VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Drops Of Blood Chapter 5

2015-04-30 - Ivan96 > Drops Of Blood
326 views | 23 komentar | nilai: 10 (4 user)

"Coba lihat... didepanmu.."

"Mereka orang orang yang kamu bunuh" ucap Ukite dengan penekanan nada pada kata bunuh.

"Hhh...!" Terlihat di pandangan gadis itu, orang orang dengan darah berlumuran di tubuhnya berdiri di hadapannya.

"Kamu melihatnya..." Ukite menyentuhkan ujung lidahnya ke telinga gadis itu.

"Sebentar lagi..."

"Kamu..." Ukite semakin erat memegang sabitnya.

"Juga..." Tangan kiri Ukite merayap di penggang Gadis itu, semakin membuatnya gemetar.

"Akann...."

"Khihihikiki.." Ukite tertawa pelan di telinganyya.

"Bweew..." ucap Ukite keras sambil tangan kirinya mencubit perut gadis itu.

"Arhhhh...." teriak gadis itu histeris dan melompat, beruntung Ukite menjauhkan sabitnya terlebih dahulu.

"Ahahaha...."

"Hahahah...." Ukite tertawa terpingkal pingkal melihat ekspresi gadis itu.

Gadis itu terduduk menyandar di dinding, dengan tubuh gemetar, dia memeluk lututnya, meski begitu itu tak menyurutkan air matanya.

"Hhee...Hheee.... Hhee..."

Drops Of Blood Chapter 5 - Burung dari tanah kematian
Penulis : Ivan96

Gadis itu menangis sesenggukan, menatap Ukite yang tengah tertawa terpingkal pingkal.

"Sayang..."

"Sayang ada apa.."

Dokk.. dokk.. dokk..

Suara seseorang diluar mengetuk ngetuk pintu kamarnya.

Bruakk...!

Pintu kamar itu pun di dobrak, lalu masuk beberapa orang kesana, bersama hilangnya Ukite menembus dinding.

"Sayang.. kamu kenapa?" ucap seorang perempuan mengangkat wajah gadis itu.

"Nona muda..." Beberapa pembantu juga datang.

"Apa yang terjadi?" ucap Ibu gadis itu.

"Hahh..hahh... aku..." gadis itu masih gemetar.

"Bermimpi buruk.." ucapnya pelan.

"Mimpi buruk..." Ibunya memeluk putrinya itu.

Di tempat lain, terlihat Naomi tengah mengerjakan tugas sekolahnya.

"Hmm.. ke mana dia ya" gumam Naomi melihat beberapa kotak susu di tempat tidurnya.

"Ouu.. apa kamu mencariku?" ucap Ukite tiba tiba muncul.

"Hhh..!" Naomi tersentak kaget dengan kehadirannya yang tiba tiba.

"Oo.. apa itu?" Pandangan Ukite langsung tertuju pada kotak kotak susu di hadapannya.

"Uwahhh..."

Teriak Ukite senang, saking senangnya air liurnya hingga menetes keluar.

"Eee.. hei.., inikan hanya susu" ucap Naomi yang melihat Ukite begitu girangnya.

Ukite mengambil semuanya dan menaruhnya dalam pelukannya.

"Ini untuku semuanya kan?" Tatapan Ukite begitu tajam.

"Aa.. i.iya..."

"Tentu saja.." ucap Naomi.

"Meski dia suka bersikap aneh, tapi.. dia sangat menakutkan" batin Naomi.

"Hmm.. Ukite.." ucap Naomi.

"Hh.?" Ukite berbalik dengan mulut masih pada sedotan susu.

"Ada berapa banyak shinigami di dunia ini?" tanya Naomi.

"Hmm..." sejenak pandangan Ukite menyudut ke atas memikirkan sesuatu.

"Aku tidak pernah menghitungnya, tapi.. mungkin kata banyak cukup untuk menjawab pertanyaanmu" ucap Ukite.

"Hmm.. begitu ya.." Naomi menundukan kepalanya.

"Kalau buku buku mereka jatuh ke tangan manusia, akan seperti apa ya dunia ini" gumam Naomi.

"Bersih.." jawab Ukite enteng, dan tentunya membuat Naomi bingung.

"Tiap manusia.."

"Mereka memiliki titik hitam dalam dirinya, sebaik apapun mereka.."

"Titik hitam itu selalu ada" ucap Ukite.

"Bila mereka, manusia saling menuntut maka pada akhirnya..."

"Dunia ini, takan memiliki titik hitam..." ucap Ukite serius.

"Itu berarti..." Naomi mulai mengerti dengan maksud pembicaraan Ukite.

"Takan ada manusia" Ukite menatap tajam Naomi.

"Celah di hati, menimbulkan keserakahan dalam jiwa, mengawali keburukan yang kan diperbuatnya"

"Ya... begitulah kalian" ucap Ukite dengan ekspresi yang kembali normal.

Suatu pagi, terlihat langit begitu gelap, di bawahnya, di sebuah jalan terlihat Naomi dan Ukite tengah berjalan.

"Huammm.."

"Aku masih ngantuk.." ucap Ukite.

"Memangnya kamu tidak tidur?" ucap Naomi.

"Tidak.."

"Hh..?" Naomi melirik Ukite.

"Kamu pikir aku bisa tidur dengan suara gagak memenuhi telingaku hah" ucap Ukite kesal.

"Suara gagak?" Naomi menatap Ukite bingung.

"Aku benci gagak.. huarhh.." teriak Ukite keras.

"Hh..?" Sebuah bulu jatuh dari langit.

"Hei.. Naomi...!"

"Ee, ya?" jawab Naomi.

"Di mana Quiver?" tanya Ukite serius.

"Quiver..?"

"Ahh.. maksudmu itu ya?" ucap Naomi.

"Ada di tas ku, kenapa?"

"Jangan tinggalkan itu.. apapun yang terjadi, jangan berikan pada siapapun.."

"Termasuk aku.." tatapan Ukite begitu serius.

"Ee.. kenapa?"

"Apa ada sesuatu?" ucap Naomi, namun Ukite tak menjawabnya.

Tlap..! Tlap..!

Ukite melangkahkan kakinya ke arah lain.

"Ee.. kamu mau ke mana?" tanya Naomi.

"Kamu duluan saja" ucap Ukite.

"Hh.. hmm. baiklah.." Naomi tetap berjalan ketujuan awalnya.

Terlihat Ukite berjalan memasuki gang yang sepi.

Clankk..!

Pakaiannya tiba tiba berubah jadi pakaian shinigaminya.

Di atas sebuah bangunan yang tinggi, terlihat Livia tengah berdiri disana memandang ke arah kota.

Sett..!

Tangannya tiba tiba bergerak dan mengarahkan sabitnya kebelakang.

"Apa arti buku itu untukmu?" ucap Livia, tatapannya tajam menatap sosok shinigami didepannya itu.

"Hanya catatan.." ucap Shinigami dengan topeng tengkorak burung itu, terlihat jubahnya berbeda dari Livia ataupun Ukite, jubahnya lebih besar dan menutupi hingga kakinya.

"Catatan.." Livia menatap tajam Shinigami itu.

"Saat mereka menyadari buku itu tak berfungsi, mereka akan membuangnya.."

"Aku tidak sudi di jadikan budak manusia.. cihh.." ucap Geirro.

Kriittt....!

Derit sabit yang diseret, terdengar jelas di sepanjang gang, semakin dekat, terus mendekat ke arah Ukite.

"Kau menyedihkan, bukan hanya membiarkan manusia memiliki bukumu, kau juga berteman dengannya" ucap sebuah suara, terlihat sesosok shinigami dengan pakaian hitam besar dan sobekan di ujung bagian lengannya.

"Hmm.." Ukite hanya memandangnya biasa saja.

Dari balik pakaiannya dia lalu mengambil susu kotak.

"Kalau begitu, tertawa saja" ucap Ukite santai sambil menancapkan sedotannya.

"Hh..?" Shinigami itu menatap Ukite penuh tanya.

"Apa maksudmu?" ucap Heirigrim.

"Kamu bilang menyedihkan.."

"Kalau sedih, ya tinggal tertawa" ucap Ukite dengan entengnya sambil meminum susu.

"Kau.." Heirigrim benar benar kesal di buatnya.

Batss..

Heirigrim mengayunkan sabit putih besarnya ke arah Ukite.

"Hhmm..!" Ukite dengan mudah menghindarinya dan malah menangkap pegangan sabit yang terbuat dari kayu itu.

"Dengan begini, kamu tidak lebih baik dariku" ucap Ukite dengan tatapan tajamnya.

Degg..!

"Perasaan apa ini.." batin Heirigrim merasakan tekanan dalam dirinya.

"Menyerang shinigami lain, itu melanggar hukum" ucap Ukite.

Heirigrim berusaha melepaskan sabitnya dari tangan Ukite, namun seolah tangannya tak bertenaga, sabit itu bahkan tak bergerak sedikitpun.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 6

Bocah Redoks
2017-02-13 08:26:47
Orang orang hebat suka bertingkah konyol. Seakan akan mereka hanyalah sampah yg tak berguna
SHiniGami GhoUL
2017-02-04 21:21:28
Lanjutt!!!!
Leon Lockhart
2017-01-14 15:11:06
Ukite cukup kuat walaupun sifatnya mirip anak kecil '-')
Aerilyn Chan Kawai
2016-12-29 08:15:41
jadi untuk saat ini ada empat shinigami yang muncul.
Arizl Kareen
2016-09-24 03:54:35
Keren, pertempuran shinigami...
Die And DeAth
2016-08-18 15:43:08
pertarungan shinigami.. menarik..
Rani dan cica
2016-07-04 00:40:04
permisi? Mau baca dari awal. Kemarin kemarin udah baca tapi lupa
Kurosaki Yoshimura
2016-04-30 00:11:44
uktie kmu keren. siapa sebnrnya uktie aku merasa dia pny kekuatan misterius..:-\
Alicia Lancaster
2016-03-30 07:06:44
Tapi kalau menuntut dosa shinigami di perbolehkan
Rinularo
2016-03-25 01:17:15
Lnjt
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook