Hadeh Cowrazon atau siapapun itu menyusahkan
Rita En
2016-03-25 01:22:54
Lnjt
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook